
Ini Cara Membuat Tempe Bacem Khas Jawa yang Tinggi Protein
“Tempe merupakan salah satu makanan protein yang ekonomis. Setiap orang bisa memenuhi asupan protein dengan mengonsumsi tempe.”

Ringkasan: Bacem tempe adalah makanan tradisional berbahan dasar kedelai yang diolah dengan teknik merebus perlahan (slow cooking) menggunakan bumbu rempah dan gula merah. Secara medis, hidangan ini kaya akan protein nabati dan probiotik, namun perlu diperhatikan kadar gulanya bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Daftar Isi:
Apa Itu Bacem Tempe?
Bacem tempe merupakan produk olahan kedelai (Glycine max) yang melalui proses fermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus sebelum dimasak dengan bumbu bacem. Teknik membacem melibatkan penggunaan air kelapa, gula merah, dan rempah-rempah yang direbus hingga cairan menyusut ke dalam pori-pori tempe.
Metode pemasakan ini bertujuan untuk memberikan cita rasa manis-gurih sekaligus memperpanjang masa simpan makanan secara alami. Dalam perspektif gizi, bacem tempe dikategorikan sebagai sumber protein nabati yang memiliki bioavailabilitas (daya serap nutrisi oleh tubuh) yang tinggi karena proses fermentasi.
Kandungan Nutrisi Bacem Tempe
Nutrisi dalam bacem tempe mencakup protein, serat pangan, serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh metabolisme tubuh. Tempe secara alami mengandung isoflavon (senyawa antioksidan) yang tetap terjaga meskipun telah melalui proses pemanasan dalam bumbu bacem.
Satu porsi bacem tempe rata-rata mengandung karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan tempe original karena penambahan gula merah (sukrosa). Selain itu, terdapat kandungan vitamin B12 yang jarang ditemukan pada sumber nabati lainnya, menjadikannya pilihan baik bagi individu yang menjalani pola makan vegetarian.
- Protein nabati berkualitas tinggi.
- Zat besi (mineral untuk pembentukan sel darah merah).
- Kalsium (untuk kesehatan tulang).
- Magnesium dan fosfor.
- Serat larut air.
Manfaat Kesehatan Kedelai Fermentasi
Manfaat bacem tempe berasal dari proses fermentasi kedelai yang menghasilkan peptida aktif untuk mendukung kesehatan pembuluh darah. Senyawa isoflavon dalam tempe diketahui memiliki peran dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.
Proses fermentasi juga memecah asam fitat yang secara alami ada dalam kedelai, sehingga penyerapan mineral seperti zink dan kalsium menjadi lebih optimal. Serat yang terkandung di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah konstipasi (sembelit).
“Konsumsi protein kedelai secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan memperbaiki profil lipid darah.” — WHO (World Health Organization), 2023
Risiko Konsumsi Gula Berlebih pada Bacem
Meskipun menyehatkan, bacem tempe memiliki risiko terkait kandungan glikemik yang tinggi akibat penggunaan gula merah dalam jumlah besar. Konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan kadar glukosa darah (gula darah) yang tidak stabil pada penderita gangguan metabolisme.
Penderita diabetes melitus dan obesitas (kegemukan) perlu membatasi frekuensi konsumsi bacem tempe yang diolah dengan sangat manis. Selain itu, teknik penyajian yang sering kali digoreng setelah dibacem dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kalori total dalam makanan tersebut.
Cara Mengolah Bacem Tempe yang Sehat
Pengolahan bacem tempe yang lebih sehat dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan gula merah dan menghindari teknik menggoreng (deep frying). Mengukus atau memanggang tempe yang telah dibumbui merupakan alternatif untuk menjaga kualitas nutrisi tanpa menambah lemak trans.
Penggunaan air kelapa alami dalam bumbu bacem disarankan karena memberikan rasa manis alami sekaligus asupan elektrolit. Rempah-rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan lengkuas dapat diperbanyak untuk memperkuat rasa tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penambahan garam (natrium) berlebih.
Pencegahan Komplikasi Metabolik
Pencegahan risiko kesehatan saat mengonsumsi bacem tempe dilakukan dengan pengaturan porsi yang seimbang sesuai angka kecukupan gizi (AKG). Disarankan untuk mengombinasikan bacem tempe dengan sayuran tinggi serat guna memperlambat penyerapan gula di saluran cerna.
Bagi pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi), penggunaan garam dalam air rebusan bacem harus dikontrol secara ketat. Memilih tempe yang masih segar dengan jamur putih yang merata juga penting untuk memastikan kualitas probiotik dan menghindari kontaminasi bakteri patogen.
“Batasan konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari untuk menjaga kesehatan metabolisme.” — Kemenkes RI, 2024
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Konsultasi dengan dokter diperlukan jika muncul reaksi alergi kedelai seperti gatal, ruam, atau pembengkakan setelah mengonsumsi produk kedelai. Individu dengan riwayat asam urat (gout) juga perlu berkonsultasi mengenai porsi aman karena tempe mengandung purin dalam kadar sedang.
Jika terdapat keluhan berupa lonjakan gula darah yang sulit terkontrol setelah mengonsumsi makanan manis termasuk bacem, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Evaluasi medis membantu menentukan pola diet yang paling sesuai dengan kondisi klinis masing-masing individu.
Kesimpulan
Bacem tempe adalah sumber nutrisi nabati yang sangat baik namun memerlukan moderasi dalam penggunaan gula dan minyak saat pengolahannya. Pastikan untuk selalu menyeimbangkan asupan protein dengan variasi nutrisi lain guna mendukung kesehatan jangka panjang. konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat terkait kondisi kesehatan atau kebutuhan nutrisi secara spesifik.


