Ad Placeholder Image

Ini Minuman Terbaik agar Diare Cepat Sembuh

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Minuman yang bisa dikonsumsi agar diare cepat sembuh yakni air putih, oralit, hingga air kelapa.

Ini Minuman Terbaik agar Diare Cepat SembuhIni Minuman Terbaik agar Diare Cepat Sembuh

DAFTAR ISI


Diare merupakan kondisi gangguan pencernaan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) dengan konsistensi feses yang cair. Di Indonesia, diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Meskipun terlihat umum, diare tidak boleh disepelekan karena risiko utama yang menyertainya adalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh secara drastis.

Saat kamu mengalami diare, tubuh kehilangan banyak air dan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan klorida. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, fungsi organ tubuh dapat terganggu, yang dalam kasus berat bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, langkah pertama dan terpenting dalam menangani diare bukanlah menghentikan BAB secara paksa, melainkan melakukan rehidrasi atau mengembalikan keseimbangan cairan tubuh melalui asupan minuman yang tepat.

Penanganan mandiri di rumah bisa dilakukan dengan mengonsumsi cairan rehidrasi oral (oralit), minuman yang mengandung probiotik untuk memperbaiki flora usus, atau obat-obatan bebas yang bersifat adsorben. Pemilihan produk yang tepat sangat krusial agar pemulihan berjalan optimal tanpa memperburuk kondisi pencernaan. Kamu juga bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan minuman diare? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Minuman Diare yang Ampuh

Berikut adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan berupa minuman atau serbuk larutan yang efektif untuk membantu meredakan gejala diare dan mencegah dehidrasi pada orang dewasa maupun anak-anak.

1. Phapros Oralit 200 1 Sachet

Phapros Oralit adalah standar emas dalam penanganan awal diare. Produk ini mengandung campuran elektrolit esensial yang terdiri dari Natrium klorida, Kalium klorida, Trisodium sitrat dihidrat, dan Glukosa anhidrat. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan mekanisme transportasi aktif glukosa-natrium di usus halus untuk mempercepat penyerapan air kembali ke dalam aliran darah.

Manfaat utama dari oralit adalah menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang selama diare dan muntah, sehingga mencegah dehidrasi berat. Produk ini berbentuk serbuk yang harus dilarutkan dalam air matang sebelum diminum.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: 1.5 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 0.5 gelas setiap kali BAB.
  • Anak usia 1-5 tahun: 3 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1 gelas setiap kali BAB.
  • Anak usia 5-12 tahun: 6 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1.5 gelas setiap kali BAB.
  • Dewasa (>12 tahun): 12 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 2 gelas setiap kali BAB.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Phapros Oralit 200 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Pentingnya Rehidrasi Sejak Dini
  1. Segera minum oralit setiap kali buang air besar yang cair.
  2. Jangan menunggu sampai merasa sangat haus atau lemas untuk mulai minum.
  3. Gunakan air yang sudah dimasak hingga mendidih untuk melarutkan serbuk oralit.

2. Renalyte 200 ml

Renalyte adalah larutan rehidrasi oral siap minum yang diformulasikan khusus dengan rasa yang lebih disukai, sehingga memudahkan pemberian kepada pasien, terutama anak-anak yang sering menolak rasa oralit standar. Kandungan utamanya meliputi elektrolit seperti Natrium, Kalium, Klorida, Sitrat, dan Glukosa.

Manfaat Renalyte adalah untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat diare dan muntah dengan cara yang lebih praktis karena tidak perlu dilarutkan lagi. Produk ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa harus repot menyiapkan larutan secara manual.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak di bawah 2 tahun: Sesuai petunjuk dokter atau diberikan sedikit demi sedikit.
  • Anak 2-10 tahun: 100-200 ml setiap kali buang air besar.
  • Dewasa: Sesuai kebutuhan untuk mengganti cairan yang hilang, umumnya 200-400 ml setiap kali BAB.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Simpan di tempat sejuk dan segera habiskan setelah dibuka (maksimal 24 jam).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Renalyte 200 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. L-Bio 1 Gram 30 Sachet

L-Bio merupakan suplemen probiotik yang mengandung berbagai jenis bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Probiotik bekerja dengan cara menyeimbangkan kembali ekosistem bakteri di saluran pencernaan yang terganggu akibat infeksi penyebab diare.

Manfaat L-Bio adalah untuk mempercepat pemulihan kondisi diare dengan cara melawan bakteri patogen dan memperkuat sistem imun di usus. Serbuk ini bisa dicampurkan ke dalam minuman seperti susu atau air putih, serta makanan lunak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 2-12 tahun: 2-3 sachet per hari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 1-2 sachet per hari.
  • Diberikan sebelum atau sesudah makan.

Produk ini termasuk golongan suplemen kesehatan dan aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan L-Bio 1 Gram 30 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lacto-B 10 Sachet

Lacto-B adalah suplemen probiotik lainnya yang sangat populer untuk membantu mengatasi diare pada anak-anak. Kandungan aktifnya meliputi Bifidobacterium longum, Lactobacillus acidophilus, dan Streptococcus thermophilus, serta diperkaya dengan vitamin B dan niasin.

