Ad Placeholder Image

Ini 7 Penyebab Benjolan Kecil seperti Jerawat di Payudara

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak dan tidak disebabkan oleh kanker. Ada beberapa kondisi yang juga dapat menimbulkan benjolan pada payudara, misalnya kelainan fibrokistik fibroadenoma hingga folikulitis.”

Ini 7 Penyebab Benjolan Kecil seperti Jerawat di PayudaraIni 7 Penyebab Benjolan Kecil seperti Jerawat di Payudara

DAFTAR ISI


Menemukan benjolan di payudara tentu bisa membuat siapa saja merasa panik dan cemas. Banyak wanita yang langsung mengaitkannya dengan kondisi serius seperti kanker payudara. Namun, kenyataannya, tidak semua benjolan menandakan kondisi yang berbahaya. Terkadang, kamu mungkin menyadari adanya benjolan kecil kemerahan yang bentuknya sangat mirip dengan jerawat di area payudara atau di sekitar puting.

Kondisi benjolan seperti jerawat di payudara sebenarnya cukup umum terjadi. Kulit di area payudara memiliki pori-pori, folikel rambut, dan kelenjar keringat yang sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, area ini juga rentan mengalami masalah dermatologis ringan seperti jerawat, folikulitis, atau penyumbatan kelenjar.

Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, sangat penting untuk tetap waspada dan mengenali karakteristik benjolan tersebut. Membedakan antara masalah kulit biasa dan kelainan jaringan payudara yang memerlukan perhatian medis adalah langkah awal yang krusial untuk menjaga kesehatan reproduksi dan payudaramu.

Lantas, apa saja sebenarnya penyebab munculnya benjolan seperti jerawat di payudara, dan bagaimana cara penanganan yang tepat? Berikut adalah ulasan medis selengkapnya yang perlu kamu ketahui!

Penyebab Benjolan Seperti Jerawat di Payudara

Ada beberapa kondisi medis dan dermatologis yang bisa memicu timbulnya benjolan kecil mirip jerawat di area payudara. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui:

1. Jerawat (Acne Mechanica atau Acne Vulgaris)

Sama seperti wajah atau punggung, kulit di area dada dan payudara juga bisa berjerawat. Jerawat di payudara sering kali disebabkan oleh gesekan kulit dengan pakaian ketat (seperti bra olahraga) yang dipadukan dengan keringat berlebih. Kondisi ini disebut acne mechanica. Pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati, sebum (minyak alami kulit), dan bakteri Cutibacterium acnes akan meradang dan membentuk benjolan kecil kemerahan yang terkadang memiliki titik putih di tengahnya (pustula).

2. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut, yaitu lubang kecil tempat rambut tumbuh. Area di sekitar areola (bagian gelap di sekitar puting) memiliki folikel rambut halus. Jika folikel ini terinfeksi oleh bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) atau jamur, atau mengalami iritasi akibat pencukuran dan gesekan bra, maka akan muncul benjolan merah kecil yang terasa gatal atau perih, persis seperti jerawat.

3. Kelenjar Montgomery (Tuberkel Montgomery)

Jika benjolan kecil tersebut berada tepat di area areola, kemungkinan besar itu adalah kelenjar Montgomery yang membesar. Kelenjar ini sepenuhnya normal dan berfungsi menghasilkan minyak pelumas untuk menjaga puting tetap lembap dan terlindungi dari infeksi, terutama saat menyusui. Terkadang, fluktuasi hormon (seperti saat menstruasi atau kehamilan) dapat membuat kelenjar ini tampak lebih menonjol seperti beruntusan atau jerawat kecil.

4. Kista Sebaceous (Kista Epidermoid)

Kista sebaceous adalah kantung kecil di bawah kulit yang berisi cairan kental berbau tidak sedap (keratin). Kista ini terbentuk ketika kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) tersumbat. Kista ini bisa tumbuh lambat, tidak nyeri (kecuali jika terinfeksi), dan terasa seperti benjolan bulat yang dapat digerakkan di bawah kulit payudara. Jika meradang, bentuknya akan sangat mirip dengan jerawat batu yang besar.

Tips Pencegahan Jerawat dan Iritasi di Payudara
  1. Segera mandi dan ganti pakaian setelah berolahraga atau berkeringat deras untuk mencegah penumpukan bakteri.
  2. Gunakan bra dengan ukuran yang pas dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun.
  3. Hindari memencet, menggaruk, atau memecahkan benjolan karena dapat memicu infeksi yang lebih parah dan meninggalkan bekas luka.
  4. Eksfoliasi area dada secara lembut 1-2 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori.

