
Ini 5 Manfaat Senam Pilates Bila Dilakukan Secara Rutin
“Senam pilates dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Contohnya melatih pernapasan, meningkatkan koordinasi, serta menjaga keseimbangan dan kebugaran tubuh.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu Pilates?
- 6 Prinsip Dasar Senam Pilates
- Pilates untuk Apa? Ini Beragam Manfaatnya
- Mengenal Jenis-Jenis Latihan Pilates
- Perbedaan Utama Pilates dan Yoga
- Studi Mengenai Manfaat Pilates
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu melihat orang-orang berlatih di atas matras atau menggunakan alat berpegas dengan gerakan yang tampak lambat namun sangat terukur, dan bertanya-tanya, sebenarnya pilates untuk apa? Di era modern yang menuntut kita untuk sering duduk berjam-jam di depan layar komputer, masalah postur tubuh, nyeri punggung bawah, dan kekakuan sendi telah menjadi keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi di tengah masyarakat.
Kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Nyeri punggung yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu masalah muskuloskeletal yang lebih serius di kemudian hari, menurunkan produktivitas, dan mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan. Banyak orang mencoba berbagai jenis olahraga intensitas tinggi untuk mengatasi masalah ini, namun justru berakhir dengan cedera karena otot inti (core muscles) mereka belum cukup kuat untuk menopang beban tubuh.
Di sinilah senam pilates hadir sebagai salah satu solusi paling efektif yang direkomendasikan oleh banyak ahli fisioterapi dan praktisi kesehatan. Pilates tidak hanya sekadar olahraga yang sedang tren, tetapi merupakan metode latihan seluruh tubuh yang dirancang secara ilmiah untuk memperbaiki struktur, kekuatan, dan keselarasan tubuh manusia.
Nah, mau tahu apa saja sebenarnya manfaat latihan ini bagi tubuh dan mengapa metode ini begitu digemari? Berikut ulasan lengkap mengenai senam pilates dan fungsinya untuk kesehatanmu!
Apa Itu Pilates?
Sebelum kita menjawab pertanyaan “pilates untuk apa”, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu asal-usul olahraga ini. Pilates adalah sistem latihan fisik yang dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh seorang ahli anatomi berkebangsaan Jerman bernama Joseph Pilates. Pada awalnya, ia menamai metodenya ini dengan sebutan Contrology, karena olahraga ini sangat menekankan pentingnya pikiran untuk mengendalikan otot-otot tubuh secara penuh.
Joseph Pilates merancang sistem latihan ini ketika ia ditahan di kamp interniran selama Perang Dunia I. Ia mulai memasangkan pegas pada tempat tidur rumah sakit untuk membantu pemulihan para pasien yang terbaring lemah agar mereka dapat berolahraga dan mempertahankan tonus otot tanpa harus berdiri. Inilah yang menjadi cikal bakal dari salah satu alat pilates paling ikonik saat ini, yaitu Reformer.
Secara umum, senam pilates berfokus pada keseimbangan tubuh secara asimetris, penguatan otot inti (perut, punggung bawah, dan panggul), fleksibilitas, serta kesadaran pernapasan yang tepat. Tidak seperti angkat beban tradisional yang sering kali membangun otot yang pendek dan besar, pilates bekerja dengan meregangkan dan memperkuat otot secara bersamaan, sehingga menghasilkan otot yang panjang, ramping, dan elastis.
6 Prinsip Dasar Senam Pilates
Untuk memahami bagaimana olahraga ini bekerja pada tubuh, kamu harus mengetahui bahwa gerakan dalam pilates tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap gerakan didasarkan pada enam prinsip fundamental yang memastikan efektivitas latihan secara maksimal. Berikut adalah prinsip-prinsip tersebut:
1. Pemusatan (Centering)
Segala sesuatu dalam pilates dimulai dari pusat tubuh yang sering disebut sebagai powerhouse. Area ini mencakup seluruh otot perut, otot punggung bawah, pinggul, dan panggul. Pilates meyakini bahwa semua gerakan lengan dan kaki harus bersumber dari core yang stabil dan kuat.
