
Ini Cara Merawat Anak Burung Dara yang Baru Lahir

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Anak Burung Baru Lahir
- Persiapan Kandang dan Suhu Ideal
- Pemberian Nutrisi dan Teknik Meloloh
- Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
- Kapan Harus ke Dokter Hewan?
- Studi Terkait
- FAQ
Merawat anak burung, khususnya burung dara atau merpati yang baru lahir (sering disebut sebagai squab), merupakan tugas yang memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi. Anak burung yang baru menetas sangat rentan terhadap perubahan suhu lingkungan dan infeksi bakteri. Tanpa indukan yang merawatnya, peluang hidup anak burung ini sangat bergantung pada intervensi manusia yang tepat, mulai dari pengaturan suhu hingga pemenuhan nutrisi yang spesifik.
Kondisi anak burung yang tidak mendapatkan perawatan intensif seringkali berujung pada dehidrasi atau malnutrisi. Sebagai pemilik atau penyelamat burung, kamu perlu memahami bahwa metabolisme burung sangat cepat, sehingga keterlambatan dalam pemberian makan atau suhu yang terlalu dingin dapat berakibat fatal dalam hitungan jam. Penting bagi kamu untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai anatomi burung, terutama bagian tembolok (crop) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam langkah-langkah medis dan praktis dalam merawat anak burung agar dapat tumbuh menjadi burung dewasa yang sehat. Penanganan yang tepat tidak hanya soal memberi makan, tetapi juga mencakup aspek higienitas dan pencegahan penyakit menular yang bisa menyerang unggas muda.
Nah, mau tahu apa saja panduan lengkap dan langkah penting dalam merawat anak burung? Berikut ulasannya!
Memahami Kondisi Anak Burung Baru Lahir
Anak burung dara lahir dalam kondisi altricial, artinya mereka lahir dengan mata tertutup, tidak memiliki bulu (hanya sedikit bulu halus), dan sepenuhnya bergantung pada induknya. Pada fase ini, mereka tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri (termogulasi). Oleh karena itu, tantangan terbesar dalam 24-48 jam pertama adalah menjaga agar anak burung tetap hangat.
Selain suhu, kamu harus memperhatikan kondisi fisik luar. Anak burung yang sehat akan terlihat aktif bergerak saat disentuh dan memiliki kulit yang berwarna merah muda segar, tidak kebiruan atau pucat. Jika anak burung terlihat lemas dan kulitnya tampak keriput, itu adalah tanda awal dehidrasi yang sangat serius.
Persiapan Kandang dan Suhu Ideal
Karena anak burung tidak memiliki bulu pelindung, kamu harus menyediakan “induk buatan”. Kamu bisa menggunakan wadah kecil seperti baskom plastik atau kotak kayu yang dilapisi dengan tisu dapur atau kain lembut yang tidak berserabut (hindari handuk karena kuku burung bisa tersangkut).
Suhu yang dibutuhkan untuk anak burung yang baru lahir adalah sekitar 35 hingga 37 derajat Celsius. Kamu bisa menggunakan lampu pijar (bohlam) 5-10 watt yang diletakkan di atas kandang. Pastikan ada area yang lebih dingin di sudut kandang agar jika burung merasa terlalu panas, ia bisa bergeser sedikit. Gunakan termometer untuk memantau suhu secara berkala, karena panas yang berlebihan juga dapat menyebabkan luka bakar pada kulit burung yang tipis.
Pemberian Nutrisi dan Teknik Meloloh
Di alam liar, induk burung dara menghasilkan “susu tembolok” (crop milk), yaitu sekresi kaya protein dan lemak yang dihasilkan dari lapisan tembolok induk. Karena manusia tidak bisa memproduksi ini, kamu harus menggunakan bubur lolohan khusus burung (hand-feeding formula) yang tersedia di toko hewan. Jangan pernah memberikan susu sapi kepada burung, karena mereka tidak memiliki enzim laktase untuk mencerna laktosa, yang dapat menyebabkan diare berat.
Teknik meloloh harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan spuit (suntikan tanpa jarum). Pastikan bubur dalam kondisi hangat suam-suam kuku (sekitar 38-40 derajat Celsius). Jika terlalu dingin, metabolisme burung akan melambat (sour crop), dan jika terlalu panas, temboloknya bisa terbakar. Masukkan spuit dari sisi kiri paruh burung menuju ke arah kanan tenggorokan untuk menghindari masuknya makanan ke saluran pernapasan (trakea).
