Ad Placeholder Image

Ini Gejala Kanker Anus yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

“Gejala kanker anus yang paling umum adalah berupa perdarahan dari anus. Namun, terkadang penyakit berbahaya tersebut juga tidak menimbulkan gejala sehingga sulit dideteksi.”

Ini Gejala Kanker Anus yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala Kanker Anus yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Keluarnya lendir dari dubur sering kali memicu rasa cemas dan panik. Pada dasarnya, keberadaan lendir di dalam feses atau yang keluar dari anus adalah hal yang normal dalam jumlah kecil. Lendir atau mukus diproduksi secara alami oleh tubuh untuk membantu melancarkan proses pembuangan sisa makanan.

Namun, ketika lendir yang keluar jumlahnya sangat banyak, disertai dengan perubahan warna menjadi kekuningan, kehijauan, atau bahkan bercampur dengan darah, ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada saluran pencernaan bagian bawah. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi indikator adanya peradangan, infeksi, atau masalah medis lainnya.

Banyak orang yang bertanya-tanya terkait penyebab keluar lendir dari dubur gejala apa sebenarnya? Memahami akar dari masalah ini sangat penting agar kamu bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sasaran. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin mudah pula risiko komplikasi serius dapat dihindari.

Nah, mau tahu apa saja masalah medis yang memicu kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkap dari sudut pandang medis yang perlu kamu pahami!

Fungsi Lendir pada Saluran Pencernaan

Sebelum membahas penyakit yang mendasarinya, penting untuk mengetahui mengapa tubuh kita memproduksi lendir. Usus besar (kolon) dan rektum dilapisi oleh membran mukosa yang mengandung sel-sel khusus bernama sel goblet. Sel goblet ini bertugas memproduksi lendir yang jernih dan kental.

Lendir ini memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai pelumas atau lubrikan yang membuat feses mudah bergerak di sepanjang usus besar hingga keluar melalui anus, mencegah terjadinya sembelit parah atau luka pada dinding usus. Kedua, lendir bertindak sebagai lapisan pelindung yang melindungi dinding usus dari asam, enzim pencernaan, dan bakteri yang hidup di dalam usus.

Dalam kondisi tubuh yang sehat, lendir ini biasanya menempel pada feses dan jarang terlihat oleh mata telanjang. Jika kamu mulai menyadari pakaian dalam basah oleh lendir, atau melihat gumpalan lendir saat buang air besar, itu tandanya produksi lendir sedang meningkat secara drastis akibat respons peradangan atau iritasi.

Berbagai Penyebab Keluar Lendir dari Dubur

Ada berbagai macam kondisi medis yang bisa memicu peningkatan produksi lendir pada dubur. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang paling sering ditemui dalam dunia medis:

1. Wasir (Hemoroid)

Wasir atau ambeien adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena di area rektum dan anus. Wasir internal (yang berada di dalam rektum) sering kali tidak menimbulkan rasa sakit, namun dapat memicu sel-sel mukosa di sekitarnya untuk memproduksi lendir berlebih. Lendir ini bisa keluar dengan sendirinya atau menyertai feses. Gejala lain yang sering menyertai wasir adalah keluarnya darah merah segar saat buang air besar, rasa gatal di sekitar anus, dan sensasi ada benjolan yang mengganjal.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS atau sindrom iritasi usus besar adalah gangguan fungsional kronis pada saluran pencernaan. Kondisi ini memengaruhi bagaimana usus bekerja tanpa menyebabkan kerusakan fisik atau peradangan yang terlihat pada jaringan usus. Penderita IBS sering mengeluhkan keluarnya lendir keputihan atau bening dari dubur. Gejala penyerta lainnya meliputi kram perut, perut kembung, diare, konstipasi (sembelit), atau pergantian antara diare dan konstipasi. Stres dan kecemasan sering menjadi faktor pemicu kambuhnya gejala IBS.

3. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease / IBD)

Berbeda dengan IBS, Penyakit Radang Usus (IBD) melibatkan kerusakan dan peradangan nyata pada dinding saluran pencernaan. IBD terbagi menjadi dua jenis utama:

  • Kolitis Ulseratif: Peradangan kronis dan luka (ulkus) yang terjadi pada lapisan terdalam usus besar dan rektum. Luka ini akan terus mengeluarkan lendir, nanah, dan darah.
  • Penyakit Crohn: Peradangan yang bisa terjadi di bagian mana saja dari saluran pencernaan, dari mulut hingga anus, dan bisa menembus beberapa lapisan dinding usus.

Penderita IBD biasanya mengalami diare berdarah, lendir yang sangat banyak, kelelahan ekstrem, penurunan berat badan tanpa sebab, hingga demam.

4. Proktitis dan Infeksi Menular Seksual (IMS)

Proktitis adalah peradangan yang terjadi secara spesifik pada lapisan rektum (bagian akhir usus besar sebelum anus). Kondisi ini menyebabkan penderitanya selalu merasa ingin buang air besar (tenesmus), nyeri pada rektum, dan keluarnya lendir atau nanah dari dubur. Salah satu penyebab utama proktitis adalah Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore, klamidia, dan sifilis, terutama akibat praktik seks anal tanpa pengaman. Selain IMS, proktitis juga bisa disebabkan oleh terapi radiasi pada area panggul (misalnya pada pengobatan kanker prostat atau serviks).

5. Infeksi Bakteri atau Keracunan Makanan (Gastroenteritis)

Infeksi pada saluran pencernaan oleh bakteri patogen seperti Salmonella, Shigella, atau Campylobacter dapat memicu peradangan akut. Bakteri ini merusak dinding usus, sehingga tubuh merespons dengan memproduksi lebih banyak lendir untuk membuang bakteri tersebut. Infeksi ini ditandai dengan diare mendadak, kram perut hebat, mual, muntah, demam, dan feses yang berlendir serta berbau sangat menyengat.

6. Fisura Ani

Fisura ani adalah robekan kecil pada jaringan tipis dan lembap (mukosa) yang melapisi anus. Robekan ini biasanya terjadi akibat mengejan terlalu keras saat mengeluarkan feses yang keras dan besar. Fisura ani memicu kejang pada otot sfingter anus yang sangat menyakitkan. Sebagai bentuk respons alami untuk melindungi luka dari iritasi feses lebih lanjut, area di sekitar robekan akan menghasilkan lendir.

7. Abses dan Fistula Perianal

Abses perianal adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dekat anus akibat infeksi pada kelenjar anal. Jika abses ini pecah atau tidak sembuh dengan benar, dapat terbentuk fistula, yaitu saluran abnormal (seperti terowongan kecil) yang menghubungkan kelenjar yang terinfeksi di dalam anus ke bukaan kulit di sekitar anus. Keluarnya cairan berbau busuk, nanah, dan lendir yang terus-menerus adalah gejala khas dari fistula perianal, disertai dengan rasa nyeri berdenyut yang memburuk saat duduk.

8. Polip Usus dan Kanker Kolorektal

Meski lebih jarang terjadi, keberadaan lendir pada feses atau dubur bisa menjadi tanda adanya tumor atau polip pada usus besar. Beberapa jenis tumor, seperti mucinous adenocarcinoma, secara aktif memproduksi dan menyekresikan lendir dalam jumlah besar. Jika keluarnya lendir disertai dengan perubahan kebiasaan buang air besar yang berkepanjangan, feses berwarna hitam, darah berwarna gelap, dan penurunan berat badan drastis, ini membutuhkan pemeriksaan medis segera untuk menyingkirkan kemungkinan kanker kolon atau rektum.

