Ad Placeholder Image

Ini 3 Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Terdapat beberapa manfaat sayuran rhubarb yang jarang diketahui. Salah satunya diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol pada tubuh.”

Ini 3 Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan yang Jarang DiketahuiIni 3 Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

DAFTAR ISI


Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama sayuran rhubarb mungkin masih terdengar cukup asing di telinga. Di dunia kuliner Barat maupun dalam sejarah pengobatan tradisional Tiongkok, rhubarb adalah salah satu tanaman unik yang memiliki nilai sejarah panjang, baik sebagai bahan masakan maupun sebagai pengobatan herbal penunjang kesehatan.

Secara botani, rhubarb adalah sejenis sayuran yang berasal dari keluarga Polygonaceae. Meskipun tergolong sebagai sayuran yang berkerabat dekat dengan bayam dan bit, tanaman ini lebih sering diolah selayaknya buah-buahan. Karakteristik utama dari tanaman ini terletak pada batangnya yang panjang, tebal, dan berwarna merah muda merona hingga kemerahan, menyerupai batang seledri yang berwarna merah. Rasanya yang sangat asam dan sedikit sepat membuat batang tanaman ini jarang dikonsumsi mentah, melainkan kerap dimasak menjadi selai, sirup, hingga campuran pie bersama buah stroberi.

Di balik rasanya yang tajam dan penggunaannya yang unik dalam dunia kuliner, tanaman yang kerap disebut kelembak di Indonesia ini menyimpan profil nutrisi yang luar biasa. Bagian batangnya kaya akan antioksidan, serat, serta berbagai vitamin penting yang menawarkan beragam khasiat bagi organ tubuh, mulai dari menyehatkan saluran cerna hingga menjaga kepadatan tulang.

Penting untuk diketahui bahwa ada perbedaan mendasar antara konsumsi harian dan penggunaan medis. Jika kamu sedang mencari suplemen kesehatan, multivitamin, atau produk herbal terstandar pendukung kebugaran, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk dijamin 100% asli dan pesanan akan diantar langsung ke rumah dengan cepat.

Lantas, apa saja kandungan gizi di dalamnya dan bagaimana tanaman ini mampu memberikan khasiat medis bagi tubuh kita? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai seluk-beluk rhubarb, manfaat kesehatan, hingga potensi risiko yang perlu kamu waspadai.

Apa Itu Rhubarb?

Dalam dunia botani, rhubarb (Rheum rhabarbarum) adalah tanaman tahunan berbonggol yang memiliki daun lebar berbentuk segitiga dengan tangkai daun berdaging tebal. Pada mulanya, tanaman ini banyak tumbuh secara liar di wilayah dataran tinggi Asia, seperti pegunungan Himalaya dan Tiongkok. Sejak ribuan tahun lalu, akar dari varietas spesifik tanaman ini (Rheum palmatum) telah dikeringkan dan dimanfaatkan dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok sebagai obat pencahar alami yang sangat ampuh.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jalur perdagangan dunia (Jalur Sutra), tanaman ini mulai diperkenalkan ke benua Eropa. Barulah pada abad ke-18, saat harga gula mulai terjangkau bagi masyarakat umum, batang tanaman ini mulai digunakan sebagai bahan makanan pencuci mulut. Penambahan gula secara signifikan berhasil menutupi rasa asam ekstrem dari tangkai tanaman ini, sehingga mempopulerkan penggunaannya dalam pembuatan kue dan pastri klasik, terutama di wilayah Inggris dan Amerika Serikat.

Kandungan Nutrisi Rhubarb

Salah satu alasan mengapa batang sayuran ini sangat digemari oleh mereka yang sedang menjalani program diet adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah. Dalam 100 gram batang yang belum ditambah pemanis, hanya terdapat sekitar 21 kalori. Meskipun rendah energi, batang tanaman merah ini merupakan sumber serat yang sangat baik dan mengandung sederet mikronutrien vital.

Berikut adalah beberapa nutrisi penting yang dapat ditemukan di dalamnya:

  • Vitamin K: Merupakan nutrisi paling menonjol. Sekitar 100 gram batangnya dapat memenuhi hingga 25-30% kebutuhan Vitamin K harian yang berperan besar pada proses pembekuan darah.
  • Vitamin C: Bertindak sebagai antioksidan alami yang memperkuat sistem imun tubuh serta membantu pembentukan kolagen pada kulit.
  • Kalsium: Meskipun tinggi kalsium, perlu dicatat bahwa kalsium pada sayuran ini sebagian besar terikat oleh asam oksalat, sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh seefektif kalsium dari susu.
  • Kalium: Mineral elektrolit yang penting untuk mengatur tekanan darah dan memastikan transmisi impuls saraf yang sehat.
  • Antioksidan: Warna merah merona pada batangnya berasal dari kandungan antosianin, jenis flavonoid yang sama dengan yang ditemukan pada buah blueberry dan anggur merah.

