Ad Placeholder Image

Ini 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu Diwaspadai

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Hernia merupakan gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh pria dan wanita di segala usia. Namun pada pria, gejala hernia umumnya berbeda, ditandai dengan rasa sakit pada benjolan, pembengkakan testis, hingga pembesaran benjolan.”

Ini 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu DiwaspadaiIni 4 Gejala Hernia pada Pria yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Hernia, atau yang secara awam sering disebut dengan istilah “turun berok”, merupakan kondisi medis yang terjadi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui celah pada otot atau jaringan penyangga yang melemah. Meskipun kondisi ini dapat menyerang siapa saja, hernia pada laki-laki memiliki prevalensi yang jauh lebih tinggi, terutama jenis hernia inguinal atau hernia yang terjadi di area selangkangan. Hal ini berkaitan erat dengan anatomi tubuh pria, di mana terdapat saluran bernama kanal inguinal yang menjadi tempat turunnya testis sebelum kelahiran.

Penting bagi setiap pria untuk memahami bahwa hernia bukanlah kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tanpa penanganan yang tepat, tonjolan tersebut dapat membesar dan menimbulkan komplikasi serius, seperti obstruksi usus atau strangulasi, di mana aliran darah ke organ yang terjepit terputus. Kesadaran akan gejala awal sangat menentukan keberhasilan tindakan medis dan kecepatan proses pemulihan.

Memahami perbedaan antara nyeri otot biasa dengan tanda-tanda hernia adalah langkah awal yang krusial. Seringkali, pria mengabaikan benjolan kecil di area perut bawah atau selangkangan karena dianggap sebagai cedera ringan akibat aktivitas fisik. Padahal, deteksi dini melalui pemeriksaan medis dapat mencegah prosedur bedah darurat yang lebih berisiko.

Jika kamu merasakan adanya kejanggalan atau benjolan yang hilang timbul di area perut atau selangkangan, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat. Selain konsultasi, untuk menunjang daya tahan tubuh selama masa pemulihan, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, mau tahu lebih mendalam mengenai kondisi hernia pada pria dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Gejala Hernia pada Laki-laki yang Perlu Diwaspadai

Gejala hernia pada pria bisa bervariasi, mulai dari yang tidak terasa sama sekali hingga rasa nyeri yang sangat hebat. Namun, tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan di bawah kulit perut atau selangkangan. Benjolan ini sering kali lebih terlihat saat kamu sedang berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat, dan mungkin menghilang saat kamu berbaring.

Selain benjolan fisik, penderita sering merasakan sensasi terbakar atau nyeri tumpul di area tersebut. Nyeri ini cenderung meningkat di sore hari atau setelah beraktivitas seharian. Pada kasus hernia inguinal, pria mungkin juga merasakan nyeri atau bengkak pada skrotum (kantong zakar) karena usus yang menonjol turun hingga ke area tersebut.

Tanda Bahaya Hernia (Kondisi Darurat)
  1. Nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba dan terus memburuk.
  2. Benjolan yang menjadi merah, ungu, atau gelap dan tidak bisa didorong masuk kembali.
  3. Mual dan muntah yang disertai dengan ketidakmampuan untuk buang air besar atau buang angin.

Penyebab dan Faktor Risiko Hernia pada Pria

Hernia disebabkan oleh kombinasi antara kelemahan otot dan tekanan yang berlebihan pada dinding perut. Pada pria, titik lemah yang paling sering menjadi lokasi hernia adalah kanal inguinal. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia antara lain:

1. Faktor Genetik dan Usia

Riwayat keluarga dengan kondisi hernia meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hal serupa. Seiring bertambahnya usia, otot-otot tubuh secara alami akan melemah, sehingga risiko hernia semakin besar pada pria paruh baya ke atas.

2. Aktivitas Fisik yang Berat

Mengangkat beban yang terlalu berat tanpa teknik yang benar memberikan tekanan intra-abdomen yang besar secara mendadak. Hal ini sering terjadi pada pekerja kasar atau olahragawan angkat besi.

3. Kondisi Medis Kronis

Batuk kronis akibat merokok atau asma, serta sembelit yang mengharuskan seseorang mengejan terlalu kuat saat buang air besar, merupakan pemicu tekanan konstan pada dinding perut yang lemah.

Pilihan Penanganan Medis untuk Hernia

Penanganan hernia sangat bergantung pada ukuran benjolan dan tingkat keparahan gejala. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memerlukan bantuan ultrasonografi (USG) atau CT scan untuk memastikan diagnosis.

1. Observasi (Watchful Waiting)

Jika hernia berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun, dokter mungkin hanya akan menyarankan pemantauan secara rutin. Namun, langkah ini tetap harus di bawah pengawasan medis ketat.

2. Operasi Hernia (Herniorafi atau Hernioplasti)

Operasi adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki hernia secara permanen. Ada dua teknik utama: operasi terbuka (membuat sayatan di area hernia) atau laparoskopi (operasi lubang kunci dengan bantuan kamera kecil). Teknik laparoskopi biasanya dipilih karena waktu pemulihan yang lebih singkat dan risiko infeksi yang lebih rendah.

Studi Mengenai Hernia Inguinal pada Pria

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hernia inguinal merupakan salah satu prosedur bedah paling umum yang dilakukan pada pria di seluruh dunia, dengan risiko seumur hidup mencapai 27% bagi laki-laki dibandingkan hanya 3% pada perempuan.

Penelitian tersebut menekankan bahwa meskipun teknik observasi dapat dilakukan pada kasus tanpa gejala, sebagian besar penderita hernia inguinal pada akhirnya akan membutuhkan tindakan bedah dalam waktu 5 hingga 10 tahun karena perkembangan gejala nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apabila kamu mencurigai adanya gejala hernia, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan profesional. Kondisi ini jika ditangani lebih dini akan memiliki tingkat kesuksesan pemulihan yang sangat tinggi.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau mencari kebutuhan kesehatan lainnya secara praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Ngerasa Ada Benjolan di Selangkangan tapi Ragu Itu Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti benjolan atau nyeri yang tidak biasa, tapi bingung harus mulai konsultasi ke mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hernia: Types, Treatments & Prevention.
Healthline. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia in Men: Symptoms and Repair.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Understanding Hernia.

FAQ

1. Apakah hernia pada laki laki bisa sembuh sendiri?

Tidak, hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya atau melalui pengobatan alternatif. Penanganan medis atau prosedur bedah adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki dinding otot yang robek atau lemah.

2. Apa perbedaan hernia dan turun berok?

Turun berok adalah istilah awam yang paling sering merujuk pada hernia inguinal, yaitu kondisi di mana usus turun ke arah saluran selangkangan atau kantong zakar pada pria.

3. Apakah penderita hernia masih boleh berolahraga?

Penderita hernia disarankan untuk menghindari olahraga berat atau angkat beban. Namun, olahraga ringan seperti jalan kaki biasanya masih diperbolehkan setelah berkonsultasi dengan dokter.

4. Apakah hernia selalu menyebabkan kemandulan pada pria?

Tidak selalu. Namun, jika hernia menyebabkan komplikasi yang menekan pembuluh darah di sekitar testis atau jika terjadi kesalahan saat prosedur operasi, hal tersebut berpotensi memengaruhi fungsi reproduksi.