Ad Placeholder Image

Imunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Maret 2026

Imunisasi DPT Berapa Kali? Ini Jadwal Lengkapnya

Imunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal LengkapnyaImunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal Lengkapnya

Imunisasi DPT Berapa Kali Diberikan? Pahami Jadwal Lengkap dan Pentingnya Perlindungan Optimal

Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi wajib untuk melindungi anak dari tiga penyakit berbahaya: difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah mengenai berapa kali imunisasi DPT harus diberikan untuk mendapatkan perlindungan maksimal. Penting untuk memahami bahwa imunisasi ini memerlukan beberapa dosis, termasuk dosis dasar dan dosis lanjutan (booster), guna membentuk kekebalan tubuh yang kuat dan bertahan lama.

Pengertian Imunisasi DPT dan Penyakit yang Dicegah

Imunisasi DPT merupakan vaksin kombinasi yang melindungi penerima dari difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah infeksi bakteri serius yang memengaruhi hidung, tenggorokan, dan terkadang kulit. Penyakit ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, masalah jantung, kerusakan saraf, bahkan kematian.

Pertusis, dikenal juga sebagai batuk rejan, adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Gejalanya ditandai dengan batuk parah tak terkendali yang dapat menyulitkan bayi untuk bernapas, makan, atau minum. Komplikasinya bisa berupa pneumonia, kejang, atau kerusakan otak.

Tetanus adalah penyakit serius yang disebabkan oleh toksin bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh melalui luka pada kulit. Tetanus menyebabkan kejang otot yang menyakitkan di seluruh tubuh, terutama rahang dan leher, yang dikenal sebagai “lockjaw.” Tanpa penanganan, tetanus dapat berakibat fatal.

Pentingnya Imunisasi DPT bagi Anak

Imunisasi DPT sangat krusial dalam pencegahan penyakit pada anak-anak. Vaksin ini bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan bakteri penyebab difteri, pertusis, dan tetanus. Dengan mendapatkan imunisasi lengkap, risiko anak terinfeksi dan mengalami komplikasi serius dari ketiga penyakit tersebut dapat diminimalisir secara signifikan.

Perlindungan yang diberikan oleh imunisasi DPT tidak hanya untuk anak yang divaksin, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan komunitas. Fenomena ini disebut kekebalan kelompok atau *herd immunity*. Ketika sebagian besar populasi diimunisasi, penyebaran penyakit menular akan semakin sulit, sehingga melindungi individu yang tidak bisa divaksin karena alasan medis tertentu.

Imunisasi DPT Berapa Kali? Jadwal Lengkap Dosis dan Usia Pemberiannya

Untuk mendapatkan perlindungan optimal, imunisasi DPT diberikan sebanyak 5 kali. Jadwal ini terdiri dari 3 dosis dasar dan 2 dosis lanjutan atau booster. Beberapa rekomendasi juga menyarankan booster tambahan pada usia remaja.

Berikut adalah rincian jadwal imunisasi DPT yang direkomendasikan:

  • Dosis Dasar 1 (DPT-HB-Hib 1): Diberikan saat bayi berusia 2 bulan.
  • Dosis Dasar 2 (DPT-HB-Hib 2): Diberikan saat bayi berusia 3 bulan. Jarak minimal pemberian dari DPT 1 adalah 4 minggu.
  • Dosis Dasar 3 (DPT-HB-Hib 3): Diberikan saat bayi berusia 4 bulan. Jarak minimal pemberian dari DPT 2 adalah 4 minggu.

Penting untuk diperhatikan bahwa ada juga jadwal alternatif dosis dasar pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Dokter akan menentukan jadwal terbaik berdasarkan kondisi anak dan pedoman kesehatan yang berlaku.

Setelah dosis dasar lengkap, anak perlu mendapatkan dosis lanjutan atau booster untuk memperkuat kekebalan yang sudah terbentuk:

  • Booster 1 (DPT-HB-Hib/DT/Td): Diberikan saat anak berusia 18 bulan (1,5 tahun). Booster ini bertujuan untuk mempertahankan tingkat antibodi yang memadai.
  • Booster 2 (DT/Td): Diberikan saat anak berusia 5–7 tahun, atau sering kali saat anak masuk sekolah dasar.

Selain jadwal di atas, booster tambahan dengan vaksin Td (tetanus dan difteri) juga sering disarankan pada usia 10-18 tahun. Vaksin Td ini membantu menjaga kekebalan terhadap tetanus dan difteri hingga dewasa.

Apa yang Terjadi Jika Jadwal Imunisasi Terlewat?

Kadang-kadang, jadwal imunisasi bisa saja terlewat karena berbagai alasan. Jika hal ini terjadi, orang tua tidak perlu khawatir atau mengulang imunisasi dari awal. Pedoman medis menyatakan bahwa imunisasi dapat dilanjutkan dari dosis yang tertunda. Penting untuk segera menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk menjadwalkan ulang dosis yang terlewat.

Konsultasi dengan profesional kesehatan akan membantu menentukan langkah terbaik untuk melanjutkan program imunisasi anak. Mereka akan memastikan anak mendapatkan dosis berikutnya pada waktu yang tepat untuk mencapai perlindungan maksimal.

Efek Samping Umum Imunisasi DPT

Seperti imunisasi lainnya, imunisasi DPT dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping ini umumnya ringan dan bersifat sementara. Beberapa efek samping yang sering terjadi meliputi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada area suntikan.
  • Demam ringan.
  • Rewel atau gelisah.
  • Nafsu makan berkurang.

Efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi. Apabila anak mengalami reaksi yang tidak biasa atau mengkhawatirkan setelah imunisasi, segera cari bantuan medis.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Setelah Imunisasi?

Meskipun efek samping imunisasi DPT umumnya ringan, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Orang tua perlu segera menghubungi dokter atau membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami:

  • Demam tinggi (di atas 39 derajat Celsius).
  • Menangis terus-menerus selama lebih dari 3 jam.
  • Kejang.
  • Reaksi alergi berat, seperti sulit bernapas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, ruam seluruh tubuh, atau pusing dan lemas.
  • Perubahan perilaku yang signifikan atau lesu berlebihan.

Kesimpulan: Perlindungan Optimal Melalui Imunisasi DPT Lengkap

Imunisasi DPT adalah langkah vital untuk melindungi anak dari difteri, pertusis, dan tetanus yang berpotensi fatal. Jadwal imunisasi DPT yang direkomendasikan sebanyak 5 kali, meliputi 3 dosis dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan (atau 2, 4, 6 bulan) dan 2 dosis booster pada usia 18 bulan serta 5-7 tahun. Penting untuk memastikan anak mendapatkan semua dosis sesuai jadwal untuk membangun kekebalan yang kuat dan bertahan lama. Jika ada dosis yang terlewat, segera konsultasikan dengan dokter untuk melanjutkan jadwal imunisasi.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter anak untuk membahas jadwal imunisasi DPT atau pertanyaan seputar kesehatan anak lainnya. Dapatkan informasi akurat dan rekomendasi medis praktis langsung dari ahli melalui aplikasi Halodoc.