
Ini Manfaat Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Cara Menggunakannya
Tawas bisa mengurangi bau badan dan juga menyembuhkan luka.

DAFTAR ISI
- Manfaat Batu Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Tubuh
- Cara Aman Menggunakan Batu Tawas di Rumah
- Efek Samping dan Hal yang Perlu Diwaspadai
- Studi Terkait Efikasi Tawas
- Tanya HILDA
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar tentang batu tawas? Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, batu tawas atau alum bukanlah hal yang asing. Sejak zaman nenek moyang, bongkahan kristal berwarna putih bening ini sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menjernihkan air sumur yang keruh hingga digunakan sebagai rahasia kecantikan tradisional untuk merawat kulit, khususnya area ketiak.
Secara kimiawi, batu tawas yang paling umum digunakan dikenal dengan nama Potassium alum atau kalium aluminium sulfat. Senyawa ini merupakan mineral alami yang memiliki sifat antibakteri dan astringen (kemampuan untuk menyusutkan jaringan tubuh). Berkat sifat farmakologis alami inilah, tawas menjadi salah satu agen antiseptik topikal yang sangat baik, ramah lingkungan, dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh berbagai jenis kulit manusia.
Dalam dunia kesehatan modern dan dermatologi, meskipun sudah banyak produk berbahan kimia sintetis, pamor batu tawas tidak pernah benar-benar pudar. Justru, tren kembali ke gaya hidup natural dan organik membuat tawas kembali dilirik. Banyak orang yang mulai beralih dari deodoran komersial yang sarat akan paraben dan aluminium klorohidrat, ke kristal tawas alami karena dinilai lebih aman untuk penggunaan jangka panjang dan minim risiko iritasi pada kulit sensitif.
Lantas, apa sajakah sebenarnya manfaat batu tawas jika ditinjau dari kacamata medis dan farmakologi? Mengapa batu kristal sederhana ini bisa begitu efektif mengatasi berbagai masalah kulit? Mari kita bedah satu per satu secara ilmiah namun tetap mudah dipahami, agar kamu bisa memaksimalkan penggunaan bahan alami ini di rumah.
Manfaat Batu Tawas untuk Kesehatan Kulit dan Tubuh
Batu tawas memiliki mekanisme kerja yang unik saat bersentuhan dengan kulit yang lembap. Ia akan melarutkan sebagian kecil mineralnya dan membentuk lapisan pelindung mikroskopis di atas permukaan kulit. Berikut adalah deretan manfaat utamanya:
1. Menghilangkan Bau Badan (Deodoran Alami)
Ini adalah manfaat batu tawas yang paling melegenda. Keringat manusia pada dasarnya tidak berbau. Bau badan muncul ketika keringat yang diproduksi oleh kelenjar apokrin (terutama di ketiak dan selangkangan) dipecah oleh bakteri alami yang hidup di kulit, seperti Staphylococcus hominis dan Corynebacterium. Tawas tidak menghentikan produksi keringat seperti antiperspiran, yang mana hal ini sangat sehat karena tubuh tetap bisa mengeluarkan racun dan mengatur suhu. Alih-alih menyumbat pori-pori, tawas bekerja dengan menurunkan pH kulit dan menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri penyebab bau badan untuk berkembang biak. Tanpa bakteri tersebut, keringat tidak akan berbau busuk.
2. Mencerahkan Kulit Ketiak yang Menghitam
Kulit ketiak yang gelap seringkali disebabkan oleh gesekan terus-menerus, penumpukan sel kulit mati, iritasi akibat mencukur, atau reaksi alergi terhadap bahan kimia dalam deodoran konvensional. Batu tawas memiliki tekstur kristal yang jika digosokkan secara perlahan dapat bertindak sebagai eksfoliator mekanik ringan. Ia membantu mengangkat tumpukan sel kulit mati tanpa bahan kimia keras. Selain itu, dengan mengganti deodoran berbasis alkohol ke tawas, kamu memberikan waktu bagi kulit ketiak untuk memulihkan diri dari hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH).
3. Menghentikan Perdarahan Ringan Pasca Bercukur
Bagi pria yang sering mencukur kumis atau wanita yang mencukur bulu kaki dan ketiak, luka sayatan kecil seringkali tak terhindarkan. Tawas memiliki sifat hemostatik (menghentikan pendarahan) dan astringen yang sangat kuat. Ketika diaplikasikan pada luka sayatan kecil, tawas akan menyebabkan pembuluh darah kapiler menyempit dan mempercepat koagulasi atau pembekuan darah. Selain itu, sifat antiseptiknya akan mencegah luka tersebut terinfeksi oleh bakteri.
4. Membantu Mengeringkan Jerawat
Meskipun tidak direkomendasikan sebagai pengobatan jerawat utama (seperti benzoyl peroxide atau asam salisilat), sifat astringen pada tawas dapat menyerap kelebihan minyak (sebum) pada wajah dan mengeringkan jerawat yang sedang meradang. Sifat antibakterinya juga membantu menekan populasi bakteri Cutibacterium acnes. Namun, penggunaannya di wajah harus sangat hati-hati dan hanya ditotolkan pada area yang berjerawat saja agar tidak membuat kulit wajah menjadi terlalu kering dan mengelupas.
5. Mengatasi Tumit Kaki Pecah-Pecah
Tumit pecah-pecah terjadi ketika kulit di area tersebut menjadi sangat kering, menebal, dan akhirnya retak karena tekanan tubuh. Tawas dapat dipanaskan hingga meleleh, mencair, dan mengering menjadi bubuk (tawas bakar). Bubuk ini kemudian sering dicampur dengan minyak kelapa atau madu untuk dioleskan pada tumit yang pecah-pecah. Sifat eksfoliasinya mengikis sel kulit mati, sementara sifat antimikrobanya mencegah infeksi jamur atau bakteri masuk ke dalam celah-celah kulit tumit yang terbuka.
6. Mempercepat Penyembuhan Sariawan (Penggunaan Tradisional)
Secara tradisional, sedikit bubuk tawas sering ditempelkan pada sariawan (stomatitis aftosa). Sifat astringennya akan menarik cairan keluar dari jaringan yang meradang, membuat sariawan cepat mengering, mengecil, dan mati rasa sementara. Akan tetapi, dari kacamata medis modern, cara ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena tawas bisa menyebabkan rasa perih yang luar biasa tajam dan tidak boleh tertelan dalam jumlah banyak karena berpotensi merusak mukosa lambung.
Cara Aman Menggunakan Batu Tawas sebagai Deodoran
- Basahi Tawas: Jangan pernah menggosokkan batu tawas kering secara langsung ke kulit karena gesekannya bisa menyebabkan lecet. Selalu basahi ujung batu tawas dengan sedikit air bersih.
- Aplikasikan pada Kulit Bersih: Waktu terbaik menggunakan tawas adalah sesaat setelah mandi, ketika kulit masih sedikit lembap dan bakteri di permukaan kulit sudah terbasuh sabun.
- Gosok Perlahan: Usapkan tawas yang sudah basah ke area ketiak sebanyak 3-4 kali usapan dengan gerakan memutar yang lembut.
- Keringkan Tawas: Setelah digunakan, bilas tawas dengan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk atau tisu sebelum disimpan. Tawas yang dibiarkan terendam air akan mudah melarut dan habis.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Walaupun berlabel alami, bukan berarti batu tawas 100% bebas dari risiko. Sebagai apoteker, saya selalu menyarankan untuk memahami profil keamanan dari setiap bahan yang diaplikasikan ke tubuh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Risiko Dermatitis Kontak atau Iritasi
Meskipun jarang, beberapa orang mungkin memiliki hipersensitivitas terhadap mineral kalium aluminium sulfat. Gejala yang muncul bisa berupa kemerahan, gatal, ruam, atau sensasi terbakar pada area ketiak sesaat setelah diaplikasikan. Jika kamu memiliki kulit super sensitif atau riwayat eksim, lakukan patch test (tes tempel) terlebih dahulu dengan mengoleskan tawas di area kecil pergelangan tangan bagian dalam dan tunggu selama 24 jam.
2. Membuat Kulit Menjadi Kering
Sifat astringen tawas bekerja dengan cara menarik kelembapan dan menyusutkan jaringan. Penggunaan yang berlebihan, terutama di area kulit yang tipis dan tidak banyak memproduksi minyak, dapat merusak skin barrier (penghalang alami kulit). Kulit akan terasa sangat kering, tertarik, dan akhirnya mengelupas. Pastikan kamu tetap menjaga hidrasi kulit tubuh secara keseluruhan.
