• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Hal yang Bisa Sebabkan Seseorang Mengidap Genophobia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Hal yang Bisa Sebabkan Seseorang Mengidap Genophobia

Ini 5 Hal yang Bisa Sebabkan Seseorang Mengidap Genophobia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab genophobia. Ini adalah kondisi ketika seseorang mengalami takut berlebihan dengan aktivitas seksual.”

Ini 5 Hal yang Bisa Sebabkan Seseorang Mengidap GenophobiaIni 5 Hal yang Bisa Sebabkan Seseorang Mengidap Genophobia

Halodoc, Jakarta – Genophobia sejenis fobia di mana seseorang ketakutan akan hubungan intim. Orang dengan rasa takut ini mungkin takut pada semua aktivitas seksual, atau hanya pada hubungan intim itu sendiri.

Istilah genophobia terkadang sering dianggap sama dengan erotophobia atau ketakutan akan seks. Namun, kedua kondisi tersebut sebenarnya berbeda. Genophobia secara khusus menggambarkan ketakutan akan tindakan seks, sementara erotofobia secara lebih umum mendefinisikan ketakutan apa pun yang terkait dengan seksualitas.​

Berbagai Penyebab Genophobia

Seperti semua jenis fobia, genophobia kemungkinan besar berkembang setelah trauma parah. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Trauma karena Pemerkosaan

Setelah pemerkosaan, hampir semua penyintas mengalami reaksi psikologis yang intens. Meskipun tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama, kebanyakan orang mengalami trauma. 

Salah satu cara mengkonseptualisasikan perjalanan, dari trauma akut melalui reorganisasi dan akhirnya resolusi, dikenal sebagai sindrom trauma pemerkosaan. Ini mirip dengan gangguan stres pasca-trauma. Namun, sindrom ini secara dramatis meningkatkan risiko berkembangnya kondisi kesehatan mental terkait.

2. Ketakutan Terkait Budaya dan Agama

Jika kamu adalah anggota kelompok agama atau budaya yang tidak mengindahkan hubungan intim, mengikuti ajaran tersebut tidak menunjukkan adanya fobia. Namun, fobia dapat berkembang ketika seseorang beralih dari satu rangkaian kepercayaan dan praktik ke rangkaian lainnya. 

Rasa bersalah yang berkepanjangan, keraguan diri, atau ketakutan melanggar cara lama dapat meningkatkan risiko fobia jenis ini.

3. Kecemasan Akan Kinerja

Banyak orang, terutama mereka yang kurang berpengalaman secara seksual, takut tidak dapat menyenangkan pasangannya. Meskipun ketakutan ini umumnya ringan dan membatasi diri, ketakutan ini juga bisa menjadi lebih parah. Dalam beberapa kasus, kecemasan dapat berkembang menjadi genophobia.

4. Takut Penyakit

Hubungan intim dapat membawa risiko berbagai penyakit, termasuk HIV. Kebanyakan orang berhasil menyeimbangkan risiko ini, menggunakan tindakan pencegahan seperti kondom, monogami, dan menjalani tes untuk menurunkan risiko.

Namun, jika kamu mengidap nosophobia, hipokondriasis, cyberchondria, mysophobia, atau gangguan terkait lainnya, kamu mungkin tidak dapat mempertimbangkan risiko dan hasilnya secara logis. Kamu mungkin merasa bahwa seks itu berbahaya dan tidak ingin mengambil risiko infeksi yang kecil sekalipun. Ini menyebabkan genophobia.

5. Masalah Medis

Ketakutan yang timbul dari masalah medis tidak pernah dianggap sebagai fobia, selama tingkat ketakutannya sebanding dengan situasinya. Berbagai kondisi medis, mulai dari disfungsi ereksi hingga gangguan jantung, membuat aktivitas seksual menjadi sulit, atau bahkan berpotensi berbahaya. 

Rasa takut mungkin wajar dalam situasi ini. Meskipun demikian, beberapa orang mengembangkan ketakutan yang berlebihan, dan terjadilah genophobia.

Bagaimana Pengobatannya?

Berbicara dengan ahli kesehatan mental bisa jadi cara terbaik untuk mengatasi genophobia. Dokter dapat menjelajahi tantangan fisik apa pun yang mungkin berkontribusi pada ketakutan kamu akan seks.

Seperti fobia spesifik lainnya, pengobatan genophobia dapat melibatkan psikoterapi dan pengobatan untuk mengatasi gejala. Metode perawatan yang tepat akan bergantung pada riwayat dan kebutuhan.

Umumnya pengobatan untuk fobia ini adalah terapi perilaku kognitif dan obat antidepresan atau anticemas. Dalam sesi terapi, kamu akan belajar mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara perilaku dan gejala genophobia.

Kamu juga akan dapat menjelajahi penyebab yang mendasarinya. Selain itu juga menciptakan pola perilaku baru yang dapat membantu mengelola ketakutan dan kecemasan.

Itulah pembahasan mengenai penyebab dan pengobatan untuk genophobia. Jika kamu atau orang terdekat mengalami fobia ini, download Halodoc saja untuk berbicara dengan psikolog melalui chat.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2022. Fear of Sex? It Could Be Genophobia.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. Genophobia or the Fear of Sexual Intercourse.