Ad Placeholder Image

Imunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Imunisasi DPT Berapa Kali? Ini Jadwal Lengkapnya

Imunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal LengkapnyaImunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal Lengkapnya

DAFTAR ISI


Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua. Salah satu langkah paling krusial dalam melindungi buah hati dari ancaman penyakit berbahaya adalah melalui program imunisasi. Di Indonesia, dpt imunisasi menjadi salah satu vaksinasi wajib yang masuk dalam program imunisasi dasar lengkap dari Kementerian Kesehatan RI. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Meskipun sudah menjadi program rutin, masih banyak orang tua yang merasa khawatir atau memiliki pertanyaan mengenai jadwal pemberian, efek samping yang mungkin muncul, hingga perbedaan jenis vaksin yang tersedia di fasilitas kesehatan. Penting bagi kamu untuk memahami bahwa dpt imunisasi telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak-anak secara signifikan selama puluhan tahun terakhir.

Ketidaktahuan atau keterlambatan dalam memberikan imunisasi dapat meningkatkan risiko anak terpapar infeksi yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius, cacat permanen, hingga kematian. Oleh karena itu, edukasi yang tepat mengenai dpt imunisasi sangat diperlukan agar orang tua tidak ragu untuk membawa anaknya ke puskesmas atau rumah sakit sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai jadwal, manfaat, dan cara menangani efek samping setelah dpt imunisasi? Berikut ulasannya!

Apa itu DPT Imunisasi?

Imunisasi DPT adalah vaksin kombinasi yang dirancang untuk melindungi tubuh dari tiga penyakit infeksi bakteri yang sangat berbahaya: Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap racun (toksoid) atau komponen bakteri penyebab penyakit tersebut. Dengan adanya antibodi ini, tubuh anak akan lebih siap melawan infeksi jika sewaktu-waktu terpapar bakteri di lingkungan sekitar.

Dalam perkembangannya, dpt imunisasi sering dikombinasikan dengan vaksin lain dalam satu suntikan (vaksin kombinasi pentavalen atau heksavalen). Misalnya, di puskesmas, anak biasanya menerima vaksin DPT-HB-Hib yang juga melindungi dari Hepatitis B dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b (penyebab meningitis dan pneumonia). Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah suntikan yang harus diterima anak tanpa mengurangi efektivitas perlindungan yang diberikan.

Mengenal Penyakit yang Dicegah

Untuk memahami betapa pentingnya dpt imunisasi, kamu perlu mengetahui bahaya dari masing-masing penyakit yang dicegah oleh vaksin ini:

1. Difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Ciri khasnya adalah terbentuknya lapisan abu-abu tebal (pseudomembran) di tenggorokan yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas. Bakteri ini juga mengeluarkan racun yang dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf.

2. Pertusis (Batuk Rejan)

Pertusis atau batuk 100 hari disebabkan oleh Bordetella pertussis. Penyakit ini ditandai dengan batuk yang sangat hebat, keras, dan beruntun, yang sering diakhiri dengan tarikan napas panjang berbunyi nyaring (whooping). Pada bayi, pertusis sangat berbahaya karena dapat menyebabkan henti napas (apnea), pneumonia, kejang, hingga kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.

3. Tetanus

Tetanus disebabkan oleh spora bakteri Clostridium tetani yang banyak ditemukan di tanah, debu, atau kotoran hewan. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka yang terkontaminasi. Racun tetanus menyerang saraf pusat, menyebabkan kekakuan otot yang sangat nyeri (spasme), termasuk pada otot rahang (lockjaw) dan otot pernapasan, yang sering kali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Mengapa Anak Harus Mendapatkan Imunisasi Lengkap?
  1. Mencegah wabah penyakit menular di lingkungan sekitar.
  2. Memberikan perlindungan jangka panjang hingga masa dewasa.
  3. Mencegah komplikasi berat yang membutuhkan biaya pengobatan tinggi.

Jadwal Imunisasi DPT Menurut IDAI

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, jadwal dpt imunisasi dibagi menjadi dua tahap utama: imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan (booster). Berikut adalah rinciannya:

1. Imunisasi Dasar

Anak harus mendapatkan tiga dosis pertama sebagai fondasi kekebalan tubuh pada usia:

  • Dosis 1: Usia 2 bulan.
  • Dosis 2: Usia 3 bulan.
  • Dosis 3: Usia 4 bulan.

Pemberian minimal dilakukan dengan interval 4 minggu antar dosis. Jika imunisasi terlambat, segera lakukan catch-up tanpa harus mengulang dari dosis pertama.

2. Imunisasi Lanjutan (Booster)

Kekebalan dari vaksin DPT dapat menurun seiring waktu, sehingga diperlukan dosis tambahan pada usia:

  • Usia 18 bulan (Dosis 4).
  • Usia 5-7 tahun (Dosis 5, biasanya diberikan melalui program BIAS di sekolah).
  • Usia 10-18 tahun (Dosis 6, berupa vaksin Td atau Tdap).