Manfaat Lacto-B adalah membantu mengobati diare serta mencegah intoleransi laktosa yang sering terjadi selama episode diare pada anak. Bakteri baik di dalamnya membantu memulihkan fungsi usus agar kembali normal lebih cepat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-6 tahun: 3 sachet per hari.
  • Bayi di bawah 1 tahun: Sesuai petunjuk dokter, biasanya 1-2 sachet per hari.
  • Dapat dicampurkan dengan susu formula, air, atau makanan bayi (jangan dicampur dengan air panas).

Produk ini merupakan suplemen dan tersedia bebas di apotek.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lacto-B 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Guanistrep Sirup 60 ml

Guanistrep adalah obat diare berbentuk sirup (suspensi) yang mengandung kombinasi Kaolin dan Pectin. Kaolin adalah zat penyerap (adsorben) yang bekerja dengan cara mengikat bakteri, toksin (racun), dan gas di dalam usus. Sementara itu, Pectin membantu memadatkan konsistensi feses.

Manfaat Guanistrep adalah untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya secara jelas. Obat ini membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki tekstur feses yang cair.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) setiap kali setelah buang air besar, maksimal 80 ml dalam 24 jam.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) setiap kali setelah buang air besar, maksimal 40 ml dalam 24 jam.
  • Anak usia 3-6 tahun: 1 sendok takar (5 ml) setiap kali setelah buang air besar, maksimal 30 ml dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Guanistrep Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Bahaya Diare yang Harus Diwaspadai
  1. Diare terjadi terus-menerus selama lebih dari 2 hari.
  2. Terdapat darah atau lendir pada feses.
  3. Muncul gejala dehidrasi berat seperti mata cekung, tidak buang air kecil, dan sangat lemas.

Cara Mencegah Dehidrasi Saat Diare

Mencegah dehidrasi adalah prioritas utama. Selain mengonsumsi produk-produk di atas, ada beberapa langkah tambahan yang bisa kamu lakukan untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

1. Konsumsi Cairan dalam Jumlah Kecil Namun Sering

Jika kamu merasa mual atau ingin muntah, minumlah sedikit demi sedikit (sekitar satu sendok makan setiap beberapa menit) daripada meminum satu gelas penuh sekaligus. Ini membantu usus menyerap cairan lebih efektif tanpa memicu refleks muntah.

2. Pilih Jenis Cairan yang Tepat

Selain oralit, kamu bisa mengonsumsi sup kaldu bening atau air kelapa alami untuk membantu menambah asupan mineral. Hindari minuman yang mengandung kafein (seperti kopi atau teh pekat), minuman bersoda, dan minuman yang terlalu manis, karena dapat menarik air keluar dari usus dan memperburuk diare.

3. Perhatikan Pola Makan BRAT

Meskipun fokus utama adalah cairan, mengonsumsi makanan yang tepat juga membantu. Pola makan BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast) atau Pisang, Nasi, Saus Apel, dan Roti Panggang cenderung aman karena rendah serat dan mudah dicerna oleh usus yang sedang meradang.

Studi Mengenai Manajemen Diare dan Rehidrasi

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan larutan rehidrasi oral (Oral Rehydration Salts/ORS) dengan osmolaritas rendah secara signifikan mengurangi kebutuhan terapi intravena (infus) dan menurunkan volume tinja pada pasien diare akut. Studi ini menekankan bahwa rehidrasi oral tetap menjadi intervensi paling efektif untuk mencegah kematian akibat dehidrasi pada semua kelompok umur.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology menyoroti peran penting probiotik dalam memperpendek durasi diare hingga sekitar 25 jam lebih cepat dibandingkan tanpa pemberian probiotik. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi rehidrasi dan pemulihan mikroflora usus adalah strategi terbaik dalam menangani gangguan pencernaan ini secara mandiri maupun medis.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti diare yang tak kunjung sembuh, tapi bingung harus melakukan tindakan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika diare disertai dengan demam tinggi, nyeri perut yang hebat, atau muntah terus-menerus, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk diantar langsung ke rumah dengan jaminan keaslian 100%.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diarrhoeal disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea: Diagnosis and treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Protokol Tatalaksana Diare pada Anak.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Treatment for Diarrhea.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2026. Probiotics for the treatment of acute diarrhea in children.

FAQ

1. Apa minuman diare paling efektif untuk anak?

Larutan oralit atau cairan rehidrasi siap minum seperti Renalyte adalah yang paling efektif karena komposisinya disesuaikan untuk mengganti elektrolit yang hilang dengan cepat.

2. Bolehkah minum air kelapa saat diare?

Boleh, air kelapa mengandung elektrolit alami seperti kalium yang baik untuk rehidrasi ringan. Namun, untuk diare yang signifikan, oralit tetap lebih disarankan karena kadar natrium dan glukosanya lebih tepat.

3. Mengapa probiotik disarankan diminum saat diare?

Probiotik mengandung bakteri baik yang membantu menyeimbangkan kembali ekosistem usus, melawan bakteri jahat penyebab infeksi, dan mempercepat durasi kesembuhan diare.

4. Kapan harus ke dokter jika mengalami diare?

Segera ke dokter jika diare berlangsung lebih dari 48 jam, mengalami dehidrasi berat, ada darah dalam feses, atau merasakan nyeri perut yang sangat parah.