Ad Placeholder Image

Ini Fungsi Hormon Testosteron yang Perlu Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen yang diproduksi di testis pada pria dan ovarium pada wanita.

Ini Fungsi Hormon Testosteron yang Perlu DiketahuiIni Fungsi Hormon Testosteron yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Ketika mendengar kata “testosteron”, hal pertama yang mungkin terlintas di pikiranmu adalah lambang maskulinitas, otot yang besar, dan suara yang berat. Memang benar, testosteron adalah hormon seks utama pada pria. Namun, tahukah kamu bahwa hormon ini juga diproduksi oleh tubuh wanita, meskipun dalam jumlah yang jauh lebih sedikit? Hormon ini diproduksi terutama di testis pada pria, dan di ovarium pada wanita, serta sebagian kecil oleh kelenjar adrenal pada kedua jenis kelamin.

Keberadaan hormon ini di dalam tubuh bukanlah tanpa alasan. Secara medis, hormon testosteron berfungsi untuk mengontrol berbagai proses penting di dalam tubuh, mulai dari menjaga gairah seksual, mengatur distribusi lemak, memelihara kepadatan tulang, hingga memengaruhi suasana hati (mood) dan fungsi kognitif. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, terutama saat pria memasuki usia 30-an atau 40-an, produksi alami hormon ini akan mengalami penurunan secara bertahap.

Penurunan kadar hormon yang drastis dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kelelahan kronis, depresi, hingga penurunan libido. Jika kamu merasakan gejala-gejala yang mengarah pada ketidakseimbangan hormon yang terus-menerus dan mengganggu kualitas hidup, kamu bisa segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Mengingat betapa vitalnya peran hormon ini, penting bagi kita untuk memahami secara mendalam apa saja fungsinya dan bagaimana cara menjaganya agar tetap seimbang. Nah, mari kita bahas lebih rinci mengenai fungsi, dampak ketidakseimbangan, dan cara menjaga kadar hormon testosteron di bawah ini!

Fungsi Utama Hormon Testosteron pada Tubuh

Testosteron diklasifikasikan sebagai hormon androgen. Meskipun identik dengan pria, fungsinya menjangkau seluruh sistem tubuh manusia. Berikut adalah beberapa hal utama di mana hormon testosteron berfungsi secara spesifik dalam menjaga kesehatan fisik dan mental:

1. Perkembangan Sistem Reproduksi Pria

Sejak janin masih berada di dalam kandungan (sekitar minggu ke-7 kehamilan), testosteron sudah mulai bekerja untuk membentuk organ reproduksi pria, seperti penis dan testis. Pada masa pubertas, lonjakan kadar hormon ini memicu perubahan fisik sekunder pada remaja laki-laki. Perubahan ini meliputi pertumbuhan rambut di wajah, dada, ketiak, dan area kemaluan, serta pendalaman pita suara yang membuat suara menjadi lebih berat (nge-bass).

2. Pertumbuhan Massa Otot dan Tulang

Salah satu alasan mengapa pria secara biologis cenderung memiliki massa otot yang lebih besar daripada wanita adalah karena testosteron. Hormon ini meningkatkan sintesis protein dalam tubuh, yang merupakan fondasi utama untuk membangun jaringan otot yang kuat. Selain otot, testosteron juga sangat krusial dalam menjaga kepadatan mineral tulang. Pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang di hari tua.

3. Produksi Sel Darah Merah

Hormon testosteron berfungsi mengirimkan sinyal ke sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah (eritrosit). Sel darah merah inilah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ dan jaringan tubuh. Oleh karena itu, individu yang mengalami defisiensi testosteron sering kali juga mengalami anemia ringan, yang ditandai dengan rasa mudah lelah, pucat, dan kurang energi.

4. Pengaturan Libido dan Fungsi Seksual

Fungsi yang paling dikenal dari testosteron adalah perannya dalam dorongan seksual (libido). Baik pada pria maupun wanita, kadar testosteron yang sehat berbanding lurus dengan gairah seksual yang sehat. Pada pria, hormon ini juga berkolaborasi dengan oksida nitrat untuk membantu memicu dan mempertahankan ereksi. Penurunan libido secara tiba-tiba sering kali menjadi indikator awal dari rendahnya kadar testosteron dalam tubuh.

