Ad Placeholder Image

Ini Jumlah Langkah Kaki Ideal untuk Turunkan Berat Badan

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Jalan kaki merupakan satu jenis olahraga yang mampu menurunkan berat badan, bahkan mencegah obesitas.

Ini Jumlah Langkah Kaki Ideal untuk Turunkan Berat BadanIni Jumlah Langkah Kaki Ideal untuk Turunkan Berat Badan

DAFTAR ISI


Banyak orang sering bertanya-tanya, apakah aktivitas sederhana seperti melangkahkan kaki dari satu tempat ke tempat lain benar-benar bisa disebut sebagai olahraga? Di tengah tren pusat kebugaran (gym) dan latihan intensitas tinggi (HIIT), jalan kaki sering kali dianggap remeh atau hanya dipandang sebagai aktivitas fisik ringan sehari-hari.

Padahal, secara medis, jalan kaki adalah salah satu bentuk latihan aerobik yang paling mudah diakses, rendah risiko cedera, dan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Namun, untuk menjawab pertanyaan apakah jalan kaki termasuk olahraga, kita perlu memahami batasan antara sekadar bergerak dan melakukan latihan yang terstruktur.

Memahami intensitas dan durasi yang tepat sangatlah krusial agar manfaat yang kamu dapatkan bisa maksimal, terutama jika tujuanmu adalah menurunkan berat badan atau menjaga kebugaran jantung. Jika kamu memiliki kekhawatiran terkait kondisi sendi atau jantung sebelum memulai rutinitas ini, sebaiknya konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan yang aman.

Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai kaitan jalan kaki dengan kesehatan serta bagaimana cara melakukannya dengan benar? Simak pembahasannya di bawah ini!

Perbedaan Aktivitas Fisik dan Olahraga

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus membedakan antara aktivitas fisik (physical activity) dan olahraga (exercise). Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Ini termasuk kegiatan seperti membersihkan rumah, berkebun, atau sekadar berjalan dari meja kerja ke toilet.

Sementara itu, olahraga adalah subkategori dari aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur, berulang, dan memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan atau menjaga kebugaran fisik. Jadi, apakah jalan kaki termasuk olahraga? Jawabannya: Tergantung bagaimana kamu melakukannya.

Jika kamu berjalan santai sambil melihat-lihat etalase di mal dengan kecepatan lambat, itu masuk dalam kategori aktivitas fisik ringan. Namun, jika kamu menetapkan durasi 30 menit, mengatur kecepatan agar detak jantung meningkat, dan melakukannya secara rutin setiap pagi, maka jalan kaki tersebut sudah termasuk ke dalam kategori olahraga.

Kapan Jalan Kaki Menjadi Olahraga?

Jalan kaki dikategorikan sebagai olahraga ketika mencapai ambang batas “intensitas sedang” (moderate intensity). Secara medis, intensitas ini ditandai dengan detak jantung yang meningkat hingga 50-70% dari detak jantung maksimal kamu. Salah satu cara termudah untuk mengukurnya adalah dengan “Talk Test” atau tes bicara.

Saat kamu berjalan kaki sebagai olahraga (sering disebut brisk walking atau jalan cepat), kamu seharusnya masih bisa berbicara tetapi tidak bisa bernyanyi karena napas mulai terasa lebih berat. Kecepatan yang disarankan untuk jalan cepat biasanya berkisar antara 5 hingga 7 kilometer per jam, tergantung pada tingkat kebugaran masing-masing individu.

Parameter Jalan Kaki sebagai Olahraga
  1. Intensitas: Kecepatan cukup tinggi hingga napas sedikit terengah-engah.
  2. Durasi: Minimal dilakukan selama 150 menit per minggu (misalnya 30 menit, 5 kali seminggu).
  3. Konsistensi: Dilakukan secara terencana dan rutin, bukan secara kebetulan.

Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan

Jalan kaki memiliki spektrum manfaat yang sangat luas, mulai dari fisik hingga mental. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu tidak boleh meremehkan olahraga sederhana ini:

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Jalan kaki secara rutin dapat memperkuat jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner serta stroke. Aktivitas ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), sekaligus membantu mengontrol tekanan darah.