Perbedaan Vaksin DTwP dan DTaP

Saat akan melakukan dpt imunisasi di rumah sakit swasta, dokter mungkin akan menawarkan dua jenis vaksin: DTwP dan DTaP. Berikut adalah perbedaannya:

1. Vaksin DTwP (Whole-cell Pertussis)

Vaksin ini mengandung bakteri pertusis yang utuh namun sudah dimatikan. DTwP cenderung memberikan kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama. Namun, risiko efek samping seperti demam tinggi, kemerahan, dan bengkak di lokasi suntikan lebih sering terjadi. Vaksin ini biasanya digunakan dalam program pemerintah di puskesmas.

2. Vaksin DTaP (Acellular Pertussis)

Vaksin ini hanya mengandung beberapa komponen atau bagian tertentu dari bakteri pertusis. Keunggulannya adalah efek samping yang jauh lebih ringan (jarang menyebabkan demam tinggi). Namun, harga vaksin ini umumnya lebih mahal dan perlindungannya mungkin menurun sedikit lebih cepat dibandingkan DTwP, sehingga pemberian booster sangat krusial.

Efek Samping (KIPI) dan Penanganannya

Efek samping setelah vaksinasi dikenal dengan istilah KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Sebagian besar KIPI setelah dpt imunisasi bersifat ringan dan akan hilang dalam 1-3 hari. Keluhan yang umum muncul antara lain:

  • Demam ringan hingga sedang.
  • Kemerahan, nyeri, dan bengkak di area suntikan.
  • Anak menjadi lebih rewel atau mengantuk.
  • Nafsu makan sedikit menurun.

Untuk mengatasi demam dan nyeri pada anak, kamu bisa memberikan kompres air hangat pada bekas suntikan dan memberikan obat penurun panas. Pastikan kamu selalu sedia obat di rumah dengan beli obat online di Halodoc agar kebutuhan medis si kecil terpenuhi tanpa perlu keluar rumah saat ia sedang rewel.

Studi Mengenai Imunisasi DPT

The Lancet Infectious Diseases menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa efektivitas dpt imunisasi dalam mencegah rawat inap akibat pertusis pada bayi mencapai lebih dari 90% setelah pemberian dosis ketiga.

Studi ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal imunisasi dasar untuk mencegah lonjakan kasus pertusis di komunitas. Peneliti menemukan bahwa keterlambatan pemberian dosis pertama bahkan hanya selama satu bulan dapat meningkatkan risiko infeksi berat pada bayi secara signifikan.

Kesimpulan

Imunisasi DPT adalah langkah preventif yang tidak boleh terlewatkan untuk melindungi anak dari ancaman difteri, pertusis, dan tetanus. Dengan mengikuti jadwal yang tepat, kamu telah memberikan perlindungan terbaik bagi masa depan buah hati. Jika anak mengalami gejala KIPI yang tidak biasa seperti demam sangat tinggi di atas 40 derajat Celcius, kejang, atau menangis terus-menerus lebih dari 3 jam, segera lakukan penanganan medis.

Sangat disarankan bagi orang tua untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam jika muncul kekhawatiran terkait kondisi kesehatan anak setelah vaksinasi. Penanganan yang cepat dan tepat dari dokter ahli dapat memberikan ketenangan bagi orang tua dan pemulihan yang optimal bagi si kecil.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan pendukung atau vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh keluarga di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, pastikan kamu selalu mencatat setiap riwayat vaksinasi anak di buku KIA agar terpantau dengan baik.

Referensi:
IDAI. Diakses pada 2026. Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2023.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Profil Kesehatan Indonesia: Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diphtheria, Tetanus, and Pertussis (DTP) Vaccination Fact Sheets.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. DTaP Vaccine: What You Need to Know.
CDC. Diakses pada 2026. Diphtheria, Tetanus, and Pertussis Vaccination: Information for Parents.

FAQ

1. Apa yang harus dilakukan jika anak telat dpt imunisasi?

Jika dpt imunisasi terlewat dari jadwal seharusnya, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi kejar (catch-up). Tidak perlu mengulang dari awal, cukup lanjutkan dosis yang belum diberikan sesuai arahan dokter.

2. Apakah anak yang sedang pilek boleh dpt imunisasi?

Batuk atau pilek ringan tanpa demam biasanya bukan halangan untuk imunisasi. Namun, jika anak mengalami demam tinggi atau terlihat sangat lemas, sebaiknya tunda vaksinasi hingga kondisi anak pulih sepenuhnya.

3. Mengapa dpt imunisasi sering menyebabkan demam?

Demam adalah tanda bahwa sistem imun tubuh sedang bereaksi dan belajar mengenali komponen vaksin untuk membentuk antibodi. Ini adalah reaksi normal yang biasanya akan mereda dalam 24-48 jam dengan bantuan paracetamol.

4. Apakah orang dewasa perlu mendapatkan booster DPT?

Ya, orang dewasa disarankan mendapatkan booster vaksin Td atau Tdap setiap 10 tahun sekali. Hal ini terutama penting bagi ibu hamil di setiap kehamilan untuk memberikan kekebalan pasif pada bayi yang baru lahir sebelum ia bisa menerima vaksinnya sendiri.

Anak Demam Setelah DPT atau Bingung Jadwal Vaksin? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu khawatir si kecil demam setelah dpt imunisasi atau bingung kapan jadwal booster berikutnya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.