Lesung pipi merupakan lekukan kecil yang dapat ditemukan pada permukaan kulit tubuh, seperti kulit wajah.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Lesung Pipit Secara Medis?
- Penyebab Terbentuknya Lesung Pipit
- 5 Jenis Lesung Pipit yang Dimiliki Manusia
- Mitos dan Fakta Seputar Lesung Pipit
- Dimpleplasty: Cara Medis Mendapatkan Lesung Pipit
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Lesung pipit sering kali dianggap sebagai salah satu fitur wajah yang paling menarik. Banyak orang di Indonesia dan di seluruh dunia memandang lekukan kecil pada pipi ini sebagai simbol kemaniskan, daya tarik, dan bahkan keberuntungan. Saat seseorang yang memiliki fitur ini tersenyum, wajahnya terlihat lebih berkarakter dan ceria.
Namun, tahukah kamu bahwa dari kacamata medis dan anatomi, lesung pipit sebenarnya adalah sebuah “kecacatan” atau anomali kecil pada otot wajah? Ya, lekukan menawan ini terjadi karena adanya variasi pada struktur otot yang menggerakkan bibir dan pipi. Meski terdengar seperti istilah klinis yang menakutkan, variasi anatomi ini sepenuhnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi fungsi normal wajah maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Memahami bagaimana lekukan ini terbentuk sangat menarik, terutama karena melibatkan kombinasi antara genetika yang diturunkan dari orang tua dan perkembangan embrio saat masih berada di dalam kandungan. Tidak heran, banyak orang yang tidak memiliki lesung bawaan lahir rela melakukan berbagai cara, mulai dari senam wajah yang belum terbukti secara ilmiah, hingga prosedur bedah plastik kecil untuk memilikinya.
Mengingat topik ini tidak berkaitan dengan suatu penyakit yang memerlukan pengobatan mandiri (sehingga tidak ada rekomendasi produk obat atau vitamin spesifik yang relevan), artikel ini akan mengupas tuntas anatomi, genetika, berbagai jenis lesung yang ada di tubuh manusia, hingga pandangan medis mengenai operasi pembuatannya. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Lesung Pipit Secara Medis?
Dalam istilah medis, lesung pipit dikenal sebagai *fovea buccalis*. Ini adalah lekukan kecil alami yang muncul pada permukaan kulit, paling sering terlihat di area pipi atau dagu. Lekukan ini biasanya menjadi sangat jelas ketika seseorang menggerakkan otot wajahnya, seperti saat tersenyum, tertawa, atau berbicara.
Secara anatomis, fitur ini sangat berkaitan erat dengan sebuah otot di wajah yang bernama *zygomaticus major*. Otot ini membentang dari tulang pipi (tulang zigomatikum) ke sudut mulut. Fungsi utamanya adalah menarik sudut mulut ke atas dan ke luar saat kamu tersenyum. Pada sebagian besar orang tanpa lesung, otot *zygomaticus major* ini berupa satu pita otot yang menyatu utuh.
Namun, pada mereka yang memiliki lesung di pipi, otot *zygomaticus major* terbelah menjadi dua bundel atau pita otot saat dalam masa perkembangan janin. Kondisi ini disebut sebagai otot bifida (terbelah). Satu bundel otot terhubung di atas sudut mulut, sementara bundel lainnya terhubung di bawah sudut mulut. Kulit di atas celah antara dua bundel otot inilah yang kemudian tertarik ke dalam saat otot berkontraksi (tersenyum), menciptakan lekukan yang kita kenal sebagai lesung pipit.
Penyebab Terbentuknya Lesung Pipit
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan otot tersebut terbelah? Jawaban utamanya terletak pada faktor genetika.
1. Sifat Genetik Dominan yang Sering Diperdebatkan
Dulu, ilmuwan sepakat bahwa lesung pipi adalah sifat genetik dominan yang sederhana. Artinya, jika salah satu atau kedua orang tua memiliki fitur ini, kemungkinan besar anak mereka juga akan memilikinya. Dibutuhkan hanya satu gen dari salah satu orang tua untuk mewariskan sifat ini.
Namun, penelitian genetika modern menunjukkan bahwa prosesnya mungkin lebih kompleks dari itu. Terkadang, sepasang orang tua dengan lesung pipit bisa memiliki anak tanpa fitur tersebut, dan sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa lesung pipi mungkin merupakan sifat warisan yang tidak teratur (irregular) dan bisa dipengaruhi oleh lebih dari satu gen, atau ekspresi gen yang berubah seiring waktu.
2. Faktor Lemak pada Bayi
Pernahkah kamu melihat bayi yang memiliki lesung pipi sangat dalam, tetapi perlahan menghilang saat ia tumbuh dewasa? Hal ini sangat umum terjadi. Pada bayi, lekukan ini sering kali disebabkan oleh penumpukan lemak berlebih di area pipi (baby fat). Seiring bertambahnya usia anak, lemak di wajah akan menyusut, dan otot wajah akan memanjang, yang pada akhirnya membuat lekukan tersebut memudar atau hilang sepenuhnya.
