Ad Placeholder Image

Ini Makanan untuk Pengidap DBD yang Boleh dan yang Perlu Dihindari

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Makanan untuk DBD yang sehat penting untuk mempercepat pemulihan pasien.

Ini Makanan untuk Pengidap DBD yang Boleh dan yang Perlu DihindariIni Makanan untuk Pengidap DBD yang Boleh dan yang Perlu Dihindari

DAFTAR ISI


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi ini sering kali menyebabkan penurunan kadar trombosit secara drastis, demam tinggi, nyeri sendi, hingga risiko kebocoran plasma yang berbahaya. Di Indonesia, DBD masih menjadi ancaman kesehatan musiman yang memerlukan penanganan tepat, terutama dari sisi hidrasi dan asupan nutrisi guna mendukung daya tahan tubuh melawan virus.

Mengatur pola makan menjadi kunci vital dalam proses pemulihan pasien DBD. Nutrisi yang tepat tidak hanya membantu meningkatkan kadar trombosit, tetapi juga mencegah dehidrasi parah yang sering menjadi komplikasi utama. Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dukungan suplemen dan obat-obatan bebas tertentu sangat diperlukan untuk meringankan gejala dan mempercepat proses regenerasi sel darah dalam tubuh kamu.

Memilih makanan untuk DBD tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasien membutuhkan asupan yang mudah dicerna namun kaya akan mikronutrien seperti vitamin C, zat besi, dan elektrolit. Tanpa dukungan asupan yang memadai, tubuh akan kesulitan memproduksi sel darah baru dan melawan peradangan yang terjadi akibat infeksi virus dengue tersebut.

Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan untuk DBD serta suplemen pendukungnya? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen dan Obat untuk DBD yang Ampuh

Selain mengandalkan makanan alami, penggunaan suplemen yang mengandung ekstrak herbal terstandar serta obat penurun demam yang aman dapat membantu proses penyembuhan kamu menjadi lebih efektif. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan yang bisa kamu pilih:

1. Psidii 500 mg 10 Kapsul

Psidii merupakan suplemen herbal yang mengandung ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava). Ekstrak ini telah lama digunakan secara tradisional dan didukung oleh penelitian medis untuk membantu meningkatkan kadar trombosit pada pasien DBD. Cara kerjanya adalah dengan menghambat replikasi virus dengue dan merangsang pembentukan trombosit baru di sumsum tulang belakang.

Manfaat utama produk ini adalah mendukung pemulihan kadar trombosit agar kembali normal dan membantu menjaga daya tahan tubuh selama fase kritis DBD.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 kapsul, diminum 3 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

Produk ini termasuk golongan obat bebas (herbal). Pastikan kamu tetap menjaga asupan cairan yang cukup selama mengonsumsi suplemen ini.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Psidii 500 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Sari Kurma Sahara 330 g

Sari Kurma Sahara adalah suplemen makanan yang kaya akan glukosa, fruktosa, dan mineral penting seperti zat besi dan kalium. Pada pasien DBD, sari kurma berfungsi sebagai sumber energi cepat untuk mengatasi rasa lemas (fatigue) yang ekstrem. Selain itu, kandungan zat besi dan nutrisi lainnya membantu proses pembentukan sel darah merah dan trombosit.

Manfaatnya meliputi peningkatan energi, menjaga stamina tubuh, dan membantu menormalkan kembali komposisi darah setelah terinfeksi virus.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 2-3 sendok makan, diminum 3 kali sehari.
  • Anak-anak: 1-2 sendok makan, diminum 3 kali sehari.
  • Dapat dikonsumsi langsung atau dicampur dengan air hangat.

Produk ini merupakan suplemen makanan bebas yang aman dikonsumsi setiap hari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sari Kurma Sahara 330 g di Toko Kesehatan Halodoc

3. Sanmol 500 mg 4 Tablet

Sanmol mengandung bahan aktif Paracetamol yang berfungsi sebagai antipiretik (penurun demam) dan analgesik (pereda nyeri). Dalam penanganan DBD, paracetamol adalah pilihan utama karena aman bagi lambung dan tidak meningkatkan risiko pendarahan, berbeda dengan aspirin atau ibuprofen yang sangat dilarang untuk pasien DBD.

