Ad Placeholder Image

Ini Manfaat Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Cara Menggunakannya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Tawas bisa mengurangi bau badan dan juga menyembuhkan luka.

Ini Manfaat Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Cara MenggunakannyaIni Manfaat Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Cara Menggunakannya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang tawas? Bahan alami yang memiliki wujud fisik menyerupai bongkahan kristal bening ini telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Secara kimiawi, tawas adalah garam sulfat ganda yang terhidrasi, di mana varian yang paling sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun estetika adalah kalium alum (potassium alum). Selama puluhan tahun, bongkahan kristal ini populer digunakan oleh orang tua atau nenek moyang kita untuk menjernihkan air sumur yang keruh. Namun, tahukah kamu bahwa fungsi tawas jauh melampaui sekadar penjernih air?

Dalam dunia kesehatan kulit dan kebersihan tubuh, tawas merupakan salah satu agen antibakteri dan astringen alami yang sangat kuat. Banyak orang yang mulai beralih dari produk berbahan dasar bahan kimia sintetis yang keras menuju perawatan yang lebih natural, dan tawas menjadi salah satu primadona dalam transisi ini. Kondisi kulit seperti bau badan yang menyengat, ketiak yang menghitam akibat penumpukan sel kulit mati atau iritasi, hingga masalah jerawat, sering kali dapat diredakan dengan penggunaan kristal alami ini secara tepat.

Meskipun demikian, penggunaan tawas tidak boleh dilakukan sembarangan. Sifatnya yang menarik air (astringen) dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering jika tidak diimbangi dengan perawatan yang benar. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana cara kerja kalium alum ini, apa saja manfaat spesifiknya bagi tubuh kita, serta bagaimana cara mengaplikasikannya dengan aman agar terhindar dari risiko iritasi atau dermatitis kontak.

Nah, mau tahu apa saja fungsi tawas untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit kamu? Mari kita bahas secara mendalam ulasan lengkapnya di bawah ini!

Beragam Fungsi Tawas untuk Kesehatan dan Kulit

Berkat sifat antiseptik, antibakteri, dan astringen yang dimilikinya, tawas menawarkan berbagai solusi praktis untuk keluhan kebersihan diri sehari-hari. Berikut adalah rincian fungsi utama dari tawas yang bisa kamu manfaatkan.

1. Sebagai Deodoran Alami Pencegah Bau Badan

Fungsi tawas yang paling terkenal dan masih relevan hingga saat ini adalah sebagai deodoran alami. Keringat manusia pada dasarnya tidak memiliki bau. Bau badan (bromhidrosis) muncul ketika bakteri alami yang hidup di permukaan kulit memecah protein dan lemak yang terdapat dalam keringat, khususnya keringat yang diproduksi oleh kelenjar apokrin di area ketiak. Tawas bekerja dengan cara mengubah pH permukaan kulit menjadi sedikit asam, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Berbeda dengan antiperspiran konvensional yang mengandung aluminium klorohidrat yang menyumbat pori-pori untuk menghentikan keluarnya keringat, kalium alum dalam tawas tidak menyumbat pori-pori. Kamu akan tetap berkeringat secara normal sebagai mekanisme pendinginan tubuh, namun keringat tersebut tidak akan menimbulkan bau yang mengganggu. Hal ini menjadikan tawas pilihan yang jauh lebih aman bagi sistem kelenjar getah bening di area ketiak.

2. Mencerahkan Kulit Ketiak yang Menghitam

Kondisi kulit ketiak yang gelap atau menghitam sering kali menurunkan rasa percaya diri. Hiperpigmentasi di area lipatan ini biasanya disebabkan oleh gesekan berulang, iritasi akibat proses mencukur atau mencabut bulu (waxing), serta penumpukan sel-sel kulit mati. Selain itu, penumpukan residu dari deodoran berbahan kimia berat juga bisa meninggalkan noda gelap pada kulit dari waktu ke waktu.

Tawas memiliki sifat eksfoliasi ringan. Ketika diaplikasikan secara rutin, partikel mikroskopis dari tawas dapat membantu mengangkat tumpukan sel kulit mati dan kotoran di area lipatan secara perlahan. Dengan permukaan ketiak yang lebih bersih dan terbebas dari iritasi bahan kimia keras, proses regenerasi kulit akan berjalan lebih optimal, sehingga warna kulit ketiak akan perlahan-lahan kembali ke warna aslinya yang lebih cerah.