Manfaat Rhubarb untuk Kesehatan

Dengan profil nutrisi dan ketersediaan senyawa fitokimia (bahan kimia tanaman) yang unik, mengonsumsi batang sayuran ini secara rutin dan terukur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan.

1. Melancarkan Pencernaan dan Mengatasi Sembelit

Manfaat medis yang paling terkenal dari tanaman herbal ini adalah kemampuannya yang sangat luar biasa dalam melancarkan saluran pencernaan. Batangnya kaya akan serat makanan yang berguna menambah massa pada feses, sehingga sisa makanan dapat bergerak lebih lancar di sepanjang usus besar.

Selain kandungan serat, bagian akar dan batangnya mengandung senyawa alami yang disebut sennoside. Senyawa ini bertindak sebagai laksatif atau pencahar stimulan ringan yang merangsang kontraksi otot-otot usus (gerakan peristaltik). Karena khasiat inilah ekstrak akarnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional maupun suplemen modern untuk mengatasi konstipasi atau sembelit akut.

2. Menjaga Kepadatan dan Kesehatan Tulang

Vitamin K merupakan nutrisi yang sering kali diremehkan perannya dalam menjaga kesehatan kerangka tubuh. Padahal, Vitamin K, yang banyak terkandung dalam batang sayuran berawarna merah ini, memainkan fungsi sentral dalam aktivasi osteocalcin, yakni sebuah protein yang dibutuhkan untuk mengikat kalsium ke dalam matriks tulang.

Konsumsi sayuran kaya Vitamin K secara teratur terbukti dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang sekaligus menurunkan risiko terjadinya osteoporosis serta patah tulang seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita lanjut usia.

3. Meredakan Gejala Menopause

Masa menopause sering kali membawa gejala fisik yang cukup mengganggu keseharian wanita, seperti hot flashes (sensasi panas yang tiba-tiba), keringat malam, hingga perubahan mood yang drastis. Hal ini terjadi karena adanya penurunan drastis pada hormon estrogen di dalam tubuh.

Rhubarb mengandung senyawa fitoestrogen bernama rhaponticin. Fitoestrogen adalah senyawa tanaman yang memiliki struktur mirip dengan estrogen alami manusia. Saat dikonsumsi, senyawa ini dapat menempel pada reseptor estrogen di tubuh, membantu menyeimbangkan fluktuasi hormon, dan telah terbukti dalam beberapa studi klinis mampu mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan hot flashes secara signifikan tanpa risiko sebesar terapi hormon konvensional.

4. Mendukung Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Kombinasi antara serat larut dan senyawa antosianin di dalamnya bekerja sama secara sinergis untuk melindungi fungsi kardiovaskular. Serat aktif di dalam sayuran ini diketahui dapat berikatan dengan asam empedu di usus, kemudian mengeluarkannya bersama feses.

Untuk memproduksi asam empedu baru, hati akan menarik kolesterol dari dalam darah. Proses inilah yang akhirnya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam peredaran darah secara keseluruhan. Selain itu, antosianin yang memberikan pigmen merah pada batangnya berperan mencegah kekakuan pembuluh darah dan mencegah terjadinya plak yang bisa memicu serangan jantung.

5. Mencegah Peradangan dan Kerusakan Sel

Stres oksidatif yang disebabkan oleh penumpukan radikal bebas adalah akar dari berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes tipe 2, peradangan sendi (artritis), hingga mutasi sel yang menyebabkan penyakit kanker. Sayuran ini dikemas dengan segudang antioksidan penangkal radikal bebas, termasuk proantosianidin, quercetin, dan polifenol lainnya.

Nutrisi pelindung ini senantiasa berpatroli di dalam tubuh untuk menetralkan partikel radikal bebas sebelum mereka sempat merusak struktur DNA dan sel-sel sehat kita. Ini menjadikannya sayuran penunjang umur panjang yang patut diperhitungkan.

Fakta Penting: Jangan Pernah Konsumsi Daun Rhubarb!
  1. Meski batangnya aman dikonsumsi, daun tanaman ini sangat beracun.
  2. Daunnya mengandung asam oksalat (oxalic acid) dalam konsentrasi yang sangat tinggi, serta senyawa toksik bernama antrakuinon.
  3. Gejala keracunan daun meliputi sensasi terbakar di mulut, tenggorokan bengkak, sesak napas, mual, muntah darah, kejang, hingga kerusakan ginjal yang bisa berakibat fatal.
  4. Selalu potong dan buang seluruh bagian daun sebelum memasak batangnya.

Efek Samping dan Peringatan Konsumsi

Terlepas dari berbagai manfaat kesehatannya yang mengagumkan, konsumsi sayuran maupun suplemen herbal ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Terdapat beberapa hal krusial yang wajib diperhatikan.

