Ad Placeholder Image

Ini 2 Resep Masakan Rumahan Sederhana yang Enak dan Mudah Dibuat

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Menu masakan rumahan memang cocok untuk menjadi masakan sehari-hari. Selain bergizi dan bernutrisi seimbang, kamu bisa membuat dua resep praktis ini untuk keluarga di rumah.”

Ini 2 Resep Masakan Rumahan Sederhana yang Enak dan Mudah DibuatIni 2 Resep Masakan Rumahan Sederhana yang Enak dan Mudah Dibuat

DAFTAR ISI


Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, banyak dari kita yang sering kali lebih memilih untuk membeli makanan dari luar atau mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, kebiasaan ini jika dilakukan terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Makanan di luar sering kali mengandung tinggi natrium (garam), lemak jenuh, pengawet, dan kalori yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, kembali ke dapur dan menyajikan menu rumahan sederhana merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Penting untuk dipahami bahwa menyajikan makanan sendiri bukan sekadar tentang menghemat pengeluaran, tetapi juga bentuk investasi kesehatan. Dengan memasak sendiri, kamu memiliki kendali penuh atas bahan-bahan yang digunakan, cara pengolahannya, hingga seberapa banyak porsi yang disajikan. Hal ini sangat krusial, terutama bagi mereka yang memiliki risiko masalah metabolik seperti obesitas, hipertensi, atau diabetes. Jika kamu atau anggota keluarga memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis gizi di Halodoc guna mendapatkan panduan asupan nutrisi dan pantangan makanan yang tepat.

Banyak orang enggan memasak karena menganggap prosesnya memakan waktu dan merepotkan. Kenyataannya, ada begitu banyak menu rumahan sederhana yang bisa dibuat dalam waktu kurang dari 30 menit namun tetap padat nutrisi. Makanan yang sehat tidak harus mahal atau memiliki nama yang rumit. Dengan bahan dasar yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan, kamu sudah bisa menyajikan hidangan lezat dan bergizi seimbang untuk keluarga.

Nah, mau tahu apa saja inspirasi resep dan panduan menyajikan hidangan rumahan yang sehat, enak, dan anti repot? Berikut ulasan lengkapnya!

Manfaat Kesehatan dari Menu Rumahan

Sebelum kita membahas tentang resep-resep praktisnya, penting untuk memahami mengapa memasak makanan sendiri di rumah sangat direkomendasikan oleh para ahli kesehatan dan ahli gizi. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari mengonsumsi masakan rumahan:

Pertama, kontrol kualitas dan kebersihan yang lebih baik. Saat kamu memasak sendiri, kamu memastikan bahwa sayuran telah dicuci bersih di bawah air mengalir, daging dimasak pada suhu yang tepat untuk membunuh bakteri patogen, dan peralatan masak dalam keadaan steril. Hal ini meminimalisir risiko keracunan makanan atau infeksi saluran pencernaan yang kerap terjadi akibat jajan sembarangan.

Kedua, manajemen berat badan dan kalori. Makanan restoran sering kali menggunakan banyak minyak, mentega, atau gula tersembunyi untuk meningkatkan cita rasa. Di rumah, kamu bisa menumis sayuran dengan sedikit minyak zaitun atau merebus dan mengukus bahan makanan. Kamu juga bisa mengurangi asupan gula dan garam tanpa mengorbankan rasa masakan berkat penggunaan rempah-rempah alami.

Ketiga, memenuhi kebutuhan nutrisi dengan lebih presisi. Kamu bisa menyusun piring makanmu sesuai pedoman “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI, yang terdiri dari setengah porsi sayuran dan buah, seperempat porsi karbohidrat kompleks, dan seperempat porsi protein. Untuk menunjang asupan harianmu agar sistem imun tetap prima, kamu juga bisa beli suplemen atau vitamin di Halodoc yang tersedia lengkap, dijamin keasliannya, dan langsung diantar ke rumahmu tanpa perlu keluar rumah.

Inspirasi Menu Rumahan Sederhana dan Sehat

Mempersiapkan makanan sehat tidak selalu membutuhkan keahlian setingkat koki profesional. Berikut adalah beberapa rekomendasi menu rumahan sederhana yang kaya akan serat, protein, vitamin, dan mineral.

1. Sup Ayam Bening Kaya Rempah

Sup ayam adalah “comfort food” sejati yang sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, terutama saat musim pancaroba. Kaldu tulang ayam mengandung mineral yang baik untuk kesehatan sendi, sementara sayuran di dalamnya menyumbang berbagai vitamin.

