Ini Pengobatan Tepat untuk Mengatasi Enuresis
“Enuresis atau mengompol terjadi ketika terganggunya proses pengiriman sinyal ke otak untuk menahan urine. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan, membatasi asupan cairan dan kafein.”

Halodoc, Jakarta – Enuresis atau yang lebih dikenal dengan istilah mengompol merupakan ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan keluarnya urine. Dampaknya, urine keluar dengan sendirinya tanpa disengaja.
Masalah ini umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 7 tahun. Namun, enuresis juga bisa dialami oleh orang tua akibat kondisi tertentu, seperti produksi urine berlebihan, diabetes atau sulit menahan buang air kecil.
Seharusnya, kandung kemih berfungsi untuk mengumpulkan urine yang dihasilkan oleh ginjal. Ukurannya makin membesar seiring dengan bertambahnya volume urine dan mengecil setelah berkemih.
Proses tersebut didukung oleh saraf. Caranya dengan mengirim sinyal ke otak ketika kandung kemih sudah penuh. Kemudian, otak mengirim pesan ke kandung kemih untuk menahan urine sampai seseorang pergi ke toilet.
Namun, berbeda dengan pengidap enuresis. Mereka mengalami gangguan dalam proses pengiriman sinyal ke otak. Akhirnya, kandung kemih tidak mampu mengontrol dan menyebabkan mengompol.
Pengobatan Guna Mengatasi Enuresis
1. Membatasi Asupan Cairan
Guna mencegah mengompol, disarankan untuk membatasi minum di malam hari, setidaknya 2 jam sebelum tidur. Sederhananya, sebaiknya tingkatkan asupan cairan dari siang hingga sore, serta kurangi secara bertahap di malam hari.
2. Hindari Asupan Kafein
Makanan atau minuman yang mengandung kafein berpotensi meningkatkan produksi urine. Jika seseorang mengonsumsi asupan ini sebelum tidur, risiko mengompol jadi lebih tinggi.
3. Melatih Kandung Kemih
Teknik ini dilakukan dengan menjadwalkan waktu berkemih. Tujuannya adalah membantu meregangkan ukuran kandung kemih agar terbiasa menahan buang air kecil dalam jangka waktu lebih lama.
4. Obat-obatan
Ada dua jenis obat yang diberikan. Pertama adalah obat untuk menurunkan produksi urine pada malam hari, seperti desmopressin. Obat hanya diperuntukkan bagi anak yang berusia di atas usia 5 tahun. Tapi, tidak boleh digunakan oleh mereka yang mengalami diare, demam atau mual.
Kedua adalah obat pelemas otot kandung kemih. Obat ini diberikan pada anak yang memiliki ukuran kandung kemih kecil. Fungsinya yakni mengurangi kontraksi dinding kandung kemih dan memperbesar kapasitas untuk menampung urine. Salah satu jenis obat yang direkomendasikan yakni oxybutynin.
Mengonsumsi obat memang efektif mengatasi masalah mengompol. Namun, gangguan bisa kambuh sewaktu-waktu setelah berhenti menggunakan obat. Risiko efek sampingnya juga perlu diperhatikan, apalagi obat diberikan pada anak.
Untuk hasil yang lebih efektif dan aman, pemberian obat-obatan bisa dikombinasikan dengan terapi tingkah laku. Terapi bertujuan untuk mengubah perilaku pengidap dan membiasakan diri agar tidak mengompol.
Enuresis adalah masalah umum yang terjadi pada anak-anak dan dapat menghilang seiring bertambahnya usia. Jika masalah ini dipicu oleh gangguan kesehatan seperti yang disebutkan di atas, dokter akan mengatasi penyebabnya terlebih dulu .
Jika gangguan tak kunjung membaik setelah melakukan berbagai cara, silakan buat janji rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodoc sekarang juga.


