Ad Placeholder Image

Imunoterapi: Cara Kerja, Jenis, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Imunoterapi: Cara Kerja, Jenis, & Efek Sampingnya

Imunoterapi: Cara Kerja, Jenis, dan Efek SampingnyaImunoterapi: Cara Kerja, Jenis, dan Efek Sampingnya

Pengertian Immunotherapy dan Perbedaannya dengan Kemoterapi

Immunotherapy atau imunoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang bekerja dengan cara merangsang atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Metode ini bertujuan agar mekanisme pertahanan alami tubuh dapat lebih efektif dalam mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel kanker. Terapi ini termasuk dalam kategori terapi biologis karena memanfaatkan zat yang berasal dari organisme hidup untuk melawan penyakit.

Sering terdapat kebingungan antara immunotherapy dengan kemoterapi, padahal keduanya memiliki mekanisme yang sangat berbeda. Kemoterapi bekerja dengan cara menyerang langsung sel-sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel kanker. Sementara itu, imunoterapi tidak menyerang sel kanker secara langsung, melainkan memberdayakan sistem imun pasien untuk melakukan perlawanan tersebut.

Mekanisme dan Cara Kerja Immunotherapy

Sistem kekebalan tubuh berfungsi mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal guna mencegah pertumbuhan kanker. Namun, sel kanker memiliki kemampuan untuk memanipulasi sistem imun agar tidak terdeteksi, misalnya dengan memproduksi protein tertentu yang menonaktifkan sel kekebalan. Di sinilah peran utama immunotherapy diperlukan dalam pengobatan modern.

Terapi ini bekerja melalui dua mekanisme utama. Pertama, merangsang respons imun secara keseluruhan agar bekerja lebih keras dan cerdas dalam melawan sel asing. Kedua, melatih sistem imun secara khusus untuk menargetkan protein unik yang hanya terdapat pada permukaan sel kanker, sehingga serangan menjadi lebih presisi tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.

Jenis-Jenis Immunotherapy dalam Pengobatan Kanker

Dunia medis terus mengembangkan berbagai pendekatan imunoterapi untuk menangani beragam jenis kanker. Pemilihan jenis terapi bergantung pada kondisi pasien, jenis kanker, serta stadium penyakit yang diderita. Berikut adalah beberapa jenis utama imunoterapi yang umum digunakan:

  • Inhibitor Checkpoint Imun: Obat-obatan ini bekerja dengan memblokir protein “checkpoint” yang biasanya mencegah sel imun menyerang sel kanker secara agresif. Dengan memblokir rem alami ini, sistem imun dapat menyerang kanker dengan kekuatan penuh.
  • Terapi Sel T CAR (Chimeric Antigen Receptor): Metode ini melibatkan pengambilan sel T (jenis sel darah putih) dari pasien, kemudian dimodifikasi di laboratorium agar memiliki reseptor khusus. Setelah dimodifikasi, sel tersebut dimasukkan kembali ke tubuh untuk memburu sel kanker.
  • Antibodi Monoklonal: Ini adalah protein sistem imun buatan laboratorium yang dirancang untuk menempel pada target spesifik di sel kanker. Penempelan ini menandai sel kanker agar lebih mudah dikenali dan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.
  • Vaksin Kanker: Berbeda dengan vaksin pencegahan penyakit infeksi, vaksin ini diberikan kepada orang yang sudah menderita kanker. Tujuannya adalah merangsang respons kekebalan tubuh terhadap sel kanker yang ada.
  • Modulator Sistem Imun (Sitokin): Terapi ini menggunakan protein seperti interferon dan interleukin untuk meningkatkan kemampuan respons kekebalan tubuh secara umum dalam melawan kanker.

Metode Pemberian dan Penggunaan Klinis

Immunotherapy dapat diberikan melalui berbagai cara, tergantung pada jenis obat yang diresepkan dan lokasi kanker. Metode yang paling umum meliputi infus intravena (IV), di mana obat dimasukkan langsung ke pembuluh darah. Selain itu, tersedia pula dalam bentuk pil atau kapsul oral yang dapat ditelan oleh pasien.

Untuk kasus kanker kulit dini, terapi dapat diberikan dalam bentuk krim topikal yang dioleskan ke kulit. Pada kondisi tertentu, obat juga bisa diberikan melalui suntikan intravesika, yaitu langsung ke dalam kandung kemih. Penggunaan imunoterapi sering kali dikombinasikan dengan pembedahan, kemoterapi, atau radiasi untuk meningkatkan efektivitas pengobatan pada kanker paru, serviks, limfoma, dan melanoma.

Potensi Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Meskipun menargetkan sistem imun, immunotherapy tetap memiliki risiko efek samping. Reaksi ini muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga menyerang organ atau jaringan sehat. Gejala yang paling umum dirasakan meliputi kelelahan ekstrem yang tidak hilang dengan istirahat, serta reaksi kulit seperti ruam atau gatal.

Efek samping yang lebih serius dapat berupa peradangan pada organ tubuh. Contohnya termasuk pneumonitis (radang paru-paru), kolitis (radang usus besar), hepatitis (radang hati), atau gangguan pada kelenjar endokrin seperti tiroid. Pemantauan ketat oleh tenaga medis sangat diperlukan selama proses terapi berlangsung.

Rekomendasi Medis

Immunotherapy merupakan terobosan signifikan yang menawarkan harapan baru bagi pasien kanker, baik sebagai terapi utama maupun pelengkap. Penting bagi pasien untuk mendiskusikan seluruh opsi pengobatan, termasuk potensi risiko dan manfaatnya, dengan dokter onkologi.

Jika mengalami gejala yang mencurigakan atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai opsi pengobatan kanker dan imunoterapi, segera hubungi dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat dan informasi yang akurat adalah langkah awal menuju pemulihan yang optimal.