Ad Placeholder Image

Ini Gejala Peritonitis yang Perlu Diwaspadai

2 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

“Peritonitis merupakan peradangan pada lapisan di dalam perut akibat infeksi. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti nyeri perut, perut bengkak, dan lain-lain.”

Ini Gejala Peritonitis yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala Peritonitis yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Gejala peritonitis perlu dikenali sejak awal karena kondisi ini termasuk keadaan darurat medis. Peritonitis adalah infeksi atau peradangan pada lapisan dalam dinding perut (peritoneum) yang dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Peritonitis sering kali merupakan komplikasi dari masalah lain di perut, seperti usus buntu yang pecah atau tukak lambung yang berlubang. Semakin cepat dikenali dan diobati, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius.

Gejala Peritonitis dan Penyebabnya

Menurut NHS, gejala peritonitis yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Nyeri perut.
  • Demam tinggi disertai menggigil, atau badan terasa panas-dingin.
  • Detak jantung cepat.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.
  • Kehilangan nafsu makan, mual, atau muntah.
  • Perut membengkak.

Pada kasus usus buntu yang pecah, NHS menjelaskan nyeri kadang terasa membaik sebentar, lalu berubah menjadi nyeri hebat yang menyebar ke seluruh perut dan terasa sangat sakit saat bergerak. Perubahan pola nyeri seperti ini tidak boleh diabaikan.

Penyebab Peritonitis

Peritonitis dapat dipicu oleh berbagai kondisi. NHS menyebutkan beberapa penyebab umum, yaitu tukak lambung yang berlubang, usus buntu yang pecah, penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau divertikulitis, pankreatitis akut, operasi atau cedera perut, radang panggul, sirosis hati, hingga alat dialisis yang terkontaminasi meski jarang.

Kementerian Kesehatan RI juga mencatat robekan lambung akibat tukak lambung dapat menyebabkan peritonitis. Selain itu, divertikulitis yang parah dapat menimbulkan komplikasi berupa infeksi di dalam rongga perut atau peritonitis.

Tips Mencegah Peritonitis dan Mengenali Tanda Bahayanya

  • Jangan menunda pemeriksaan jika mengalami nyeri perut yang makin parah dan berkelanjutan, terutama bila disertai demam, mual, atau muntah.
  • Obati kondisi pemicu seperti tukak lambung atau divertikulitis sesuai anjuran dokter agar tidak berkembang menjadi komplikasi.
  • Waspadai nyeri perut yang sempat mereda lalu tiba-tiba memburuk dan menyebar ke seluruh perut, karena bisa menandakan usus buntu yang pecah.
  • Jika kamu menjalani dialisis peritoneal atau baru menjalani operasi perut, ikuti petunjuk kebersihan dari tenaga kesehatan dengan cermat.
  • Jangan minum obat pereda nyeri sembarangan untuk menutupi nyeri perut hebat sebelum diperiksa dokter. Konsultasikan kondisimu dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke IGD jika kamu mengalami nyeri perut hebat, apalagi disertai demam, perut membengkak, muntah, atau sangat sedikit buang air kecil. NHS mengingatkan infeksi yang menyebar dapat menyebabkan sepsis, dengan tanda seperti kebingungan, kulit tampak pucat atau belang, dan sulit bernapas.

Peritonitis umumnya ditangani di rumah sakit dengan antibiotik melalui infus. Pada banyak kasus, operasi juga diperlukan untuk membersihkan jaringan yang rusak, mengeluarkan nanah, atau mengatasi penyebabnya, seperti mengangkat usus buntu.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan awal tentang keluhan nyeri perut, tetapi jangan tunda ke IGD bila muncul tanda bahaya.

Studi Terkait

NHS menjelaskan bahwa peritonitis adalah infeksi pada lapisan dalam perut yang dapat mengancam nyawa bila tidak diobati, dan penanganannya meliputi antibiotik intravena, dukungan nutrisi, serta operasi bila diperlukan. NHS juga menegaskan komplikasi seperti sepsis bisa terjadi jika infeksi menyebar.

Dari sumber Indonesia, artikel Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tentang tukak lambung dan divertikulitis sama-sama menyebut peritonitis sebagai salah satu komplikasi serius. Hal ini menunjukkan pentingnya mengobati penyakit pencernaan sejak dini.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Nyeri perut bisa disebabkan banyak hal, mulai dari gangguan ringan hingga kondisi darurat seperti peritonitis. Lewat chat, dokter dapat membantu menilai gejala awal dan memberi tahu apakah kamu perlu segera ke IGD atau cukup pemeriksaan rawat jalan.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan arahan yang sesuai dengan kondisimu.

Referensi
NHS. Diakses pada 2026. Peritonitis.
NHS. Diakses pada 2026. Appendicitis.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Tukak Lambung.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Radang Divertikula (Divertikulitis).

FAQ

Apa gejala awal peritonitis?

Gejalanya meliputi nyeri perut, demam dengan menggigil, detak jantung cepat, mual atau muntah, hilang nafsu makan, perut bengkak, dan jarang buang air kecil. Segera cari pertolongan medis jika mengalaminya.

Apa penyebab peritonitis?

Penyebab umumnya antara lain usus buntu pecah, tukak lambung berlubang, divertikulitis, pankreatitis akut, operasi atau cedera perut, dan sirosis hati. Kondisi ini biasanya merupakan komplikasi dari masalah lain di perut.

Apakah peritonitis berbahaya?

Ya, peritonitis dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani. Infeksi yang menyebar dapat menyebabkan sepsis.

Bagaimana peritonitis diobati?

Penanganannya dilakukan di rumah sakit, umumnya dengan antibiotik melalui infus. Operasi dapat diperlukan untuk membersihkan jaringan yang rusak atau mengatasi penyebabnya.