• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Penyakit Sapi Gila

Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Penyakit Sapi Gila

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti pernah dengar tentang penyakit sapi gila. Namun, apakah kamu sudah tahu kenapa kondisi ini dinamakan sapi gila? Di dalam dunia medis, penyakit sapi gila disebut dengan Bovine Spongiform Encephalopathy. Dinamakan sapi gila karena penyakit ini ditularkan dengan cara mengonsumsi produk sapi yang telah terinfeksi. Bukan hanya hewan, penyakit ini juga dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan kerusakan otak yang bersifat fatal. 

Sayangnya, penyakit sapi gila yang menginfeksi manusia sangat sulit didiagnosis sampai gejalanya berkembang menjadi serius. Gejala awal sapi gila mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya, seperti gejala depresi dan kehilangan koordinasi. Namun, gejala-gejala ini kemudian semakin berkembang parah dan pengidapnya sampai mengalami demensia. Lantas, risiko komplikasi seperti apa yang bisa dialami pengidap sapi gila? 

Baca juga: Bahaya, Ini 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Unggas

Komplikasi Akibat Penyakit Sapi Gila

Sapi gila adalah penyakit yang mampu merusak fungsi otak. Oleh sebab itu, penyakit ini dapat menyebabkan perubahan perilaku hingga masalah koordinasi. Pengidap sapi gila mungkin juga mudah gugup atau berperilaku agresif, kesulitan berdiri, dan penurunan berat badan. 

Melansir dari Family Doctor, risiko komplikasi paling fatal dari penyakit ini adalah kematian yang biasanya terjadi 2 minggu sampai 6 bulan setelah gejala mulai muncul.

Kenapa Sapi Gila Bersifat Fatal?

Beberapa jenis penyakit sapi gila merupakan bagian dari kelompok penyakit yang disebut sebagai transmissible spongiform encephalopathies (TSE). Penyebabnya diduga dari jenis abnormal dari protein yang disebut sebagai prion. Pada umumnya, protein ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ketika mengalami perubahan bentuk, protein jenis ini bisa berubah menjadi infeksius dan mengganggu fungsi-fungsi tubuh. 

Tidak seperti penyakit menular pada umumnya yang disebarkan melalui batuk, bersin, sentuhan, atau kontak seksual, penyakit sapi gila hanya bisa ditularkan dari mengonsumsi daging yang terinfeksi. Artinya, penyakit ini tidak bisa ditularkan dari orang ke orang. 

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Inilah 3 Jenis Antraks yang Bisa Menyerang

Gejala Penyakit Sapi Gila

Pada umumnya, penyakit sapi gila ditandai dengan kemunculan beberapa gejala ini:

  • Gangguan ingatan dan fungsi otak lain.
  • Perubahan kepribadian.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Bicara tidak jelas dan penglihatan terganggu.
  • Mengalami gangguan psikologis seperti cemas dan depresi.
  • Beberapa bagian tubuh kesemutan dan sulit digerakkan.
  • Mengalami insomnia, demensia, dan dapat berlanjut menjadi koma.

Apabila kamu menemui gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi daging sapi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang Jika Terjangkit Antraks

Apakah Bisa Disembuhkan?

Sayangnya, tidak ada obat khusus untuk mengobati penyakit sapi gila. Perawatan hanya berfokus untuk mengelola gejala-gejalanya agar tidak semakin memburuk. Seseorang yang hidup dengan penyakit sapi gila mau tidak mau harus beradaptasi dengan gejala-gejala penyakit sapi gila. Ketika kondisinya semakin memburuk, pengidapnya mungkin tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri, sehingga butuh bantuan dari orang lain. 

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2020. Mad Cow Disease.
Med Broadcast. Diakses pada 2020. Bovine Spongiform Encephalopathy.
CDC. Diakses pada 2020. Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE), or Mad Cow Disease.