Fakta Unik Seputar Lesung Pipit
- Hanya sekitar 20 hingga 30 persen dari total populasi dunia yang terlahir dengan lesung pipi, menjadikannya fitur wajah yang cukup langka.
- Di berbagai budaya, terutama di Asia dan Timur Tengah, fitur ini dianggap sebagai tanda keberuntungan, kemakmuran, dan kesuburan.
- Tidak hanya di pipi, lekukan serupa bisa muncul di bagian tubuh lain karena variasi jaringan ikat dan otot.
5 Jenis Lesung Pipit yang Dimiliki Manusia
Tahukah kamu bahwa lesung tidak hanya muncul di pipi secara simetris? Berdasarkan letak anatominya, ada beberapa jenis lekukan di tubuh manusia yang dikategorikan sebagai “dimples”. Berikut adalah 5 jenis utamanya:
1. Lesung Pipi Ganda (Bilateral Dimples)
Ini adalah jenis yang paling klasik dan umum dijumpai. Lekukan muncul di kedua sisi pipi (kanan dan kiri) secara simetris. Jenis ini biasanya sangat menonjol saat seseorang tersenyum lebar. Secara genetika, jika seseorang mewarisi gen lesung, bentuk bilateral ini adalah ekspresi yang paling sering muncul.
2. Lesung Pipi Tunggal (Unilateral Dimple)
Berbeda dengan tipe bilateral, lesung pipi tunggal hanya muncul di salah satu sisi wajah saja (hanya di kanan atau hanya di kiri). Tipe asimetris ini lebih langka dibandingkan lesung ganda. Secara visual, lesung pipi tunggal memberikan kesan senyum yang unik dan sedikit “miring” yang khas.
3. Lesung Dagu (Cleft Chin)
Lekukan di dagu, yang sering disebut dagu terbelah atau *cleft chin*, sebenarnya berada dalam keluarga genetika yang sama dengan lesung pipi. Penyebabnya adalah tulang rahang bawah (mandibula) bagian kiri dan kanan yang tidak menyatu secara sempurna selama perkembangan embrio di dalam rahim. Akibatnya, ada ruang kosong yang menyebabkan kulit di atasnya melekuk ke dalam. Aktor Hollywood dan figur publik sering kali memiliki fitur tegas ini.
4. Lesung Sudut Mulut (Fovea Inferior Angle)
Lekukan ini terletak sangat dekat dengan sudut bibir, bukan di tengah pipi. Ukurannya biasanya lebih kecil dan lebih dangkal. Lesung jenis ini sering dikaitkan dengan otot *risorius*, yakni otot wajah lain yang berfungsi menarik bibir secara horizontal saat kita menyeringai.
5. Lesung Punggung Bawah (Dimples of Venus)
Lekukan ini tidak berada di wajah, melainkan di punggung bawah, tepat di atas area bokong (sakrum). Secara medis dikenal sebagai *fossae lumbales laterales*. Dinamakan “Dimples of Venus” (diambil dari nama dewi kecantikan Romawi) karena sering dikaitkan dengan keindahan fisik. Lekukan ini terbentuk karena ligamen pendek yang menghubungkan kulit langsung ke tulang panggul. Berbeda dengan lesung wajah, otot tidak berperan di sini; murni karena struktur tulang dan ligamen.
Mitos dan Fakta Seputar Lesung Pipit
Karena daya tariknya, banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait fitur wajah ini. Mari kita luruskan dari sudut pandang medis:
Mitos: Menggunakan alat penjepit pipi atau menusuk pipi dengan ujung pensil setiap hari bisa membuat lesung permanen.
Fakta: Ini sangat salah dan berbahaya. Struktur otot di bawah kulit (zygomaticus major) tidak bisa diubah letak atau bentuknya hanya dengan tekanan fisik dari luar. Menekan pipi terlalu keras justru berisiko menyebabkan kerusakan jaringan jaringan, memar, hingga infeksi pada kulit wajah.
Mitos: Lesung pipi adalah penyakit otot.
Fakta: Meskipun secara medis disebut anomali atau variasi anatomi, kondisi otot *bifid* ini sama sekali bukan penyakit. Ia tidak memicu gangguan saraf, gangguan mengunyah, atau masalah kesehatan mulut lainnya.
Mitos: Lesung bawaan lahir akan bertahan seumur hidup.
Fakta: Tidak selalu. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, elastisitas kulit yang berkurang akibat penuaan, perubahan berat badan yang drastis, atau hilangnya lemak wajah bisa membuat lekukan ini memudar seiring berjalannya waktu.
Dimpleplasty: Cara Medis Mendapatkan Lesung Pipit
Karena tidak semua orang beruntung memiliki lesung secara genetik, tren bedah plastik menciptakan prosedur yang disebut *Dimpleplasty* (operasi pembuatan lesung pipi). Prosedur ini sangat populer dalam beberapa tahun terakhir karena bersifat invasif minimal dan waktu pemulihannya relatif singkat.
