Ad Placeholder Image

Imunisasi Anak Sampai Umur Berapa? Jaga Anak Tetap Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Imunisasi Anak Sampai Umur Berapa: Dari Bayi Hingga Remaja

Imunisasi Anak Sampai Umur Berapa? Jaga Anak Tetap SehatImunisasi Anak Sampai Umur Berapa? Jaga Anak Tetap Sehat

Imunisasi adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan anak dari berbagai penyakit menular berbahaya. Di Indonesia, program imunisasi telah diatur secara komprehensif, bertujuan memberikan perlindungan optimal sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Program ini mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Banyak orang tua sering bertanya, “Imunisasi anak sampai umur berapa?” Artikel ini akan mengulas secara detail rentang usia pemberian imunisasi di Indonesia, tahapan-tahapan penting, serta manfaat jangka panjang yang didapatkan anak dan masyarakat.

Apa Itu Imunisasi dan Mengapa Penting untuk Anak?

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit melalui pemberian vaksin. Vaksin bekerja dengan memperkenalkan sebagian kecil atau versi non-aktif dari kuman penyebab penyakit ke dalam tubuh.

Proses ini akan memicu sistem kekebalan tubuh anak untuk memproduksi antibodi, yaitu protein khusus yang siap melawan infeksi jika anak terpapar kuman yang sebenarnya di kemudian hari. Kekebalan yang terbentuk melalui imunisasi bersifat spesifik dan tahan lama.

Pentingnya imunisasi bagi anak tidak dapat diragukan. Selain melindungi individu dari risiko sakit berat, cacat permanen, hingga kematian akibat penyakit menular, imunisasi juga berkontribusi pada terciptanya kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok melindungi orang-orang yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi terlalu muda atau individu dengan kondisi medis tertentu, karena penyebaran penyakit menjadi lebih sulit.

Jadwal Imunisasi Anak di Indonesia: Sampai Umur Berapa?

Di Indonesia, imunisasi anak tidak berhenti setelah masa bayi. Imunisasi diberikan sejak bayi baru lahir dan terus berlanjut hingga usia remaja, yaitu sekitar 18 tahun. Ini mencakup imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan.

Jadwal ini terus diperbarui dan dipantau oleh Kemenkes dan IDAI, memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan terbaik sesuai perkembangan usianya. Tujuannya adalah untuk menjaga kekebalan tubuh anak tetap optimal selama masa tumbuh kembang.

Imunisasi Dasar Lengkap (Usia 0-24 Bulan)

Imunisasi dasar lengkap diberikan pada bayi dan balita, mulai dari usia 0 hingga 24 bulan. Tahap ini sangat vital untuk membangun fondasi kekebalan tubuh anak terhadap penyakit-penyakit umum yang berbahaya pada masa awal kehidupannya.

Jenis imunisasi yang termasuk dalam kategori ini antara lain BCG (untuk tuberkulosis), Polio (untuk poliomielitis), DPT-HB-Hib (untuk difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan penyakit yang disebabkan bakteri Haemophilus influenzae tipe b), Campak atau MR (untuk campak dan rubela), dan Pneumokokus (PCV).

Imunisasi Lanjutan (Usia di Atas 2 Tahun hingga 18 Tahun)

Setelah imunisasi dasar lengkap, kekebalan tubuh yang terbentuk perlu diperkuat kembali melalui imunisasi lanjutan atau booster. Ini dilakukan untuk mempertahankan tingkat antibodi yang memadai agar perlindungan tetap optimal seiring bertambahnya usia.

  • Usia Prasekolah (Balita di atas 2 tahun): Pemberian vaksin booster seperti DPT-HB-Hib dan Campak/MR ulang umumnya dilakukan untuk memperpanjang durasi perlindungan.
  • Usia Sekolah (5-12 Tahun): Pada usia sekolah, imunisasi lanjutan seringkali menjadi bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Vaksin yang diberikan meliputi DPT, Campak/MR, dan Td (Tetanus dan difteri).
  • Usia Remaja (12-18 Tahun): Imunisasi pada usia remaja sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh hingga dewasa. Vaksin yang direkomendasikan pada kelompok usia ini meliputi Td/Tdap (Tetanus, difteri, pertusis aselular) dan HPV (Human Papillomavirus) untuk mencegah kanker serviks pada perempuan.

Manfaat Jangka Panjang Imunisasi Anak

Melengkapi imunisasi sesuai jadwal hingga usia remaja memberikan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan. Anak akan terlindungi dari ancaman berbagai penyakit menular, meminimalkan risiko komplikasi serius yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup.

Selain itu, imunisasi berperan besar dalam pencegahan wabah penyakit di masyarakat. Dengan semakin banyak anak yang diimunisasi, penyebaran penyakit dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman untuk semua.

Tanya Jawab Seputar Imunisasi Anak

Apakah imunisasi anak hanya wajib sampai balita?

Tidak. Imunisasi tidak hanya wajib sampai balita, melainkan terus berlanjut hingga usia remaja, yaitu sekitar 18 tahun. Jadwal imunisasi lanjutan dan ulangan diperlukan untuk menjaga kekebalan tubuh tetap kuat dan efektif melawan penyakit seiring bertambahnya usia anak.

Bagaimana jika ada jadwal imunisasi yang terlewat?

Jika ada jadwal imunisasi yang terlewat, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan mengevaluasi status imunisasi anak dan menyusun jadwal kejar imunisasi yang sesuai untuk memastikan anak tetap mendapatkan perlindungan yang optimal.

Memahami jadwal dan pentingnya imunisasi adalah kunci untuk memastikan anak tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal imunisasi spesifik atau jika ada pertanyaan terkait, konsultasi dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc.