• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Imun Rendah, Perlukah Lakukan Suntik Vitamin C?

Imun Rendah, Perlukah Lakukan Suntik Vitamin C?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya adalah memenuhi asupan vitamin C. Selain lewat suplemen minum, vitamin C juga bisa didapat dengan injeksi atau suntikan. Selama ini, suntik vitamin C memang banyak dimanfaatkan untuk kecantikan, yaitu mencerahkan kulit. 

Namun, suntik vitamin C atau asam askorbat pada dosis rendah, sesuai anjuran dokter, juga bisa digunakan untuk mendongkrak daya tahan tubuh. Seperti yang diketahui, sistem imun atau daya tahan tubuh, berguna untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan parasit, yang berpotensi menyebabkan penyakit. Kadar vitamin C yang disuntikkan ke dalam tubuh tentunya disesuaikan pada kebutuhan masing-masing individu. 

Baca juga: Ingin Suntik Vitamin C? Kenali Dulu Manfaat dan Bahayanya

Kapan Perlu Suntik Vitamin C?

Vitamin C yang didapat dari buah, sayuran, maupun dalam bentuk suplemen melewati proses pencernaan tubuh yang panjang, hingga akhirnya diserap masuk ke peredaran darah. Berbeda halnya dengan vitamin C yang disuntikkan, seluruh cairan vitamin akan langsung masuk dan terserap melalui peredaran darah.

Dengan metode suntikan, kamu dapat memperoleh dosis yang lebih besar pada satu waktu. Umumnya, suplemen vitamin C yang tersedia mengandung konsentrasi 500 miligram, sementara vitamin C yang disuntik tersedia dalam konsentrasi 500 miligram hingga 1 gram, bahkan 25 gram jika dibutuhkan. Pada beberapa kondisi medis, memang dibutuhkan prosedur suntik vitamin C, seperti gangguan perdarahan atau defisiensi vitamin C yang cukup serius.

Lalu, kapan perlu dilakukan suntik vitamin C? Soal itu, tergantung pada anjuran dokter, sesuai kondisi kesehatan yang kamu miliki. Jika dokter merasa asupan vitamin C tubuh kamu masih bisa didapat dari makanan atau suplemen, biasanya suntik vitamin C tidak diperlukan. Sebaliknya, jika dokter menilai asupan vitamin C kamu tak bisa hanya dicukupi lewat makanan dan suplemen, suntik vitamin C mungkin akan direkomendasikan.

Untuk itu, penting untuk selalu mengkomunikasikan kondisi kesehatan kamu dengan dokter. Agar lebih mudah, download saja aplikasi Halodoc, untuk bisa berdiskusi dengan dokter lewat chat, kapan dan di mana saja, tentang kondisi kesehatan kamu.

Baca juga: 4 Manfaat Vitamin C untuk Wajah yang Mesti Dicoba

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Suntik Vitamin C

Meski memiliki manfaat untuk meningkatkan imun, asupan vitamin C yang berlebihan dapat memicu mual, gangguan pencernaan, kram perut, dan diare. Bahkan, asupan 1000 miligram vitamin C dalam sehari dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Apalagi jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup dan gaya hidup sehat lainnya.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan vitamin C harian manusia hanyalah 75-90 miligram. Saat sedang sakit, tubuh memang memerlukan asupan vitamin C lebih banyak, tetapi dosisnya tetap harus diperhatikan. Sebagai komponen mikronutrien, vitamin C hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit dan sisanya akan dibuang bersama zat lain melalui urine.

Meski lebih cepat diserap tubuh ketimbang suplemen, orang-orang dengan anemia tertentu dan ibu hamil atau menyusui tidak boleh disuntik vitamin C. Pada ibu hamil, suntik vitamin C bisa memicu gangguan konsentrasi darah di tali pusat, sehingga dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Suntik vitamin C juga tak boleh dilakukan sembarangan, terutama pada seseorang dengan riwayat penyakit ginjal. Sebab, gagal ginjal dilaporkan dapat terjadi setelah suntik vitamin C secara rutin. Selain itu, jika kamu punya kecenderungan untuk mengalami batu ginjal, sebaiknya hindari suntik vitamin C dosis tinggi.

Meski tergolong zat non toksik atau tidak beracun, tetap saja suntik vitamin C mesti dilakukan oleh tenaga medis profesional. Pastikan suntik vitamin C yang kamu lakukan sesuai indikasi medis dan anjuran dari dokter. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan sesuai ekspektasi.

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2020. Ascorbic Acid.
Livestrong. Diakses pada 2020. Are Vitamin C Injections Better Than Oral Supplements?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Vitamin C (Ascorbic Acid).
WebMD. Diakses pada 2020. The Benefits of Vitamin C.