Ad Placeholder Image

Imunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan: Lindungi Si Kecil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Imunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan: Lindungi Si Kecil!

Imunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan: Lindungi Si KecilImunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan: Lindungi Si Kecil

Imunisasi campak lanjutan pada anak usia 24 bulan atau 2 tahun merupakan langkah krusial untuk memperkuat kekebalan tubuh yang telah didapatkan dari dosis dasar sebelumnya. Dikenal juga sebagai imunisasi booster, tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan maksimal dan mencegah risiko penularan campak serta rubella. Antibodi dari imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan bisa menurun seiring waktu, sehingga dosis lanjutan ini sangat penting untuk menjaga tingkat proteksi anak.

Pentingnya Imunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan

Imunisasi campak lanjutan adalah pemberian dosis tambahan vaksin campak, baik dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella), kepada anak. Pemberian ini direkomendasikan untuk anak yang telah melewati imunisasi dasar pada usia 9 bulan. Pada usia 24 bulan atau 2 tahun, imunisasi lanjutan ini berfungsi sebagai booster untuk menguatkan kembali sistem kekebalan tubuh.

Langkah ini sangat penting karena kekebalan yang didapat dari dosis pertama bisa berkurang. Dengan imunisasi lanjutan, tubuh anak akan membentuk antibodi yang lebih kuat dan tahan lama, sehingga perlindungan terhadap campak, gondongan (mumps), dan rubella menjadi lebih optimal.

Tujuan dan Manfaat Booster Campak Usia 2 Tahun

Pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 2 tahun memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang signifikan, antara lain:

  • Memberikan Perlindungan Maksimal: Imunisasi ini memastikan anak mendapatkan tingkat kekebalan yang optimal terhadap penyakit campak dan rubella, serta gondongan jika menggunakan vaksin MMR.
  • Mencegah Wabah Penyakit: Dengan kekebalan yang kuat pada individu, risiko penyebaran penyakit menular seperti campak dan rubella dalam komunitas dapat diminimalisir, mencegah terjadinya wabah.
  • Mengatasi Penurunan Antibodi: Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi dasar pada usia 9 bulan dapat menurun. Dosis lanjutan ini akan merangsang produksi antibodi kembali, menjaga perlindungan anak.

Jenis Vaksin yang Digunakan untuk Campak Lanjutan

Untuk imunisasi campak lanjutan, terdapat dua jenis vaksin yang umum digunakan:

  • Vaksin MR (Measles-Rubella): Vaksin ini melindungi anak dari campak dan rubella.
  • Vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella): Vaksin ini memberikan perlindungan lebih luas, yaitu terhadap campak, gondongan (mumps), dan rubella.

Pemilihan jenis vaksin akan disesuaikan dengan riwayat imunisasi anak sebelumnya. Jika anak sudah menerima vaksin MR pada usia 9 bulan dan 18 bulan, umumnya tidak diperlukan imunisasi campak ketiga, kecuali jika ada pertimbangan untuk memenuhi jadwal imunisasi MMR secara lengkap sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Jadwal dan Prosedur Imunisasi Campak Lanjutan 24 Bulan

Jadwal ideal untuk imunisasi campak lanjutan adalah antara usia 18-24 bulan, atau pada usia 18 bulan dan kemudian saat usia sekolah dasar melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Jika anak belum mendapatkan imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan, pemberian vaksin pada usia 24 bulan sangat dianjurkan. Apabila terlewat, imunisasi kejar tetap bisa dilakukan sesegera mungkin tanpa perlu mengulang dosis dari awal.

Imunisasi ini dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, Posyandu, rumah sakit, atau klinik dokter anak terdekat. Sebelum imunisasi, pastikan anak dalam kondisi sehat, tidak sedang demam tinggi atau sakit berat. Hal ini penting untuk meminimalkan potensi efek samping ringan yang mungkin timbul setelah imunisasi, seperti demam ringan atau ruam sementara.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Imunisasi Terlambat?

Jika imunisasi campak lanjutan terlewat dari jadwal yang direkomendasikan, orang tua tidak perlu khawatir. Imunisasi kejar (catch-up immunization) dapat tetap diberikan tanpa perlu mengulang dari dosis awal. Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau dokter anak, untuk menjadwalkan imunisasi lanjutan bagi anak. Tenaga kesehatan akan memberikan panduan dan dosis yang tepat sesuai dengan kondisi dan riwayat imunisasi anak.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi Setelah Imunisasi Campak Lanjutan

Setelah imunisasi campak lanjutan, anak mungkin mengalami beberapa efek samping ringan yang umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Efek samping ini dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan bisa meliputi demam ringan, nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan, dan kadang-kadang ruam ringan yang tidak menular. Gejala ini biasanya akan mereda dalam beberapa hari. Jika efek samping yang lebih parah atau tidak biasa muncul, segera konsultasikan dengan dokter.

Pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 24 bulan adalah investasi penting bagi kesehatan jangka panjang anak. Imunisasi ini memastikan perlindungan optimal terhadap campak, rubella, dan gondongan, serta membantu mencegah penyebaran penyakit di masyarakat. Segera konsultasikan dengan dokter anak atau petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan jenis vaksin yang sesuai bagi anak.