
Ini Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan
Faktanya, seseorang bisa mengalami radang amandel dan radang tenggorokan secara bersamaan.

Ringkasan: Ciri-ciri amandel atau tonsilitis meliputi tenggorokan terasa sakit, amandel tampak memerah dan membengkak, serta adanya lapisan putih atau kuning pada permukaan amandel. Gejala ini sering disertai dengan kesulitan menelan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, demam, dan bau mulut yang tidak sedap akibat peradangan.
Daftar Isi:
Apa Itu Amandel?
Amandel atau tonsil adalah dua bantalan jaringan berbentuk oval yang terletak di bagian belakang tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk menyaring kuman yang masuk melalui mulut atau hidung.
Kondisi yang sering disebut “amandel” oleh masyarakat sebenarnya merujuk pada tonsilitis (peradangan amandel). Peradangan ini terjadi saat tonsil terinfeksi oleh virus atau bakteri, sehingga ukurannya membesar dan mengganggu fungsi pernapasan atau penelanan.
“Tonsilitis merupakan inflamasi pada tonsil palatina yang merupakan bagian dari cincin Waldeyer, yang berfungsi sebagai pertahanan lini pertama sistem imun terhadap patogen yang masuk melalui inhalasi atau ingesti.” — Kemenkes RI, 2022
Ciri-Ciri Amandel yang Mengalami Peradangan
Ciri-ciri amandel yang meradang ditandai dengan perubahan fisik yang signifikan pada area tenggorokan. Penderita biasanya merasakan sensasi mengganjal dan nyeri hebat saat mencoba menelan makanan atau cairan.
Perubahan visual pada tonsil mencakup warna yang sangat merah dan pembengkakan yang bisa terjadi pada salah satu atau kedua sisi. Selain gejala lokal di tenggorokan, kondisi ini sering kali memicu respons sistemik di seluruh tubuh.
Beberapa ciri-ciri amandel yang paling umum meliputi:
- Tenggorokan terasa sangat sakit dan nyeri saat menelan (disfagia).
- Tonsil tampak bengkak dan berwarna merah cerah.
- Munculnya bercak putih atau kuning (eksudat) pada permukaan amandel.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di area leher yang terasa nyeri saat diraba.
- Bau mulut yang tidak sedap (halitosis) akibat penumpukan kuman.
- Suara yang terdengar serak atau teredam (hot potato voice).
- Demam dan menggigil yang menyertai rasa nyeri.
Apa Penyebab Radang Amandel?
Penyebab radang amandel sebagian besar dipicu oleh infeksi virus (sekitar 70-80% kasus). Beberapa jenis virus yang sering menjadi penyebab adalah Rhinovirus, Influenza, dan Epstein-Barr virus.
Selain virus, infeksi bakteri juga sering menjadi pemicu utama, khususnya bakteri Streptococcus pyogenes (kelompok A streptokokus). Infeksi bakteri ini biasanya memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dibandingkan infeksi virus.
Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan terjadinya radang amandel mencakup usia anak-anak yang sering berinteraksi di sekolah. Paparan terhadap kuman yang tersebar melalui percikan liur (droplet) menjadi jalur utama penularan kondisi ini.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Radang Amandel?
Diagnosis radang amandel ditegakkan melalui pemeriksaan fisik secara langsung oleh tenaga medis profesional. Dokter akan memeriksa bagian belakang tenggorokan untuk melihat tanda-tanda kemerahan, bengkak, atau adanya nanah.
Pemeriksaan tambahan sering dilakukan untuk memastikan penyebab infeksi, apakah berasal dari bakteri atau virus. Hal ini sangat penting untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat bagi pasien.
Beberapa prosedur diagnostik yang dilakukan meliputi:
- Pemeriksaan fisik menggunakan alat penerangan (penlight) untuk melihat kondisi tonsil.
- Palpasi atau perabaan area leher untuk mengecek pembengkakan kelenjar getah bening.
- Tes usap tenggorokan (throat swab) untuk mendeteksi bakteri streptokokus.
- Tes darah lengkap (CBC) untuk memantau jumlah sel darah putih sebagai tanda infeksi.
Bagaimana Cara Mengobati Radang Amandel?
Pengobatan radang amandel disesuaikan dengan penyebab dasarnya, baik itu infeksi virus maupun bakteri. Jika disebabkan oleh virus, fokus utama adalah perawatan suportif untuk meredakan gejala secara mandiri di rumah.
Apabila tes menunjukkan adanya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan sesuai dosis. Penghentian penggunaan antibiotik secara prematur dapat menyebabkan bakteri menjadi resistan (kebal) terhadap obat.
“Manajemen tonsilitis melibatkan hidrasi yang cukup, manajemen nyeri dengan analgesik, dan penggunaan antibiotik yang tepat sasaran jika terbukti merupakan infeksi bakteri.” — WHO, 2023
Langkah-langkah penanganan yang bisa dilakukan di rumah meliputi:
- Istirahat yang cukup untuk memberikan waktu bagi sistem imun melawan infeksi.
- Meningkatkan asupan cairan untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol sesuai petunjuk medis.
- Menghindari paparan asap rokok atau polusi yang dapat mengiritasi tenggorokan.
Bagaimana Cara Mencegah Radang Amandel?
Pencegahan radang amandel berfokus pada menjaga kebersihan diri guna meminimalkan penyebaran kuman penyebab infeksi. Karena kuman pemicu tonsilitis bersifat menular, perilaku hidup bersih menjadi perlindungan utama.
Penyebaran kuman sering terjadi melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Membiasakan diri mencuci tangan secara rutin sebelum makan dan setelah berada di tempat umum sangat disarankan.
Beberapa langkah pencegahan praktis meliputi:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
- Tidak berbagi alat makan, gelas, atau sikat gigi dengan orang lain.
- Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin atau batuk.
- Mengganti sikat gigi setelah sembuh dari radang amandel untuk mencegah infeksi ulang.
Kapan Harus ke Dokter?
Penderita disarankan segera mencari bantuan medis jika ciri-ciri amandel tidak kunjung membaik dalam waktu 48 jam. Gejala yang disertai demam tinggi di atas 38,5 derajat Celcius memerlukan perhatian khusus.
Kondisi darurat medis terjadi apabila pembengkakan amandel sudah mengganggu saluran pernapasan. Kesulitan bernapas atau ketidakmampuan untuk menelan cairan sama sekali merupakan tanda bahwa penanganan segera harus dilakukan di fasilitas kesehatan.
Tanda-tanda lain yang mengharuskan konsultasi medis meliputi:
- Sakit tenggorokan yang sangat parah hingga penderita tidak bisa makan.
- Kelemahan otot yang ekstrem atau rasa lesu yang tidak biasa.
- Munculnya kekakuan pada leher.
- Pembengkakan amandel yang terjadi secara asimetris (hanya satu sisi).
Kesimpulan
Ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan mencakup nyeri tenggorokan, pembengkakan visual, dan kesulitan menelan yang signifikan. Sebagian besar kasus disebabkan oleh virus, namun infeksi bakteri memerlukan penanganan medis spesifik dengan antibiotik. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.