Tanda Bahaya (Red Flags) yang Tidak Boleh Diabaikan
  1. Lendir disertai darah berwarna merah terang atau darah berwarna hitam seperti aspal.
  2. Lendir bercampur nanah dan mengeluarkan bau yang sangat busuk.
  3. Disertai demam tinggi dan menggigil.
  4. Nyeri perut atau nyeri dubur yang intens dan tidak tertahankan.
  5. Terjadi perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit) yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
  6. Penurunan berat badan yang tidak direncanakan.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika kamu hanya melihat sedikit lendir bening satu atau dua kali sesekali tanpa disertai gejala lain, kamu mungkin tidak perlu terlalu khawatir, karena bisa jadi itu dipengaruhi oleh dehidrasi atau sembelit ringan. Namun, jika kamu mengalami salah satu dari tanda bahaya (red flags) di atas, atau jika lendir keluar terus-menerus membasahi celana dalam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kamu harus segera mencari pertolongan medis.

Dokter spesialis penyakit dalam, khususnya konsultan gastroenterologi (Sp.PD-KGEH), atau dokter bedah digestif adalah profesional medis yang paling tepat untuk mendiagnosis keluhan semacam ini. Jangan menunda-nunda karena penanganan dini dapat mencegah kerusakan organ lebih lanjut.

Pemeriksaan dan Diagnosis Medis

Untuk mendiagnosis penyebab keluarnya lendir dari dubur, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis terperinci mengenai riwayat gejala, pola makan, dan riwayat kesehatan keluarga. Setelah itu, beberapa pemeriksaan fisik dan penunjang akan direkomendasikan, antara lain:

1. Pemeriksaan Colok Dubur (Digital Rectal Examination/DRE)

Dokter akan memasukkan jari yang sudah diberi pelumas dan memakai sarung tangan ke dalam rektum untuk memeriksa adanya benjolan, pembengkakan (seperti wasir), fisura, atau kelainan lainnya. Pemeriksaan ini sangat singkat dan merupakan prosedur skrining awal yang penting.

2. Tes Feses (Analisa Feses)

Sampel feses akan diuji di laboratorium untuk mencari keberadaan darah samar (darah yang tidak terlihat oleh mata), infeksi bakteri, parasit, jamur, atau penanda peradangan seperti calprotectin yang mengindikasikan IBD.

3. Anoskopi atau Sigmoidoskopi

Dokter akan memasukkan tabung kecil yang kaku dan dilengkapi cahaya (anoskop) untuk melihat bagian dalam anus dan rektum bagian bawah. Jika dibutuhkan evaluasi yang lebih dalam, dokter akan menggunakan sigmoidoskopi untuk memeriksa bagian akhir usus besar (kolon sigmoid).

4. Kolonoskopi

Jika dicurigai adanya radang usus, polip, atau kanker, dokter akan merekomendasikan kolonoskopi. Prosedur ini menggunakan selang panjang, fleksibel, dan berkamera untuk mengevaluasi seluruh bagian usus besar. Selama kolonoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Langkah Penanganan Mandiri di Rumah

Sembari menunggu jadwal konsultasi ke dokter atau untuk meredakan gejala yang ringan akibat wasir atau sembelit, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa kamu terapkan:

1. Tingkatkan Asupan Serat dan Cairan

Pastikan kamu mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran hijau, dan biji-bijian utuh. Serat membantu membentuk feses menjadi lebih lunak namun padat, sehingga mudah dikeluarkan tanpa melukai usus. Selain itu, minumlah minimal 2 liter air putih sehari. Usus membutuhkan cairan yang cukup agar tidak menarik terlalu banyak lendir dari dindingnya sebagai pelumas cadangan.

2. Lakukan Sitz Bath (Rendam Duduk Hangat)

Jika keluarnya lendir disebabkan oleh wasir atau fisura ani, kamu bisa meredakan nyeri dan peradangannya dengan melakukan sitz bath. Rendam area panggul dan bokong di dalam baskom berisi air hangat (bukan air panas) selama 15-20 menit, 2 hingga 3 kali sehari. Ini akan melancarkan aliran darah ke area anus dan mempercepat penyembuhan luka.

