• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Arachnophobia, Takut Berlebihan pada Laba-Laba
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Arachnophobia, Takut Berlebihan pada Laba-Laba

Ini Penyebab Arachnophobia, Takut Berlebihan pada Laba-Laba

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 September 2022

“Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab arachnophobia. Salah satunya adalah pengaruh genetik dan keluarga.”

Ini Penyebab Arachnophobia, Takut Berlebihan pada Laba-LabaIni Penyebab Arachnophobia, Takut Berlebihan pada Laba-Laba

Halodoc, Jakarta – Arachnophobia adalah ketakutan yang intens terhadap laba-laba dan hewan jenis arakhnida lainnya. Ini diklasifikasikan sebagai fobia spesifik, yang pada kondisi parah dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. 

Tak hanya ketika melihat atau bersentuhan dengan laba-laba, hanya memikirkannya saja pengidap fobia ini akan merasa takut dan mengalami gejala kecemasan. Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini. 

Penyebab Arachnophobia

Arachnophobia dapat disebabkan oleh pengalaman atau beberapa peristiwa traumatis dengan laba-laba. Selain itu, fobia ini juga dapat disebabkan oleh:

1. Tanggapan Evolusioner

Penelitian pada 2017 di jurnal Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa arachnophobia sudah “terprogram” sebagai teknik bertahan hidup leluhur. 

Sebab, laba-laba telah jadi ancaman bagi nenek moyang, yang selama 40–60 juta tahun hidup berdampingan. Hal ini memungkinkan manusia keturunannya mengembangkan mekanisme untuk mendeteksi ancaman bahaya dari hewan ini dengan cepat.

2. Keyakinan Budaya dan/atau Agama

Beberapa orang dalam kelompok budaya atau agama tertentu tampaknya memiliki arachnophobia yang berasal dari pengaruh ini. Fobia khusus ini berbeda dari fobia yang umum pada populasi umum. Hal ini membuat budaya dan agama menjadi salah satu faktor penyebab fobia tertentu.

3. Pengaruh Genetik atau Keluarga

Hal lain yang juga diduga jadi penyebab fobia spesifik ini adalah komponen genetik tertentu. Faktor lingkungan keluarga juga dapat memengaruhi perkembangan arachnophobia. 

Misalnya, jika orangtua memiliki fobia spesifik terhadap sesuatu, seorang anak dapat menangkap ketakutan itu dan mengembangkan respons fobia terhadapnya.

Fobia spesifik lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, terutama pada remaja dan orang dewasa. Seseorang mungkin lebih berisiko mengalami fobia ini jika pernah mengalami pengalaman traumatis sebelumnya dengan laba-laba.

Selain itu, jika seseorang memiliki kondisi kesehatan mental lain, risiko mengalami fobia ini juga meningkat.

Kenali Gejala Arachnophobia

Ada berbagai gejala yang dapat dialami ketika seseorang mengidap arachnophobia. Baik saat berada di hadapan laba-laba atau hanya memikirkannya. 

Beberapa gejala arachnophobia termasuk:

  • Ketakutan ketika melihat atau memikirkan laba-laba.
  • Kecemasan berlebihan, yang tidak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan laba-laba.
  • Selalu berusaha menghindari laba-laba.
  • Mengalami serangan panik dan/atau kecemasan, seperti kesulitan bernapas, detak jantung cepat, mual, berkeringat, dan gemetar.

Secara signifikan, efek arachnophobia bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Mereka mungkin mengalami serangan panik dan tidak nyaman berada di rumah karena tahu ada laba-laba di dalamnya. 

Mereka juga mungkin menghindari kegiatan di luar ruangan di mana laba-laba mungkin ada, seperti kegiatan hiking atau piknik di taman.

Pilihan Pengobatannya

Seperti fobia spesifik lainnya, arachnophobia umumnya diobati dengan terapi, seperti terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk menghentikan pikiran otomatis negatif yang terkait dengan objek atau situasi yang ditakuti.

Kemudian menggantinya dengan pikiran yang lebih rasional. Teknik yang digunakan bisa mencakup:

1. Pembingkaian Ulang Kognitif

Metode ini membantu mengubah cara seseorang memandang sesuatu sehingga tidak lagi menganggapnya berbahaya. Ini dapat mengubah reaksi fisik menjadi stimulus pemicu, seperti melihat laba-laba.

2. Desensitisasi Sistematis

Dalam metode ini, dokter akan menggunakan teknik relaksasi. Lalu, pengidap fobia diharuskan menghadapi ketakutannya dari yang paling sedikit menimbulkan rasa takut hingga yang paling banyak.

Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR) adalah teknik terapi yang umum digunakan. Terutama jika fobia spesifik seperti arachnophobia berkembang karena pengalaman traumatis. Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat digunakan untuk mengobati gejala.

Itulah pembahasan mengenai arachnophobia atau fobia terhadap laba-laba. Jika kamu mengalami gejalanya dan merasa terganggu, segera download Halodoc untuk membuat janji medis dengan psikolog atau psikiater, ya.

Referensi:
Frontiers in Psychology. Diakses pada 2022. Itsy Bitsy Spider…: Infants React with Increased Arousal to Spiders and Snakes.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What Is Arachnophobia?
Psycom. Diakses pada 2022. Arachnophobia: Fear of Spiders and How to Overcome It.