Ad Placeholder Image

Ini Khasiat Tanaman Anting-Anting yang Jarang Diketahui

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   06 Maret 2026

Tanaman anting-anting adalah herbal dengan sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang efektif mengatasi gangguan pencernaan.

Ini Khasiat Tanaman Anting-Anting yang Jarang DiketahuiIni Khasiat Tanaman Anting-Anting yang Jarang Diketahui

DAFTAR ISI


Tanaman anting-anting, yang seringkali dianggap sebagai gulma di pekarangan, sebenarnya menyimpan beragam potensi khasiat dalam pengobatan tradisional.

Terutama jenis Acalypha indica atau Acalypha australis, tanaman ini telah lama dimanfaatkan di Indonesia dan beberapa negara tropis untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Meskipun penggunaannya secara turun-temurun, pemahaman ilmiah tentang mekanisme kerjanya terus berkembang. Yuk, pahami apa khasiat tanaman anting-anting, kandungan senyawanya, serta cara pengolahan tradisional yang umum.

Apa Itu Tanaman Anting-Anting?

Tanaman anting-anting (Acalypha indica L. dan Acalypha australis) adalah herba tahunan yang termasuk dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini mudah ditemukan tumbuh liar di berbagai daerah beriklim tropis.

Ciri khasnya meliputi daun berbentuk oval bergerigi, bunga kecil kehijauan yang tersusun dalam rangkaian panjang mirip “anting-anting”, dan buah kapsul kecil. Di banyak komunitas, tanaman ini lebih dikenal sebagai obat herbal karena berbagai manfaat yang dipercaya secara tradisional.

Banyak penelitian awal mulai mengkonfirmasi beberapa klaim tradisional ini, membuka jalan bagi studi lebih lanjut.

Apa Khasiat Tanaman Anting-Anting?

Berdasarkan penggunaan tradisional dan beberapa penelitian, khasiat tanaman anting-anting sangat beragam, meliputi:

1. Mengatasi gangguan pencernaan

Anting-anting telah digunakan secara turun-temurun untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Ini termasuk disentri, baik yang disebabkan oleh amuba maupun bakteri (basiler), diare, gangguan pencernaan umum, serta kondisi yang melibatkan muntah darah atau berak darah.

Sifat antimikroba dan astringennya dipercaya membantu menenangkan saluran pencernaan dan mengurangi peradangan.

2. Aktivitas antibakteri dan anti-infeksi

Kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman anting-anting menunjukkan potensi aktivitas antibiotik, antibakteri, dan antijamur.

Senyawa ini berperan dalam membantu melawan infeksi ringan yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme.

Oleh karena itu, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai agen pendukung untuk mengatasi kondisi infeksi tertentu.

3. Efek anti-radang (anti-inflamasi)

Sifat anti-inflamasi pada anting-anting membantu meredakan peradangan pada jaringan tubuh. Ini dapat bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan bengkak akibat peradangan, baik internal maupun eksternal.

Penggunaan ini menjadikan anting-anting relevan dalam penanganan kondisi yang berhubungan dengan respons inflamasi.

4. Membantu menghentikan perdarahan dan penyembuhan luka

Tanaman anting-anting memiliki sifat astringen dan hemostatik, yang membantu dalam menghentikan perdarahan. Manfaat ini berlaku untuk perdarahan internal seperti mimisan, serta perdarahan pada luka luar.

Selain itu, ekstrak atau aplikasi topikal dari tanaman ini kadang digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka atau luka bakar ringan.

5. Potensi sebagai diuretik (peluruh air seni)

Manfaat lain dari anting-anting adalah kemampuannya sebagai peluruh air seni atau diuretik. Ini berarti dapat membantu melancarkan buang air kecil, yang berpotensi membantu tubuh membuang kelebihan cairan dan toksin.

Sifat diuretik ini bermanfaat untuk mendukung fungsi ginjal dan mengurangi retensi cairan.

6. Potensi kesehatan sistemik lainnya

Beberapa kajian tradisional dan penelitian awal menunjukkan bahwa anting-anting juga dipakai untuk beberapa kondisi sistemik lain, seperti:

  • Menurunkan kadar asam urat.
  • Meredakan nyeri rematik.
  • Membantu mengontrol gula darah pada kondisi diabetes mellitus.
  • Meredakan pegal-linu.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan ini lebih banyak berasal dari kajian herbal atau tradisional dan belum sepenuhnya dipastikan secara klinis melalui uji coba skala besar pada manusia.

Kandungan Senyawa Aktif dalam Anting-Anting

Khasiat tanaman anting-anting tidak terlepas dari kekayaan senyawa fitokimia di dalamnya. Tanaman ini kaya akan tanin, saponin, flavonoid, alkaloid, steroid, serta beberapa senyawa bioaktif lain. Senyawa-senyawa ini secara sinergis berkontribusi pada efek farmakologis yang telah disebutkan.

