
Ini Cara Menurunkan Demam pada Anak dan Orang Dewasa yang Tepat
Cara menurunkan demam yang paling utama adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

DAFTAR ISI
- Penyebab Demam pada Anak-anak dan Orang Dewasa
- Gejala Demam yang Perlu Diperhatikan
- Cara Menurunkan Demam pada Anak
- Apa Kata Riset?
- Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa
- Hal yang Perlu Diperhatikan saat Demam
- Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?
Demam adalah kondisi yang sering dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya, demam terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan.
Meskipun sering menjadi kondisi biasa, demam dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman.
Oleh karena itu, kamu tetap perlu memahami tips menurunkan demam untuk anak maupun orang dewasa.
Penyebab Demam pada Anak-anak dan Orang Dewasa
Demam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:
- Infeksi virus, seperti flu atau pilek
- Infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan atau infeksi saluran kemih
- Vaksinasi
- Peradangan
- Efek samping obat-obatan
Gejala Demam yang Perlu Diperhatikan
Selain peningkatan suhu tubuh, gejala demam lainnya meliputi:
- Menggigil
- Berkeringat
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan
- Kehilangan nafsu makan
- Pada anak-anak, demam tinggi dapat menyebabkan kejang
Cara Menurunkan Demam pada Anak
Saat anak mengalami demam, penting untuk tetap tenang dan melakukan pertolongan pertama yang aman sambil terus memantau kondisinya.
Ketakutan orang tua justru bisa membuat anak ikut panik. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan menurut panduan medis dan dokter anak:
Berikut adalah beberapa cara menurunkan demam pada anak:
1. Ukur suhu tubuh secara berkala
Langkah pertama dalam menangani demam adalah mengukur suhu tubuh anak dengan termometer.
Suhu tubuh normal umumnya berkisar 36,5 – 37,5 derajat Celcius. Anak dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius.
2. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, seperti air putih, susu, atau jus. Pasalnya, tubuh rentan mengalami dehidrasi saat demam.
Nah, cairan membantu mencegah dehidrasi dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Simak informasi lebih lengkap tentang Apa itu Demam Pada Anak? Gejala, Penyebab & Pengobatan.
3. Kompres dengan air hangat
Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat untuk mengompres ketiak, selangkangan dan lipatan tubuh lainnya pada anak selama 10-15 menit untuk mengeluarkan panas lewat pori-pori tubuh.
Kompres air hangat bisa membantu tubuh melepaskan panas secara perlahan.
4. Kenakan pakaian tipis
Pilih pakaian yang ringan dan nyaman untuk anak. Hindari membungkus tubuh dengan baju tebal dan selimut tebal yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh.
5. Berikan obat penurun demam
Jika suhu tubuh anak sangat tinggi atau terlihat tidak nyaman, berikan obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan.
Untuk memastikan keamanannya, selalu konsultasikan penggunaan obat dengan dokter terlebih dahulu.
6. Istirahat yang cukup
Pastikan anak beristirahat dengan cukup. Aktivitas fisik yang berlebihan dapat memperburuk kondisi tubuh.
Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai gejala lain seperti kejang, ruam, atau kesulitan bernapas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.
Catat, Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi.
Fakta Tentang Demam
Demam yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk segera menurunkan demam tinggi pada anak.
Apa Kata Riset?
Penelitian yang dipublikasikan dalam Infectious Disease Clinics menunjukkan bahwa demam sebenarnya dapat memiliki manfaat dalam melawan infeksi.
Demam dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga penyakit autoimun.
Meskipun banyak dokter masih sering meresepkan obat penurun panas (antipiretik) untuk mengatasi demam, penelitian menunjukkan bahwa demam dapat membantu tubuh melawan infeksi.
Secara sederhana, abstrak ini menjelaskan bahwa demam, meskipun sering dianggap sebagai kondisi yang tidak diinginkan, sebenarnya dapat memainkan peran penting dalam membantu tubuh melawan infeksi.
