Ad Placeholder Image

Ingus Warna Hijau, Ini 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkannya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Ingus warna hijau bisa menjadi indikasi gangguan kesehatan. Beberapa gangguan yang dimaksud antara lain flu, sinusitis, dan bronkitis akut.”

Ingus Warna Hijau, Ini 3 Kondisi yang Bisa MenyebabkannyaIngus Warna Hijau, Ini 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkannya

DAFTAR ISI


Hidung manusia secara alami memproduksi lendir atau ingus setiap hari. Dalam kondisi sehat, ingus biasanya berwarna bening, tipis, dan berfungsi sebagai pelumas sekaligus penyaring debu, bakteri, maupun partikel asing yang masuk ke saluran pernapasan. Namun, ketika kamu sedang sakit, volume dan warna ingus bisa berubah secara drastis.

Salah satu perubahan yang sering membuat khawatir adalah ketika lendir hidung berubah warna menjadi kuning atau hijau pekat. Banyak orang langsung berasumsi bahwa ini adalah tanda pasti dari infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik. Padahal, faktanya tidak selalu demikian secara medis.

Mengetahui secara pasti penyebab ingus berwarna hijau sangat penting agar kamu tidak salah mengambil langkah pengobatan. Lendir yang berubah warna sebenarnya adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuhmu sedang bekerja keras melawan patogen, baik itu virus maupun bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

Lantas, apa saja kondisi kesehatan yang memicu perubahan warna lendir ini dan bagaimana penanganan yang tepat? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengapa Ingus Bisa Berwarna Hijau?

Secara biologis, warna hijau pada ingus tidak berasal dari bakteri atau virus itu sendiri, melainkan dari sel darah putih kamu. Ketika tubuh mendeteksi adanya infeksi di saluran pernapasan, sistem imun akan mengirimkan pasukan sel darah putih, khususnya neutrofil, ke area hidung dan sinus untuk melawan kuman tersebut.

Neutrofil ini mengandung enzim berwarna kehijauan yang disebut myeloperoxidase (MPO). Enzim ini kaya akan zat besi yang berfungsi untuk menghancurkan patogen. Setelah sel darah putih ini selesai bertugas dan mati, mereka akan menumpuk di dalam lendir. Semakin banyak sel darah putih yang menumpuk dan semakin lama lendir tersebut tertahan di saluran hidung, maka warnanya akan semakin pekat menjadi kuning hingga hijau.

Kondisi Medis Penyebab Ingus Hijau

1. Flu dan Pilek (Common Cold)

Penyebab paling umum dari ingus hijau adalah infeksi virus seperti flu atau pilek biasa. Pada beberapa hari pertama, ingus biasanya bening. Namun, setelah hari ke-3 atau ke-5, seiring menebalnya lendir dan menumpuknya sel darah putih yang mati, ingus akan berubah menjadi hijau atau kekuningan. Ingat, ini adalah proses alami dari infeksi virus dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu antibiotik.

2. Sinusitis (Infeksi Sinus)

Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus yang bisa disebabkan oleh virus, alergi, atau bakteri. Jika ingus berwarna hijau pekat disertai dengan nyeri pada area wajah (pipi, dahi, atau sekitar mata), sakit kepala, dan hidung tersumbat yang tidak membaik setelah 10-14 hari, ada kemungkinan ini adalah sinusitis bakterialis yang mungkin memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

3. Bronkitis

Meski bronkitis berpusat di saluran bronkus (paru-paru), kondisi ini sering kali diawali dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas, termasuk hidung meler dengan ingus hijau. Selain itu, penderita juga akan mengalami batuk berdahak di mana dahak yang dikeluarkan juga bisa berwarna kuning atau hijau.

Tanda Peringatan: Kapan Harus ke Dokter?
  1. Gejala tidak membaik setelah 10 hingga 14 hari.
  2. Disertai demam tinggi (lebih dari 39 derajat Celsius) yang berlangsung lebih dari 3 hari.
  3. Nyeri wajah atau sakit kepala yang sangat hebat.
  4. Lendir atau ingus bercampur dengan darah dalam jumlah yang banyak.
  5. Mengalami sesak napas atau nyeri dada.

Cara Mengatasi Ingus Hijau di Rumah

Sebagian besar kasus ingus hijau akibat virus hanya memerlukan perawatan suportif di rumah untuk meredakan gejalanya. Memperbanyak minum air putih hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan. Kamu juga bisa menggunakan humidifier atau alat pelembap udara di dalam kamar agar saluran pernapasan tidak kering.

Jika hidung tersumbat sangat mengganggu kenyamanan dan waktu tidur, kamu bisa mempertimbangkan untuk beli obat pilek atau semprotan hidung (saline spray) yang bisa didapatkan dengan mudah. Penggunaan dekongestan atau obat tetes hidung dapat membantu membuka jalan napas sementara, namun pastikan untuk selalu mengikuti aturan pakai dan tidak menggunakannya secara berlebihan lebih dari 3-5 hari berturut-turut.

Studi Mengenai Lendir Purulen dan Antibiotik

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menerbitkan panduan yang menjelaskan bahwa perubahan warna ingus menjadi hijau atau kuning (lendir purulen) bukanlah indikator tunggal adanya infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

Studi medis menunjukkan bahwa meresepkan antibiotik hanya berdasarkan warna ingus sering kali tidak tepat sasaran, karena mayoritas kasus ini disebabkan oleh Rhinovirus atau infeksi virus lainnya. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru berisiko memicu resistensi bakteri di masa depan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Runny Nose from a Cold.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. What color is your phlegm? What your mucus says about your health.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. What the Color of Your Snot Really Means.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2024. Don’t judge a cold by the color of its mucus.

FAQ

1. Apakah ingus hijau selalu tanda infeksi bakteri?

Tidak. Ingus berwarna hijau paling sering disebabkan oleh infeksi virus biasa seperti flu atau pilek. Warna hijau tersebut berasal dari penumpukan sel darah putih (neutrofil) yang mati setelah melawan patogen, bukan dari bakteri itu sendiri.

2. Haruskah saya langsung minum antibiotik saat ingus berwarna hijau?

Sangat tidak disarankan untuk langsung meminum antibiotik tanpa resep dokter. Karena mayoritas disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan bekerja dan justru dapat memicu resistensi obat. Antibiotik hanya diberikan jika dokter memastikan adanya infeksi bakteri.

3. Berapa lama ingus hijau biasanya akan sembuh?

Pada kasus infeksi virus (flu/pilek), ingus hijau biasanya merupakan fase lanjutan dari penyakit dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari seiring pulihnya sistem kekebalan tubuh.

4. Apa yang bisa dilakukan untuk mengencerkan ingus hijau yang kental?

Kamu bisa memperbanyak konsumsi cairan hangat (seperti air putih hangat atau teh herbal), menggunakan saline nasal spray (semprotan cairan garam fisiologis) untuk membersihkan hidung, serta menghirup uap air panas untuk membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan.