Ad Placeholder Image

Ini Alasan Mengapa Kucing Suka Mendengkur

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026
Ini Alasan Mengapa Kucing Suka MendengkurIni Alasan Mengapa Kucing Suka Mendengkur

DAFTAR ISI


Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang sangat menggemaskan, terutama saat mereka sedang tertidur pulas. Namun, sebagai pemilik anabul (anak bulu), kamu mungkin pernah menyadari ada suara aneh yang keluar dari hidung atau tenggorokan mereka saat bernapas. Terkadang suaranya terdengar seperti dengkuran halus, tetapi tak jarang suaranya cukup keras menyerupai orang yang sedang mendengkur. Hal ini tentu sering kali memicu kekhawatiran.

Banyak *cat owner* atau pemilik hewan peliharaan yang panik dan mencari tahu kenapa kucing nafasnya ngorok, apakah ini adalah kondisi yang normal, atau justru merupakan pertanda adanya penyakit serius pada sistem pernapasan mereka. Pada dasarnya, suara napas yang berbunyi atau ngorok terjadi ketika ada aliran udara yang terhambat atau menyempit di saluran pernapasan bagian atas, baik di hidung, bagian belakang mulut (faring), maupun kotak suara (laring).

Penting untuk membedakan antara “purring” (dengkuran bahagia saat kucing merasa rileks atau dibelai) dengan suara “ngorok” (stertor atau stridor) yang murni berasal dari saluran pernapasan saat udara dipaksa masuk atau keluar. Jika ngorok hanya terjadi sesekali ketika kucing tidur dengan posisi tertentu, biasanya itu bukan masalah besar. Namun, jika suara tersebut muncul saat kucing sedang bangun, bermain, atau disertai gejala lain seperti bersin dan batuk, maka kondisi ini wajib mendapatkan perhatian medis segera.

Penanganan yang tepat sangat bergantung pada akar penyebabnya. Beberapa kucing memang memiliki anatomi wajah yang membuat mereka lebih rentan bernapas dengan suara keras, sementara yang lain mungkin sedang berjuang melawan infeksi virus, alergi, atau bahkan obesitas. Nah, agar kamu tidak lagi bingung dan khawatir, mari kita bahas secara mendalam berbagai penyebab napas kucing berbunyi dan bagaimana cara terbaik untuk menanganinya!

Penyebab Kucing Bernapas Bunyi atau Ngorok

Suara ngorok pada kucing, dalam istilah medis veteriner, sering disebut sebagai stertor (suara serak frekuensi rendah dari hidung/tenggorokan bagian belakang) atau stridor (suara melengking dari pita suara atau tenggorokan bagian atas). Berikut adalah berbagai alasan mengapa kondisi ini bisa terjadi:

1. Anatomi Wajah Kucing (Ras Brachycephalic)

Salah satu penyebab paling umum dari napas ngorok adalah genetik dan anatomi. Kucing ras *brachycephalic* atau kucing berhidung pesek, seperti Persia, Himalaya, Exotic Shorthair, dan British Shorthair, memiliki struktur tengkorak yang memendek. Anatomi ini menyebabkan mereka memiliki lubang hidung yang sangat sempit (stenotic nares) dan langit-langit lunak yang memanjang (elongated soft palate) hingga menutupi sebagian jalan napas. Akibatnya, aliran udara menjadi terhambat dan menghasilkan suara ngorok yang khas, bahkan saat mereka sedang beristirahat secara normal.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (Feline URI)

Kucing sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan atas (Upper Respiratory Infections) yang sering kali disamakan dengan penyakit “flu kucing”. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh *Feline Herpesvirus-1* (FHV-1) atau *Feline Calicivirus* (FCV). Ketika kucing terinfeksi, saluran hidung mereka akan meradang, membengkak, dan memproduksi lendir atau ingus yang berlebihan. Tumpukan lendir inilah yang menyumbat jalur pernapasan, sehingga setiap kali kucing menarik atau menghembuskan napas, udara akan melewati lendir tersebut dan menciptakan suara ngorok. Gejala ini biasanya disertai dengan mata berair, bersin-bersin, lesu, dan penurunan nafsu makan.