2. Konsentrasi (Concentration)
Pilates adalah latihan mind-body connection. Kamu harus memusatkan perhatian penuh pada otot mana yang sedang bekerja. Dengan berkonsentrasi secara maksimal, kamu akan mendapatkan nilai latihan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika kamu hanya melakukan gerakan secara asal-asalan.
3. Kontrol (Control)
Setiap gerakan pilates harus dilakukan dengan kendali otot yang ketat. Tidak ada gerakan impulsif, menghentak, atau ceroboh. Otot-otot tubuh bekerja untuk melawan gravitasi dan resistensi dari alat pegas (jika menggunakan alat), sehingga kendali adalah kunci untuk menghindari cedera.
4. Presisi (Precision)
Dalam pilates, fokus utamanya bukanlah berapa banyak repetisi (pengulangan) yang bisa kamu lakukan, melainkan seberapa tepat kamu melakukan satu gerakan. Postur tubuh harus sejajar, sudut anggota tubuh harus tepat, dan penempatan tulang harus akurat.
5. Pernapasan (Breath)
Bernapas adalah hal yang esensial. Pilates mengajarkan teknik pernapasan tulang rusuk lateral (lateral thoracic breathing), di mana kamu bernapas menyebar ke sisi tulang rusuk dan punggung bagian bawah. Hal ini membantu mengoksigenasi darah sekaligus mengaktifkan otot inti bagian dalam.
6. Aliran (Flow)
Gerakan-gerakan dalam pilates dirancang untuk mengalir secara anggun dari satu postur ke postur lainnya tanpa henti yang tiba-tiba. Transisi antar gerakan dianggap sama pentingnya dengan gerakan itu sendiri.
Pilates untuk Apa? Ini Beragam Manfaatnya
Jika kamu masih bertanya-tanya pilates untuk apa, jawabannya sangat luas dan mencakup hampir seluruh aspek kesehatan fisik maupun mental. Berikut adalah berbagai manfaat utama dari senam pilates yang telah terbukti secara klinis:
1. Meningkatkan Kekuatan Otot Inti (Core Strength)
Otot inti lebih dari sekadar six-pack di perut. Ia adalah korset internal tubuh yang mencakup otot perut bagian dalam, otot dasar panggul, dan otot di sekitar tulang belakang. Pilates menargetkan secara spesifik otot transversus abdominis (otot perut terdalam). Dengan otot inti yang kuat, tubuh akan terasa lebih stabil, kokoh, dan organ-organ internal terlindungi dengan baik.
2. Memperbaiki Postur Tubuh
Kebiasaan menunduk menatap ponsel (tech neck) atau duduk membungkuk di kursi kantor menyebabkan otot dada memendek dan otot punggung atas melemah. Pilates sangat efektif untuk memperbaiki postur asimetris ini. Latihan ini mengajarkan keselarasan tulang belakang dan melatih keseimbangan panjang otot di sekitar sendi pinggul dan bahu, sehingga secara bertahap postur tubuhmu akan kembali tegak secara alami.
3. Meredakan Nyeri Punggung Bawah
Nyeri punggung bawah sering kali disebabkan oleh kelemahan otot core dan tulang belakang yang tidak fleksibel. Pilates membantu meredakan keluhan ini dengan cara mendekompresi ruas tulang belakang (meregangkan jarak antar tulang) dan memperkuat otot-otot di sekitarnya. Namun, jika nyeri yang kamu rasakan sudah bersifat kronis atau kamu memiliki riwayat saraf terjepit (HNP), sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc sebelum memulai sesi latihan agar mendapatkan panduan medis yang aman.
4. Meningkatkan Fleksibilitas dan Mobilitas Sendi
Pilates berfokus pada peregangan aktif yang aman, yang dikenal dengan kontraksi eksentrik (memanjangkan otot saat berada di bawah ketegangan). Ini tidak hanya membuat otot lebih lentur (fleksibel), tetapi juga meningkatkan rentang gerak (mobilitas) sendi, sehingga kamu bisa bergerak lebih bebas dalam aktivitas sehari-hari tanpa merasa kaku.
