Ad Placeholder Image

Ini Pengertian Hak Asasi Manusia dan Jenis-Jenisnya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Hak asasi manusia ada untuk melindungi siapapun agar bisa hidup dengan baik dan tenang. Hak ini berlaku pada semua orang tanpa memandang latar belakangnya.”

Ini Pengertian Hak Asasi Manusia dan Jenis-JenisnyaIni Pengertian Hak Asasi Manusia dan Jenis-Jenisnya

DAFTAR ISI


Hak asasi adalah sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa setiap manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak ini berlaku kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja, sehingga sifatnya universal. Pada prinsipnya, hak asasi tidak dapat dicabut, tidak dapat dibagi, saling berhubungan, dan saling bergantung. Memahami apa itu hak asasi bukan hanya soal teori hukum, melainkan juga tentang bagaimana kita menghargai martabat sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kesehatan, hak asasi mencakup hak setiap orang untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental tertinggi yang dapat dicapai. Hal ini melibatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak, sanitasi, air bersih, serta informasi kesehatan yang akurat. Sebagai bagian dari masyarakat, penting bagi kamu untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kewajiban pribadi, tetapi juga merupakan pemenuhan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan instrumen internasional.

Kebutuhan untuk sehat sering kali memerlukan tindakan medis atau dukungan produk kesehatan yang tepat. Ketika hak atas kesehatan terganggu oleh penyakit, kamu memiliki hak untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Jika kamu merasa mengalami gejala kesehatan tertentu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan mendalam mengenai hak asasi manusia dan bagaimana kaitannya dengan kesejahteraan hidupmu? Berikut ulasannya!

Apa Itu Hak Asasi Manusia?

Secara etimologis, hak asasi manusia (HAM) berasal dari bahasa Prancis droits de l’homme, yang berarti hak manusia. Dalam pengertian yang paling mendasar, hak asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena identitasnya sebagai manusia. Hak-hak ini tidak diberikan oleh negara, melainkan diakui oleh negara. Tanpa hak-hak tersebut, manusia tidak dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.

Ada beberapa ciri khusus dari hak asasi manusia yang perlu kamu ketahui:

  • Hakiki: Hak asasi sudah ada sejak manusia lahir sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Universal: Berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya.
  • Tidak dapat dicabut: Hak asasi tidak dapat diserahkan atau dirampas oleh pihak lain.
  • Tidak dapat dibagi: Semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah itu hak sipil dan politik, atau hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Di Indonesia, pengertian HAM secara yuridis tertuang dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. Disebutkan bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Sejarah Singkat Perkembangan HAM

Perjuangan untuk mengakui hak asasi manusia telah berlangsung selama berabad-abad. Dimulai dari piagam-piagam kuno hingga deklarasi modern yang kita kenal sekarang. Salah satu tonggak sejarah yang paling awal adalah Magna Carta (1215) di Inggris, yang membatasi kekuasaan absolut raja dan memberikan jaminan perlindungan bagi warga negara.

Selanjutnya, dunia mengenal Bill of Rights di Amerika Serikat (1791) dan Declaration des Droits de l’Homme et du Citoyen di Prancis (1789). Namun, pengakuan HAM secara global baru benar-benar terkonsolidasi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Kekejaman yang terjadi selama perang mendorong bangsa-bangsa di dunia untuk bersatu dan membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 10 Desember 1948, Majelis Umum PBB mengadopsi Universal Declaration of Human Rights (UDHR) atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Deklarasi ini menjadi standar umum pencapaian bagi semua bangsa dan negara dalam menghormati serta melindungi hak-hak individu. Sejak saat itu, tanggal 10 Desember diperingati setiap tahun sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia.

Jenis-Jenis Hak Asasi Manusia

Secara garis besar, hak asasi manusia dibagi ke dalam beberapa kategori utama berdasarkan bidang kehidupan yang diaturnya:

1. Hak Sipil dan Politik

Hak ini sering disebut sebagai “hak generasi pertama”. Cakupannya meliputi hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, serta hak untuk mendapatkan keadilan di depan hukum. Hak-hak ini bertujuan untuk melindungi individu dari kesewenang-wenangan kekuasaan.

2. Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Dikenal sebagai “hak generasi kedua”, kelompok ini mencakup hak atas pekerjaan, hak atas pendidikan, hak atas jaminan sosial, dan yang sangat krusial adalah hak atas standar kesehatan yang layak. Pemenuhan hak ini memerlukan peran aktif negara dalam menyediakan fasilitas dan kebijakan yang mendukung.

3. Hak Kolektif atau Hak Pembangunan

Ini adalah “hak generasi ketiga” yang muncul sebagai respons terhadap kebutuhan global. Contohnya adalah hak atas lingkungan hidup yang sehat, hak atas perdamaian, dan hak atas pembangunan ekonomi bagi negara-negara berkembang.