3. Bahaya Jika Tertelan
Batu tawas murni ditujukan untuk pemakaian luar (topikal). Jika bubuk atau air larutan tawas tertelan dalam konsentrasi yang pekat atau jumlah yang banyak, hal ini dapat menyebabkan toksisitas. Gejala keracunan tawas meliputi mual hebat, muntah, perdarahan saluran cerna, hingga kerusakan pada ginjal dan hati. Oleh karena itu, jauhkan penyimpanannya dari jangkauan anak-anak.
Jika kamu mengalami keluhan seperti ruam merah yang meluas, kulit ketiak yang menghitam disertai gatal hebat akibat iritasi, atau keluhan medis lainnya setelah mencoba perawatan alami, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat agar kondisi kulitmu tidak semakin memburuk.
Studi Terkait Efikasi Tawas
Journal of Clinical and Health Sciences pernah menerbitkan studi klinis yang meneliti efikasi antibakteri dari Potassium alum terhadap flora normal di ketiak.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa alum terbukti secara signifikan memiliki aktivitas bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri) dan bakterisidal (membunuh bakteri) terhadap mikroorganisme pembentuk bau badan. Mekanisme utamanya adalah pengikatan protein bakteri, yang menyebabkan koagulasi sel-sel bakteri sehingga mematikan kemampuannya untuk mengurai keringat apokrin menjadi asam lemak yang berbau tajam. Temuan ini secara ilmiah mengonfirmasi mengapa tradisi menggunakan batu tawas sebagai deodoran selama ratusan tahun sangat efektif dan relevan hingga era pengobatan modern saat ini.
Jika kamu membutuhkan solusi lain untuk masalah bau badan yang membandel atau masalah kulit spesifik, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kini kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk kesehatan, suplemen kulit, hingga deodoran klinis 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat dan aman.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
PubMed Central (NIH). Diakses pada 2024. Antimicrobial Effects of Potassium Aluminium Sulphate (Alum) Against Skin Flora.
WebMD. Diakses pada 2024. What to Know About Alum for Your Skin.
Healthline. Diakses pada 2024. Crystal Deodorant: Does It Work and Is It Safe?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Body Odor: Causes, Changes, Underlying Diseases & Treatment.
Dermatology Research and Practice. Diakses pada 2024. The Role of Astringents in the Management of Dermatological Conditions.
FAQ
1. Apakah manfaat batu tawas terbukti ampuh mengatasi bau badan secara permanen?
Batu tawas tidak menyembuhkan bau badan secara permanen, melainkan memberikan perlindungan sementara (umumnya hingga 24 jam) dengan menekan pertumbuhan bakteri. Kamu tetap harus mengaplikasikannya setiap selesai mandi layaknya penggunaan deodoran rutin pada umumnya.
2. Apakah batu tawas bisa memutihkan kulit ketiak yang sudah sangat gelap?
Tawas membantu mencerahkan kulit dengan cara mengeksfoliasi sel kulit mati dan mengurangi iritasi dari bahan kimia. Namun, ini bukan bahan pencerah instan atau bleaching agent. Hasilnya membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung dari tingkat kedalaman hiperpigmentasi kulitmu.
3. Apa perbedaan batu tawas dengan deodoran atau antiperspiran komersial?
Antiperspiran komersial umumnya mengandung aluminium klorohidrat yang menyumbat kelenjar keringat agar kamu tidak berkeringat. Deodoran biasa menggunakan parfum untuk menutupi bau. Sementara batu tawas (alum) membiarkan kamu tetap berkeringat secara alami, namun ia membunuh bakteri yang mengubah keringat tersebut menjadi bau busuk tanpa menyumbat pori-pori.
4. Apakah penggunaan batu tawas aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Ya, penggunaan topikal batu tawas sebagai deodoran umumnya dianggap aman bagi ibu hamil dan menyusui. Molekul kalium aluminium sulfat cukup besar sehingga sangat sedikit yang bisa terserap ke dalam aliran darah melalui kulit, menjadikannya alternatif yang jauh lebih aman dibandingkan kosmetik sintetis dengan kandungan paraben atau phthalates tinggi.