5. Mencegah Cedera Berolahraga
Tubuh yang memiliki otot yang seimbang (tidak ada satu sisi yang terlalu dominan atau terlalu lemah) sangat jarang mengalami cedera. Olahraga ini menyeimbangkan seluruh otot tubuh. Selain latihan fisik untuk mencegah cedera, pastikan nutrisi pelumas persendianmu juga terjaga dengan baik. Kamu bisa beli vitamin atau suplemen tulang dan sendi di Halodoc secara online dan pesananmu akan diantar langsung ke rumah, untuk mendukung pemulihan sel-sel otot pasca latihan.
6. Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru dan Sirkulasi Darah
Pola pernapasan dalam pilates yang mengharuskan pernapasan dalam yang terkontrol akan meregangkan otot antar-tulang rusuk. Ini akan meningkatkan kapasitas paru-paru dan memompa lebih banyak oksigen ke aliran darah, yang pada gilirannya akan memberikan lebih banyak energi bagi sel-sel tubuh dan otak.
7. Sarana Rehabilitasi Pasca Cedera
Karena gerakannya bersifat low-impact (rendah benturan pada persendian), pilates sangat sering digunakan di klinik fisioterapi sebagai metode pemulihan bagi orang yang baru saja mengalami cedera lutut, pinggul, atau punggung. Latihan dapat dimodifikasi sesuai dengan keterbatasan fisik pasien.
8. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Mindfulness
Sama seperti meditasi, fokus intens yang diperlukan saat melakukan senam pilates membuat pikiranmu terlepas dari kekhawatiran pekerjaan atau masalah pribadi. Perpaduan antara konsentrasi dan pernapasan ini dapat menenangkan sistem saraf simpatik dan menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh.
Tips Mempersiapkan Sesi Pilates Pertamamu
- Kenakan pakaian olahraga yang pas di badan (form-fitting) agar instruktur bisa melihat postur tulang belakang dan pergerakan sendimu dengan jelas.
- Gunakan kaos kaki khusus pilates (grip socks) yang memiliki anti-slip di bagian bawahnya untuk mencegah terpeleset di atas matras atau alat bantu.
- Jangan makan makanan berat setidaknya 1-2 jam sebelum latihan, karena banyaknya gerakan yang melibatkan kontraksi otot perut secara intens.
- Selalu komunikasikan cedera masa lalu atau kondisi medis yang sedang dialami kepada instruktur sebelum kelas dimulai.
Mengenal Jenis-Jenis Latihan Pilates
Setelah mengetahui manfaatnya, penting untuk memahami bahwa senam pilates terbagi ke dalam dua kategori utama yang masing-masing memiliki tujuan dan tantangan tersendiri:
1. Mat Pilates
Sesuai dengan namanya, kelas ini dilakukan di atas matras yang sedikit lebih tebal daripada matras yoga. Mat pilates mengandalkan berat badan kamu sendiri (bodyweight) dan gaya gravitasi sebagai resistensi utama. Latihan matras sangat bagus untuk pemula karena melatih dasar penguasaan otot, meskipun bisa menjadi sangat menantang pada level lanjutan ketika core benar-benar bekerja ekstra menopang tungkai.
2. Reformer / Equipment Pilates
Jenis ini menggunakan mesin khusus. Yang paling terkenal adalah Reformer, sebuah kerangka seperti tempat tidur dengan landasan datar (carriage) yang dapat meluncur ke depan dan ke belakang, yang dikaitkan dengan beberapa pegas (springs) sebagai beban resistensi. Selain Reformer, ada juga alat seperti Cadillac, Wunda Chair, dan Spine Corrector. Pilates menggunakan alat ini sangat baik untuk isolasi otot, rehabilitasi cedera, dan menambahkan beban secara progresif.