Kandungan asam oksalat pada batangnya masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan sayuran lainnya. Bagi individu yang sehat, tubuh mampu memproses oksalat tanpa masalah. Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat medis penyakit batu ginjal berjenis batu kalsium oksalat, konsumsi sayuran ini sangat tidak dianjurkan. Tingginya kadar oksalat dalam aliran darah akan berikatan dengan kalsium di ginjal dan memicu pembentukan kristal batu yang baru.

Selain itu, karena khasiat laksatifnya yang sangat kuat (terutama jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak akar), penggunaan yang berlebihan dapat memicu kram perut, diare parah, hingga dehidrasi. Pemakaian jangka panjang dalam dosis besar juga dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan kadar kalium drastis dalam darah (hipokalemia), yang berbahaya bagi kesehatan irama jantung.

Tanaman ini juga bisa berinteraksi secara negatif dengan beberapa jenis obat resep. Pasien yang rutin mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin), obat pereda irama jantung (digoksin), atau pil diuretik, wajib berhati-hati. Jika kamu ragu akan interaksi obat yang sedang kamu gunakan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, agar kamu bisa mendapatkan panduan medis yang tepat dan terhindar dari komplikasi fatal.

Cara Aman Mengonsumsi Rhubarb

Karena batangnya memiliki rasa yang amat sangat asam, ada beberapa teknik khusus untuk menyajikannya dengan tepat:

1. Penggunaan Pemanis Alami

Alih-alih merendamnya dengan gula pasir putih dalam jumlah berlebih, kamu bisa menyeimbangkan keasamannya dengan madu murni, sirup maple, atau dengan mencampurnya bersama buah-buahan yang manis secara alami seperti apel, mangga manis, atau stroberi. Hal ini dapat mengurangi lonjakan gula darah.

2. Teknik Perebusan (Blanching)

Merebus batang sayuran ini selama beberapa menit sebelum diolah lebih lanjut terbukti mampu melarutkan sebagian kadar oksalat ke dalam air rebusan. Pastikan untuk selalu membuang air sisa rebusan tersebut dan tidak menggunakannya kembali ke dalam masakan.

Studi Terkait Manfaat Rhubarb

The Journal of The North American Menopause Society menerbitkan sebuah studi observasional yang menjelaskan bahwa penggunaan ekstrak rhapontic rhubarb (ERr 731) sangat efektif dalam mengurangi keparahan gejala menopause.

Dalam uji coba acak klinis tersebut, wanita perimenopause yang menerima ekstrak dari akar tanaman ini mengalami penurunan jumlah hot flashes dan peningkatan kualitas tidur yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kelompok plasebo, dengan efek samping yang sangat minim. Studi ini meneguhkan potensi ekstrak tanaman tersebut sebagai alternatif alami bagi terapi hormon.

Pada akhirnya, rhubarb adalah jenis tanaman ganda yang brilian—sebagai penambah cita rasa segar di dunia kuliner, sekaligus pelindung alami bagi pencernaan dan keseimbangan hormon tubuh.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk vitamin pendukung dan perawatan kesehatan yang praktis dan cepat dengan memanfaatkan fitur Toko Kesehatan Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Rhubarb: A tart and tasty spring vegetable.
Healthline. Diakses pada 2024. Rhubarb: Nutrition, Benefits, and How to Eat It.
WebMD. Diakses pada 2024. Rhubarb – Uses, Side Effects, and More.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Efficacy and safety of a special extract of Rheum rhaponticum (ERr 731) in perimenopausal women with climacteric complaints.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Why You Should Try Rhubarb and 5 Ways to Eat It.

FAQ

1. Apakah rhubarb adalah sayuran yang aman dimakan mentah?

Batangnya secara teknis aman dikonsumsi mentah, namun rasanya akan sangat asam dan bertekstur keras. Kebanyakan orang lebih memilih untuk memasaknya dengan sedikit pemanis tambahan agar lebih lezat dan mudah dicerna oleh perut.

2. Mengapa daun tanaman ini tidak boleh dimakan sama sekali?

Daun dari tanaman berbatang merah ini menyimpan konsentrasi senyawa asam oksalat dan antrakuinon yang sangat mematikan. Mengonsumsi daunnya, baik dalam kondisi mentah maupun matang, dapat menyebabkan keracunan fatal dan gagal ginjal akut.

3. Apakah penderita maag boleh memakannya?

Karena kandungan asam asetat dan asam malatnya yang sangat tinggi, individu dengan riwayat asam lambung (GERD) atau tukak lambung sebaiknya membatasi konsumsi sayuran ini. Asam berlebih berpotensi mengiritasi dinding lambung dan memicu nyeri dada (heartburn).

4. Bagaimana cara membedakan batang yang masih segar?

Pilihlah batang yang teksturnya kaku, renyah saat dipatahkan, dan memiliki warna cerah (baik itu merah, pink, atau hijau muda). Hindari membeli batang yang sudah layu, lemas, atau memiliki banyak bercak hitam pada kulit luarnya.