3. Asma pada Kucing (Feline Asthma)

Sama seperti manusia, kucing juga bisa menderita asma. Asma pada kucing adalah kondisi peradangan kronis pada saluran pernapasan bagian bawah (bronkus) yang biasanya dipicu oleh reaksi alergi. Pemicunya bisa berupa debu dari pasir kucing (*litter box*), asap rokok, serbuk sari, jamur, atau pengharum ruangan. Ketika terpapar alergen, saluran udara kucing akan menyempit, membengkak, dan dipenuhi lendir. Hal ini membuat kucing kesulitan bernapas, sering terbatuk-batuk dengan leher terjulur, dan terdengar suara mengi (wheezing) atau ngorok yang berat.

4. Kelebihan Berat Badan (Obesitas)

Gaya hidup *indoor* (di dalam rumah) yang kurang aktif sering kali membuat kucing mengalami obesitas. Penumpukan jaringan lemak ekstra tidak hanya terjadi pada perut, tetapi juga di sekitar leher dan saluran pernapasan bagian atas. Jaringan lemak ini memberikan tekanan tambahan pada laring dan trakea. Ketika kucing yang obesitas tidur, otot-otot di sekitar jalan napas menjadi rileks, dan berat lemak tersebut akan mempersempit ruang jalan napas, sehingga udara yang lewat akan menghasilkan getaran atau suara ngorok.

5. Polip Nasofaring atau Tumor

Polip nasofaring adalah pertumbuhan jaringan jinak (non-kanker) yang sering terjadi pada kucing muda. Polip ini biasanya tumbuh di telinga tengah dan menyebar ke saluran Eustachius, hingga menonjol ke bagian belakang tenggorokan (nasofaring). Keberadaan massa daging ini secara fisik menyumbat aliran udara, menyebabkan kucing terdengar selalu ngorok, bersin, dan terkadang mengalami masalah keseimbangan jika polip memengaruhi telinga bagian dalam. Pada kucing yang lebih tua, tumor hidung atau laring juga bisa menjadi penyebab penyumbatan mekanis serupa.

6. Adanya Benda Asing di Hidung

Kucing adalah hewan yang sangat penasaran dan suka mengendus berbagai benda di sekitarnya. Terkadang, benda asing berukuran kecil seperti biji-bijian, serpihan rumput, atau serpihan plastik bisa tanpa sengaja terhirup dan tersangkut di rongga hidung mereka. Tubuh kucing akan bereaksi dengan menghasilkan peradangan lokal dan produksi lendir untuk mencoba mengeluarkan benda tersebut. Penyumbatan akut ini akan menyebabkan kucing tiba-tiba ngorok, sering menggosok-gosok hidung dengan cakar, dan bersin tanpa henti.

Tanda Bahaya Pernapasan Kucing (Kondisi Gawat Darurat)
  1. Bernapas dengan mulut terbuka (Panting): Berbeda dengan anjing, kucing tidak secara normal bernapas melalui mulut (terengah-engah). Jika ini terjadi, berarti kucing sangat kekurangan oksigen.
  2. Sianosis: Gusi, lidah, atau bibir kucing berubah warna menjadi kebiruan atau keunguan, menandakan suplai oksigen ke dalam darah sangat rendah.
  3. Pernapasan perut yang berat: Otot perut kucing terlihat memompa dengan sangat cepat dan keras setiap kali bernapas, menunjukkan usaha ekstra untuk memasukkan udara ke paru-paru.
  4. Menyembunyikan diri dan sangat lesu: Kucing yang kesulitan bernapas biasanya akan bersembunyi di tempat gelap, menolak makan, dan tidak merespons panggilan.

Tanda-Tanda Bahaya dan Diagnosis Dokter Hewan

Jika kucing kamu hanya ngorok saat tidur namun tetap aktif bermain, makan dengan lahap, dan bernapas tanpa suara saat terjaga, kamu mungkin tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika ngorok disertai dengan perubahan perilaku atau tanda-tanda bahaya yang disebutkan di atas, segera bawa anabul kesayangan ke klinik hewan terdekat. Gangguan pernapasan dapat memburuk dengan sangat cepat dan berakibat fatal jika tidak ditangani secara medis.