Perbedaan Utama Pilates dan Yoga
Sering kali, orang masih bingung membedakan antara pilates dan yoga karena keduanya sama-sama dilakukan di atas matras tanpa sepatu. Meskipun memiliki beberapa kesamaan, perbedaan utamanya meliputi:
Fokus Utama: Yoga memiliki akar sejarah dari tradisi spiritual India yang fokus pada integrasi jiwa, pernapasan pranayama, dan kelenturan tubuh untuk mencapai pencerahan mental. Sedangkan pilates diciptakan dari sudut pandang anatomi fisik modern untuk merehabilitasi fungsi otot, stabilitas sendi, dan kekuatan inti tubuh.
Dinamika Gerakan: Di kelas yoga, kamu biasanya akan menahan sebuah pose (asanas) selama beberapa napas panjang untuk meregangkan otot. Sebaliknya, pilates bersifat jauh lebih dinamis. Kamu akan terus bergerak mengalir sambil menantang core untuk mempertahankan postur netral tulang belakang.
Teknik Bernapas: Yoga sering kali memfokuskan pernapasan pada area perut (belly breathing). Sementara di senam pilates, karena otot perut harus terus dikontraksikan secara aktif untuk menopang tulang belakang, pernapasan diarahkan ke sisi rusuk punggung dan paru-paru lateral.
Studi Mengenai Manfaat Pilates
Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy menerbitkan sebuah tinjauan studi yang menjelaskan bahwa penerapan latihan senam pilates secara rutin secara signifikan memberikan manfaat dalam mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi fisik pada pasien yang menderita nyeri punggung bawah non-spesifik kronis (chronic non-specific low back pain).
Penelitian klinis tersebut menggarisbawahi fakta bahwa metode olahraga ini mampu menstabilkan kembali otot-otot penyeimbang di sepanjang ruas tulang punggung lumbar (bawah). Hal ini menjadikannya intervensi terapeutik konservatif yang direkomendasikan secara global sebelum mempertimbangkan opsi operasi atau pengobatan analgesik jangka panjang.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Pilates Foundation UK. Diakses pada 2024. The History of Pilates.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Why You Should Try Pilates.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pilates for beginners: Explore the core.
Patti, A., et al. (Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy). Diakses pada 2024. Effects of Pilates Exercise Programs in People With Chronic Low Back Pain.
WebMD. Diakses pada 2024. What to Know About Pilates.
FAQ
1. Apakah pilates bisa menurunkan berat badan?
Meskipun tujuan utamanya bukan untuk membakar kalori secara masif seperti olahraga kardio (berlari atau bersepeda), pilates tetap dapat membantu defisit kalori tubuh. Selain itu, dengan otot yang terbentuk lebih padat dan ramping, tingkat metabolisme basal tubuh akan meningkat sehingga pembakaran lemak menjadi lebih optimal bahkan saat beristirahat.
2. Berapa kali seminggu idealnya senam pilates dilakukan?
Untuk melihat perubahan yang signifikan pada postur dan kekuatan tubuh, para ahli menyarankan untuk melakukan latihan ini setidaknya 2 hingga 3 kali seminggu secara konsisten. Pemulihan di antara hari latihan juga penting agar serat otot dapat terbangun kembali.
3. Apakah pilates aman dilakukan oleh pemula yang tidak pernah berolahraga?
Sangat aman. Faktanya, pilates adalah salah satu metode latihan yang paling ramah untuk pemula dari segala usia. Semua gerakan dapat dimodifikasi ke level paling dasar (regresi gerakan) sesuai dengan kemampuan mobilitas dan kekuatan individu pada saat itu.
4. Apakah pilates aman dilakukan saat sedang hamil?
Ya, senam pilates yang dimodifikasi sangat baik bagi ibu hamil untuk memperkuat otot dasar panggul (membantu persalinan) dan mencegah nyeri punggung akibat perubahan titik berat tubuh. Namun, pastikan kamu berlatih bersama instruktur yang telah bersertifikat khusus prenatal pilates dan mendapat persetujuan dari dokter kandungan terlebih dahulu.


