
Ini 5 Jenis Buah untuk Diare yang Perlu Dikonsumsi
Konsumsi buah-buahan yang mudah dicerna seperti pisang, dapat membantu memulihkan kondisi tubuh saat diare.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Buah yang Bagus untuk Diare
- Makanan Pantangan Saat Diare
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Diare merupakan salah satu masalah pencernaan yang sangat umum terjadi pada masyarakat Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya, dengan tekstur feses yang cair atau lembek. Diare bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri, virus, parasit, keracunan makanan, hingga intoleransi terhadap jenis makanan tertentu. Meskipun sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, diare tidak boleh disepelekan karena dapat berujung pada komplikasi yang membahayakan tubuh.
Bahaya utama dari diare adalah dehidrasi atau hilangnya cairan dan elektrolit esensial dalam jumlah besar. Jika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan tanpa adanya asupan pengganti yang seimbang, fungsi organ-organ tubuh dapat terganggu. Oleh karena itu, langkah penanganan pertama dan paling krusial saat mengalami diare adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Selain mengonsumsi oralit atau air putih, pemilihan makanan yang tepat, termasuk konsumsi buah yang bagus untuk diare, memegang peranan penting dalam proses pemulihan dinding usus yang sedang meradang.
Mungkin kamu sering mendengar anjuran diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) saat sedang diare. Diet ini merekomendasikan makanan yang hambar, rendah serat tidak larut, dan mudah dicerna oleh lambung serta usus. Buah-buahan tertentu memiliki kandungan serat larut (seperti pektin) yang dapat membantu memadatkan feses dan mengganti kalium yang terbuang. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, feses berdarah, atau disertai demam tinggi, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Sebaliknya, untuk kondisi diare ringan, perawatan mandiri di rumah dengan menjaga pola makan biasanya sudah cukup membantu. Kamu juga bisa dengan mudah menyiapkan obat-obatan pendukung seperti oralit atau suplemen zinc. Jika kamu tidak bisa keluar rumah karena lemas, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang praktis dan langsung diantar ke depan pintumu. Nah, mau tahu apa saja pilihan buah yang bagus untuk diare? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Buah yang Bagus untuk Diare
Tidak semua buah aman dikonsumsi saat kamu sedang diare. Buah yang sangat asam atau mengandung gas tinggi justru bisa memicu iritasi usus yang memperparah gejala. Berikut adalah beberapa rekomendasi buah yang aman, menenangkan sistem pencernaan, dan bagus untuk dikonsumsi saat diare.
1. Pisang
Pisang adalah bintang utama dalam daftar buah yang bagus untuk diare dan merupakan komponen huruf “B” dalam diet BRAT. Secara farmakologis, pisang mengandung pektin yang sangat tinggi. Pektin adalah jenis serat larut air yang bekerja menyerap cairan berlebih di dalam usus, sehingga membantu memadatkan tekstur feses yang cair.
Selain itu, saat diare, tubuh kehilangan banyak elektrolit penting, terutama kalium. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 400 mg kalium yang dapat dengan cepat mengisi kembali simpanan elektrolit yang hilang, mencegah kram otot, serta mengembalikan energi karena kandungan karbohidratnya yang mudah dicerna.
2. Saus Apel (Tanpa Kulit)
Apel segar sebenarnya baik, tetapi kulit apel mengandung serat tidak larut yang cukup kasar dan bisa memaksa usus bekerja lebih keras. Oleh karena itu, apel yang sudah dikupas, direbus, dan dihaluskan menjadi saus apel (applesauce) adalah pilihan yang sangat tepat saat diare.
Sama seperti pisang, daging buah apel kaya akan pektin. Bentuknya yang sudah dihaluskan (saus) memberikan beban kerja yang sangat ringan bagi saluran pencernaan yang sedang sensitif. Kandungan gula alaminya juga memberikan suplai energi instan tanpa memicu mual.
3. Kelapa
Meski secara teknis air kelapa sering dianggap sebagai minuman, buah kelapa memegang peran penting dalam pemulihan diare. Air kelapa muda dikenal sebagai cairan isotonik alami yang sangat kaya akan elektrolit—terutama kalium, natrium, magnesium, dan kalsium.
Air kelapa berfungsi seperti oralit alami yang menghidrasi tubuh dan mengganti mineral yang terbuang bersama feses cair. Jika pencernaanmu sudah mulai membaik, kamu juga bisa mengonsumsi daging kelapa muda yang lembut, namun hindari daging kelapa yang sudah tua karena kandungan lemak dan serat kasarnya bisa sulit dicerna.
4. Melon
Buah melon, khususnya cantaloupe (blewah) dan honeydew, memiliki kandungan air yang sangat tinggi, mencapai sekitar 90%. Saat diare, asupan cairan adalah prioritas utama.
