
Ini 3 Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
“Terdapat beberapa manfaat sayuran rhubarb yang jarang diketahui. Salah satunya diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol pada tubuh.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Rhubarb: Tanaman Unik Kaya Nutrisi
- Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan
- Kandungan Nutrisi dalam Rhubarb
- Cara Aman Mengonsumsi Rhubarb
- Studi Terkait
- FAQ
Rhubarb mungkin belum sepopuler bayam atau kangkung di meja makan masyarakat Indonesia, namun tanaman ini telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional, terutama di wilayah Asia Timur dan Eropa. Rhubarb (Rheum rhabarbarum) adalah tanaman unik yang sering dianggap sebagai buah karena rasanya yang asam segar saat diolah menjadi selai atau pai, padahal secara botani ia termasuk dalam kategori sayuran.
Tanaman ini memiliki ciri khas berupa batang berwarna merah atau hijau kemerahan yang tebal dan daun hijau yang lebar. Namun, satu hal yang perlu kamu ingat dengan baik: hanya batangnya yang boleh dikonsumsi. Daun rhubarb mengandung kadar asam oksalat yang sangat tinggi dan bersifat toksik bagi manusia. Jika digunakan dengan tepat, batang rhubarb menawarkan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa, mulai dari melancarkan sistem pencernaan hingga melindungi fungsi jantung.
Memahami manfaat bahan alami seperti rhubarb sangat penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Nutrisi yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin K, serat, dan berbagai jenis antioksidan, menjadikan tanaman ini sebagai tambahan diet yang fungsional. Apalagi bagi kamu yang sering mengalami masalah sembelit atau ingin menjaga kadar kolesterol tetap stabil, rhubarb bisa menjadi salah satu solusi alami yang patut dipertimbangkan.
Nah, mau tahu apa saja manfaat rhubarb untuk kesehatan yang jarang diketahui? Yuk, simak ulasan mendalamnya berikut ini!
Mengenal Rhubarb: Tanaman Unik Kaya Nutrisi
Rhubarb adalah tanaman tahunan yang berasal dari keluarga Polygonaceae. Batangnya memiliki rasa asam yang sangat kuat, sehingga jarang dimakan mentah-mentah. Biasanya, orang akan memasaknya dengan sedikit pemanis atau mencampurkannya dengan buah-buahan manis seperti stroberi untuk menyeimbangkan rasanya. Selain digunakan dalam kuliner, akar dan batang rhubarb telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama ribuan tahun sebagai agen pencahar alami.
Di Indonesia, rhubarb terkadang ditemukan di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan organik. Meskipun tampilannya menyerupai seledri berukuran besar dengan warna kemerahan, profil nutrisinya sangat berbeda. Rhubarb rendah kalori namun sangat kaya akan serat larut dan senyawa aktif seperti antrakuinon yang memberikan efek terapeutik pada tubuh.
Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan
Berbagai penelitian medis modern mulai memvalidasi kegunaan rhubarb yang selama ini dipercaya secara tradisional. Berikut adalah tiga manfaat utama yang perlu kamu ketahui:
1. Melancarkan Pencernaan
Salah satu manfaat paling terkenal dari rhubarb adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah pencernaan, khususnya sembelit (konstipasi). Batang rhubarb mengandung senyawa yang disebut senosida, yang merupakan bagian dari kelompok antrakuinon. Senyawa ini bekerja sebagai pencahar stimulan yang mendorong pergerakan usus (peristaltik) sehingga tinja lebih mudah dikeluarkan.
Selain antrakuinon, kandungan serat yang tinggi pada rhubarb juga membantu menambah massa tinja dan menjaga kesehatan mikrobiota usus. Namun, penggunaan rhubarb sebagai pencahar harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan untuk menghindari ketergantungan atau gangguan elektrolit. Jika kamu mengalami masalah pencernaan yang kronis, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Rhubarb adalah sumber serat makanan yang sangat baik, terutama serat larut. Serat ini bekerja dengan cara mengikat kolesterol di dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Dengan berkurangnya kadar kolesterol jahat (LDL), risiko pembentukan plak pada pembuluh darah atau aterosklerosis dapat ditekan.
Selain serat, rhubarb mengandung antioksidan jenis antosianin (yang memberikan warna merah pada batangnya). Antosianin dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif. Mengonsumsi rhubarb secara rutin dalam porsi yang wajar dapat membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan sistem kardiovaskular secara keseluruhan. Untuk mendukung kesehatan jantung, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi dengan beli obat online di Halodoc, seperti suplemen omega-3 atau vitamin tambahan yang dibutuhkan tubuh.
3. Mendukung Kesehatan Tulang
Banyak orang tidak menyadari bahwa rhubarb adalah salah satu sumber vitamin K1 yang sangat baik. Vitamin K memiliki peran krusial dalam metabolisme tulang dan membantu penyerapan kalsium ke dalam matriks tulang. Tanpa vitamin K yang cukup, tulang menjadi lebih rapuh dan berisiko mengalami osteoporosis di masa tua.