Bahan-bahan:

  • 250 gram dada ayam fillet, potong dadu (sumber protein tanpa lemak)
  • 2 buah wortel, potong melingkar (kaya Vitamin A dan beta-karoten)
  • 100 gram buncis, potong memanjang (sumber serat dan folat)
  • 1 buah kentang ukuran sedang, potong dadu (karbohidrat kompleks)
  • 1 batang daun bawang dan seledri, iris halus
  • 1 liter air kaldu ayam buatan sendiri atau air mineral

Bumbu Halus:

  • 4 siung bawang putih (mengandung allicin sebagai antibakteri)
  • 2 butir bawang merah
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • Garam dan sejumput gula secukupnya
  • 1/4 sdt pala bubuk (untuk aroma dan rasa hangat)

Cara Membuat:

Rebus air kaldu ayam hingga mendidih. Sementara itu, tumis bumbu halus dengan sedikit minyak zaitun hingga harum dan matang, lalu masukkan ke dalam air rebusan kaldu. Masukkan potongan dada ayam, masak hingga berubah warna dan kaldu semakin gurih. Tambahkan kentang dan wortel terlebih dahulu karena teksturnya lebih keras, masak hingga setengah empuk. Terakhir, masukkan buncis, daun bawang, seledri, merica, pala, dan garam. Masak sebentar agar sayuran tetap renyah dan vitaminnya tidak rusak akibat pemanasan berlebih. Angkat dan sajikan selagi hangat.

2. Tumis Tahu Brokoli Saus Tiram

Menu ini merupakan pilihan tepat bagi kamu yang mencari asupan protein nabati yang lezat dan cepat dibuat. Brokoli adalah superfood yang sangat tinggi akan vitamin C, vitamin K, dan senyawa antioksidan sulforaphane yang diyakini dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Tahu memberikan asupan kalsium dan isoflavon yang baik untuk kesehatan tulang.

Bahan-bahan:

  • 1 bonggol brokoli ukuran sedang, potong per kuntum, rendam air garam 5 menit (untuk menghilangkan ulat)
  • 2 buah tahu putih atau tahu sutra, potong dadu dan panggang sebentar di teflon (tanpa minyak atau sedikit minyak)
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 1/2 buah bawang bombay, iris memanjang
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm kecap asin
  • 1/2 sdt minyak wijen (opsional, untuk aroma)
  • 100 ml air matang
  • 1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air (untuk pengental)

Cara Membuat:

Rebus brokoli sebentar (blanching) di air mendidih sekitar 1-2 menit, tiriskan dan siram air es agar warnanya tetap hijau segar dan teksturnya renyah. Panaskan sedikit minyak kanola, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu. Masukkan tahu yang sudah dipanggang, aduk perlahan agar tidak hancur. Tambahkan saus tiram, kecap asin, dan tuangkan air matang. Biarkan mendidih. Masukkan brokoli rebus, aduk rata dengan bumbu. Terakhir, tuangkan larutan maizena dan minyak wijen, aduk cepat hingga kuah mengental. Menu ini siap disajikan dengan seporsi nasi merah hangat.

3. Pepes Ikan Nila Kemangi

Mengukus adalah salah satu metode memasak paling sehat karena tidak menggunakan minyak sama sekali, sehingga kalori tetap terjaga. Ikan nila merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 yang esensial untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Penambahan daun kemangi dan serai tidak hanya memberikan aroma yang menggugah selera, tetapi juga kaya akan antioksidan.

Bahan-bahan:

  • 2 ekor ikan nila ukuran sedang, bersihkan kotoran dan insangnya, cuci dengan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan amis
  • 2 ikat daun kemangi segar
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus
  • Lidi atau tusuk gigi untuk menyemat

Bumbu Halus:

  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1 ruas jari kunyit, bakar sebentar (mengandung kurkumin sebagai antiinflamasi)
  • 1 ruas jari jahe
  • 1 buah tomat merah besar, potong-potong
  • Garam dan kaldu jamur secukupnya

Cara Membuat:

Campurkan bumbu halus dengan daun kemangi. Lumuri ikan nila secara merata dengan campuran bumbu halus tersebut, pastikan bagian dalam perut ikan juga terisi bumbu. Siapkan daun pisang yang sudah dilayukan (bisa dijemur atau dipanaskan di atas api kompor sebentar agar tidak mudah robek). Letakkan daun salam dan serai di atas daun pisang, lalu letakkan ikan berbumbu di atasnya. Bungkus ikan dengan rapi dan sematkan ujungnya dengan lidi. Kukus pepes ikan di dalam dandang yang sudah dipanaskan sebelumnya selama kurang lebih 30-40 menit hingga ikan benar-benar matang. Jika suka, kamu bisa memanggang pepes sebentar di atas teflon setelah dikukus agar aroma daun pisangnya lebih keluar.

Tips Menyimpan dan Mengolah Sayuran Segar
  1. Jangan cuci sayuran sebelum masuk kulkas: Kelembapan ekstra dapat mempercepat proses pembusukan sayuran berdaun hijau. Cuci sayuran hanya saat kamu akan langsung memasaknya.
  2. Gunakan wadah kedap udara: Untuk sayuran yang sudah dipotong (jika kamu melakukan meal prep), simpan di wadah tertutup rapat atau plastik ziplock dengan dialasi tisu dapur untuk menyerap embun.
  3. Metode Blanching: Jika ingin membekukan sayuran (seperti brokoli, wortel, atau buncis) untuk waktu lama, rebus sayuran selama 1-2 menit lalu langsung celupkan ke air es. Keringkan dan simpan di freezer. Metode ini mengunci nutrisi dan warna alami sayur.