Pilar Utama Penegakan HAM
  1. Menghormati (To Respect): Negara tidak boleh melakukan intervensi yang melanggar hak warga.
  2. Melindungi (To Protect): Negara harus mencegah pihak ketiga melanggar hak orang lain.
  3. Memenuhi (To Fulfill): Negara harus mengambil langkah aktif agar warga bisa menikmati haknya.

Hak Atas Kesehatan: Bagian Tak Terpisahkan dari HAM

Mengapa kesehatan dianggap sebagai bagian dari hak asasi? Karena tanpa tubuh dan pikiran yang sehat, manusia tidak dapat menjalankan hak-hak lainnya secara maksimal. Seseorang yang sakit parah tanpa akses perawatan akan kesulitan menggunakan hak suaranya, hak bekerjanya, atau hak pendidikannya.

Hak atas kesehatan tidak berarti seseorang “berhak untuk selalu sehat”, karena faktor genetik dan biologis juga berpengaruh. Namun, hak ini berarti negara harus menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang merata. Ini mencakup aksesibilitas (jarak terjangkau), keterjangkauan (biaya murah atau gratis bagi yang tidak mampu), serta kualitas pelayanan yang sesuai standar medis.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa memenuhi hak ini dengan proaktif menjaga kondisi tubuh. Jika membutuhkan suplemen atau vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah. Ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk memastikan hak kesehatanmu tetap terpenuhi di tengah kesibukan.

Implementasi HAM di Indonesia

Indonesia adalah negara hukum yang sangat menjunjung tinggi HAM. Hal ini terbukti dengan dimasukkannya bab khusus mengenai Hak Asasi Manusia dalam Amandemen UUD 1945, mulai dari Pasal 28A hingga 28J. Di dalamnya diatur mulai dari hak untuk hidup hingga hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Selain konstitusi, Indonesia juga memiliki Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) sebagai lembaga mandiri yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia. Keberadaan lembaga ini sangat penting sebagai pengawas agar negara tetap berada pada jalurnya dalam melindungi warganya.

Meski regulasi sudah kuat, tantangan dalam implementasi HAM masih ada, seperti masalah diskriminasi kelompok minoritas, akses kesehatan di daerah terpencil, hingga isu kebebasan berekspresi di ruang digital. Peran kamu sebagai warga negara sangat dibutuhkan untuk terus mengedukasi diri dan menghormati hak orang lain agar tercipta harmoni sosial.

Studi Mengenai Hak Atas Kesehatan

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa setidaknya setengah dari penduduk dunia masih belum memiliki akses penuh ke layanan kesehatan dasar. Temuan ini menekankan bahwa pelanggaran terhadap hak kesehatan sering kali berakar pada kemiskinan dan ketidakadilan sistemik.

Studi tersebut juga menunjukkan korelasi kuat antara penegakan HAM dengan angka harapan hidup. Negara-negara yang memiliki kebijakan perlindungan HAM yang kuat cenderung memiliki sistem kesehatan yang lebih inklusif dan responsif terhadap wabah penyakit. Hal ini membuktikan bahwa investasi pada hak asasi secara langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Oleh karena itu, kesadaran akan hak asasi bukan hanya milik ahli hukum, tetapi harus dimiliki oleh setiap individu. Dengan memahami hak-hak kamu, kamu menjadi lebih berdaya dalam menuntut standar hidup yang lebih baik, termasuk dalam hal medis.

Jika kamu merasakan ada gangguan kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan tenaga profesional. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan yang valid dan terpercaya melalui platform Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
United Nations Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR). Diakses pada 2026. What are Human Rights?.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Human rights and health.
Kementerian Hukum dan HAM RI. Diakses pada 2026. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Patient Rights and Responsibilities.
International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESCR). Diakses pada 2026. Article 12: The Right to Health.

FAQ

1. Apakah hak asasi manusia bisa dicabut?

Secara prinsip, hak asasi manusia bersifat absolut dan tidak dapat dicabut. Namun, dalam kondisi tertentu seperti keadaan darurat perang atau melalui proses hukum yang sah (misalnya narapidana yang dibatasi kebebasan bergeraknya), beberapa aspek hak dapat dibatasi sementara demi kepentingan umum, tetapi martabat dasarnya tetap harus dilindungi.

2. Apa perbedaan antara hak asasi dan hak warga negara?

Hak asasi berlaku universal untuk semua manusia tanpa memandang kewarganegaraan. Sementara itu, hak warga negara adalah hak yang dibatasi oleh status kewarganegaraan seseorang di sebuah negara, misalnya hak untuk memilih dalam pemilu atau hak menduduki jabatan pemerintahan tertentu di Indonesia.

3. Siapa yang bertanggung jawab melindungi HAM?

Tanggung jawab utama (duty bearer) dalam perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan HAM ada pada negara melalui pemerintah. Namun, setiap individu juga memiliki kewajiban asasi untuk menghormati hak asasi orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Bagaimana cara melaporkan pelanggaran HAM di Indonesia?

Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan pelanggaran HAM kepada Komnas HAM secara langsung atau melalui saluran pengaduan online yang disediakan. Laporan harus disertai dengan bukti-bukti awal yang mendukung terjadinya pelanggaran tersebut.

## Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.