Ad Placeholder Image

Ini 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu Diwaspadai

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Hernia merupakan gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh pria dan wanita di segala usia. Namun pada pria, gejala hernia umumnya berbeda, ditandai dengan rasa sakit pada benjolan, pembengkakan testis, hingga pembesaran benjolan.”

Ini 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu DiwaspadaiIni 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Penyakit hernia, atau yang sering dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan “turun berok”, merupakan salah satu kondisi medis yang sangat umum terjadi pada kaum laki-laki. Secara medis, hernia terjadi ketika organ dalam tubuh (biasanya usus atau jaringan lemak) menonjol keluar melalui titik lemah atau celah pada dinding otot yang mengelilinginya. Pada laki-laki, jenis hernia yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis, di mana usus menonjol melalui dinding perut bagian bawah (kanalis inguinalis) hingga masuk ke area selangkangan atau bahkan kantung zakar (skrotum).

Penting untuk dipahami bahwa hernia bukanlah kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya. Dinding otot yang sudah robek atau melemah tidak dapat kembali rapat tanpa intervensi medis. Sayangnya, banyak pria yang menunda penanganan karena merasa benjolan tersebut tidak terlalu mengganggu atau tidak menimbulkan rasa sakit di awal kemunculannya. Padahal, membiarkan hernia tanpa penanganan yang tepat dapat membawa risiko komplikasi yang sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa.

Dampak penyakit hernia pada laki-laki tidak hanya terbatas pada munculnya benjolan yang mengganggu secara estetika. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kenyamanan fisik sehari-hari, produktivitas kerja, kehidupan seksual, hingga kesehatan mental. Oleh karena itu, mengenali dampak-dampak tersebut sejak dini sangat krusial agar langkah penanganan bisa segera diambil sebelum terjadi kondisi kedaruratan medis.

Nah, mau tahu apa saja dampak spesifik dari penyakit hernia pada pria dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkap secara medis yang perlu kamu ketahui!

Apa Itu Penyakit Hernia pada Pria?

Sebelum membahas dampaknya, kamu perlu memahami mengapa laki-laki jauh lebih rentan mengalami hernia di area selangkangan dibandingkan perempuan. Selama perkembangan janin laki-laki di dalam kandungan, testis (buah zakar) turun dari rongga perut menuju skrotum melalui sebuah saluran yang disebut kanalis inguinalis. Setelah bayi lahir, saluran ini seharusnya menutup rapat. Namun, pada beberapa kasus, saluran ini tidak menutup dengan sempurna, meninggalkan titik lemah alami pada dinding perut bawah.

Seiring bertambahnya usia, dinding otot dapat semakin melemah. Tekanan yang berulang pada area perut—seperti karena sering mengangkat beban berat, batuk kronis akibat merokok, atau mengejan terlalu keras saat buang air besar—dapat mendorong usus menembus titik lemah tersebut. Inilah yang menyebabkan munculnya benjolan yang bisa keluar masuk (hilang timbul) di area selangkangan atau skrotum. Kondisi ini menuntut perhatian serius karena organ dalam yang keluar dari tempat asalnya berisiko terjepit dan mengalami kerusakan permanen.

Dampak Penyakit Hernia pada Laki-Laki secara Fisik

Dampak penyakit hernia pada laki-laki bisa bervariasi dari ringan hingga sangat parah. Berikut adalah beberapa dampak fisik dan komplikasi medis yang bisa terjadi akibat hernia inguinalis:

1. Nyeri dan Ketidaknyamanan Kronis

Dampak yang paling sering dikeluhkan oleh penderita hernia adalah rasa tidak nyaman, pegal, atau nyeri di area selangkangan. Nyeri ini biasanya bersifat tumpul (dull ache) dan akan semakin memburuk ketika kamu melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan di dalam rongga perut, seperti berdiri dalam waktu lama, batuk, bersin, atau mengangkat barang. Benjolan yang menekan jaringan saraf di sekitarnya juga sering kali menyebabkan sensasi terbakar atau rasa berat yang menjalar hingga ke paha bagian dalam.

2. Inkarserasi (Usus Terjebak)

Pada awalnya, benjolan hernia bisa didorong masuk kembali ke dalam perut secara perlahan saat kamu berbaring. Namun, seiring berjalannya waktu, lubang hernia bisa menyempit sementara jaringan yang keluar semakin besar. Jika usus atau jaringan lemak yang menonjol tersebut terjepit dan tidak bisa masuk kembali ke rongga perut, kondisi ini disebut hernia inkarserata (incarcerated hernia). Hernia yang inkarserata dapat memicu penyumbatan usus, sehingga penderitanya akan mengalami gejala seperti mual, muntah, perut kembung, dan ketidakmampuan untuk buang air besar atau buang angin.

