• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental Anak

Ini 4 Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Juli 2022

“Dampak perceraian bagi anak bisa jadi hal yang serius. Salah satunya meningkatkan risiko masalah kesehatan mental dan gangguan perilaku.”

Ini 4 Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental AnakIni 4 Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental Anak

Halodoc, Jakarta – Saat pernikahan berada di ujung tanduk, beberapa orang tua merasa khawatir akan nasib anak mereka. Sebab, dampak perceraian pada kesehatan mental anak tidaklah main-main. Ini dapat membuat anak kehilangan kontak sehari-hari dengan salah satu orang tuanya.

Lantas, apa saja dampak berpisahnya orangtua bagi kesehatan mental? Apa yang bisa dilakukan orang tua? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Dampak Perceraian bagi Kesehatan Mental Anak

Bagi beberapa anak, perpisahan orang tua bukanlah bagian tersulit. Sebaliknya, stresor yang menyertainyalah yang membuat perceraian menjadi terasa berat. 

Pindah sekolah, pindah ke rumah baru, dan tinggal dengan orang tua tunggal hanyalah beberapa dari stres tambahan yang mempersulit perceraian. Lebih dari itu, kesehatan mental anak juga bisa terdampak.

Berikut ini beberapa dampak perceraian bagi anak:

  1. Memicu Masalah Kesehatan Mental

Perceraian dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada anak-anak dan remaja. Tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan budaya, anak-anak dari orang tua yang bercerai mengalami peningkatan masalah psikologis. 

  1. Mengalami Masalah Perilaku

Anak-anak dari keluarga yang bercerai mungkin mengalami lebih banyak masalah eksternalisasi, seperti gangguan perilaku, kenakalan, dan perilaku impulsif daripada anak-anak dari keluarga dengan dua orang tua. 

Selain risiko masalah perilaku yang meningkat, anak-anak juga mungkin mengalami lebih banyak konflik dengan teman sebayanya, sebagai dampak perceraian orang tua.

  1. Prestasi Akademik Memburuk

Anak-anak dari keluarga yang bercerai tidak selalu berprestasi baik secara akademis. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2019 di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) menunjukkan bahwa anak dari keluarga yang bercerai cenderung memiliki masalah dengan sekolah.

Terutama jika perceraian terjadi secara tidak terduga oleh anak. Sementara anak-anak dari keluarga yang kemungkinan besar bercerai tidak memiliki hasil yang sama. 

  1. Melakukan Hal yang Berisiko

menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010, di Journal of Adolescent Health, remaja dengan orang tua bercerai lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku berisiko, seperti penggunaan narkoba dan aktivitas seksual dini. 

Remaja yang orang tuanya bercerai ketika mereka berusia 5 tahun atau lebih muda berada pada risiko tinggi untuk menjadi aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun.

Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua?

Orang tua memainkan peran utama dalam bagaimana anak-anak menyesuaikan diri dengan perceraian ayah dan ibunya. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat mengurangi dampak psikologis perceraian pada anak-anak:

  • Hindari Konflik saat Bersama Anak. Bahkan ketegangan kecil di antara orang tua dapat membuat anak stres dan menderita. Jadi, cobalah untuk bekerja sama menjadi orangtua yang baik saat bersama anak.
  • Hindari Menempatkan Anak di Tengah. Meminta anak untuk memilih orang tua mana yang paling disukai bukanlah tindakan yang tepat. Ini akan membuat anak stres dan depresi.
  • Pertahankan Hubungan yang Sehat. Komunikasi yang positif, kehangatan orang tua, dan tingkat konflik yang rendah dapat membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan perceraian dengan lebih baik. 
  • Konsisten untuk Selalu Disiplin. Tetapkan aturan yang sesuai dengan usia dan tindak lanjuti dengan konsekuensi bila perlu. 
  • Pantau Remaja lebih Dekat. Perhatikan dengan saksama apa yang remaja lakukan dan dengan siapa mereka menghabiskan waktu mereka. 
  • Berdayakan Anak. Ajari anak bahwa meskipun menghadapi perceraian itu sulit, ia memiliki kekuatan mental untuk menanganinya.
  • Ajarkan Keterampilan Koping. Ajari anak cara mengelola pikiran, perasaan, dan perilakunya dengan cara yang sehat.
  • Bantu Anak Merasa Aman. Buat anak merasa dicintai, aman, dan terjamin, bahkan setelah orang tuanya berpisah. 

Itulah pembahasan mengenai dampak perceraian pada kesehatan mental anak. Jika merasa kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan ahli. Kamu bisa download Halodoc untuk bertanya pada psikolog anak bila butuh saran.

Referensi:
Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS). Diakses pada 2022. Parental Divorce Is Not Uniformly Disruptive To Children’s Educational Attainment.
Journal of Adolescent Health. Diakses pada 2022. Early Exposure to Parents’ Relationship Instability: Implications for Sexual Behavior and Depression in Adolescence.
Very Well Family. Diakses pada 2022. The Psychological Effects of Divorce on Children.
Healthline. Diakses pada 2022. 10 Effects of Divorce on Children — and Helping Them Cope.