Flavonoid, misalnya, dikenal karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya, sementara tanin berperan sebagai astringen. Penelitian lebih lanjut terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa spesifik yang bertanggungjawab atas masing-masing manfaat.

Cara Pengolahan Tradisional Tanaman Anting-Anting

Untuk memanfaatkan khasiat tanaman anting-anting, masyarakat tradisional sering mengolahnya menjadi berbagai bentuk. Berikut adalah beberapa metode pengolahan yang umum:

1. Rebusan untuk konsumsi internal

Cara paling umum adalah membuat rebusan. Beberapa bagian tanaman, seperti daun, batang, atau seluruh bagian tanaman (kecuali akar), dicuci bersih kemudian direbus dalam air hingga mendidih dan volume air berkurang. Air rebusan ini kemudian disaring dan diminum.

Metode ini sering digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, sebagai diuretik, atau untuk meredakan nyeri dan peradangan. Dosis dan frekuensi konsumsi bervariasi tergantung tradisi dan kondisi yang ingin diobati.

2. Kompres atau tapal untuk penggunaan topikal

Untuk masalah kulit atau luka luar, daun anting-anting segar dapat dihaluskan atau ditumbuk. Hasil tumbukan ini kemudian diaplikasikan langsung ke area yang sakit sebagai kompres atau tapal.

Ini bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, meredakan peradangan pada kulit, atau menghentikan perdarahan ringan. Pastikan area kulit bersih sebelum aplikasi untuk menghindari infeksi.

3. Infus teh herbal

Daun anting-anting yang telah dikeringkan dapat diseduh seperti teh. Ambil beberapa lembar daun kering, masukkan ke dalam cangkir, lalu tuangkan air panas. Diamkan beberapa menit hingga warna air berubah dan sari daun keluar.

Teh herbal ini bisa diminum hangat untuk merasakan manfaat sistemiknya. Metode ini sering dipilih sebagai cara yang lebih ringan dibandingkan rebusan pekat.

Pengolahan tradisional ini harus dilakukan dengan hati-hati, memastikan kebersihan bahan dan peralatan, serta memperhatikan dosis yang digunakan.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa metode ini belum tentu didukung oleh bukti ilmiah yang kuat mengenai efektivitas dan keamanannya.

Ketahui jenis lain dari Tanaman Herbal – Jenis dan Manfaatnya untuk Kesehatan berikut ini.

Pentingnya Konsultasi Medis dan Peringatan

Meskipun khasiat tanaman anting-anting telah banyak digunakan secara tradisional, penting untuk memahami bahwa efek dan keamanan penggunaannya belum sepenuhnya diuji secara klinis pada manusia dengan standar farmasi modern.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kehati-hatian dalam penggunaan obat herbal dan pentingnya konsultasi dengan profesional kesehatan.

Demikian pula, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selalu menekankan pentingnya menggunakan obat tradisional yang telah terdaftar dan memiliki izin edar, serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal profesional.

Selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal profesional sebelum menggunakan tanaman obat, terutama jika:

  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Memiliki penyakit kronis (misalnya penyakit jantung, ginjal, atau hati).
  • Sedang mengonsumsi obat lain, karena potensi interaksi obat.
  • Mengalami reaksi alergi atau efek samping yang tidak diinginkan.

Penggunaan tanaman anting-anting sebagai pengobatan alternatif tidak boleh menggantikan terapi medis konvensional yang telah direkomendasikan oleh dokter. Jika butuh saran, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Kesimpulan

Tanaman anting-anting (Acalypha indica atau Acalypha australis) memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional dengan berbagai khasiat tanaman anting-anting yang menarik.

Mulai dari mengatasi gangguan pencernaan, aktivitas antibakteri, anti-inflamasi, hingga membantu menghentikan perdarahan dan sebagai diuretik, potensinya patut dicermati. Kandungan senyawa aktif seperti tanin, saponin, dan flavonoid menjadi dasar ilmiah dari manfaat-manfaat tersebut.

Meskipun demikian, penting untuk mengedepankan pendekatan berbasis bukti dan selalu berkonsultasi dengan profesional medis. Pendekatan yang bijaksana menggabungkan kearifan lokal dengan sains modern akan memastikan penggunaan yang aman dan efektif.

Itulah penjelasan seputar khasiat tanaman anting-anting yang perlu kamu ketahui. Sebelum mengonsumsi tanaman ini, sebaiknya hubungi dokter di Halodoc untuk memastikan keamanannya.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Jurnal Universitas Padjajaran. Diakses pada 2026. Aktivitas Biologis Tanaman Kucing Kucingan
(Acalypha indica L).

E-Journal Universitas Nurul Huda. Diakses pada 2026. Acalypha Indica: Pemanfaatan dan Bioaktivitasnya.
Science Direct. Diakses pada 2026. Acalypha indica: A comprehensive review of its natural compounds, and traditional medicine applications in COVID-19 management.