Ad Placeholder Image

Ini Langkah Pengobatan Rabies yang Bisa Segera Dilakukan

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

Penanganan rabies umumnya berupa pemberian vaksin dan imunoglobulin untuk mencegah virus agar tidak mencapai otak.

Ini Langkah Pengobatan Rabies yang Bisa Segera DilakukanIni Langkah Pengobatan Rabies yang Bisa Segera Dilakukan

DAFTAR ISI


Rabies adalah penyakit infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat pada manusia dan mamalia berdarah panas. Infeksi ini disebabkan oleh virus dari famili Rhabdoviridae genus Lyssavirus, yang umumnya ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau jilatan hewan yang terinfeksi pada kulit yang terluka. Di Indonesia, anjing, kucing, dan kera adalah beberapa hewan pembawa rabies (HPR) yang paling umum ditemui.

Kondisi ini sangat berbahaya karena tingkat kematian (fatalitas) akibat rabies hampir mencapai 100 persen apabila penderita sudah mulai menunjukkan gejala klinis seperti hidrofobia (takut air), aerofobia (takut udara), dan kejang. Oleh karena itu, penanganan medis yang cepat dan tepat setelah paparan adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa.

Bagi siapa saja yang mengalami gigitan hewan berisiko tinggi, sangat penting untuk tidak panik namun tetap bertindak taktis. Waktu adalah faktor terpenting. Profilaksis pasca-pajanan (PEP) atau pengobatan sesaat setelah digigit harus dilakukan sebelum virus sempat menyebar melalui saraf tepi menuju ke otak.

Jika kamu sedang mencari tahu informasi tentang pengobatan rabies setelah tergigit hewan liar, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Nah, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah panduan langkah penanganan rabies yang perlu kamu ketahui!

Langkah Awal Pengobatan Rabies

Langkah pertolongan pertama yang dilakukan pada menit-menit awal setelah gigitan sangat menentukan keberhasilan pencegahan infeksi. Virus rabies sangat rentan terhadap sabun dan deterjen pelarut lemak, sehingga pencucian luka adalah langkah krusial.

1. Mencuci Luka dengan Air Mengalir dan Sabun

Segera setelah digigit atau dicakar, cuci luka gigitan di bawah air yang mengalir deras menggunakan sabun (bisa sabun mandi atau sabun antiseptik) selama minimal 15 menit. Proses ini bekerja secara mekanis maupun kimiawi; air mengalir akan membuang air liur hewan yang mengandung virus, sementara sabun akan merusak amplop lipid (lapisan lemak) yang melindungi virus rabies, sehingga virus menjadi tidak aktif.

2. Mengaplikasikan Cairan Antiseptik

Setelah luka dicuci bersih dan dikeringkan perlahan dengan kasa bersih, aplikasikan cairan antiseptik seperti povidone iodine (obat merah) atau alkohol 70%. Antiseptik bertugas membunuh sisa-sisa patogen yang mungkin masih tertinggal di area luka. Untuk perlengkapan P3K, kamu bisa beli obat antiseptik, kasa steril, dan cairan pembersih luka secara online di Halodoc, dijamin produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

3. Jangan Menjahit Luka Sembarangan

Hindari menutup luka gigitan dengan perban yang terlalu ketat atau menjahit luka sendiri. Penjahitan luka gigitan hewan rentan memasukkan virus lebih dalam ke jaringan saraf. Jika luka memang sangat besar dan butuh dijahit untuk menghentikan pendarahan berat, biarkan dokter di fasilitas kesehatan yang melakukannya dengan teknik khusus (jahitan longgar/situasional) setelah area tersebut disuntik dengan serum anti rabies.

Langkah Pencegahan Paparan Rabies
  1. Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin setiap tahun ke dokter hewan.
  2. Hindari interaksi fisik yang terlalu dekat dengan hewan liar atau hewan tak dikenal, betapapun lucunya hewan tersebut.
  3. Ajarkan anak-anak untuk tidak mengganggu hewan yang sedang makan, tidur, atau merawat anaknya.
  4. Segera lapor ke puskesmas atau dinas kesehatan setempat jika melihat hewan dengan perilaku tidak wajar (sangat agresif atau justru tiba-tiba lumpuh dan berliur banyak).

Penanganan Medis Lanjutan

Setelah pertolongan pertama selesai dilakukan, langkah mutlak selanjutnya adalah mengunjungi puskesmas atau rumah sakit (Rabies Center) terdekat untuk mendapatkan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP) yang bersifat medis. Penentuan terapi didasarkan pada kategori luka gigitan.

1. Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)

Vaksin Anti Rabies (VAR) diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh pasien agar membentuk antibodi yang dapat menetralisir virus rabies. VAR biasanya diberikan kepada korban gigitan Kategori II (luka lecet terbuka tanpa pendarahan) dan Kategori III (luka robek, luka dalam, pendarahan, atau gigitan di area risiko tinggi). Penyuntikan VAR dilakukan secara bertahap, umumnya pada hari ke-0 (hari saat pertama kali berobat), hari ke-3, hari ke-7, dan hari ke-14 atau ke-21 tergantung regimen yang digunakan oleh dokter.

2. Pemberian Serum Anti Rabies (SAR)

Serum Anti Rabies (SAR) atau Rabies Immunoglobulin (RIG) adalah antibodi siap pakai yang memberikan perlindungan langsung (imunitas pasif) sejak hari pertama disuntikkan, mengisi jeda waktu sebelum tubuh pasien berhasil memproduksi antibodi sendiri dari VAR (biasanya butuh waktu 7-14 hari). SAR wajib diberikan pada luka Kategori III, yaitu luka gigitan yang parah, berdarah, atau luka yang berlokasi di area dengan banyak ujung saraf seperti wajah, kepala, leher, ujung jari, dan area genitalia.

Kapan Harus ke Dokter?

Kunjungan ke dokter tidak bisa ditunda jika menyangkut paparan rabies. Kamu HARUS SEGERA pergi ke fasilitas gawat darurat (IGD) jika:

  1. Digigit, dicakar, atau dijilat pada luka terbuka oleh anjing, kucing, kera, atau hewan liar tak dikenal.
  2. Luka mengeluarkan banyak darah dan terasa sangat nyeri.
  3. Gigitan berlokasi di area kepala, leher, atau tangan, karena virus akan lebih cepat mencapai otak.
  4. Hewan yang menggigit menunjukkan perilaku aneh (takut air, kejang, air liur berlebih) atau tiba-tiba mati dalam kurun waktu 10-14 hari setelah menggigit.

Ingat, jangan menunggu sampai hewan peliharaan mati atau sampai muncul gejala rabies pada dirimu. Jika gejala rabies pada manusia sudah muncul, pengobatan hampir mustahil dilakukan.

Studi Terkait Efikasi Penanganan Rabies

World Health Organization (WHO) menerbitkan berbagai pedoman dan laporan klinis yang dengan tegas menyatakan bahwa pencucian luka segera dengan sabun dikombinasikan dengan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) memiliki efektivitas hampir 100% dalam mencegah kematian akibat rabies.

Studi observasional global menunjukkan bahwa kegagalan pencegahan rabies paling banyak diakibatkan oleh keterlambatan pasien dalam mencari perawatan medis, pengabaian pencucian luka pada 15 menit pertama, serta ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan jadwal suntikan vaksin hingga tuntas.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kunci keselamatan dari infeksi mematikan ini terletak pada kecepatan bertindak. Selalu terapkan langkah pertolongan pertama cuci luka, dan periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit rujukan terdekat.

Selain penanganan kegawatdaruratan di atas, jika ada keluhan penyerta pasca-gigitan seperti demam atau nyeri yang tak kunjung reda, kamu juga bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter umum maupun spesialis melalui platform Halodoc.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Rabies.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Indonesia.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Rabies: Medical Care.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Rabies – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Rabies: Symptoms, Causes & Treatments.

FAQ

1. Apakah rabies bisa disembuhkan?

Rabies dapat dicegah perkembangannya (profilaksis) jika pengobatan dilakukan segera sebelum gejala muncul. Namun, apabila gejala klinis neurologis (seperti takut air dan kejang) sudah terlanjur muncul, rabies saat ini belum memiliki obat dan hampir 100% berakibat fatal.

2. Berapa lama masa inkubasi virus rabies di tubuh manusia?

Masa inkubasi rabies biasanya berkisar antara 2 hingga 3 bulan, namun bisa sangat bervariasi dari 1 minggu hingga lebih dari 1 tahun. Durasi ini sangat bergantung pada lokasi gigitan (semakin dekat dengan otak, semakin cepat), tingkat keparahan luka, dan jumlah virus yang masuk.

3. Apa saja gejala awal infeksi rabies pada manusia?

Gejala awal (fase prodromal) menyerupai gejala flu biasa, seperti demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, serta mual. Gejala khas yang menyertainya adalah rasa nyeri, kesemutan, atau panas dan gatal yang tidak wajar di area bekas gigitan hewan tersebut.

4. Apakah semua gigitan anjing pasti menularkan rabies?

Tidak semua gigitan anjing menularkan rabies. Risiko penularan hanya terjadi jika anjing tersebut memang terinfeksi virus rabies. Namun, karena seringkali status infeksi hewan liar atau hewan yang tidak divaksin tidak diketahui, setiap gigitan harus dianggap berisiko dan wajib mendapatkan penanganan medis segera.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang