Ad Placeholder Image

Ini Dia Penyebab Sungsang yang Harus Bunda Tahu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Penyebab Sungsang: Bukan Cuma Mitos, Ini Faktanya!

Ini Dia Penyebab Sungsang yang Harus Bunda TahuIni Dia Penyebab Sungsang yang Harus Bunda Tahu

Apa Itu Posisi Bayi Sungsang?

Posisi bayi sungsang atau presentasi bokong adalah kondisi di mana bayi berada dalam posisi terbalik di dalam rahim, dengan bokong atau kaki menghadap ke jalan lahir, bukan kepala. Idealnya, menjelang persalinan, bayi akan memutar ke posisi kepala di bawah. Namun, pada sebagian kecil kehamilan, bayi tetap berada dalam posisi sungsang.

Kondisi ini umumnya terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan rutin dan dapat menjadi pertimbangan penting dalam rencana persalinan. Memahami penyebab sungsang sangat penting untuk manajemen kehamilan yang tepat.

Faktor-Faktor Penyebab Sungsang

Meskipun penyebab sungsang seringkali tidak dapat ditentukan secara pasti, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan bayi berada dalam posisi ini. Faktor-faktor ini umumnya menghambat pergerakan atau posisi optimal bayi untuk memutar ke bawah.

Berikut adalah berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab sungsang:

  • Jumlah Air Ketuban Tidak Normal
    Jumlah air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) atau terlalu sedikit (oligohidramnion) bisa memengaruhi posisi bayi. Air ketuban yang berlebihan membuat bayi memiliki terlalu banyak ruang untuk bergerak bebas, sehingga sulit menetap pada posisi kepala di bawah. Sebaliknya, air ketuban yang terlalu sedikit membatasi ruang gerak bayi, sehingga menyulitkan proses memutar ke posisi yang benar.
  • Kehamilan Kembar
    Pada kehamilan kembar atau multiple, ruang di dalam rahim menjadi lebih terbatas. Hal ini meningkatkan kemungkinan salah satu atau lebih bayi berada dalam posisi sungsang karena kompetisi ruang dan posisi yang kurang optimal untuk semua bayi.
  • Bentuk Rahim Tidak Normal
    Kelainan pada bentuk rahim dapat menjadi penyebab sungsang. Contohnya adalah rahim yang memiliki sekat (septum) atau adanya pertumbuhan jaringan otot non-kanker di rahim yang disebut miom (fibroid). Kondisi ini dapat mengubah bentuk rongga rahim, menghalangi bayi untuk memutar ke posisi kepala di bawah.
  • Plasenta Previa
    Plasenta previa adalah kondisi di mana plasenta melekat terlalu rendah di dalam rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (serviks). Plasenta yang menghalangi bagian bawah rahim dapat menghalangi kepala bayi untuk turun ke panggul, sehingga bayi mungkin tetap dalam posisi sungsang.
  • Kehamilan Prematur
    Pada kehamilan yang belum cukup bulan, bayi mungkin belum memiliki waktu yang cukup untuk memutar ke posisi kepala di bawah. Bayi prematur memiliki insiden sungsang yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Seiring mendekati waktu persalinan, sebagian besar bayi akan berputar secara alami.
  • Usia Ibu
    Usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua dapat menjadi faktor risiko sungsang. Meskipun alasannya tidak sepenuhnya jelas, beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara usia ekstrem dengan peningkatan risiko posisi sungsang.
  • Riwayat Sungsang Sebelumnya
    Wanita yang memiliki riwayat kehamilan sungsang pada kehamilan sebelumnya memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama pada kehamilan berikutnya. Ini bisa mengindikasikan adanya faktor anatomi atau fisiologis yang berulang.
  • Kelainan Bawaan pada Bayi
    Meskipun jarang, beberapa kelainan bawaan pada bayi dapat memengaruhi kemampuannya untuk berputar atau mempertahankan posisi kepala di bawah. Contohnya adalah masalah pada kepala atau leher bayi.

Diagnosis Posisi Sungsang

Diagnosis posisi sungsang biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter atau bidan, yaitu dengan meraba perut ibu (palpasi). Konfirmasi diagnosis paling akurat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG juga dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab sungsang lainnya seperti plasenta previa atau miom.

Penanganan dan Rekomendasi Medis

Apabila bayi didiagnosis sungsang, dokter akan mendiskusikan berbagai pilihan penanganan. Salah satunya adalah versi sefalik eksternal (ECV), yaitu tindakan memutar bayi dari luar perut ibu oleh tenaga medis terlatih. Jika ECV tidak berhasil atau tidak memungkinkan, dokter mungkin akan merekomendasikan persalinan dengan operasi caesar untuk keselamatan ibu dan bayi.

Sangat penting bagi setiap ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, posisi bayi dapat dipantau dan rencana persalinan yang paling aman dapat ditentukan sesuai dengan kondisi spesifik. Jangan ragu untuk mencari informasi dan dukungan dari tenaga medis profesional.