Satu porsi rhubarb masak dapat memberikan sekitar 25-30% dari kebutuhan harian vitamin K orang dewasa. Selain itu, rhubarb juga mengandung sejumlah kecil kalsium. Meskipun kalsium dalam rhubarb mungkin sulit diserap secara maksimal karena adanya asam oksalat, kombinasi vitamin K di dalamnya tetap memberikan kontribusi positif bagi kepadatan tulang kamu.
Penting untuk Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Rhubarb
- Jangan Makan Daunnya: Daun rhubarb mengandung konsentrasi asam oksalat yang sangat tinggi yang bisa menyebabkan gagal ginjal.
- Penderita Batu Ginjal: Karena kandungan oksalatnya, penderita batu ginjal sebaiknya membatasi konsumsi rhubarb.
- Interaksi Obat: Rhubarb bisa berinteraksi dengan obat pengencer darah atau obat pencahar lainnya.
Kandungan Nutrisi dalam Rhubarb
Rhubarb adalah makanan padat nutrisi yang rendah kalori. Dalam 100 gram rhubarb mentah, terdapat sekitar:
- Kalori: 21 kkal
- Serat: 1,8 gram
- Vitamin K1: 26-30 mcg
- Vitamin C: 8 mg
- Mangan: 0,2 mg
- Kalium: 288 mg
Warna merah pada batang rhubarb menunjukkan tingginya kandungan polifenol dan antosianin. Semakin merah batangnya, biasanya semakin tinggi kandungan antioksidannya. Antioksidan ini sangat penting untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.
Cara Aman Mengonsumsi Rhubarb
Mengingat rasanya yang sangat asam, jarang sekali orang mengonsumsi rhubarb begitu saja. Berikut adalah beberapa tips untuk mengolahnya agar tetap sehat dan lezat:
1. Direbus atau Dikukus
Memasak rhubarb dapat membantu menurunkan kadar asam oksalat di dalamnya (meskipun tidak menghilangkannya sepenuhnya dari batang). Kamu bisa merebus batang rhubarb dengan sedikit air dan tambahan kayu manis atau madu sebagai pemanis alami.
2. Dijadikan Selai Tanpa Gula Berlebih
Rhubarb sering dijadikan bahan dasar selai. Untuk menjaga manfaat kesehatannya, gunakan pemanis rendah kalori atau campurkan dengan buah manis seperti apel atau pir untuk mengurangi kebutuhan gula tambahan.
3. Dicampurkan ke dalam Smoothies
Potongan kecil batang rhubarb yang sudah dibersihkan bisa memberikan rasa segar pada smoothies buah kamu. Pastikan kamu mencucinya hingga benar-benar bersih di bawah air mengalir.
Studi Mengenai Rhubarb dan Kesehatan
Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak rhubarb memiliki potensi besar dalam melindungi lapisan usus dan mengurangi peradangan pada pasien dengan gangguan pencernaan akut. Temuan ini memperkuat posisi rhubarb sebagai bahan herbal yang efektif untuk manajemen kesehatan usus.
Penelitian lain dalam Molecular Nutrition & Food Research menunjukkan bahwa serat larut dalam rhubarb secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL pada pria dengan kadar kolesterol tinggi. Hal ini membuktikan bahwa serat dari rhubarb bekerja secara efektif dalam menghambat penyerapan lemak jahat di usus.
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan ginjal atau sedang mengonsumsi obat-obatan rutin, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc sebelum menambahkan rhubarb ke dalam diet harianmu.
Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan, vitamin, dan suplemen pendukung pencernaan dengan praktis dan cepat melalui fitur beli obat online di Halodoc. Semua produk dijamin 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Is Rhubarb Good for You? All You Need to Know.
WebMD. Diakses pada 2026. Rhubarb: Health Benefits, Nutrition, and Uses.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Therapeutic Effect of Rhubarb on Gastrointestinal Functions.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary Fiber: Essential for a Healthy Diet.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vitamin K: Health Benefits and Best Food Sources.
FAQ
1. Apakah rhubarb aman dimakan setiap hari?
Dalam jumlah moderat, batang rhubarb aman dikonsumsi. Namun, karena kandungan oksalatnya, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan setiap hari, terutama bagi orang yang rentan terhadap batu ginjal.
2. Apa yang terjadi jika tidak sengaja memakan daun rhubarb?
Memakan daun rhubarb dapat menyebabkan keracunan oksalat dengan gejala seperti mual, muntah, lemas, hingga gangguan ginjal serius. Jika ini terjadi, segera hubungi bantuan medis.
3. Apakah rhubarb bisa membantu menurunkan berat badan?
Ya, karena rendah kalori dan tinggi serat, rhubarb dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, yang mendukung program penurunan berat badan jika dikombinasikan dengan diet seimbang.
4. Bisakah rhubarb diberikan kepada anak-anak?
Boleh, asalkan hanya bagian batangnya dan sudah dimasak dengan benar. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter anak karena sistem pencernaan anak mungkin lebih sensitif terhadap efek pencahar dari rhubarb.
Punya Masalah Pencernaan atau Keluhan Kesehatan Lainnya? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