Melon sangat mudah dicerna karena rendah serat yang mengiritasi. Melon juga memiliki sifat menenangkan (soothing) pada lambung dan usus. Rasa manisnya yang alami dan teksturnya yang lembut membuatnya mudah ditelan bahkan saat kamu sedang tidak berselera makan akibat mual yang sering menyertai diare.
5. Semangka
Hampir mirip dengan melon, semangka terdiri dari 92% air. Ini menjadikannya salah satu buah terbaik untuk mencegah dehidrasi saat terjadi frekuensi buang air besar yang tinggi. Semangka mengandung likopen dan sejumlah elektrolit ringan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa semangka juga mengandung fruktosa (gula buah). Bagi beberapa orang yang ususnya sangat sensitif, asupan fruktosa berlebih bisa memicu kembung. Oleh karena itu, konsumsilah semangka dalam porsi sedang dan buang bijinya sebelum dimakan agar usus tidak perlu bekerja keras untuk mengolahnya.
Tips Tambahan: Mencegah Dehidrasi Saat Diare
- Minum sedikit demi sedikit: Jangan minum segelas air sekaligus karena bisa memicu mual. Minumlah dalam tegukan kecil namun sering.
- Gunakan cairan elektrolit: Selain air putih, pastikan mengonsumsi oralit atau kuah kaldu ayam bening untuk mengganti natrium.
- Perhatikan warna urine: Jika urine berwarna kuning pekat atau kecokelatan, itu tanda dehidrasi berat dan kamu butuh lebih banyak cairan segera.
Makanan Pantangan Saat Diare
1. Produk Susu (Dairy)
Saat terjadi diare, enzim laktase di dalam usus (yang bertugas mencerna laktosa pada susu) sering kali produksinya menurun sementara. Mengonsumsi susu, keju, atau mentega saat diare dapat menyebabkan kembung, gas, dan memperparah buang air besar cair akibat intoleransi laktosa sekunder.
2. Makanan Pedas dan Berlemak
Cabai dan bumbu pedas mengandung capsaicin yang dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus, memicu kontraksi usus yang lebih cepat. Begitu juga dengan makanan berlemak tinggi atau digoreng (gorengan), yang sangat sulit dicerna dan dapat memicu refleks gastrokolik yang mempercepat pembuangan feses.
Studi Terkait Konsumsi Buah Saat Diare
Gastroenterology Journal menerbitkan studi klinis yang menjelaskan bahwa asupan pektin (serat larut air yang banyak ditemukan dalam pisang dan apel) sangat efektif dalam mengurangi durasi diare, khususnya pada anak-anak.
Studi tersebut menemukan bahwa pektin tidak hanya menyerap kelebihan air di usus, tetapi juga bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik (mikrobioma) di saluran pencernaan. Keseimbangan bakteri baik ini mempercepat proses perbaikan mukosa usus yang rusak akibat infeksi penyebab diare.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika gejala diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa, atau lebih dari 24 jam pada anak-anak, segera cari bantuan medis. Kamu bisa mendapatkan layanan konsultasi dan penebusan obat dengan praktis serta cepat melalui Halodoc.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diarrhoeal Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Diarrhea: Diagnosis & Treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. BRAT Diet: What It Is and How It Works.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Pectin and banana in the treatment of persistent diarrhea.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penanganan Diare pada Anak dan Dewasa.
FAQ
1. Apakah boleh makan pepaya saat sedang diare?
Sebaiknya hindari pepaya saat sedang diare. Pepaya mengandung enzim papain dan serat tidak larut yang dikenal ampuh sebagai pencahar alami untuk melancarkan BAB. Jika dikonsumsi saat diare, pepaya justru bisa memperparah kondisi buang air besar cair yang kamu alami.
2. Berapa banyak pisang yang boleh dimakan saat diare dalam sehari?
Kamu bisa mengonsumsi 2 hingga 3 buah pisang dalam sehari. Makanlah secara bertahap, misalnya satu buah di pagi hari, siang, dan sore hari. Jangan memaksakan diri makan terlalu banyak sekaligus agar lambung tidak terasa penuh dan memicu rasa mual.
3. Apakah jus jeruk kemasan bagus untuk diare?
Tidak disarankan. Jus jeruk memiliki sifat asam (citric acid) yang dapat mengiritasi lambung dan dinding usus yang sedang sensitif. Terlebih lagi, jus jeruk kemasan biasanya tinggi akan gula tambahan yang dapat menarik air ke dalam usus (efek osmotik), sehingga memperparah diare.
4. Kapan saya harus berhenti mengonsumsi diet BRAT dan kembali makan normal?
Diet BRAT (termasuk pisang dan saus apel) idealnya hanya dilakukan selama 24 hingga 48 jam pertama saat gejala diare sangat parah. Setelah feses mulai memadat dan nafsu makan kembali, segera perkenalkan makanan bergizi seimbang secara perlahan, karena diet BRAT kekurangan protein dan lemak sehat yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan jangka panjang.


