Ad Placeholder Image

Ini 5 Makanan yang Dapat Membantu untuk Menyembuhkan Diare

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Selain memperbanyak asupan cairan dan mengonsumsi obat, ada beberapa makanan dapat membantu untuk mengatasi diare.

Ini 5 Makanan yang Dapat Membantu untuk Menyembuhkan DiareIni 5 Makanan yang Dapat Membantu untuk Menyembuhkan Diare

DAFTAR ISI


Pentingnya Memilih Makanan Saat Diare

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang sangat umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang meningkat drastis, dengan konsistensi feses yang cair atau lembek. Diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, keracunan makanan, atau intoleransi terhadap suatu zat makanan tertentu. Ketika kamu mengalami diare, sistem pencernaan sedang dalam keadaan meradang, sangat sensitif, dan tidak dapat menyerap cairan serta nutrisi sebagaimana mestinya.

Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan saat mengalami diare adalah berhenti makan sepenuhnya dengan harapan feses akan berhenti keluar. Kenyataannya, tubuhmu justru sedang kehilangan banyak energi, cairan, dan elektrolit penting yang dapat berujung pada dehidrasi akut jika tidak segera diganti. Oleh karena itu, tetap mengonsumsi makanan adalah hal yang esensial, namun kamu tidak bisa makan sembarangan. Makanan yang salah justru dapat memperburuk pergerakan usus dan memperparah gejala diare.

Memilih makanan yang tepat adalah kunci utama dalam proses penyembuhan usus. Diet yang direkomendasikan secara medis untuk penderita diare adalah makanan yang bertekstur lunak, rendah serat tidak larut, tidak berbumbu tajam, dan rendah lemak. Makanan jenis ini tidak akan memaksa lambung dan usus bekerja keras, melainkan membantu “mengikat” feses agar lebih padat dan meredakan peradangan pada dinding usus.

Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan diare yang aman dan direkomendasikan secara medis untuk mempercepat pemulihanmu? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Makanan Diare yang Aman Dikonsumsi

Dalam dunia medis dan nutrisi, ada sebuah panduan diet populer yang sangat disarankan untuk mengatasi gangguan lambung dan diare, yaitu diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast). Makanan-makanan ini bersifat bland (hambar) dan mudah dicerna, sehingga sangat bersahabat dengan usus yang sedang meradang. Berikut adalah daftar makanan yang ampuh membantu menyembuhkan diare:

1. Pisang

Pisang adalah buah yang sangat direkomendasikan sebagai makanan pertama saat kamu terkena diare. Buah ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan mudah hancur, sehingga lambung tidak perlu mengeluarkan banyak asam untuk mencernanya. Dari sisi kandungan medis, pisang kaya akan serat larut yang disebut pektin. Pektin bekerja secara luar biasa di dalam saluran cerna dengan cara menyerap cairan berlebih di usus, sehingga membantu memadatkan feses yang cair.

Selain pektin, pisang merupakan sumber kalium (potassium) yang sangat baik. Saat kamu buang air besar terus-menerus, tubuh membuang banyak sekali kalium yang merupakan elektrolit vital untuk fungsi otot dan jantung. Mengonsumsi pisang akan membantu menggantikan elektrolit yang hilang tersebut secara cepat dan alami, sekaligus memberikan energi instan dari karbohidrat alaminya.

2. Nasi Putih

Walaupun pada hari-hari biasa nasi merah atau beras coklat lebih disarankan karena tinggi serat, aturan ini tidak berlaku ketika kamu sedang diare. Nasi putih adalah pilihan karbohidrat terbaik saat usus sedang bermasalah. Hal ini dikarenakan nasi putih telah melalui proses penggilingan yang membuang lapisan kulit arinya, sehingga menjadikannya makanan yang sangat rendah serat tidak larut.

Serat tidak larut dapat memicu kontraksi usus dan mempercepat keluarnya feses. Sebaliknya, nasi putih sangat mudah dicerna dan bersifat mengikat (binding). Konsumsi nasi putih tawar atau bubur putih yang dimasak lembut akan memberikan ususmu kesempatan untuk beristirahat. Pastikan untuk tidak menambahkan santan, mentega, atau bumbu pedas ke dalam nasi putihmu.

3. Saus Apel (Applesauce)

Saus apel atau pure apel adalah komponen ketiga dari diet BRAT. Kenapa harus saus apel dan bukan apel utuh segar? Apel utuh segar, terutama jika dimakan bersama kulitnya, mengandung serat kasar yang sulit dicerna oleh usus yang meradang. Namun, ketika apel dikupas, direbus, dan dihaluskan menjadi saus apel, teksturnya berubah menjadi sangat ramah pencernaan.