3. Gunakan Obat-Obatan yang Sesuai

Bila gejala dirasa mengganggu, kamu mungkin memerlukan suplemen penambah serat atau salep wasir untuk mengurangi pembengkakan gatal di area dubur. Di era digital saat ini, kamu tak perlu repot keluar rumah untuk mencari obat, kamu bisa langsung beli obat online di Halodoc. Produk yang kamu butuhkan 100% asli dan akan langsung diantar ke rumahmu dengan aman dan cepat.

Studi Mengenai Lendir Saluran Cerna

Gastroenterology Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa lapisan lendir kolon tidak hanya berfungsi sebagai pelumas mekanik fisik, melainkan merupakan barier pertahanan kekebalan tubuh yang dinamis. Studi tersebut menyoroti bahwa pada pasien dengan kolitis ulseratif, terjadi penipisan lapisan mukosa dan perubahan komposisi kimiawi lendir (mucin), yang menyebabkan bakteri usus dapat langsung menyerang sel epitel usus dan memicu peradangan hebat yang bermanifestasi pada keluarnya lendir dan darah secara berlebih.

Temuan ini semakin menegaskan bahwa peningkatan produksi lendir yang diiringi dengan perdarahan bukanlah sekadar gejala iritasi biasa, melainkan tanda dari kerusakan struktural pelindung usus yang membutuhkan intervensi terapi imunosupresif atau anti-inflamasi dari tenaga kesehatan profesional.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Irritable bowel syndrome (IBS) – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Mucus in Stool: Causes, When To Worry & Treatment.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Inflammatory Bowel Disease (IBD).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Colorectal cancer.
American Society of Colon and Rectal Surgeons. Diakses pada 2024. Anal Fissure.

FAQ

1. Terkait penyebab keluar lendir dari dubur gejala apa yang menandakan kondisi gawat darurat medis?

Keluarnya lendir dari dubur dianggap sebagai kondisi gawat darurat apabila disertai dengan perdarahan hebat yang tidak berhenti, feses berwarna hitam gelap seperti aspal, demam tinggi, nyeri perut yang luar biasa hingga tidak bisa berdiri, serta penurunan kesadaran. Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan pendarahan aktif di usus atau infeksi berat yang menyebar ke aliran darah.

2. Apakah stres bisa memicu keluarnya lendir dari rektum?

Ya, stres kronis dan kecemasan adalah salah satu pemicu utama sindrom iritasi usus besar (IBS). Otak dan usus terhubung secara langsung oleh sistem saraf (gut-brain axis). Ketika kamu stres, pergerakan usus bisa menjadi tidak beraturan dan memicu hipersekresi atau produksi lendir berlebih di usus tanpa adanya infeksi.

3. Apakah anak-anak bisa mengalami keluar lendir dari dubur?

Anak-anak dan balita juga bisa mengalaminya. Penyebab paling umum pada anak-anak adalah infeksi pencernaan akibat bakteri atau virus, alergi makanan (misalnya alergi protein susu sapi), dan sembelit parah. Jika anak mengalami diare berlendir yang berlangsung lebih dari 2 hari, segera bawa ke dokter anak untuk mencegah dehidrasi.

4. Bagaimana cara membedakan lendir akibat wasir dan akibat kanker usus?

Membedakannya secara pasti hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan medis seperti kolonoskopi. Namun secara umum, lendir karena wasir biasanya muncul bersamaan dengan benjolan yang gatal atau nyeri di anus, dan darahnya menetes berwarna merah terang segar. Sedangkan pada kanker usus, keluarnya lendir biasanya tanpa rasa sakit di anus, darah bisa berwarna gelap bercampur di dalam feses, disertai perubahan pola BAB kronis dan berat badan yang merosot tajam.