Ad Placeholder Image

Ini Beda Pubertas Anak Perempuan dan Laki-Laki

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Pubertas antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang signifikan.

Ini Beda Pubertas Anak Perempuan dan Laki-LakiIni Beda Pubertas Anak Perempuan dan Laki-Laki

DAFTAR ISI


Pubertas adalah masa transisi yang luar biasa dalam hidup setiap laki-laki. Ini bukan sekadar tentang bertambah tinggi atau suara yang menjadi lebih berat, melainkan proses biologis kompleks yang melibatkan koordinasi antara otak, kelenjar endokrin, dan organ reproduksi. Masa ini biasanya dimulai antara usia 9 hingga 14 tahun, meskipun setiap anak memiliki “jam biologis” yang berbeda-beda.

Memahami perubahan yang terjadi sangat penting, baik bagi remaja itu sendiri maupun bagi orang tua. Rasa cemas, bingung, atau bahkan malu sering kali muncul saat tubuh mulai berubah dengan cara yang tidak terduga. Pengetahuan yang tepat dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan memastikan proses transisi ini berjalan dengan sehat secara fisik maupun mental.

Peran hormon testosteron adalah kunci utama di balik semua perubahan ini. Hormon ini bertanggung jawab atas perkembangan karakteristik seksual sekunder yang membedakan laki-laki dewasa dengan anak-anak. Jika kamu merasa ada gejala atau perkembangan yang dirasa kurang normal, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai tahapan, tanda-tanda, hingga tips menjaga kesehatan selama masa pubertas laki-laki? Berikut ulasannya!

Memahami Fase Pubertas Laki-Laki

Secara medis, pubertas laki-laki sering dikategorikan menggunakan Skala Tanner. Skala ini membantu dokter memantau perkembangan fisik anak secara objektif. Prosesnya dimulai ketika bagian otak yang disebut hipotalamus mulai melepaskan hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon ini merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon luteinizing (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH), yang akhirnya memicu testis untuk memproduksi testosteron.

Tahap awal pubertas biasanya ditandai dengan pembesaran testis. Hal ini sering kali tidak disadari oleh anak laki-laki itu sendiri karena tidak terlihat secara menonjol dari luar jika dibandingkan dengan pertumbuhan rambut atau perubahan suara. Namun, secara internal, ini adalah sinyal bahwa tubuh sedang bersiap untuk kematangan reproduksi.

Selama periode ini, dukungan nutrisi dan kebersihan diri menjadi sangat krusial. Kamu mungkin membutuhkan suplemen atau produk perawatan kulit tertentu untuk mengatasi jerawat yang mulai muncul. Untuk kebutuhan tersebut, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.

Tanda-Tanda Fisik Pubertas yang Perlu Diketahui

Perubahan fisik pada laki-laki cenderung terjadi secara bertahap namun pasti. Berikut adalah beberapa perubahan signifikan yang akan dialami:

1. Pertumbuhan Testis dan Penis

Ini adalah tanda pertama pubertas. Skrotum akan mulai memerah dan menipis, diikuti dengan pertumbuhan ukuran testis dan kemudian penis. Pertumbuhan ini biasanya mencapai puncaknya di usia pertengahan remaja.

2. Pertumbuhan Rambut Tubuh

Rambut akan mulai tumbuh di area kemaluan (pubic hair), kemudian merambat ke area ketiak, kaki, tangan, dan akhirnya wajah (kumis dan janggut). Tekstur rambut yang awalnya halus akan berubah menjadi lebih tebal, kasar, dan berwarna lebih gelap.

3. Perubahan Suara (Voice Breaking)

Laring atau kotak suara akan membesar dan pita suara menjadi lebih panjang dan tebal. Selama proses ini, suara laki-laki sering kali “pecah” atau berubah-ubah nada sebelum akhirnya menetap menjadi lebih berat dan dalam (ngebass).

4. Mimpi Basah (Ejakulasi Pertama)

Ini adalah peristiwa normal di mana tubuh mengeluarkan sperma secara tidak sadar saat tidur. Kejadian ini menandakan bahwa testis sudah mulai berfungsi memproduksi sperma secara aktif.

5. Perubahan Struktur Tubuh

Bahu akan melebar, massa otot meningkat, dan lemak tubuh cenderung berkurang di area tertentu. Tinggi badan juga akan meningkat drastis (growth spurt), di mana seorang remaja laki-laki bisa bertambah tinggi hingga 10-12 cm dalam setahun.

Tips Menjaga Kebersihan Selama Pubertas
  1. Mandi minimal dua kali sehari menggunakan sabun antibakteri untuk mengatasi bau badan akibat kelenjar keringat yang lebih aktif.
  2. Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit untuk mencegah sumbatan pori-pori yang memicu jerawat.
  3. Ganti pakaian dalam setiap hari dan setelah berolahraga untuk menjaga kebersihan area reproduksi.

Perubahan Psikologis dan Emosional

Pubertas bukan hanya urusan fisik. Lonjakan hormon testosteron juga berdampak besar pada sistem saraf pusat dan emosi. Remaja laki-laki mungkin akan merasakan perubahan suasana hati (mood swings) yang mendadak. Mereka bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau merasa sangat percaya diri di satu waktu dan merasa rendah diri di waktu berikutnya.

Selain itu, muncul ketertarikan seksual dan romantis terhadap lawan jenis atau orang lain. Ini adalah bagian alami dari perkembangan manusia. Namun, jika perasaan cemas atau depresi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk bercerita kepada orang tua atau tenaga profesional.

Nutrisi Penting Selama Masa Pertumbuhan

Karena tubuh sedang bekerja keras membangun otot dan tulang, kebutuhan kalori dan nutrisi meningkat tajam. Berikut zat gizi yang wajib dipenuhi:

1. Protein

Mendukung pertumbuhan jaringan otot dan perbaikan sel. Sumber terbaik meliputi daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan.

2. Kalsium dan Vitamin D

Penting untuk kepadatan tulang selama masa pertumbuhan tinggi badan. Susu, keju, yoghurt, dan paparan sinar matahari pagi adalah sumber yang sangat baik.

3. Zat Besi dan Zinc

Zat besi membantu transportasi oksigen dalam darah, sementara zinc sangat penting untuk pematangan seksual dan fungsi sistem imun.

Studi Mengenai Pubertas Laki-Laki

The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa usia awal pubertas pada laki-laki cenderung mengalami pergeseran lebih awal dalam beberapa dekade terakhir. Faktor lingkungan dan nutrisi dianggap sebagai pemicu utama fenomena ini.

Studi tersebut menekankan bahwa meskipun ada variasi usia, pola perkembangan Skala Tanner tetap menjadi parameter yang paling valid untuk menilai kesehatan endokrin pada remaja. Penting bagi tenaga medis untuk memantau kecepatan pertumbuhan linear guna mendeteksi adanya gangguan hormon pertumbuhan sejak dini.

Jika kamu atau anak kamu mengalami tanda pubertas sebelum usia 9 tahun (pubertas prekoks) atau belum menunjukkan tanda pubertas di usia 14 tahun (pubertas terlambat), segeralah berkonsultasi. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan arahan pemeriksaan laboratorium atau rujukan ke dokter spesialis anak ahli endokrin.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk pendukung kesehatan seperti multivitamin atau produk perawatan kulit dengan praktis dan cepat lewat fitur beli obat online di Halodoc. Pastikan asupan nutrisi terjaga dan kebersihan diri selalu diutamakan agar masa pubertas berjalan dengan optimal.

Bingung Menghadapi Perubahan Tubuh Saat Pubertas? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu mungkin merasa ada yang aneh dengan perubahan tubuhmu atau merasa bingung dengan gejala yang muncul selama masa pubertas? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Puberty: Stages for Boys.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Adolescent Growth and Development.
Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Diakses pada 2026. Trends in Puberty Timing.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kesehatan Reproduksi Remaja Laki-laki.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Male Puberty.

FAQ

1. Di usia berapa pubertas laki-laki biasanya dimulai?

Pubertas pada laki-laki umumnya dimulai antara usia 9 hingga 14 tahun. Namun, variasi waktu bisa terjadi tergantung faktor genetik dan nutrisi.

2. Apakah jerawat adalah tanda pasti pubertas?

Ya, jerawat sering muncul karena peningkatan produksi sebum akibat aktivitas hormon androgen yang meningkat drastis selama pubertas.

3. Apakah mimpi basah berbahaya bagi kesehatan?

Sama sekali tidak. Mimpi basah adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan sperma yang menumpuk dan menandakan fungsi reproduksi mulai aktif.

4. Kapan suara laki-laki akan berhenti pecah?

Proses perubahan suara biasanya berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun. Setelah laring selesai tumbuh, suara akan menetap di nada yang lebih rendah.