Bagaimana Prosedur Dimpleplasty Dilakukan?
Operasi ini dilakukan oleh dokter bedah plastik bersertifikat. Dokter biasanya hanya menggunakan bius lokal di area dalam mulut. Berikut adalah gambaran singkat prosedurnya:
- Dokter akan menentukan posisi ideal di pipi pasien.
- Sebuah sayatan kecil dibuat di bagian dalam pipi (mukosa mulut). Tidak ada sayatan yang dibuat di kulit luar, sehingga tidak akan meninggalkan bekas luka yang terlihat.
- Dokter bedah akan mengambil sebagian kecil otot dan lemak dari area sayatan tersebut.
- Setelah itu, dokter memasang benang jahit yang dapat diserap tubuh dari satu sisi otot ke sisi lainnya, mengikatnya agar kulit bagian luar tertarik ke dalam.
- Ikatan inilah yang secara artifisial meniru kondisi otot *bifid*, menciptakan lekukan saat pasien tersenyum.
Risiko dan Perawatan Pasca Operasi
Meskipun tergolong operasi ringan yang memakan waktu kurang dari 30 menit, *dimpleplasty* tetap membawa risiko medis. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi pendarahan, infeksi di area sayatan dalam mulut, kerusakan saraf wajah (saraf fasialis), atau hasil yang tidak simetris antara pipi kiri dan kanan.
Jika kamu tertarik melakukan prosedur ini atau ingin berkonsultasi mengenai kelayakan kondisi anatomi wajahmu, jangan ragu untuk mencari opini medis. Kamu bisa tanya dokter bedah plastik terpercaya melalui layanan konsultasi Halodoc untuk mendapatkan arahan yang aman dan profesional.
Setelah menjalani prosedur bedah, pasien biasanya akan diresepkan obat kumur antiseptik khusus untuk mencegah infeksi dari bakteri mulut, serta obat pereda nyeri. Kamu bisa beli obat online di Halodoc agar proses pemulihan pasca operasimu berjalan dengan lancar tanpa perlu repot keluar rumah.
Studi Mengenai Anatomi Otot Wajah
Journal of Clinical Anatomy menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa insiden otot zygomaticus major yang bifid (terbelah) ditemukan pada 34% kasus dari sampel pembedahan anatomi.
Studi ini memberikan bukti anatomis yang kuat bahwa pembentukan lesung pipi secara langsung disebabkan oleh terbelahnya otot wajah ini yang kemudian berinsersi (menempel) pada lapisan dermis (kulit dalam). Temuan ini membantah teori lama yang menyatakan bahwa lesung pipi disebabkan oleh pendeknya otot wajah biasa, dan mengonfirmasi bahwa hal ini murni karena arsitektur otot yang unik sejak lahir.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Pessa, J. E., et al. (1998). Double or bifid zygomaticus major muscle: anatomy, incidence, and clinical correlation. Clinical Anatomy. Diakses pada 2024.
Healthline. Diakses pada 2024. Why Do Some People Have Dimples?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Dimples: Anatomy and Genetics.
American Society of Plastic Surgeons (ASPS). Diakses pada 2024. Dimpleplasty Procedure & Risks.
MedlinePlus – National Institutes of Health. Diakses pada 2024. Are cheek dimples determined by genetics?
FAQ
1. Apakah lesung pipit bisa hilang seiring bertambahnya usia?
Ya, lesung pipi bisa memudar atau hilang sepenuhnya seiring bertambahnya usia. Hal ini sering terjadi ketika kulit kehilangan elastisitasnya atau ketika cadangan lemak wajah (terutama baby fat pada masa anak-anak) mulai menyusut seiring pertumbuhan dan proses penuaan.
2. Apakah ada cara membuat lesung pipit secara alami?
Tidak ada cara medis atau alami yang terbukti bisa membuat lesung pipi secara permanen, selain melalui prosedur operasi (dimpleplasty). Menekan pipi dengan benda tumpul tidak mengubah struktur otot dan malah berisiko merusak jaringan kulit wajah.
3. Apakah lesung pipit pasti diturunkan dari orang tua ke anak?
Tidak selalu. Meski sering disebut sebagai gen dominan yang kuat, pewarisannya memiliki pola yang tidak beraturan (irregular). Seseorang bisa memiliki lesung pipi meski kedua orang tuanya tidak memilikinya, dan orang tua yang memilikinya belum tentu melahirkan anak dengan fitur yang sama.
4. Apakah operasi pembuatan lesung pipi aman dilakukan?
Secara umum, operasi dimpleplasty aman jika dilakukan oleh dokter bedah plastik yang kompeten. Namun, seperti semua tindakan bedah, prosedur ini memiliki risiko komplikasi ringan seperti memar, pembengkakan sementara, asimetri wajah, hingga risiko infeksi pada area sayatan di dalam mulut.