3. Meredakan Iritasi Setelah Mencukur (Aftershave)

Pisau cukur, tidak peduli seberapa tajam atau halusnya, tetap melakukan tindakan pengikisan mikroskopis pada lapisan epidermis kulit. Hal ini kerap menimbulkan sensasi perih, kemerahan, bentol-bentol kecil (razor burn), bahkan pendarahan mikro pada pori-pori kulit. Di dunia medis, sifat hemostatik (menghentikan pendarahan) dari tawas telah lama diakui. Bahkan di tempat pangkas rambut tradisional (barbershop), blok tawas (alum block) adalah alat wajib yang selalu disediakan.

Ketika digosokkan secara perlahan pada kulit yang baru saja dicukur, tawas akan menyebabkan pembuluh darah kapiler di permukaan kulit berkontraksi atau menyempit (vasokonstriksi). Proses ini secara instan menghentikan pendarahan kecil dan menutup pori-pori. Sifat antiseptiknya juga langsung bekerja membunuh bakteri yang mungkin masuk melalui luka cukur, sehingga mencegah terjadinya infeksi folikel rambut (folikulitis).

Tips Aman Menggunakan Tawas Sehari-hari
  1. Pastikan batu tawas memiliki permukaan yang sangat halus dan bulat (tidak bersudut tajam) agar tidak menggores kulit secara fisik.
  2. Selalu basahi batu tawas dengan sedikit air bersih sebelum digosokkan ke area kulit; jangan pernah menggosokkan tawas dalam keadaan kering.
  3. Bilas atau lap sisa air pada batu tawas setelah digunakan untuk mencegah kristal tersebut cepat keropos atau berjamur saat disimpan.
  4. Jika kamu memiliki kulit super sensitif, uji coba terlebih dahulu di area kecil (patch test) pada lengan bagian dalam selama 24 jam.

4. Membantu Mengeringkan Jerawat

Kemunculan jerawat sangat berkaitan dengan produksi sebum (minyak) berlebih dan infeksi bakteri Propionibacterium acnes pada pori-pori wajah atau punggung. Fungsi tawas sebagai astringen berarti ia mampu menarik kelembapan dan menyusutkan jaringan tubuh. Saat diaplikasikan pada jerawat yang sedang meradang, tawas akan membantu “menyedot” kelebihan minyak dan kelembapan dari lesi jerawat, sehingga membuat jerawat lebih cepat mengering.

Di saat yang bersamaan, efek antibakteri dari kalium alum akan menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mengurangi tingkat peradangan, dan mencegah jerawat menyebar ke pori-pori di sekitarnya. Namun, perlu diingat bahwa penggunaannya pada wajah harus sangat hati-hati dan hanya ditotolkan pada titik jerawat saja, bukan diusapkan ke seluruh wajah, karena dapat memicu kekeringan ekstrem pada area kulit yang sehat.

5. Menghilangkan Bau Kaki yang Menyengat

Selain di ketiak, area tubuh yang paling rawan memproduksi bau tidak sedap adalah kaki. Kaki yang tertutup sepatu dan kaus kaki seharian akan menjadi lembap, hangat, dan gelap—sebuah ekosistem yang sangat sempurna bagi jamur dan bakteri anaerob untuk berkembang biak dengan sangat masif. Bau kaki yang menyengat (bromodosis) bisa menjadi masalah sosial yang sangat memalukan.

Tawas bisa menjadi solusi murah dan efektif untuk masalah ini. Kamu bisa membuat larutan rendaman air hangat yang dicampur dengan bubuk tawas murni. Merendam kaki dalam larutan ini selama 15 hingga 20 menit secara rutin dapat membantu membunuh koloni bakteri dan jamur di sela-sela jari kaki. Selain itu, sifat astringen tawas akan membuat pori-pori kulit kaki sedikit mengecil, sehingga membantu mengurangi jumlah keringat yang diproduksi oleh kaki keesokan harinya.

6. Mengatasi Sariawan Ringan

Meskipun metode ini dianggap kuno dan menimbulkan sensasi perih yang cukup luar biasa, menempelkan sedikit bubuk tawas murni pada luka sariawan (stomatitis aftosa) adalah pengobatan rumahan yang masih sering digunakan. Sensasi perih ini terjadi karena tawas secara harfiah menarik cairan keluar dari jaringan luka yang meradang. Proses pengeringan cairan ini akan mempercepat terbentuknya lapisan pelindung di atas luka sariawan, sehingga proses penyembuhan jaringan epitel mulut dapat berlangsung lebih cepat.