Manfaatnya adalah untuk menurunkan suhu tubuh saat demam tinggi dan meredakan nyeri otot atau sendi yang sering menyertai infeksi dengue.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, 3-4 kali sehari jika demam.
  • Dosis maksimal tidak boleh melebihi 4 gram (8 tablet) dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hentikan penggunaan jika demam sudah reda.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan DBD di Rumah
  1. Pastikan pasien minum air putih minimal 2-3 liter per hari untuk mencegah dehidrasi.
  2. Pantau suhu tubuh dan kadar trombosit secara berkala melalui tes darah di laboratorium.
  3. Berikan waktu istirahat total (bed rest) agar tubuh dapat fokus pada pemulihan jaringan.

4. Enervon-C 4 Tablet

Enervon-C adalah kombinasi multivitamin yang mengandung Vitamin C 500 mg serta vitamin B kompleks (B1, B2, B6, B12, Niasinamida, dan Kalsium Pantotenat). Vitamin C sangat krusial dalam memperkuat sistem imun dan memperbaiki jaringan yang rusak akibat peradangan. Sementara itu, vitamin B kompleks membantu metabolisme energi agar pasien tidak merasa terlalu lemas.

Manfaat utama Enervon-C adalah menjaga daya tahan tubuh selama masa sakit dan mempercepat fase pemulihan setelah infeksi dengue mereda.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari.
  • Diminum setelah makan untuk menghindari rasa tidak nyaman pada lambung.

Produk ini termasuk golongan obat bebas yang aman dikonsumsi sesuai dosis anjuran.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Hydro Coco 250 ml

Hydro Coco adalah minuman air kelapa asli dalam kemasan yang kaya akan elektrolit alami seperti kalium, magnesium, dan kalsium. Dehidrasi adalah ancaman terbesar pada DBD karena kebocoran plasma darah ke jaringan tubuh. Air kelapa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menggantikan elektrolit yang hilang akibat demam dan keringat berlebih.

Manfaatnya adalah membantu hidrasi optimal dan memberikan kesegaran alami yang mudah diterima oleh sistem pencernaan pasien yang sensitif.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dapat dikonsumsi 1-2 kemasan per hari atau sesuai kebutuhan hidrasi tubuh.

Produk ini merupakan minuman kesehatan bebas yang sangat disarankan untuk mendukung hidrasi harian.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hydro Coco 250 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Jenis Makanan untuk DBD yang Mempercepat Pemulihan

Selain suplemen di atas, pemilihan makanan utuh sangat penting. Kamu harus fokus pada makanan yang lembut di perut namun padat nutrisi. Jika gejala memburuk, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

1. Jambu Biji

Buah ini dikenal sebagai “superfood” untuk DBD. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi (lebih tinggi dari jeruk) membantu memperkuat dinding pembuluh darah sehingga meminimalkan risiko pendarahan. Selain itu, jambu biji mengandung senyawa tanin yang dipercaya mampu menekan aktivitas virus dengue.

2. Daun Pepaya

Meski rasanya pahit, ekstrak daun pepaya mengandung enzim papain dan chymopapain yang terbukti secara klinis dapat meningkatkan jumlah trombosit dengan cepat. Kamu bisa mengolahnya menjadi jus atau mengonsumsinya dalam bentuk ekstrak kapsul yang tersedia di pasaran.

3. Bubur dan Makanan Lunak

Selama terinfeksi DBD, sistem pencernaan cenderung melemah. Mengonsumsi bubur ayam, sup kaldu hangat, atau oatmeal akan memudahkan usus menyerap nutrisi tanpa perlu bekerja keras. Pastikan bubur yang dikonsumsi tidak terlalu berminyak agar tidak memicu mual.