Cara Mengatasi dan Perawatan Mandiri

Jika benjolan dipastikan hanya berupa masalah kulit ringan seperti jerawat atau folikulitis, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah:

1. Kompres Hangat

Menerapkan kompres hangat pada area benjolan selama 10-15 menit, beberapa kali sehari, dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa nyeri. Suhu hangat juga membantu membuka pori-pori sehingga nanah atau sumbatan (jika ada) bisa keluar secara alami tanpa perlu dipencet.

2. Menjaga Kebersihan Area Payudara

Gunakan sabun antibakteri yang lembut saat mandi. Hindari menggosok area payudara terlalu keras dengan spons atau loofah kasar karena kulit payudara cenderung lebih tipis dan sensitif. Jika benjolan disebabkan oleh masalah kulit ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, seperti sabun antibakteri, krim jerawat OTC yang mengandung asam salisilat rendah, atau antiseptik ringan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar benjolan yang menyerupai jerawat di kulit payudara tidak berbahaya, ada tanda-tanda “red flag” atau gejala peringatan yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya, kanker payudara inflamasi atau infeksi payudara (mastitis) stadium awal bisa saja menunjukkan gejala ruam atau benjolan pada kulit.

Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala berikut:

  • Benjolan tidak kunjung hilang atau justru semakin membesar setelah 2 minggu.
  • Benjolan terasa keras, kaku, dan tidak bisa digerakkan saat ditekan.
  • Disertai keluarnya cairan tidak wajar dari puting (seperti darah atau cairan nanah berbau).
  • Kulit payudara mengerut, berlesung pipit seperti kulit jeruk (peau d’orange), atau tertarik ke dalam.
  • Payudara terasa sangat panas, bengkak kemerahan secara keseluruhan, dan kamu mengalami demam tinggi.

Jika kamu ragu dengan penyebabnya dan merasa cemas, jangan tunda untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan evaluasi klinis awal dan meresepkan pengobatan atau menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti USG payudara jika diperlukan.

Studi Mengenai Lesi Dermatologis pada Payudara

The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology pernah menerbitkan literatur medis yang berfokus pada jerawat tubuh (truncal acne) dan kelainan kulit di area dada. Studi tersebut menjelaskan bahwa kulit di bagian dada atas dan payudara memiliki kepadatan kelenjar sebasea yang cukup tinggi, sehingga sangat rentan terhadap jerawat vulgaris dan folikulitis akibat retensi keringat.

Penelitian ini juga menegaskan pentingnya diagnosis banding bagi para tenaga medis untuk membedakan antara lesi dermatologis jinak (seperti jerawat dan kista epidermal) dengan tanda-tanda awal keganasan kulit di sekitar payudara. Kesimpulannya, menjaga kebersihan area payudara dengan produk non-komedogenik dapat menurunkan risiko terjadinya inflamasi folikel secara signifikan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Acne: Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Sebaceous Cyst: Causes, Symptoms & Treatment.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Montgomery’s Tubercles.
American Cancer Society. Diakses pada 2024. Breast Cancer Signs and Symptoms.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Breast Cancer.

FAQ

1. Apakah benjolan seperti jerawat di payudara berbahaya?

Pada umumnya, benjolan yang benar-benar merupakan jerawat, folikulitis, atau pembesaran kelenjar Montgomery tidak berbahaya dan hanya merupakan masalah kulit biasa. Namun, jika benjolan terasa keras, tidak kunjung hilang, atau disertai perubahan bentuk payudara, itu bisa menjadi tanda kondisi medis serius yang memerlukan evaluasi dokter segera.

2. Bolehkah memencet benjolan seperti jerawat di payudara?

Sangat tidak disarankan untuk memencet benjolan di payudara. Memencet jerawat atau kista dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam ke jaringan kulit payudara, memicu infeksi yang lebih parah, menyebabkan peradangan luas (selulitis), dan meninggalkan bekas luka atau hiperpigmentasi permanen pada kulit.

3. Apakah kelenjar Montgomery bisa membesar menyerupai jerawat?

Ya, kelenjar Montgomery yang terletak di sekitar areola (puting) memang tampak seperti beruntusan atau benjolan kecil mirip jerawat tanpa mata. Kelenjar ini sangat normal dan jumlah maupun ukurannya bisa membesar akibat fluktuasi hormon, seperti saat menstruasi, kehamilan, atau sedang menyusui bayi.

4. Kapan benjolan seperti jerawat di payudara harus diperiksakan ke dokter?

Kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter jika benjolan tersebut bertahan lebih dari 2 minggu, bertambah besar, terasa keras dan tidak bisa digerakkan, puting mengeluarkan cairan darah atau nanah, atau payudara tampak kemerahan, bengkak, dan disertai demam. Gejala tersebut membutuhkan diagnosis medis secepatnya.