• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kebiasaan yang Membuat Produksi Kolagen Tubuh Menurun
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kebiasaan yang Membuat Produksi Kolagen Tubuh Menurun

Ini Kebiasaan yang Membuat Produksi Kolagen Tubuh Menurun

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 18 Desember 2020
Ini Kebiasaan yang Membuat Produksi Kolagen Tubuh Menurun

Halodoc, Jakarta - Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Zat ini banyak ditemukan di tulang, otot, kulit, dan tendon. Ada dua jenis kolagen yang perlu kamu ketahui, kolagen endogen dan kolagen eksogen. Kolagen endogen adalah kolagen alami yang disintesis oleh tubuh. Kolagen eksogen bersifat sintetis. Jenis kolagen ini bersumber luar, seperti suplemen.

Kolagen endogen punya berbagai peranan penting untuk tubuh manusia, contohnya mencegah kerusakan dan penipisan yang terkait dengan sejumlah masalah kesehatan. Sedangkan kolagen eksogen adalah kolagen yang sering digunakan untuk keperluan medis dan kosmetik, termasuk perbaikan jaringan tubuh. Mengingat fungsinya yang sangat penting, menurunnya produksi kolagen bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti berkurangnya elastisitas kulit, sakit pada persendian, kerusakan rambut, dan lain-lain.

Ternyata, banyak kebiasaan-kebiasaan yang tidak orang sadari yang mampu menurunkan produksi kolagen. Simak penjelasan berikut supaya kamu lebih waspada terhadap penurunan produksi kolagen. 

Baca juga: Suntik Kolagen untuk Meremajakan Kulit, Perlukah?

Kebiasan yang Membuat Produksi Kolagen Menurun

Setiap hari, kulit bekerja untuk menghasilkan kolagen secara alami. Namun, produksi kolagen otomatis mulai melambat seiring bertambahnya usia, sehingga menyebabkan kulit kehilangan elastisitas dan kekencangannya. Selain faktor usia, ternyata kebiasaan-kebiasaan ini mampu menurunkan produksi kolagen:

1. Konsumsi Gula

Bukan cuma meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2, makan terlalu banyak gula juga dapat merusak kolagen dan menurunkan produksinya. Ketika konsumsi gula meningkat, proses yang disebut glikasi menciptakan produk sampingan yang dikenal sebagai produk akhir glikasi lanjutan, atau AGEs. Sementara glikasi adalah kejadian alami dalam tubuh, makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan jumlah molekul AGEs, molekul yang menempel pada kolagen yang sehat. Akibatnya, molekul yang menempel terlalu banyak membuat kolagen menjadi rapuh dan kering. Semakin banyak AGE yang dibuat oleh glikasi, semakin banyak kolagen yang rusak.

2. Penggunaan Tembakau

Sudah menjadi rahasia umum kalau merokok dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Ternyata, kebiasaan ini dapat merusak kolagen kulit, lho! Kerutan bibir yang berulang-ulang untuk menghisap tembakau dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut. Selain itu, bahan kimia yang terkandung dalam asap tembakau juga dapat menyebabkan hilangnya kolagen. Ketika kulit bersentuhan dengan asap rokok, pembuluh darah akan menyempit dan menghambat aliran darah. Akibatnya, kolagen menjadi kering, rapuh, dan akhirnya mati.

Baca juga: Kolagen Penting untuk Kecantikan, Ini Cara Meningkatkannya

3. Paparan Sinar UV

Paparan sinar UV dari matahari dalam waktu lama atau menggunakan tanning bed dapat menghambat produksi kolagen. Hal ini disebabkan karena kulit menyerap radikal bebas, molekul yang tidak stabil dan tidak bermuatan yang menyerang sel sehat dan mengais elektron, sehingga menyebabkan sel yang tadinya sehat menjadi tidak stabil, bermutasi, dan mati. Cara paling efektif untuk melindungi kulit dari radikal bebas dan pemecahan kolagen adalah dengan menggunakan tabir surya yang mengandung minimal SPF 30 atau lebih tinggi dan mengenakan pakaian pelindung saat bertualang di luar ruangan.

Cara Meningkatkan Produksi Kolagen

Cara yang paling ampuh untuk meningkatkan produksi kolagen adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Nutrisi yang dapat mendukung pembentukan kolagen meliputi:

  • Prolin, yang banyak terkandung dalam alam putih telur, daging, keju, kedelai, dan kubis.
  • Antosianidin dalam blackberry, blueberry, ceri, dan raspberry.
  • Vitamin C yang bisa diperoleh dari jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli.
  • Tembaga yang ada dalam kerang, kacang-kacangan dan daging merah
  • Vitamin A yang terkandung dalam makanan hewani dan makanan nabati yang mengandung beta-karoten.

Baca juga: Kolagen Bisa Dimakan? Ini yang Terjadi pada Tubuh

Sudah tahu kan betapa pentingnya kolagen dalam tubuh? Nah, selain mengonsumsi makanan yang memicu pembentukan kolagen, kini kolagen juga sudah banyak tersedia dalam bentuk suplemen, sehingga lebih praktis. Kalau kamu butuh suplemen kolagen, beli saja lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu antre di apotek, kamu hanya tinggal pesan lewat aplikasi lalu suplemen yang kamu butuhkan akan diantar dalam waktu kurang lebih satu jam. 

Referensi:
Technology.org. Diakses pada 2020. Certain Lifestyle Habits Can Contribute to Collagen Loss and Premature Aging.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is collagen, and why do people use it?