
Ini Ciri-Ciri Keguguran tanpa Perdarahan yang Perlu Diwaspadai
Ibu bisa saja menyadari mengalami keguguran saat pemeriksaan dokter kandungan.

DAFTAR ISI
- Apa yang Keluar saat Keguguran 6 Bulan?
- Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
- Penanganan Medis Pasca Keguguran
- Studi Terkait
- FAQ
Mengalami keguguran pada usia kehamilan 6 bulan atau sekitar 24 minggu adalah pengalaman yang sangat berat, baik secara fisik maupun emosional. Pada usia ini, secara medis kondisi tersebut sering disebut sebagai keguguran lanjut atau bahkan kematian bayi dalam kandungan (stillbirth), karena janin sudah terbentuk cukup sempurna.
Banyak ibu yang merasa panik dan bertanya-tanya mengenai proses yang terjadi pada tubuh mereka, terutama tentang apa saja yang akan keluar dari rahim. Memahami tanda-tanda ini sangat penting agar kamu bisa segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat untuk mencegah komplikasi seperti perdarahan hebat atau infeksi.
Kondisi keguguran di trimester kedua akhir memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan keguguran di awal kehamilan. Janin yang sudah berukuran cukup besar beserta plasenta memerlukan proses peluruhan yang menyerupai persalinan mini.
Nah, mau tahu apa saja penjelasan mengenai kondisi keguguran 6 bulan dan apa yang keluar? Berikut ulasannya!
Apa yang Keluar saat Keguguran 6 Bulan?
Pada usia kehamilan 6 bulan, janin sudah memiliki organ yang lengkap, meskipun belum mampu bertahan hidup di luar rahim tanpa bantuan medis intensif. Berikut adalah beberapa hal yang umumnya keluar saat proses keguguran di usia ini terjadi:
1. Janin yang Sudah Terbentuk
Berbeda dengan keguguran di trimester pertama yang mungkin hanya terlihat seperti gumpalan darah, pada usia 6 bulan, janin sudah memiliki bentuk manusia yang jelas. Janin biasanya berukuran sekitar 25-30 cm dengan berat mencapai 500-600 gram. Jika terjadi keguguran, janin akan keluar melalui proses kontraksi rahim.
2. Plasenta dan Tali Pusat
Plasenta yang berfungsi menyalurkan nutrisi selama kehamilan juga akan ikut luruh. Plasenta pada usia 6 bulan sudah cukup besar dan tebal. Penting untuk memastikan plasenta keluar secara utuh; jika ada bagian yang tertinggal di dalam rahim, hal ini dapat memicu infeksi serius atau perdarahan yang sulit berhenti.
3. Air Ketuban dalam Jumlah Banyak
Sebelum janin keluar, biasanya kantong ketuban akan pecah terlebih dahulu. Kamu akan merasakan keluarnya cairan bening atau sedikit keruh dalam jumlah yang cukup banyak dari vagina secara tiba-tiba.
4. Gumpalan Darah dan Jaringan
Perdarahan yang terjadi pada keguguran 6 bulan biasanya sangat masif. Selain darah segar, akan keluar gumpalan-gumpalan jaringan berwarna merah tua atau keabu-abuan. Ini merupakan bagian dari lapisan rahim dan sisa-sisa jaringan pelindung janin.
Hal yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Perdarahan
- Segera gunakan pembalut bersalin (nifas) untuk memantau banyaknya darah.
- Jangan memasukkan apapun ke dalam vagina (seperti tampon).
- Segera menuju IGD rumah sakit terdekat untuk penanganan darurat.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Keguguran pada usia 6 bulan tidak boleh dianggap remeh. Jika kamu mengalami gejala di bawah ini, segeralah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal medis sebelum ke rumah sakit.
1. Kontraksi yang Teratur dan Kuat
Rasa mulas yang hebat di perut bagian bawah atau punggung belakang yang datang secara teratur mirip dengan tanda melahirkan.
2. Perdarahan Hebat
Darah yang keluar sangat banyak hingga membasahi lebih dari satu pembalut dalam satu jam. Kondisi ini berisiko menyebabkan syok akibat kekurangan darah.
3. Demam dan Menggigil
Jika perdarahan disertai dengan demam tinggi, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi di dalam rahim (sepsis) yang sangat berbahaya bagi nyawa ibu.
Penanganan Medis Pasca Keguguran
Setelah proses keguguran terjadi, tenaga medis akan melakukan beberapa tindakan untuk memastikan kesehatan ibu tetap terjaga:
1. Pemeriksaan USG
Dokter akan melakukan USG untuk memastikan rahim sudah benar-benar bersih dari sisa jaringan janin atau plasenta.
2. Prosedur Kuretase (Jika Diperlukan)
Jika masih ada jaringan yang tertinggal (keguguran tidak lengkap), dokter mungkin akan menyarankan prosedur kuretase atau pemberian obat tertentu untuk membersihkan rahim guna mencegah infeksi.
3. Pemulihan Fisik dan Suplemen
Pasca kehilangan banyak darah, tubuh akan terasa sangat lemas. Untuk membantu pemulihan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah terutama untuk kebutuhan vitamin penambah darah atau suplemen pemulihan pasca melahirkan.
Studi Mengenai Keguguran Trimester Kedua
American Journal of Obstetrics and Gynecology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa keguguran di trimester kedua (termasuk usia 6 bulan) seringkali berkaitan dengan masalah serviks (inkompetensi serviks), infeksi ketuban, atau kondisi kesehatan kronis ibu seperti diabetes yang tidak terkontrol.
Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh pasca kejadian untuk menentukan penyebab pasti, sehingga rencana kehamilan di masa depan dapat dipersiapkan dengan pemantauan yang lebih ketat.
Penting bagi kamu untuk memberikan waktu bagi tubuh dan jiwa untuk pulih. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari psikiater atau psikolog jika merasa trauma yang mendalam pasca kehilangan buah hati.
Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lainnya atau membeli kebutuhan medis dengan praktis melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Miscarriage.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Stillbirth: Symptoms, Causes & Prevention.
NHS UK. Diakses pada 2026. Symptoms of a miscarriage.
Healthline. Diakses pada 2026. What to Expect During a Second Trimester Miscarriage.
FAQ
1. Apakah keguguran 6 bulan harus dikuret?
Tidak selalu. Jika rahim sudah bersih secara alami, kuret tidak diperlukan. Namun, jika ada plasenta atau jaringan yang tertinggal, kuretase wajib dilakukan untuk mencegah infeksi.
2. Berapa lama darah nifas keluar setelah keguguran 6 bulan?
Biasanya perdarahan atau nifas berlangsung selama 2 hingga 4 minggu, mirip dengan proses pemulihan setelah melahirkan normal.
3. Apa penyebab utama keguguran di usia 6 bulan?
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari inkompetensi serviks, infeksi rahim, preeklampsia berat, hingga masalah pada tali pusat atau plasenta.
4. Kapan bisa hamil lagi setelah keguguran 6 bulan?
Dokter biasanya menyarankan untuk menunggu setidaknya 3 hingga 6 bulan agar kondisi rahim benar-benar pulih dan kesiapan mental ibu terjaga.
Punya Keluhan Kesehatan Setelah Mengalami Keguguran? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu mungkin masih merasa bingung atau memiliki keluhan kesehatan fisik dan mental pasca keguguran, tapi tidak tahu harus bertanya kepada siapa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