Tips Memulai Kebiasaan Memasak di Rumah

1. Buat Perencanaan Makan (Meal Plan) Mingguan

Salah satu hambatan terbesar dalam memasak adalah kebingungan memikirkan “hari ini masak apa”. Dengan membuat jadwal menu selama seminggu ke depan, kamu bisa berbelanja bahan makanan dengan lebih terarah, mengurangi risiko bahan makanan terbuang (food waste), dan memastikan variasi nutrisi setiap harinya.

2. Terapkan Sistem Food Preparation (Food Prep)

Sisihkan waktu sekitar 1-2 jam di akhir pekan untuk membersihkan, memotong, dan mengelompokkan bahan makanan ke dalam kotak-kotak per porsi masak. Misalnya, mengupas bawang, memotong wortel, atau meracik bumbu dasar (putih, merah, kuning). Saat hari kerja yang sibuk tiba, kamu hanya perlu menumis atau merebus bahan yang sudah siap, sehingga waktu memasak menjadi jauh lebih singkat.

3. Jangan Takut Bereksperimen dengan Bumbu Alami

Untuk mengurangi penggunaan MSG atau penyedap rasa buatan, perbanyak penggunaan rempah dan bumbu aromatik nusantara. Bawang-bawangan, ketumbar, merica, lengkuas, serai, daun jeruk, dan jahe tidak hanya memperkaya profil rasa, tetapi juga memberikan segudang manfaat farmakologis alami untuk tubuh kita.

Studi Terkait Kebiasaan Masak di Rumah

Public Health Nutrition menerbitkan sebuah studi komprehensif yang menemukan bahwa individu yang terbiasa makan malam masakan rumahan setidaknya 5 kali dalam seminggu memiliki kemungkinan jauh lebih rendah untuk mengalami kelebihan berat badan. Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat olahan, lebih sedikit gula tambahan, dan lebih sedikit asupan lemak trans dibandingkan dengan orang yang sering makan di luar.

Temuan ini selaras dengan fakta bahwa memasak sendiri membuat seseorang secara tidak sadar lebih memperhatikan komposisi makanannya. Selain berdampak pada indeks massa tubuh (BMI) yang lebih baik, kebiasaan memasak juga sering dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi, karena proses memasak bisa menjadi salah satu bentuk *mindfulness* atau terapi relaksasi ringan untuk melepas penat setelah bekerja.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika setelah memperbaiki pola makan dengan menu rumahan kamu masih mengalami keluhan pencernaan kronis, asam lambung yang sering naik, atau kelelahan yang tidak wajar, jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis profesional.

Selain mencoba resep-resep di atas, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan gizi atau metabolisme yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc. Dokter spesialis gizi klinik akan membantumu merancang rencana diet yang paling cocok untuk kondisi spesifik tubuhmu.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Home Cooking is an Ingredient for a Healthier Diet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Healthy cooking techniques: Boost flavor and cut calories.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Gizi Seimbang dan Isi Piringku.
Public Health Nutrition. Diakses pada 2024. Is cooking at home associated with better diet quality or weight-loss intention?

FAQ

1. Apakah menu masakan rumahan selalu terjamin sehat?

Tidak selalu. Sehat atau tidaknya masakan rumahan sangat bergantung pada metode memasak (misalnya, terlalu banyak digoreng *deep-fry*) dan porsi bahan penyedap (garam, gula, mentega) yang digunakan. Untuk menjamin kesehatan, utamakan metode rebus, kukus, panggang, atau tumis dengan sedikit minyak sehat.

2. Bagaimana cara menghemat waktu saat memasak menu rumahan sederhana sehari-hari?

Cara paling efektif adalah dengan melakukan persiapan makan atau *food preparation* (food prep) di akhir pekan. Kamu bisa membuat dan menyimpan bumbu dasar di kulkas, serta memotong sayuran dan menyimpannya di wadah kedap udara sehingga saat jam makan tiba, kamu hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mengeksekusi masakan.

3. Apakah nutrisi sayuran akan hilang jika dipanaskan atau dimasak ulang?

Ya, pemanasan berulang dapat merusak vitamin yang larut dalam air seperti Vitamin B kompleks dan Vitamin C pada sayuran. Oleh karena itu, masaklah porsi sayur secukupnya untuk sekali habis. Jika ingin menghangatkan sup, usahakan memisahkan kaldu dengan sayurannya, atau hanya panaskan kaldu dan isian proteinnya saja.

4. Bahan makanan apa yang wajib ada di dapur untuk masakan sehat?

Untuk memudahkan proses memasak, pastikan kamu selalu menyetok sumber protein tahan lama (telur, tahu, tempe), bumbu dasar aromatik (bawang merah, bawang putih, jahe, merica), serta karbohidrat sehat (beras merah, kentang, oat). Simpan juga beberapa jenis sayuran keras yang awet di kulkas seperti wortel dan brokoli.