3. Strangulasi (Kematian Jaringan)

Ini adalah komplikasi paling fatal dan merupakan kondisi gawat darurat medis. Jika hernia inkarserata dibiarkan, jepitan pada usus akan menjadi sangat kuat hingga memutus aliran darah yang menyuplai organ tersebut. Kondisi ini disebut hernia strangulata. Tanpa suplai darah yang kaya oksigen, jaringan usus dapat membusuk dan mati (nekrosis) dalam hitungan jam. Hal ini dapat menyebabkan robekan pada usus dan menyebarkan infeksi mematikan ke seluruh rongga perut (peritonitis). Gejala strangulasi meliputi nyeri hebat yang datang tiba-tiba, demam tinggi, dan benjolan yang berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap.

4. Pembengkakan pada Kantung Zakar (Skrotum)

Jika usus menonjol terlalu jauh ke bawah melalui kanalis inguinalis, organ tersebut dapat masuk ke dalam kantung zakar. Dampaknya, skrotum akan membengkak secara tidak wajar dan terasa sangat berat. Kondisi ini tentu saja mengganggu postur tubuh, cara berjalan, dan menyebabkan rasa sakit yang sangat mengganggu saat melakukan pergerakan sederhana sekalipun.

Faktor Pemicu Hernia pada Laki-Laki
  1. Pekerjaan Fisik Berat: Profesi yang menuntut mengangkat, menarik, atau mendorong beban berat setiap hari sangat meningkatkan tekanan pada dinding perut.
  2. Batuk Kronis: Batuk terus-menerus akibat kebiasaan merokok (bronkitis kronis atau PPOK) memberikan tekanan berulang pada perut secara konstan.
  3. Mengejan Berlebihan: Pria dengan gangguan pembesaran prostat (BPH) sering kali harus mengejan keras saat buang air kecil. Sembelit kronis juga memaksa seseorang mengejan saat buang air besar.

Dampak Terhadap Kualitas Hidup dan Aktivitas

Selain dampak langsung secara anatomis dan medis, hernia sangat memengaruhi kehidupan penderitanya sehari-hari. Berikut adalah beberapa batasan yang sering dialami oleh pria dengan penyakit hernia:

1. Keterbatasan dalam Berolahraga dan Bekerja

Pria yang aktif berolahraga, terutama angkat beban (weightlifting), lari, atau olahraga kontak fisik, terpaksa harus menghentikan aktivitasnya. Tekanan ekstra saat berolahraga dapat membuat hernia membesar dengan cepat. Bagi mereka yang bekerja di sektor konstruksi, pergudangan, atau pekerjaan kasar lainnya, hernia bisa berarti penurunan produktivitas kerja yang drastis, hingga risiko kehilangan pekerjaan karena ketidakmampuan fisik.

2. Dampak pada Kehidupan Seksual

Meskipun hernia inguinalis secara langsung tidak menyebabkan disfungsi ereksi, rasa nyeri, pembengkakan, dan ketidaknyamanan di area selangkangan dan testis dapat membuat aktivitas seksual menjadi menyakitkan (dispareunia). Kondisi ini secara tidak langsung dapat menurunkan gairah seksual (libido) karena adanya antisipasi rasa sakit. Selain itu, rasa malu karena adanya benjolan yang membesar di area genital dapat menurunkan kepercayaan diri seorang pria di hadapan pasangannya.

3. Gangguan Psikologis (Stres dan Cemas)

Kecemasan terus-menerus tentang kapan hernia akan terasa sakit, ketakutan akan kemungkinan komplikasi usus terjepit, serta kekhawatiran mengenai proses operasi dapat memicu stres kronis. Banyak pria merasa kehilangan kebebasan untuk bergerak secara spontan, seperti saat ingin menggendong anak atau mengangkat barang belanjaan di rumah.

Langkah Penanganan Medis yang Tepat

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan hernia dan menutup dinding otot yang robek secara permanen adalah melalui prosedur pembedahan (operasi hernia). Penggunaan celana penyangga (hernia truss) atau sabuk hernia hanya bersifat sementara untuk menahan benjolan agar tidak turun, namun tidak bisa mengobati penyebab utamanya.