5. Distribusi Lemak Tubuh

Testosteron berperan dalam metabolisme lemak. Pria dengan kadar testosteron yang optimal cenderung memiliki pembakaran lemak yang lebih efisien. Sebaliknya, ketika kadar hormon ini menurun, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area perut (obesitas sentral). Ironisnya, jaringan lemak perut ini dapat mengubah testosteron menjadi estrogen, yang pada akhirnya akan semakin menurunkan kadar testosteron total di dalam tubuh pria.

6. Kestabilan Mood dan Fungsi Kognitif

Penelitian medis menunjukkan bahwa ada reseptor testosteron di berbagai area otak yang mengatur suasana hati dan memori. Pria yang mengalami hipogonadisme (kadar testosteron sangat rendah) sering kali melaporkan gejala-gejala seperti depresi, mudah marah (iritabilitas), sulit berkonsentrasi, dan brain fog (kabut otak). Terapi penggantian testosteron pada kasus yang tepat secara medis terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan perbaikan mood.

Faktor Pemicu Penurunan Hormon Testosteron:
  1. Penuaan Alami: Kadar testosteron pria menurun sekitar 1-2% per tahun setelah menginjak usia 30 tahun.
  2. Kelebihan Berat Badan (Obesitas): Sel lemak meningkatkan produksi enzim aromatase yang mengubah testosteron menjadi estrogen.
  3. Stres Kronis: Stres menghasilkan hormon kortisol. Semakin tinggi kortisol, semakin tertekan produksi testosteron.
  4. Penyakit Kronis: Diabetes tipe 2, penyakit ginjal, liver, atau gangguan tiroid dapat merusak produksi hormon alami tubuh.
  5. Konsumsi Alkohol Berlebihan & Narkotika: Merusak sel-sel Leydig di testis yang bertugas memproduksi testosteron.

Dampak Kadar Testosteron yang Tidak Seimbang

Keseimbangan hormon adalah kunci dari sistem tubuh yang berfungsi dengan baik. Lalu, apa yang terjadi jika tubuh kekurangan atau kelebihan testosteron?

1. Jika Kadar Testosteron Terlalu Rendah (Defisiensi/Hipogonadisme)

Pada pria, kondisi ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi, penurunan volume air mani, penyusutan ukuran testis, rambut rontok yang parah, kehilangan massa otot, pembesaran payudara pria (ginekomastia), dan kelelahan ekstrem. Pada wanita, testosteron yang rendah (meskipun jarang menjadi masalah utama) dapat menyebabkan kelesuan, otot yang lemah, dan hilangnya gairah seksual.

2. Jika Kadar Testosteron Terlalu Tinggi

Pada pria, kadar testosteron yang terlalu tinggi secara alami sangat jarang terjadi. Hal ini biasanya dipicu oleh penggunaan steroid anabolik secara ilegal untuk membentuk otot atau tumor pada kelenjar adrenal. Dampaknya meliputi perilaku agresif, peningkatan risiko serangan jantung, jerawat parah, tekanan darah tinggi, dan penurunan jumlah sperma (karena testis berhenti memproduksi testosteron secara alami). Pada wanita, testosteron tinggi memicu kondisi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), yang ditandai dengan siklus haid tidak teratur, jerawat, kebotakan berpola pria, dan tumbuhnya bulu halus di wajah (hirsutisme).

Cara Alami Menjaga Kadar Testosteron Tetap Optimal

Kabar baiknya, ada beberapa perubahan gaya hidup berbasis sains yang terbukti efektif untuk menjaga, dan bahkan mengoptimalkan produksi hormon testosteron secara alami:

1. Rutin Melakukan Latihan Angkat Beban (Resistance Training)

Segala bentuk olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi jika tujuannya adalah meningkatkan testosteron, latihan angkat beban (seperti angkat besi) dan High-Intensity Interval Training (HIIT) adalah yang terbaik. Latihan beban merangsang otot untuk beradaptasi dan mengirimkan sinyal ke sistem endokrin untuk memproduksi lebih banyak testosteron guna memperbaiki dan membangun jaringan otot tersebut.