2. Membantu Penurunan Berat Badan

Meskipun tidak membakar kalori sebanyak lari, jalan cepat tetap efektif untuk membakar lemak tubuh. Jika dikombinasikan dengan diet yang sehat, jalan kaki dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk penurunan berat badan. Selain itu, jalan kaki membantu mempertahankan massa otot yang penting untuk metabolisme tubuh.

3. Menjaga Kesehatan Sendi

Berbeda dengan lari yang memberikan beban besar pada lutut, jalan kaki adalah olahraga low-impact. Gerakan ini membantu melumasi sendi serta memperkuat otot-otot yang menopang sendi, sehingga sangat baik bagi penderita osteoartritis atau mereka yang memiliki kelebihan berat badan.

4. Meningkatkan Kesehatan Mental

Jalan kaki di luar ruangan, terutama di area hijau, dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres). Aktivitas fisik ini merangsang pelepasan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati (mood) dan membantu mengatasi gejala kecemasan serta depresi ringan.

Tips Memulai Kebiasaan Jalan Kaki

Bagi kamu yang baru ingin memulai, jangan langsung memaksakan diri untuk berjalan 10.000 langkah. Kamu bisa mulai dengan target yang lebih realistis, misalnya 3.000 hingga 5.000 langkah, kemudian ditingkatkan secara bertahap setiap minggunya.

Gunakan sepatu yang nyaman dan memiliki bantalan yang baik untuk mencegah cedera pada tumit dan lutut. Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi sebelum dan sesudah berolahraga. Jika kamu membutuhkan suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh selama rutin berolahraga, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat mudah.

Studi Mengenai Jalan Kaki dan Umur Panjang

JAMA Internal Medicine menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa berjalan kaki hingga 10.000 langkah sehari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah serta penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker.

Studi ini menekankan bahwa bukan hanya jumlah langkah yang penting, tetapi juga intensitasnya. Peserta yang berjalan dengan tempo lebih cepat (di atas 40 langkah per menit) menunjukkan manfaat kesehatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan mereka yang hanya berjalan santai. Hal ini membuktikan bahwa menjadikan jalan kaki sebagai olahraga intensitas sedang memberikan dampak perlindungan kesehatan yang lebih kuat bagi tubuh dalam jangka panjang.

Jika setelah mulai rutin jalan kaki kamu merasakan keluhan seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, atau nyeri sendi yang berkepanjangan, jangan diabaikan. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi kesehatanmu tetap prima.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan seperti vitamin otot dan sendi atau alat kesehatan lainnya di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi medis pribadi kamu.

Punya Keluhan saat Berolahraga atau Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu ingin mulai rutin jalan kaki tapi punya keluhan kesehatan yang membuatmu ragu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah jalan kaki termasuk olahraga aerobik?

Ya, jalan kaki termasuk olahraga aerobik karena melibatkan gerakan otot besar secara berulang dan berkelanjutan yang meningkatkan kebutuhan oksigen tubuh serta detak jantung.

2. Berapa lama harus jalan kaki agar lemak terbakar?

Idealnya, lakukan jalan cepat minimal 30 hingga 45 menit. Pada durasi ini, tubuh mulai beralih dari membakar cadangan karbohidrat ke pembakaran cadangan lemak sebagai sumber energi utama.

3. Apakah jalan kaki 10.000 langkah itu wajib?

Angka 10.000 sebenarnya berawal dari kampanye pemasaran di Jepang, namun secara medis, berjalan sekitar 7.000-8.000 langkah sudah memberikan manfaat kesehatan yang sangat signifikan bagi sebagian besar orang.

4. Bolehkah jalan kaki dilakukan setiap hari?

Tentu saja. Karena intensitasnya yang rendah hingga sedang, jalan kaki aman dilakukan setiap hari. Namun, tetap dengarkan tubuhmu dan berikan waktu istirahat jika merasa sangat lelah atau mengalami nyeri otot.

Referensi:
JAMA Internal Medicine. Diakses pada 2026. Prospective Association of Daily Step Counts and Intensity With Cancer and Cardiovascular Disease Incidence and Mortality and All-Cause Mortality.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Walking: Trim your waistline, improve your health.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Physical Activity Fact Sheets.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Walking: Your steps to health.