1. Operasi Terbuka (Open Hernia Repair)

Dokter bedah akan membuat sayatan di area selangkangan, mendorong jaringan usus yang keluar kembali ke dalam perut, dan menjahit kelemahan pada dinding otot. Pada prosedur yang lebih modern (hernioplasti), dokter akan memasang jaring sintetis (mesh) untuk memperkuat dinding perut guna mencegah hernia kembali lagi di masa depan.

2. Operasi Laparoskopi (Minimally Invasive)

Operasi ini dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil di perut. Dokter kemudian memasukkan kamera kecil (laparoskop) dan alat bedah khusus untuk memperbaiki hernia dari dalam perut, dan juga memasang jaring sintetis. Keuntungan dari metode laparoskopi adalah rasa sakit pasca-operasi yang lebih ringan dan masa pemulihan yang jauh lebih cepat, sehingga pasien bisa segera kembali beraktivitas normal.

Untuk meredakan rasa tidak nyaman setelah prosedur pembedahan, dokter mungkin akan meresepkan analgesik. Kamu juga bisa beli obat pereda nyeri secara praktis untuk membantu mengelola gejala ringan pada masa pemulihan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jangan pernah meremehkan benjolan di area selangkangan. Jika kamu mengalami gejala seperti benjolan yang tiba-tiba mengeras, tidak bisa didorong masuk walau dalam posisi berbaring, terasa sangat nyeri saat disentuh, hingga disertai mual dan muntah, ini adalah tanda bahaya strangulasi usus. Segera konsultasi dokter spesialis atau langsung kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin guna menyelamatkan usus dari kematian jaringan.

Studi Mengenai Hernia Inguinalis pada Pria

The Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan publikasi medis yang menyatakan bahwa sekitar 27% laki-laki akan mengalami hernia inguinalis setidaknya sekali sepanjang hidup mereka, dibandingkan dengan perempuan yang hanya berisiko sekitar 3%. Studi tersebut menyoroti pentingnya diagnosis dini dan penjadwalan operasi elektif (terencana) sebelum hernia membesar dan menimbulkan komplikasi darurat. Pria yang menunda operasi selama bertahun-tahun memiliki persentase yang signifikan lebih tinggi untuk mengalami episode hernia inkarserata yang membutuhkan pembedahan darurat dengan risiko komplikasi pasca-operasi yang lebih besar.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Itulah penjelasan lengkap mengenai dampak penyakit hernia pada laki-laki. Memahami anatomi tubuh sendiri dan tidak menyepelekan perubahan sekecil apa pun adalah kunci menuju hidup yang lebih sehat. Jika gejala berlanjut, pastikan untuk tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan medis.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc, yang tersedia 24 jam untuk melayanimu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Inguinal hernia – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Inguinal Hernia: Causes, Symptoms & Surgery.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Inguinal Hernia.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Global surgery, obstetrics, and anaesthesia.
Journal of the American Medical Association (JAMA). Diakses pada 2024. Management of Inguinal Hernias.

FAQ

1. Apakah penyakit hernia pada pria bisa sembuh tanpa operasi?

Tidak, hernia tidak bisa sembuh dengan sendirinya atau diobati hanya dengan minum obat-obatan. Lubang atau kelemahan pada dinding otot harus diperbaiki secara fisik melalui prosedur pembedahan agar organ yang keluar dapat tertahan di tempat asalnya.

2. Apakah mengangkat beban berat adalah satu-satunya penyebab hernia?

Mengangkat beban berat memang merupakan faktor pemicu utama, namun bukan satu-satunya. Faktor genetika (kelemahan jaringan bawaan), batuk kronis, mengejan keras saat buang air, obesitas, hingga penuaan otot seiring bertambahnya usia juga menjadi faktor penyebab yang sangat berpengaruh.

3. Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi hernia?

Waktu pemulihan bervariasi tergantung metode operasinya. Untuk laparoskopi, banyak pasien yang bisa kembali beraktivitas ringan dalam waktu 1-2 minggu. Sementara untuk operasi terbuka mungkin membutuhkan waktu 3-6 minggu sebelum bisa kembali mengangkat benda berat secara normal.

4. Apakah hernia bisa menyebabkan kemandulan pada pria?

Pada sebagian besar kasus, hernia inguinalis tidak menyebabkan kemandulan (infertilitas). Namun, jika terjadi komplikasi berat seperti strangulasi yang sampai merusak suplai darah ke testis secara permanen, atau terjadi cedera tak disengaja pada saluran sperma (vas deferens) selama operasi yang rumit, risiko gangguan kesuburan bisa saja terjadi, meskipun persentasenya sangat langka.