Di klinik, dokter hewan akan melakukan serangkaian prosedur untuk mendiagnosis penyebab pastinya. Pemeriksaan awal biasanya meliputi auskultasi (mendengarkan suara dada dan tenggorokan dengan stetoskop) untuk menentukan letak kelainan suara pernapasan. Dokter juga akan memeriksa bagian dalam mulut, hidung, dan tenggorokan kucing.

Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter hewan mungkin menyarankan:

  • Rontgen Dada (X-Ray): Untuk mengevaluasi kondisi paru-paru, ukuran jantung, dan melihat apakah ada pola asma, pneumonia, atau cairan di rongga dada.
  • Rinoskopi atau Endoskopi: Memasukkan kamera kecil dan fleksibel ke dalam hidung atau tenggorokan untuk melihat secara langsung adanya polip, tumor, struktur anatomi yang abnormal, atau benda asing.
  • Pemeriksaan Darah Lengkap: Untuk mendeteksi adanya respons infeksi atau masalah sistemik lainnya.
  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction): Jika dicurigai adanya infeksi virus *Feline Herpes* atau *Calicivirus* melalui usapan mata atau tenggorokan.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter hewan akan memberikan resep obat yang spesifik untuk kondisi kucing kamu, misalnya antibiotik untuk infeksi bakteri sekunder, bronkodilator untuk asma, atau obat tetes/salep mata jika infeksi menyebar ke konjungtiva. Apabila dokter meresepkan suplemen atau obat-obatan tertentu yang harus dilanjutkan di rumah, kamu dapat memanfaatkan layanan farmasi. Selain mendatangi petshop, kini kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Ini tentu sangat praktis dan menghemat waktu, sehingga kamu bisa fokus menemani anabul di masa pemulihannya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Kucing Ngorok di Rumah

Selain penanganan medis dari dokter hewan, perawatan lanjutan di rumah sangat krusial untuk memastikan kucing bernapas dengan lebih lega. Berikut adalah beberapa langkah suportif yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi dan mencegah napas kucing berbunyi:

1. Tingkatkan Kelembapan Udara (Gunakan Humidifier)

Jika ngorok disebabkan oleh hidung tersumbat akibat flu kucing, udara yang kering dapat membuat lendir menjadi keras dan semakin menyumbat saluran napas. Menempatkan *humidifier* (pelembap udara) di dekat area tempat kucing sering tidur dapat membantu mengencerkan lendir tersebut. Alternatif lainnya, kamu bisa membawa kucing ke dalam kamar mandi tertutup, nyalakan pancuran air panas, dan biarkan kucing menghirup uap air hangat tersebut selama 10-15 menit (pastikan kucing tidak terkena air panasnya secara langsung).

2. Modifikasi Gaya Hidup dan Penurunan Berat Badan

Untuk kucing yang mengalami obesitas, manajemen berat badan adalah solusi utama. Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai jumlah kalori yang tepat dan gunakan makanan khusus diet (*weight management diet*). Selain itu, tingkatkan aktivitas fisik kucing dengan mengajaknya bermain menggunakan mainan pancingan (*feather wand*), laser pointer, atau menyediakan *cat tree* agar mereka lebih sering bergerak dan melompat. Penurunan berat badan akan sangat signifikan mengurangi tekanan jaringan lemak pada tenggorokan mereka.

3. Ciptakan Lingkungan yang Bebas Alergen dan Debu

Kucing dengan asma atau saluran pernapasan sensitif membutuhkan lingkungan udara yang bersih. Hindari merokok di dalam rumah, karena asap rokok sangat beracun bagi paru-paru kucing. Jangan menggunakan pengharum ruangan semprot, diffuser minyak esensial (beberapa jenis *essential oil* beracun bagi kucing), atau pembersih lantai dengan aroma yang terlalu menyengat. Selain itu, pastikan untuk menggunakan pasir kucing (*cat litter*) yang berlabel “dust-free” atau bebas debu, serta rutin menyedot debu karpet dan furnitur di rumah.

