
Ini Manfaat Barley untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya
Barley atau yang dikenal dengan gandum memiliki banyak manfaat berkat kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya.

DAFTAR ISI
- Mengenal Biji Barley: Nutrisi dan Sejarahnya
- Kandungan Gizi dalam Biji Barley
- Manfaat Biji Barley untuk Kesehatan Tubuh
- Peran Barley dalam Menjaga Kesehatan Pencernaan
- Manfaat Barley untuk Pengelolaan Gula Darah
- Barley dan Kesehatan Jantung: Menurunkan Kolesterol
- Cara Mengolah Biji Barley yang Tepat
- Efek Samping dan Peringatan Konsumsi
- Studi Terkait
- FAQ Mengenai Biji Barley
Biji barley, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Hordeum vulgare, merupakan salah satu jenis biji-bijian sereal yang paling kuno dan telah dikonsumsi manusia selama ribuan tahun. Di Indonesia, barley mungkin belum sepopuler beras atau gandum, namun kesadaran akan manfaatnya mulai meningkat seiring dengan tren gaya hidup sehat. Barley sering ditemukan dalam bentuk jali-jali di pasar tradisional dan digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman segar atau campuran bubur.
Pentingnya mengonsumsi biji-bijian utuh (whole grains) seperti barley berkaitan erat dengan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Barley kaya akan serat larut, terutama beta-glukan, yang telah terbukti secara klinis memiliki dampak positif pada profil lipid darah dan regulasi glukosa. Dalam dunia farmakologi dan nutrisi, komponen aktif ini dianggap sebagai agen alami yang mampu mendukung kesehatan metabolisme tubuh tanpa efek samping yang berat.
Selain manfaat medisnya, barley juga sangat serbaguna untuk diolah. Teksturnya yang kenyal dengan rasa sedikit manis menjadikannya alternatif yang menarik untuk mengganti asupan karbohidrat harian. Transisi dari konsumsi biji-bijian olahan ke biji-bijian utuh seperti barley dapat menjadi langkah awal yang signifikan bagi kamu yang ingin menjaga berat badan dan kesehatan jangka panjang.
Nah, mau tahu apa saja manfaat biji barley dan bagaimana cara terbaik untuk memasukkannya ke dalam menu harianmu? Berikut ulasannya!
Mengenal Biji Barley: Nutrisi dan Sejarahnya
Biji barley berasal dari keluarga rumput-rumputan (Poaceae). Sejak zaman peradaban Mesir Kuno, barley telah menjadi sumber makanan pokok yang memberikan energi berkelanjutan. Secara morfologis, barley memiliki kulit luar yang keras yang melindungi nutrisi di dalamnya. Ada dua bentuk barley yang umum dipasaran: hulled barley (barley utuh yang hanya dibuang kulit terluarnya) dan pearl barley (barley yang sudah dipoles untuk menghilangkan kulit ari dan dedaknya).
Meskipun pearl barley lebih cepat matang, hulled barley dianggap lebih sehat karena masih mengandung seluruh bagian biji, termasuk serat dan mineral esensial yang tinggi. Sebagai sumber energi, barley mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna perlahan oleh tubuh, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan nasi putih.
Kandungan Gizi dalam Biji Barley
Biji barley adalah “pembangkit tenaga” nutrisi. Dalam 100 gram barley matang, terkandung berbagai nutrisi penting seperti serat, protein, vitamin B kompleks (terutama B1, B3, dan B6), serta mineral seperti mangan, selenium, fosfor, dan magnesium. Keunggulan utama barley dibandingkan biji-bijian lain adalah kandungan seratnya yang didistribusikan ke seluruh bagian biji, bukan hanya pada kulit luarnya.
Beta-glukan, jenis serat larut dalam barley, adalah komponen yang paling banyak diteliti oleh para ahli kesehatan. Serat ini membentuk gel dalam saluran pencernaan yang memperlambat penyerapan lemak dan gula. Selain itu, barley mengandung antioksidan seperti asam fenolik, flavonoid, dan lignan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas.
Manfaat Biji Barley untuk Kesehatan Tubuh
Mengonsumsi biji barley secara rutin memberikan perlindungan ganda bagi tubuh. Pertama, ia membantu dalam manajemen berat badan. Karena kandungan seratnya yang sangat tinggi, barley meningkatkan pelepasan hormon kenyang yang dapat menekan nafsu makan secara alami. Ini sangat membantu bagi kamu yang sedang menjalankan program diet.
Kedua, barley berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Kandungan fosfor, kalsium, dan tembaga dalam barley mendukung struktur tulang yang kuat. Meskipun bukan sumber kalsium utama seperti susu, kontribusinya dalam diet seimbang sangat berarti untuk mencegah pengeroposan tulang di masa tua.
Tips Memilih Biji Barley Berkualitas
- Pilih barley yang butirannya utuh dan tidak pecah-pecah.
- Pastikan tidak ada aroma apek atau tanda-tanda kelembapan pada kemasan.
- Utamakan membeli hulled barley jika kamu menginginkan kandungan serat yang maksimal.
Peran Barley dalam Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kesehatan usus adalah kunci kesehatan secara keseluruhan. Barley mengandung serat tidak larut yang menambah massa pada kotoran (feses) dan mempercepat pergerakannya melalui usus, sehingga mencegah sembelit. Di sisi lain, serat larutnya berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus besar.