Sama seperti pisang, saus apel sangat kaya akan pektin. Pektin akan bereaksi dengan air di dalam lambung dan usus membentuk semacam gel yang membantu memadatkan bentuk feses. Selain itu, saus apel memberikan hidrasi tambahan dan gula alami yang bisa mengembalikan energi tubuh yang terkuras akibat diare.

4. Roti Panggang Putih

Roti tawar putih yang dipanggang (toast) tanpa tambahan topping apapun sangat ideal untuk penderita diare. Sama halnya dengan nasi putih, roti putih terbuat dari gandum yang sudah diolah dan dihilangkan serat kasarnya. Karbohidrat sederhana di dalamnya akan dengan cepat diubah menjadi energi oleh tubuh tanpa membebani sistem pencernaan.

Memanggang roti putih membuatnya menjadi sedikit lebih kering, yang dinilai dapat membantu menetralkan asam lambung yang mungkin berlebih saat sistem pencernaan sedang terinfeksi. Perlu diingat, makanlah roti panggang ini secara polos. Hindari menambahkan selai kacang, mentega, margarin, atau selai buah yang terlalu manis, karena lemak dan gula berlebih dapat memicu diare kembali memburuk.

Tanda-Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai Saat Diare
  1. Mulut, bibir, dan lidah terasa sangat kering.
  2. Rasa haus yang ekstrem dan terus-menerus.
  3. Frekuensi buang air kecil berkurang drastis, atau urine berwarna kuning pekat/gelap.
  4. Mata terlihat cekung dan produksi air mata berkurang (terutama pada anak-anak).
  5. Merasa pusing, lemas, hingga kebingungan.

5. Kentang Rebus

Jika kamu bosan dengan nasi putih, kentang rebus adalah alternatif sumber karbohidrat yang sangat baik untuk mengatasi diare. Kentang merupakan bahan makanan yang mudah dicerna dan tidak membebani saluran cerna. Selain itu, kentang merupakan salah satu sayuran yang tinggi kalium, sama seperti pisang, yang krusial untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan dalam sel tubuh kita.

Cara terbaik mengonsumsinya adalah dengan merebus atau mengukus kentang setelah mengupas kulitnya secara bersih. Kulit kentang mengandung banyak serat tidak larut, sehingga harus dihindari saat diare. Jangan digoreng, dan jangan menambahkan keju atau saus berlemak di atasnya. Cukup tambahkan sedikit garam untuk membantu tubuh menahan cairan dan mengganti natrium yang terbuang.

6. Kaldu Bening

Menjaga hidrasi tidak kalah pentingnya dengan mengonsumsi makanan padat. Kaldu bening, baik itu kaldu ayam, sapi, atau sayuran, adalah “cairan super” bagi penderita diare. Kaldu bening tidak hanya membantu menghidrasi tubuh, tetapi juga mengandung natrium (garam) dan mineral penting lainnya yang hilang melalui diare berulang.

Konsumsi kaldu yang hangat sangat baik untuk meredakan rasa tidak nyaman atau kram pada perut. Pastikan kamu menyaring kaldu dari sisa-sisa lemak yang mengambang, karena lemak sulit dicerna. Kaldu yang jernih dan ringan akan diserap dengan cepat oleh usus, memberikan nutrisi tanpa harus melalui proses pencernaan yang panjang.

7. Oatmeal

Oatmeal atau havermut bisa menjadi pilihan sarapan atau makanan ringan yang menenangkan perut. Oatmeal merupakan sumber serat larut tingkat tinggi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, serat larut sangat bermanfaat untuk menyerap kelebihan cairan dalam usus dan menambahkan massa (bulk) pada feses, sehingga feses tidak lagi encer.

Pastikan kamu memasak oatmeal menggunakan air matang atau kaldu, dan bukan menggunakan susu sapi atau krim, karena laktosa dalam susu sangat sering memperburuk diare. Pilihlah oatmeal utuh atau quick oats biasa, dan hindari oatmeal instan yang sudah diberi banyak perasa dan gula buatan.

8. Daging Ayam Tanpa Lemak

Meski sedang diare, tubuh tetap membutuhkan asupan protein untuk proses pemulihan jaringan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh dari infeksi. Daging unggas tanpa lemak, seperti dada ayam tanpa kulit, adalah pilihan protein hewani yang paling mudah dicerna dan aman bagi lambung.

Kamu dapat merebus atau mengukus dada ayam dengan sedikit tambahan garam, dan mencampurnya dengan bubur atau nasi putih. Daging ayam kukus sangat lembut, tidak mengandung serat kasar, dan karena tidak digoreng, ia bebas dari lemak jenuh yang dapat memicu kontraksi usus berlebih. Daging tanpa lemak juga memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Diare

Selain mengetahui apa yang harus dimakan, mengetahui apa yang harus dijauhi sama krusialnya. Sistem pencernaan yang sensitif akibat diare bisa bereaksi buruk terhadap beberapa jenis makanan tertentu, memperpanjang durasi sakit, atau bahkan menyebabkan kram perut yang hebat.