2. Konsumsi Nutrisi Seimbang (Protein, Karbohidrat, dan Lemak Sehat)

Apa yang kamu makan sangat memengaruhi keseimbangan hormon. Diet ekstrem yang sangat rendah lemak terbukti dapat menurunkan kadar testosteron. Tubuh membutuhkan lemak sehat (seperti dari alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak) untuk mensintesis hormon. Jangan lupakan asupan protein untuk menjaga massa otot, dan karbohidrat yang cukup untuk memberikan energi selama latihan.

3. Cukupi Kebutuhan Vitamin D dan Zinc

Vitamin D bekerja layaknya hormon steroid alami di dalam tubuh dan sangat penting untuk fungsi sperma. Berjemur di pagi hari adalah cara terbaik mendapatkan vitamin D. Selain itu, mineral Zinc (seng) terbukti ampuh mencegah penurunan testosteron, terutama pada atlet atau orang yang aktif. Kamu bisa mengonsumsi makanan laut seperti tiram, atau mempertimbangkan untuk konsumsi suplemen tambahan yang tepat. Jika kamu membutuhkan asupan nutrisi tambahan yang aman, kamu bisa beli vitamin, suplemen, dan obat online di Halodoc, produk 100% asli dan pesanan langsung diantar ke rumah dengan praktis.

4. Optimalkan Kualitas dan Durasi Tidur

Tidur yang berkualitas bukan sekadar untuk istirahat, melainkan fase di mana tubuh melakukan “reset” hormon, termasuk memproduksi sebagian besar testosteron harian. Usahakan tidur tanpa gangguan selama 7 hingga 9 jam setiap malam untuk menjaga kelancaran produksi hormon tersebut.

Studi Mengenai Testosteron dan Pengaruh Tidur

Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan studi di tahun 2011 yang menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron pria muda secara signifikan.

Dalam studi tersebut, pria muda sehat yang hanya tidur 5 jam per malam selama satu minggu mengalami penurunan kadar testosteron sekitar 10 hingga 15 persen. Temuan ini menegaskan betapa krusialnya gaya hidup dasar, yaitu tidur yang cukup, untuk menjaga vitalitas dan keseimbangan hormon pria, karena efek penurunannya setara dengan penuaan selama 10 hingga 15 tahun.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai bagaimana hormon testosteron berfungsi di dalam tubuh kita. Perhatikan setiap sinyal yang diberikan tubuhmu. Jika kamu merasa sangat lelah tanpa sebab, mengalami penurunan gairah, atau perubahan mood yang drastis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Testosterone therapy: Potential benefits and risks as you age.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Low Testosterone (Male Hypogonadism).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Testosterone — What It Does And Doesn’t Do.
National Institutes of Health (NIH) – PubMed. Diakses pada 2026. Effect of 1 Week of Sleep Restriction on Testosterone Levels in Young Healthy Men.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Fact sheets on Men’s Health and Aging.

FAQ

1. Apakah hormon testosteron berfungsi hanya pada tubuh pria saja?

Tidak. Meskipun testosteron dikenal sebagai hormon pria karena jumlahnya yang lebih besar pada tubuh pria, wanita juga memproduksi dan membutuhkan testosteron. Pada wanita, hormon ini diproduksi di ovarium dan kelenjar adrenal, berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, mengatur suasana hati, dan memelihara dorongan seksual.

2. Apa tanda-tanda kadar hormon testosteron sedang menurun?

Gejala yang sering muncul meliputi kelelahan yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat, penurunan massa otot yang disertai penumpukan lemak di perut, gangguan tidur, depresi atau mudah marah, dan penurunan gairah seksual secara drastis.

3. Apakah makanan tertentu bisa meningkatkan kadar testosteron?

Ya, makanan yang kaya akan kandungan Zinc dan vitamin D sangat membantu mengoptimalkan produksi testosteron alami. Beberapa contoh makanan tersebut adalah tiram, ikan berlemak (seperti salmon dan sarden), telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti bayam.

4. Kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter dan melakukan cek testosteron?

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami gejala defisiensi testosteron (seperti disfungsi ereksi, kebotakan parah secara tiba-tiba, atau depresi kronis) yang sampai mengganggu aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Dokter biasanya akan melakukan tes darah di pagi hari karena saat itulah kadar testosteron berada pada titik tertingginya.