Tanda-Tanda Tembolok yang Sehat
- Tembolok terisi penuh dan terasa lunak (seperti balon air) setelah makan.
- Tembolok harus kosong sepenuhnya dalam waktu 4-6 jam sebelum pemberian makan berikutnya.
- Tidak ada bau busuk yang keluar dari paruh burung (indikasi infeksi jamur).
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
Anak burung memiliki sistem imun yang belum sempurna. Sisa makanan yang menempel di sekitar paruh atau bulu halus harus segera dibersihkan dengan kapas basah yang hangat. Jika dibiarkan, sisa makanan tersebut akan mengeras dan menjadi sarang bakteri serta jamur.
Selain itu, feses burung harus dipantau. Burung yang sehat akan mengeluarkan feses yang memiliki bagian padat berwarna cokelat/hijau dan bagian putih (urat). Jika feses hanya berupa cairan bening dalam jumlah banyak, burung mungkin mengalami masalah pencernaan atau stres. Pastikan kamu selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang anak burung untuk mencegah penularan penyakit zoonosis.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Ada beberapa kondisi yang tidak bisa kamu tangani sendiri di rumah. Jika kamu menemukan gejala seperti napas megap-megap (panting), tembolok tidak kunjung kosong setelah 8 jam, atau adanya bintik-bintik putih di dalam rongga mulut (gejala canker atau Trichomoniasis), segera cari bantuan profesional.
Untuk memastikan penanganan medis yang tepat, sebaiknya kamu segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan dokter hewan spesialis unggas atau rekomendasi tindakan darurat yang perlu dilakukan.
Studi Mengenai Kesehatan Avian
The Journal of Avian Medicine and Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa suhu lingkungan selama masa pertumbuhan awal burung altricial sangat menentukan laju perkembangan organ dalam, terutama sistem pencernaan. Kegagalan menjaga suhu stabil dapat mengakibatkan stunting atau kematian mendadak akibat kegagalan organ.
Studi ini menekankan bahwa pemberian pakan buatan yang tidak higienis menjadi penyebab utama kematian 60% anak burung yang dirawat manusia. Oleh karena itu, sterilisasi alat meloloh sangat krusial dalam prosedur perawatan harian.
Secara keseluruhan, kunci kesuksesan merawat anak burung adalah konsistensi dalam pemantauan suhu dan nutrisi. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika kondisi fisik anak burung menurun drastis. Kamu juga bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan suplemen atau vitamin pendukung pertumbuhan hewan kesayanganmu, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Pastikan kamu selalu waspada terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun pada anak burung, karena kecepatan dalam memberikan penanganan adalah faktor penentu antara hidup dan mati bagi mereka.
Referensi:
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2026. Care of Orphaned Baby Birds.
Royal Society for the Protection of Birds (RSPB). Diakses pada 2026. Helping Baby Birds.
Bird Health Center. Diakses pada 2026. Hand-Rearing Squabs and Pigeons.
Journal of Avian Medicine and Surgery. Diakses pada 2026. Pediatric Avian Medicine: Care of the Neonatal Bird.
FAQ
1. Apa yang harus dilakukan jika menemukan anak burung jatuh dari sarang?
Jika burung memiliki bulu lengkap (fledgling), biarkan saja karena induknya biasanya mengawasi. Jika masih telanjang (nestling), coba masukkan kembali ke sarangnya atau buat sarang pengganti di tempat yang aman.
2. Berapa kali sehari anak burung harus diberi makan?
Anak burung yang baru lahir (usia 1-5 hari) biasanya perlu diberi makan setiap 2-3 jam sekali, mulai dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam. Jangan memberi makan di tengah malam agar sistem pencernaan bisa beristirahat.
3. Bolehkah anak burung diberi air minum secara langsung?
Sangat tidak disarankan memberikan air langsung menggunakan pipet ke dalam paruh karena risiko tersedak (aspirasi) sangat tinggi. Kebutuhan air mereka sudah terpenuhi dari campuran bubur lolohan yang encer.
4. Kapan anak burung bisa mulai makan sendiri?
Biasanya pada usia 4-5 minggu, anak burung dara mulai belajar mematuk biji-bijian. Proses ini disebut penyapihan (weaning), di mana frekuensi meloloh dikurangi secara bertahap.
Punya Keluhan Kesehatan pada Hewan Peliharaan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun kekhawatiran tentang hewan di sekitar, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


