Ad Placeholder Image

Ini Penjelasan tentang Tes Antigen bisa Positif Palsu

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   01 Desember 2020
Ini Penjelasan tentang Tes Antigen bisa Positif PalsuIni Penjelasan tentang Tes Antigen bisa Positif Palsu

Halodoc, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberi peringatan pada staf laboratorium klinis dan tenaga kesehatan bahwa tes antigen bisa memberikan hasil positif yang palsu. Peringatan tersebut diberikan setelah FDA menerima laporan hasil positif palsu terkait dengan tes antigen yang digunakan di panti jompo dan tempat perawatan lainnya.

FDA mengungkapkan, hasil positif palsu bisa terjadi ketika pengguna tidak mengikuti petunjuk penggunaan tes antigen untuk mendeteksi SARS-CoV-2 secara cepat. Tes antigen berfungsi untuk mendeteksi protein di permukaan virus. Tes ini memerlukan usap hidung atau tenggorokan yang sedikit menimbulkan ketidaknyamanan, dan memberikan hasil yang lebih cepat daripada tes molekuler. Namun, tes antigen dianggap kurang akurat.

Baca juga: Sebelum Tes COVID-19, Ketahui Urutan Tes Paling Akurat

Hal yang Membuat Tes Antigen Memberi Hasil Positif Palsu

Melansir dari Fox News, FDA memperingatkan bahwa membaca hasil tes, baik sebelum atau setelah waktu yang ditentukan dalam instruksi, bisa menghasilkan hasil positif atau negatif yang palsu. 

Hal ini juga merujuk pada ketentuan otorisasi EUA antigen yang menetapkan bahwa laboratorium resmi harus mengikuti petunjuk penggunaan terkait administrasi pengujian dan pembacaan hasilnya. 

Tes antigen yang tidak disimpan dengan benar sebelum digunakan juga bisa menyebabkan hasil yang tidak akurat. Selain itu, memproses beberapa spesimen sekaligus juga bisa memengaruhi hasil tes karena mungkin menyulitkan untuk menentukan waktu inkubasi yang tepat untuk setiap spesimen.

FDA juga mengingatkan petugas laboratorium untuk berhati-hati agar risiko kontaminasi silang saat menguji spesimen pasien bisa diminimalisir, karena hal itu bisa menyebabkan hasil positif yang palsu.

Pembersihan ruangan yang tidak memadai, desinfeksi alat yang tidak memadai, atau penggunaan peralatan medis yang tidak tepat, seperti tidak mengganti sarung tangan saat menangani pasien berbeda, juga bisa meningkatkan risiko kontaminasi silang antara spesimen dengan hasil positif palsu berikutnya.

FDA juga menyarankan agar Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan protokol kesehatan ketika datang untuk melakukan tes antigen di panti jompo dan mempertimbangkan melakukan tes ulang untuk mengkonfirmasi hasil dalam waktu 48 jam setelah dinyatakan positif.

Menurut FDA, secara umum, tes antigen tidak sesensitif tes molekuler. Sebab, adanya potensi penurunan sensitivitas dibandingkan dengan tes molekuler. Hasil negatif dari tes antigen mungkin perlu dikonfirmasi lagi dengan tes molekuler sebelum membuat keputusan pengobatan. Hasil negatif dari tes antigen harus dipertimbangkan dalam konteks pengamatan klinis, riwayat pasien, dan informasi epidemiologinya.

Oleh karena itu, bila kamu mendapatkan hasil positif setelah melakukan pengujian COVID-19 dengan tes antigen, jangan khawatir dulu karena ada kemungkinan hasil positif tersebut palsu. Bila kamu mendapatkan hasil negatif dari tes antigen, jangan lantas langsung merasa aman. Baik hasil positif maupun negatif dari tes antigen perlu dikonfirmasi lagi dengan melakukan tes molekuler.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan berbagai tes untuk COVID-19, kamu bisa bertanya langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan COVID-19, kamu bisa melakukan swab test antigen dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Penjelasan Hasil Rapid Test dan Swab Test Kadang Berbeda

Sekilas Tentang Tes Antigen

Tes antigen sudah digunakan beberapa negara untuk mencegah gelombang kedua COVID-19. Meskipun hasilnya kurang akurat, namun tes antigen bisa memberikan hasil yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah, untuk membantu upaya negara-negara tersebut untuk mendiagnosis dan melacak mereka yang terinfeksi dengan cepat. 

FDA mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat pertama (EUA) untuk tes antigen sebagai tes yang bisa digunakan mendeteksi COVID-19 pada bulan Mei lalu.

Baca juga: Haruskah Swab Antigen Dilakukan Secara Rutin?

Itulah penjelasan mengenai tes antigen yang bisa memberikan hasil positif palsu. Jangan lupa download aplikasi Halodoc sekarang juga ya untuk membantu kamu mendapatkan solusi kesehatan dengan mudah.

Referensi:
Fox News. Diakses pada 2020. Rapid coronavirus antigen tests may give false positives, FDA warns.
Reuters. Diakses pada 2020. U.S. FDA warns about false positive results from COVID-19 antigen tests.