Oleh karena itu, penggunaan obat penurun panas perlu dilakukan secara bijaksana.
Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa
Demam pada orang dewasa umumnya lebih mudah ditangani dibandingkan anak-anak. Berikut tindakan yang bisa kamu lakukan agar demam cepat mereda:
1. Perbanyak minum cairan
Kamu perlu mengonsumsi lebih banyak cairan, seperti air putih, teh herbal, atau sup hangat. Cairan membantu mencegah dehidrasi yang sering menyertai demam.
2. Mandi air hangat
Mandi dengan air hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan.
Hindari mandi dengan air dingin karena dapat menyebabkan tubuh menggigil dan memperburuk kondisi yang ada.
3. Istirahat yang cukup
Beristirahat adalah cara menurunkan demam yang paling sederhana. Sebab, tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi yang menyebabkan demam.
Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa baca tentang Demam – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan.
4. Konsumsi obat penurun demam
Orang dewasa dapat menggunakan obat seperti parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam.
Pastikan kamu mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.
5. Hindari konsumsi alkohol dan kafein
Alkohol dan kafein memiliki sifat diuretik yang bisa mempercepat keluarnya cairan dalam tubuh.
Kondisi tersebut bisa mempercepat terjadinya dehidrasi, sehingga sebaiknya alkohol dan kafein dihindari saat demam.
6. Kompres dengan air hangat
Sama seperti pada anak-anak, kamu juga bisa mengompres tubuh dengan kain yang dibasahi air hangat. Cara ini bisa membantu menurunkan suhu tubuh.
7. Perhatikan gejala tambahan
Jika demam disertai gejala serius seperti sakit kepala berat, leher kaku, atau ruam, segera cari pertolongan medis.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Demam
Meskipun demam biasanya tidak berbahaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengalami kondisi ini:
1. Jangan gunakan obat sembarangan
Penggunaan obat penurun demam harus sesuai dosis yang dianjurkan. Baca aturan pakai yang umumnya tertera dalam kemasan atau tanya dokter maupun apoteker saat membelinya.
Hindari penggunaan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan sindrom Reye.
2. Perhatikan suhu tubuh secara berkala
Pantau suhu tubuh secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi. Hal ini juga membantu menentukan langkah penanganan selanjutnya.
3. Cegah dehidrasi
Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dehidrasi bisa memperburuk kondisi yang ada.
5. Waspadai gejala lain
Gejala seperti kejang, ruam, atau kesulitan bernapas memerlukan penanganan medis segera. Jangan abaikan tanda-tanda ini, terutama jika demam berlangsung lama.
6. Perhatikan usia dan kondisi kesehatan
Anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan kekebalan tubuh, memerlukan perhatian ekstra saat demam.
Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?
Meskipun demam seringkali merupakan respons tubuh yang normal terhadap infeksi dan dapat diatasi di rumah, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Bawa anak ke fasilitas kesehatan atau hubungi dokter jika:
- Demam sangat tinggi (misalnya di atas 39°C).
- Anak tampak sangat lemah, lesu, atau sulit dibangunkan.
- Anak mengalami kesulitan bernapas atau napasnya cepat.
- Anak tidak bisa minum atau menyusu.
- Muncul gejala aneh seperti ruam, sakit kepala parah, leher kaku, atau sensitif terhadap cahaya.
- Anak mengalami kejang demam (gerakan tubuh tak terkendali, mata mendelik). Kejang demam merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
- Anak tampak kebingungan atau mengalami penurunan kesadaran.
Demam seringkali merupakan respons tubuh terhadap infeksi, dan langkah-langkah sederhana di atas bisa membantu meredakannya. Namun, selalu awasi tanda-tanda yang tidak biasa dan jangan ragu untuk menghubungi tenaga medis bila diperlukan.
Itulah cara menurunkan demam yang tepat. Jika demam tak kunjung mereda atau muncul gejala lain, segera hubungi dokter di Halodoc.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!