Bakteri usus ini memfermentasi serat barley menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA) seperti butirat. Butirat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel usus besar dan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat menurunkan risiko kanker usus besar dan penyakit radang usus. Untuk menjaga kesehatan pencernaan, pastikan kamu juga mencukupi asupan cairan harian saat mengonsumsi makanan tinggi serat.
Manfaat Barley untuk Pengelolaan Gula Darah
Bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengalami resistensi insulin, barley adalah pilihan karbohidrat yang sangat baik. Indeks Glikemik (IG) barley relatif rendah dibandingkan dengan nasi atau roti putih. Ini berarti barley tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis setelah makan.
Magnesium yang terkandung dalam barley juga memainkan peran penting dalam produksi insulin dan penggunaan gula oleh tubuh. Konsumsi barley secara konsisten dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan faktor kunci dalam mengelola diabetes tipe 2. Jika kamu memiliki keluhan terkait kadar gula darah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan panduan pola makan yang tepat.
Barley dan Kesehatan Jantung: Menurunkan Kolesterol
Salah satu manfaat farmakologis yang paling kuat dari barley adalah kemampuannya menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Beta-glukan dalam barley mengikat asam empedu di usus dan mengeluarkannya melalui feses. Karena asam empedu dibuat dari kolesterol, hati harus menarik kolesterol dari darah untuk membuat lebih banyak asam empedu, sehingga menurunkan kadar kolesterol dalam sirkulasi darah.
Selain menurunkan kolesterol, barley juga kaya akan kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Dengan berkurangnya tekanan darah dan kolesterol, risiko penyakit jantung koroner dan stroke pun dapat diminimalisir secara signifikan.
Cara Mengolah Biji Barley yang Tepat
Mengolah barley sebenarnya cukup mudah, namun membutuhkan waktu perebusan yang lebih lama dibandingkan beras. Untuk pearl barley, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit, sedangkan hulled barley bisa memakan waktu hingga 1 jam atau lebih. Merendam barley semalam sebelum dimasak dapat membantu mempercepat proses pemasakan dan meningkatkan ketersediaan nutrisinya.
Kamu bisa menggunakan barley sebagai campuran sup, salad, atau bahkan sebagai pengganti nasi untuk membuat “risotto barley” yang lezat. Air rebusan barley, yang sering disebut air jali-jali, juga populer diminum sebagai minuman penyegar yang dipercaya dapat membantu meredakan panas dalam dan melancarkan buang air kecil.
Efek Samping dan Peringatan Konsumsi
Meskipun menyehatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, barley mengandung gluten. Oleh karena itu, biji barley sama sekali tidak aman bagi orang dengan penyakit Celiac atau intoleransi gluten non-celiac. Mengonsumsinya dapat memicu reaksi imun yang merusak lapisan usus halus pada individu tersebut.
Kedua, peningkatan asupan serat secara mendadak terkadang menyebabkan gas berlebih, kembung, atau kram perut pada beberapa orang. Sebaiknya, tambahkan porsi barley secara bertahap ke dalam diet harianmu agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk beradaptasi.
Studi Mengenai Biji Barley
The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi harian serat beta-glukan dari barley secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL pada pria dan wanita dengan hiperkolesterolemia.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa asupan sekitar 3 gram beta-glukan per hari sudah cukup untuk memberikan efek protektif pada jantung. Hal ini memperkuat posisi barley sebagai salah satu functional food yang efektif dalam manajemen risiko penyakit kardiovaskular secara alami.
Menjaga kesehatan tubuh dimulai dari apa yang kamu makan setiap hari. Memasukkan biji barley ke dalam diet adalah pilihan cerdas untuk investasi kesehatan jangka panjang. Namun, jika gejala gangguan kesehatan tetap berlanjut meskipun sudah menjalani pola hidup sehat, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.
Untuk mendukung gaya hidup sehatmu, kamu bisa [beli obat online di Halodoc](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) yang menyediakan berbagai kebutuhan vitamin dan produk kesehatan lainnya secara praktis. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau pertanyaan seputar nutrisi seperti manfaat barley, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fiber: Essential for a healthy diet.
Healthline. Diakses pada 2026. 9 Impressive Health Benefits of Barley.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Barley.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Whole Grains.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Effect of barley beta-glucan on postprandial glycaemic response.
FAQ
1. Apakah barley mengandung gluten?
Ya, barley mengandung gluten dalam jumlah yang cukup signifikan. Oleh karena itu, barley tidak cocok untuk dikonsumsi oleh individu yang menderita penyakit Celiac atau sensitivitas gluten.
2. Apa perbedaan antara barley dan jali-jali?
Di Indonesia, jali-jali (Job’s tears) sering dianggap sama dengan barley karena bentuknya yang mirip. Namun, secara botani keduanya berbeda, meskipun jali-jali juga memiliki manfaat kesehatan yang serupa sebagai sumber serat.
3. Apakah air barley bisa menyembuhkan infeksi saluran kemih?
Air barley dikenal memiliki sifat diuretik alami yang membantu melancarkan buang air kecil dan membilas saluran kemih. Namun, air barley bukanlah pengganti antibiotik jika terjadi infeksi bakteri yang serius.
4. Bagaimana cara menyimpan biji barley agar tahan lama?
Simpan biji barley dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering. Untuk penyimpanan jangka panjang, kamu bisa menyimpannya di dalam lemari es untuk mencegah biji menjadi tengik karena kandungan minyak alaminya.