4. Buah-Buahan Kaya Air

Jeruk, semangka, dan kiwi adalah pilihan yang tepat. Selain mengandung vitamin C, kandungan air yang tinggi di dalamnya membantu menjaga hidrasi. Vitamin C berperan dalam sintesis kolagen yang penting untuk memperbaiki kerusakan sel akibat virus.

Daftar Makanan yang Harus Dihindari Saat DBD

Sama pentingnya dengan mengetahui apa yang boleh dimakan, kamu juga harus tahu apa yang tidak boleh dikonsumsi agar kondisi tidak memburuk. Jika kamu kesulitan mendapatkan asupan nutrisi, kamu bisa beli obat online di Halodoc termasuk vitamin dan pengganti makan cair agar tubuh tetap bertenaga.

1. Makanan Pedas dan Berlemak

Cabai dan makanan berminyak seperti gorengan dapat mengiritasi lambung yang sudah sensitif akibat infeksi virus. Iritasi ini bisa memicu asam lambung naik dan memperparah rasa mual atau nyeri perut yang dialami pasien.

2. Minuman Berkafein

Kopi, teh kental, dan minuman berenergi mengandung kafein yang bersifat diuretik. Diuretik menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine, yang justru meningkatkan risiko dehidrasi pada saat tubuh sedang sangat membutuhkan cairan.

3. Makanan Berwarna Gelap

Dokter sering menyarankan untuk menghindari makanan berwarna merah atau hitam (seperti buah naga merah atau cokelat pekat). Hal ini dilakukan agar jika pasien muntah atau buang air besar, dokter dapat membedakan dengan jelas apakah itu sisa makanan atau tanda pendarahan saluran cerna (melena).

Studi Mengenai Nutrisi dan DBD

Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menerbitkan studi di tahun 2013 yang menjelaskan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya) memiliki aktivitas signifikan dalam meningkatkan ekspresi gen ALOX12 yang berperan dalam produksi trombosit.

Penelitian lain dalam jurnal medis lokal juga menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji mampu mempercepat masa rawat inap pasien DBD karena stabilisasi kadar trombosit yang lebih cepat dibandingkan pasien yang hanya mengandalkan terapi cairan standar. Relevansi temuan ini menegaskan pentingnya asupan nutrisi spesifik sebagai pendukung terapi medis utama dalam menangani kasus demam berdarah.

Pemulihan DBD memerlukan kesabaran dan kedisiplinan dalam menjaga asupan cairan serta nutrisi. Jika demam tidak turun dalam 3 hari atau muncul tanda pendarahan seperti gusi berdarah dan bintik merah, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan akan diantar langsung ke rumahmu.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti gejala DBD, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Dengue and Severe Dengue.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Profil Kesehatan Indonesia: Penanganan Demam Berdarah.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dengue Fever: Symptoms and Causes.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Effect of Carica papaya Leaf Extract on Platelet Count in Dengue Patients.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hydration and Nutrition During Viral Infections.

FAQ

1. Apa buah paling bagus sebagai makanan untuk dbd?

Jambu biji merah dianggap yang terbaik karena kaya vitamin C dan flavonoid yang membantu meningkatkan trombosit serta memperkuat sistem imun tubuh melawan virus.

2. Bolehkah pasien DBD minum susu?

Boleh, susu merupakan sumber protein dan kalsium yang baik untuk energi. Namun, pastikan pasien tidak memiliki masalah pencernaan atau intoleransi laktosa agar tidak memicu mual.

3. Mengapa air kelapa sangat disarankan untuk pasien DBD?

Air kelapa mengandung elektrolit alami yang sangat mirip dengan cairan tubuh, sehingga sangat efektif mencegah dehidrasi akibat kebocoran plasma pada fase kritis DBD.

4. Apakah sari kurma benar-benar bisa menaikkan trombosit?

Secara tidak langsung, sari kurma membantu proses pembentukan sel darah karena kandungan zat besinya dan memberikan energi agar metabolisme tubuh bekerja optimal dalam memproduksi trombosit.