Namun, penggunaan oral harus dilakukan dengan dosis yang sangat minim dan dipastikan tawas tidak tertelan dalam jumlah banyak, karena tawas dalam sistem pencernaan dapat memicu mual, muntah, dan iritasi lambung akut.

Efek Samping dan Hal yang Harus Diperhatikan

Secara umum, kalium alum atau tawas diakui aman (GRAS – Generally Recognized As Safe) untuk penggunaan eksternal oleh badan kesehatan terkemuka. Namun, karena sifatnya yang berupa garam mineral yang sangat kuat, penggunaan tawas yang berlebihan dapat meluruhkan lapisan lipid (minyak) alami pelindung kulit (skin barrier).

Hilangnya lapisan pelindung ini dapat memicu kondisi kulit kering, bersisik, gatal-gatal, kemerahan, hingga terjadinya dermatitis kontak iritan. Jika kamu mengalami gejala penyakit atau keluhan kesehatan terkait ruam kemerahan yang tak kunjung sembuh, terasa panas, atau menyebar luas setelah menggunakan bahan ini, sebaiknya segera hentikan pemakaian. Jangan tunda untuk melakukan konsultasi dokter spesialis kulit agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan medis berupa salep anti-inflamasi yang tepat.

Sebagai langkah pencegahan bagi individu dengan riwayat eksim atau kulit hipersensitif, alangkah baiknya menghindari pengaplikasian kristal murni dan beralih mencari alternatif produk kesehatan dan perawatan tubuh lainnya yang diformulasikan khusus dengan tambahan pelembap, bebas alkohol, serta telah melewati uji klinis dermatologis yang ketat.

Studi Mengenai Tawas sebagai Antibakteri

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai publikasi jurnal yang mengevaluasi kemanjuran kalium alum. Salah satu kajian medis secara umum menjelaskan bahwa kalium alum memiliki spektrum antimikroba yang patut diperhitungkan terhadap beberapa strain bakteri patogen yang berkoloni di kulit manusia.

Studi klinis tersebut membuktikan bahwa konsentrasi tertentu dari kalium alum secara efektif mengganggu membran sel bakteri, menyebabkan kebocoran intraseluler, dan menghambat replikasi DNA bakteri. Temuan ini memvalidasi penggunaan tradisional tawas sebagai deodoran dan antiseptik topikal dari kacamata farmakologi modern, menjadikannya opsi komplementer yang valid dalam menjaga higiene personal sehari-hari.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Water, Sanitation and Hygiene (WASH) – Use of Alum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sweating and body odor – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hyperhidrosis: Causes, Symptoms, and Treatment.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Antimicrobial properties of potassium alum against skin flora.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Kebersihan Diri dan Lingkungan.

FAQ

1. Apakah fungsi tawas aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ya, tawas yang merupakan garam kalium alum dianggap jauh lebih aman dibandingkan antiperspiran berbahan dasar aluminium klorohidrat sintetik karena molekul tawas terlalu besar untuk diserap menembus kulit masuk ke dalam aliran darah, sehingga aman untuk ibu hamil dan menyusui sebagai deodoran luar.

2. Berapa kali sehari sebaiknya menggunakan batu tawas di ketiak?

Cukup gunakan satu kali sehari setelah mandi, saat kondisi kulit ketiak sudah bersih. Penggunaan yang terlalu sering atau lebih dari dua kali sehari justru dapat menyebabkan kulit ketiak menjadi kering, iritasi, dan bersisik akibat sifat astringen tawas yang kuat.

3. Apakah tawas bisa menghentikan keluarnya keringat sepenuhnya?

Tidak. Tawas tidak berfungsi sebagai antiperspiran yang menyumbat pori-pori kelenjar keringat. Tubuhmu akan tetap memproduksi keringat secara alami, namun tawas bekerja mematikan bakteri penyebab bau, sehingga keringat yang keluar tidak akan menimbulkan aroma tidak sedap.

4. Bagaimana cara menyimpan kristal tawas agar awet dan tidak mudah hancur?

Setelah selesai digosokkan ke kulit yang basah, bilas kristal tawas dengan air mengalir dengan cepat, lalu keringkan menggunakan handuk kering atau tisu. Simpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik, serta jauhkan dari genangan air agar batu tawas tidak mudah terkikis atau lapuk.