4. Bersihkan Lendir di Area Hidung secara Rutin

Ketika kucing sedang flu parah, penciuman mereka akan menurun tajam karena hidung yang tertutup ingus. Hal ini sering membuat mereka enggan makan, karena nafsu makan kucing sangat bergantung pada indra penciuman. Kamu bisa membantu membersihkan kotoran kering di sekitar hidung dan matanya menggunakan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat yang sudah matang. Lakukan secara perlahan dan lembut agar kucing tidak merasa stres.

Studi Terkait Penyakit Pernapasan pada Kucing

Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan berbagai studi komprehensif mengenai kompleksitas penyakit saluran pernapasan atas pada ras kucing *brachycephalic*. Studi tersebut menjelaskan bahwa lebih dari 60% kucing dengan hidung pesek yang ekstrem mengalami kelainan *Brachycephalic Airway Obstructive Syndrome* (BAOS). Kondisi ini tidak hanya menyebabkan mereka mendengkur saat tidur, tetapi juga membuat mereka kesulitan mengatur suhu tubuh (*thermoregulation*) saat cuaca panas.

Studi klinis lainnya yang dirilis oleh *Cornell Feline Health Center* juga menyoroti pentingnya diagnosis dini pada *feline asthma*. Penundaan penanganan dapat menyebabkan remodeling atau kerusakan permanen pada struktur paru-paru kucing. Oleh karena itu, suara napas ngorok sekecil apa pun pada kucing berusia muda, terutama yang tidak berhidung pesek, harus dievaluasi dengan bantuan radiografi (rontgen) untuk membedakan antara infeksi biasa atau gejala awal asma kronis.

Selalu perhatikan setiap perubahan sekecil apa pun pada pola pernapasan anabul. Sebagai pemilik yang bertanggung jawab, kepekaan kamu dapat menyelamatkan nyawa mereka.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2024. Feline Asthma.
American Veterinary Medical Association (AVMA). Diakses pada 2024. Feline Upper Respiratory Infection.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2024. Brachycephalic airway syndrome in cats.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2024. Upper Respiratory Infections (URI) in Cats.
International Cat Care. Diakses pada 2024. Asthma in cats.

FAQ

1. Apakah wajar jika mempertanyakan kenapa kucing nafasnya ngorok saat sedang tidur?

Sangat wajar. Jika kucing ngorok sesekali dengan suara pelan dan ritmis saat ia tidur dalam posisi tertentu, itu umumnya normal akibat relaksasi otot tenggorokan. Namun, jika dengkuran sangat keras, disertai bersin, keluar ingus, atau terjadi saat ia terbangun, itu adalah tanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa.

2. Apakah flu pada manusia bisa menular ke kucing dan membuatnya ngorok?

Pada sebagian besar kasus, virus flu manusia (seperti rhinovirus) tidak dapat menular ke kucing, begitu pula sebaliknya. Kucing memiliki virus pernapasan spesifiknya sendiri, yaitu *Feline Herpesvirus* atau *Feline Calicivirus*. Jadi, kamu tidak perlu khawatir menularkan flu biasa kepada anabulmu.

3. Bagaimana cara membedakan kucing mendengkur bahagia (purring) dengan ngorok karena sakit?

Purring atau dengkuran bahagia terdengar seperti getaran mesin yang konstan dari dalam dada atau tenggorokan, biasanya terjadi saat kucing sedang dielus, dipangku, atau merasa sangat nyaman. Sedangkan ngorok karena sakit terdengar kasar (seperti ada dahak), ritmenya terputus-putus mengikuti tarikan napas hidung, dan sering kali disertai dengan gejala seperti mata berair atau bersin.

4. Kapan saya harus membawa kucing yang ngorok ke dokter hewan?

Segera bawa kucing ke dokter hewan jika suara ngorok muncul tiba-tiba dengan keras, kucing bernapas dengan mulut terbuka seperti anjing, perutnya naik turun dengan cepat saat bernapas, gusi atau lidah tampak kebiruan, menolak makan, atau tampak sangat lemas dan bersembunyi. Kondisi ini adalah keadaan gawat darurat yang membutuhkan pasokan oksigen segera.