1. Produk Susu dan Olahannya (Dairy)

Saat terjadi peradangan usus, produksi enzim laktase (enzim yang memecah laktosa dalam susu) seringkali menurun drastis. Hal ini menyebabkan kondisi intoleransi laktosa sementara. Mengonsumsi susu sapi, keju, mentega, atau es krim saat diare dapat menyebabkan penumpukan gas, perut kembung, dan diare yang lebih cair.

2. Makanan Pedas dan Berbumbu Tajam

Zat capsaicin yang ada dalam cabai atau rempah-rempah yang tajam sangat mengiritasi lapisan lambung dan dinding usus. Makanan pedas dapat memicu sensasi terbakar dan mempercepat gerakan peristaltik usus, yang akan langsung menyebabkan kamu kembali bolak-balik ke toilet.

3. Makanan Tinggi Lemak dan Digoreng

Gorengan, daging berlemak, makanan bersantan, atau makanan siap saji mengandung lemak tinggi yang sangat sulit dan butuh waktu lama untuk dicerna lambung. Jika lemak ini tidak terserap sempurna akibat usus yang bermasalah, sisa lemak akan menarik air di usus besar, menyebabkan diare osmotik yang parah.

4. Pemanis Buatan (Sorbitol, Xylitol)

Pemanis buatan yang banyak ditemukan pada permen karet bebas gula, minuman diet, atau makanan penutup dapat bertindak sebagai pencahar osmotik. Zat ini tidak dapat diserap baik oleh usus dan justru menarik air ke dalam usus, yang memperburuk feses yang cair. Oleh karena itu, jika kamu mencari cairan atau obat tambahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc dan perhatikan kandungan pemanis tambahannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun penanganan mandiri dengan mengatur asupan makanan seringkali efektif menyembuhkan diare dalam 1-2 hari, ada kalanya diare merupakan tanda peringatan adanya infeksi yang lebih serius seperti disentri atau kolera. Kamu harus sangat waspada dan tidak boleh mengabaikan gejalanya.

Apabila diare berlangsung lebih dari 2 hari pada orang dewasa (atau 24 jam pada anak-anak), disertai demam tinggi, feses berwarna hitam, terdapat darah segar dan lendir pada feses, atau penderita menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat hingga linglung, sebaiknya segera jadwalkan konsultasi ke dokter Halodoc. Dokter mungkin perlu meresepkan antibiotik atau antiparasit, dan memberikan terapi cairan infus jika dehidrasi sudah membahayakan keselamatan.

Studi Mengenai Diet dan Diare

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa manajemen nutrisi yang tepat, seperti diet rendah residu dan mudah dicerna, secara signifikan dapat menurunkan frekuensi buang air besar dan mempercepat pemulihan mukosa usus pada penderita gastroenteritis akut.

Studi ini menegaskan bahwa intervensi diet, termasuk penggunaan probiotik tertentu dan menghindari laktosa selama fase akut, terbukti efektif secara klinis. Usus yang dibiarkan istirahat dengan asupan makanan bertekstur lembut mampu memperbaiki vili-vili ususnya dengan lebih cepat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Diarrhea – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. BRAT Diet: What It Is & How It Works.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diarrhoeal disease.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Eating, Diet, & Nutrition for Diarrhea.

FAQ

1. Apakah boleh minum susu saat sedang diare?

Secara umum, sangat disarankan untuk menghindari susu sapi dan produk olahannya (seperti keju dan es krim) saat sedang diare. Infeksi pada usus dapat menyebabkan penurunan produksi enzim laktase secara sementara, sehingga lambung kesulitan memecah laktosa yang justru akan memicu gas, kembung, dan diare yang semakin parah.

2. Bagaimana cara paling cepat menghentikan diare di rumah?

Langkah paling utama adalah memastikan cairan tubuh tetap terjaga dengan meminum larutan oralit atau air kaldu hangat. Terapkan diet BRAT (Pisang, Nasi, Saus Apel, Roti Panggang) dalam porsi kecil namun sering, dan hindari makanan pedas, berlemak, serta kafein secara ketat.

3. Apakah air kelapa bagus untuk penderita diare?

Ya, air kelapa muda murni sangat baik untuk penderita diare. Air kelapa bertindak sebagai cairan isotonik alami yang kaya akan elektrolit esensial, terutama kalium dan natrium, yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah dehidrasi saat cairan tubuh terkuras lewat feses.

4. Kapan harus curiga bahwa diare yang saya alami adalah sesuatu yang serius?

Kamu harus sangat waspada jika diare tidak menunjukkan tanda perbaikan setelah 48 jam, feses disertai darah segar atau lendir berlebih, perut terasa sakit melilit hebat, serta muncul demam di atas 39 derajat Celsius. Jika tanda-tanda ini muncul, segeralah mencari penanganan medis darurat.