
Ini Penyebab Kadas pada Kulit dan Cara Ampuh Mengatasinya
Kadas pada kulit dapat terjadi akibat kontak langsung dengan pengidapnya atau dari hewan ke manusia.

Ringkasan: Kadas kulit atau tinea corporis adalah infeksi jamur menular pada permukaan kulit yang ditandai dengan ruam merah berbentuk cincin bersisik. Kondisi ini disebabkan oleh jamur golongan dermatofita dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Penanganan utama meliputi penggunaan obat antijamur topikal atau oral sesuai tingkat keparahan infeksi.
Daftar Isi:
Apa Itu Kadas Kulit?
Kadas kulit adalah infeksi jamur dermatofitosis yang menyerang jaringan keratin di lapisan luar kulit manusia. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai tinea corporis yang ditandai dengan lesi melingkar menyerupai cincin dengan tepi yang lebih merah dan menonjol. Infeksi ini tidak melibatkan cacing (ringworm), melainkan murni disebabkan oleh mikroorganisme jamur yang hidup di lingkungan lembap.
Infeksi kadas dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, kaki, batang tubuh, atau wajah. Jamur dermatofita mampu bertahan hidup di sel kulit mati, rambut, dan kuku karena kemampuannya mencerna keratin. Penyakit ini sangat umum ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia karena suhu hangat dan kelembapan tinggi mendukung pertumbuhan jamur dengan sangat cepat.
Meskipun kadas kulit bukan merupakan kondisi yang membahayakan nyawa, rasa gatal yang hebat dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat meluas ke area kulit lain atau menyebabkan infeksi bakteri sekunder akibat luka garukan. Identifikasi dini sangat penting untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga atau orang di lingkungan sekitar.
Gejala Kadas Kulit yang Perlu Diwaspadai
Gejala kadas kulit meliputi munculnya bercak merah berbentuk cincin dengan bagian tengah yang tampak lebih sehat atau bersih. Ruam ini biasanya disertai dengan rasa gatal yang meningkat saat tubuh berkeringat atau berada di lingkungan panas. Pada beberapa kasus, tepi ruam dapat bersisik, melepuh, atau berisi cairan bening (vesikel) yang menandakan peradangan aktif.
Terdapat beberapa tanda spesifik yang membedakan kadas dari masalah kulit lainnya:
- Tepi ruam yang berwarna merah lebih gelap dan sedikit menonjol dibandingkan area sekitarnya.
- Penyebaran lesi yang bersifat sentrifugal, di mana pusat lingkaran perlahan membaik sementara pinggirannya terus meluas.
- Rasa gatal dan sensasi terbakar pada area yang terinfeksi jamur.
- Kulit yang mengelupas atau bersisik (deskuamasi) pada area yang terdampak.
- Munculnya beberapa lingkaran kecil yang kemudian menyatu menjadi satu area lesi yang lebih besar.
Gejala kadas seringkali disalahartikan sebagai psoriasis atau eksim (dermatitis). Perbedaan utamanya terletak pada bentuk cincin yang sangat khas pada tinea corporis. Kejelasan pola ini biasanya muncul setelah satu hingga dua minggu setelah paparan awal jamur pada kulit penderita.
Apa Penyebab Kadas Kulit?
Penyebab kadas kulit adalah infeksi dari kelompok jamur dermatofita, terutama spesies Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Jamur ini berkembang biak di lapisan keratin kulit dan menular melalui kontak fisik atau media perantara lainnya. Jamur ini bersifat parasit dan membutuhkan inang untuk tetap hidup serta bereproduksi secara efektif.
Terdapat tiga mekanisme utama penularan jamur kadas yang sering ditemukan secara klinis:
1. Penularan Antar Manusia
Infeksi menyebar melalui kontak kulit langsung dengan individu yang sudah terinfeksi. Hal ini sering terjadi dalam lingkungan keluarga, asrama, atau melalui penggunaan barang pribadi secara bersamaan seperti handuk, pakaian, dan perlengkapan mandi.
2. Penularan Dari Hewan
Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing merupakan pembawa (carrier) jamur dermatofita yang umum. Kontak dengan bulu atau kulit hewan yang terinfeksi dapat memindahkan spora jamur ke kulit manusia secara tidak sengaja.
3. Penularan Melalui Benda Mati
Spora jamur dapat bertahan lama pada benda mati yang lembap, seperti lantai kamar mandi umum, area kolam renang, atau peralatan olahraga. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi memberikan peluang bagi jamur untuk berpindah ke pori-pori kulit.
“Dermatofitosis adalah infeksi jamur yang menyerang jaringan berkeratin seperti kulit, rambut, dan kuku, dengan prevalensi yang tinggi di daerah dengan iklim tropis dan sanitasi yang kurang terjaga.” — Kementerian Kesehatan RI, 2022
Faktor Risiko Penularan Jamur
Faktor risiko penularan jamur kadas meliputi tinggal di lingkungan yang padat penduduk dengan tingkat sanitasi yang rendah. Kondisi kulit yang sering basah atau lembap akibat keringat berlebih (hiperhidrosis) juga menciptakan media pertumbuhan jamur yang ideal. Selain itu, penderita gangguan sistem imun seperti diabetes melitus atau HIV/AIDS memiliki risiko infeksi yang jauh lebih tinggi dan sulit disembuhkan.
Pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan kontak fisik intens, seperti atlet gulat atau petugas penyelamat hewan, juga meningkatkan peluang terpapar spora jamur. Penggunaan pakaian yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat dapat memerangkap kelembapan pada kulit, sehingga memudahkan jamur untuk berpenetrasi ke lapisan epidermis. Anak-anak dan lansia cenderung lebih rentan karena sistem pertahanan kulit yang belum sempurna atau sudah mengalami penurunan fungsi.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Kadas Kulit?
Diagnosis kadas kulit biasanya diawali dengan pemeriksaan fisik secara visual oleh dokter untuk melihat pola ruam dan karakteristik sisik pada kulit. Dokter akan mencari tanda “active border” atau tepi yang meradang untuk mengonfirmasi kecurigaan klinis terhadap tinea corporis. Untuk hasil yang lebih akurat, prosedur penunjang sering dilakukan guna membedakan infeksi jamur dari penyakit kulit lainnya.
Beberapa metode diagnosis medis yang umum digunakan meliputi:
- Tes KOH (Kalium Hidroksida): Dokter akan mengerok sedikit sampel kulit bersisik dan mencampurnya dengan larutan KOH di bawah mikroskop untuk mendeteksi keberadaan hifa (serabut jamur).
- Kultur Jamur: Sampel kulit diletakkan pada media pertumbuhan khusus selama beberapa minggu untuk mengidentifikasi spesies jamur penyebab secara spesifik.
- Lampu Wood (Wood’s Lamp): Penggunaan cahaya ultraviolet untuk melihat fluoresensi atau pancaran cahaya tertentu pada kulit yang menunjukkan keberadaan jenis jamur tertentu.
- Biopsi Kulit: Prosedur pengambilan jaringan kecil jika diagnosis tetap meragukan atau infeksi tidak merespon terhadap pengobatan standar.
Pilihan Pengobatan Kadas Kulit
Pilihan pengobatan kadas kulit bergantung pada luasnya area yang terinfeksi dan respons tubuh terhadap agen antijamur. Untuk infeksi ringan yang terlokalisasi, penggunaan krim atau salep antijamur (topikal) yang dijual bebas biasanya sudah cukup efektif. Namun, infeksi yang kronis atau meluas membutuhkan obat minum (oral) yang harus didapatkan melalui resep dokter.
Daftar jenis pengobatan yang sering digunakan antara lain:
- Antijamur Topikal: Krim yang mengandung Clotrimazole, Miconazole, Ketoconazole, atau Terbinafine. Obat ini harus dioleskan secara rutin hingga dua minggu setelah gejala hilang untuk memastikan jamur benar-benar mati.
- Antijamur Oral: Tablet seperti Griseofulvin, Itraconazole, atau Terbinafine oral diberikan jika infeksi sangat luas atau tidak membaik dengan krim topikal.
- Kortikosteroid Ringan: Terkadang diberikan dalam kombinasi dengan antijamur untuk meredakan peradangan dan rasa gatal yang ekstrem, namun penggunaannya harus sangat hati-hati agar tidak memperparah infeksi jamur.
Penderita disarankan untuk tetap menjaga area infeksi tetap kering selama masa pengobatan. Untuk mempermudah akses, penderita dapat beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah setelah mendapatkan anjuran medis yang sesuai.
Langkah Pencegahan Kadas Kulit
Langkah pencegahan kadas kulit berfokus pada memutus rantai penularan spora jamur dengan menjaga higienitas pribadi secara konsisten. Kebiasaan mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan atau setelah berada di tempat umum sangat krusial. Selain itu, penderita atau individu yang sehat dilarang keras bertukar barang pribadi seperti sisir, handuk, atau pakaian untuk meminimalkan risiko perpindahan jamur.
Berikut adalah beberapa strategi pencegahan praktis:
- Menjaga kulit tetap kering dan bersih, terutama di area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan.
- Menggunakan pakaian berbahan katun yang longgar agar sirkulasi udara di permukaan kulit terjaga dengan baik.
- Mengenakan alas kaki saat berada di area publik yang basah seperti ruang ganti atau pinggir kolam renang.
- Rutin memeriksa kesehatan kulit hewan peliharaan ke dokter hewan untuk memastikan tidak ada infeksi jamur yang dapat menular.
- Mencuci handuk dan sprei secara berkala dengan air panas untuk membunuh spora jamur yang mungkin menempel.
“Personal hygiene yang baik, termasuk mandi secara rutin dan tidak berbagi barang pribadi, adalah kunci utama dalam mencegah penyebaran infeksi jamur kulit di lingkungan masyarakat.” — World Health Organization (WHO), 2023
Kapan Harus ke Dokter?
Seseorang harus segera mencari bantuan medis jika ruam kadas tidak menunjukkan perbaikan setelah dua minggu penggunaan obat antijamur bebas. Gejala yang semakin meluas, munculnya nanah, atau disertai demam dapat menjadi indikasi adanya infeksi bakteri sekunder yang memerlukan antibiotik. Diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan bekas luka permanen atau hiperpigmentasi pada kulit yang terdampak.
Kondisi medis tertentu juga memerlukan penanganan dokter sejak awal. Pasien dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau penderita diabetes harus segera mendapatkan penanganan spesialis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Untuk penanganan yang praktis, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosis dan resep obat yang tepat.
Kesimpulan
Kadas kulit adalah penyakit infeksi jamur yang sangat menular namun dapat disembuhkan dengan pengobatan antijamur yang tepat dan konsisten. Pencegahan melalui gaya hidup bersih dan menjaga kelembapan kulit menjadi kunci utama agar infeksi tidak berulang di kemudian hari. Pastikan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan meskipun gejala fisik telah tampak hilang demi membasmi spora jamur secara tuntas.
Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.


