Ad Placeholder Image

Ini Perbedaan Benjolan Biasa dengan Benjolan Kanker di Ketiak

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

“Jika kamu merasakan benjolan pada ketiak dan khawatir bahwa ini adalah benjolan kanker, maka kamu harus segera melakukan pemeriksaan. Namun ada beberapa tanda dari benjolan kanker seperti ukurannya yang semakin besar, terasa sakit, dan tidak hilang seiring berjalannya waktu. Bahkan pada wanita, kondisi ini bisa mengindikasikan sebagai kanker payudara.”

Ini Perbedaan Benjolan Biasa dengan Benjolan Kanker di KetiakIni Perbedaan Benjolan Biasa dengan Benjolan Kanker di Ketiak

DAFTAR ISI


Menemukan benjolan di area ketiak sering kali memicu kekhawatiran mendalam, terutama bagi wanita. Ketakutan utama yang muncul biasanya berkaitan dengan risiko kanker payudara. Penting untuk dipahami bahwa ketiak merupakan lokasi bagi banyak kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai benteng pertahanan sistem imun tubuh. Namun, area ini juga menjadi jalur utama penyebaran sel kanker dari payudara menuju bagian tubuh lainnya.

Secara medis, benjolan di ketiak tidak selalu berarti kanker. Ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkannya, mulai dari infeksi bakteri, kista, hingga reaksi terhadap deodoran atau prosedur pencukuran bulu ketiak yang salah. Meski begitu, mengabaikan benjolan baru di area ini bukanlah langkah yang bijak. Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan jika benjolan tersebut memang berhubungan dengan keganasan.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai gambaran benjolan di ketiak yang berkaitan dengan kanker payudara, bagaimana membedakannya dengan benjolan biasa, serta langkah medis apa yang harus kamu ambil. Memahami karakteristik fisik dari benjolan tersebut dapat membantu kamu memberikan informasi yang lebih akurat saat berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Jika kamu merasa ada perubahan yang tidak biasa pada area ketiak atau payudara, sangat penting bagi kamu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan pemeriksaan awal yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai perbedaan benjolan biasa dengan benjolan kanker di ketiak? Berikut ulasannya!

Mengenal Anatomi Ketiak dan Kelenjar Getah Bening

Ketiak atau aksila mengandung jaringan lemak, kelenjar keringat, dan yang paling krusial adalah kelenjar getah bening aksila. Kelenjar ini berperan menyaring cairan limfa yang mengalir dari lengan, dinding dada, dan payudara. Dalam konteks kanker payudara, sel kanker memiliki kecenderungan untuk lepas dari tumor utama di payudara dan masuk ke saluran limfa.

Kelenjar getah bening di ketiak biasanya adalah tempat pertama yang dituju oleh sel kanker tersebut. Ketika sel kanker mulai tumbuh di dalam kelenjar, kelenjar akan membengkak dan membentuk benjolan yang bisa diraba dari luar. Inilah alasan mengapa dokter selalu memeriksa area ketiak saat melakukan skrining kanker payudara.

Ciri Visual Benjolan Ketiak akibat Kanker Payudara

Meskipun disebut “gambar benjolan”, secara fisik benjolan kanker memiliki karakteristik yang sering kali berbeda dari pembengkakan akibat infeksi. Berikut adalah beberapa ciri yang patut dicurigai:

  • Tekstur Keras dan Padat: Benjolan akibat kanker payudara biasanya terasa keras saat ditekan, mirip seperti tekstur batu kecil atau buah yang belum matang.
  • Tidak Dapat Digeser (Fixed): Berbeda dengan kista yang biasanya terasa kenyal dan bisa digerakkan di bawah kulit, benjolan kanker cenderung melekat pada jaringan di bawahnya sehingga sulit untuk digeser.
  • Tidak Terasa Sakit pada Tahap Awal: Ini adalah ciri yang paling menipu. Banyak orang menganggap benjolan yang tidak sakit adalah aman, padahal benjolan kanker sering kali tidak menimbulkan nyeri (painless) pada awalnya.
  • Pertumbuhan yang Terus Menerus: Benjolan ini tidak mengecil atau hilang setelah siklus menstruasi berakhir, melainkan cenderung menetap atau bahkan membesar seiring waktu.
Tips Melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri)
  1. Lakukan pengecekan 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.
  2. Angkat satu tangan ke atas, dan gunakan tangan lainnya untuk meraba area payudara hingga ke ketiak dengan gerakan melingkar.
  3. Perhatikan adanya perubahan tekstur kulit, seperti kulit yang tampak seperti kulit jeruk (peau d’orange).

Perbedaan Benjolan Kanker vs Benjolan Biasa

Tidak semua benjolan adalah vonis kanker. Untuk membantu kamu memahaminya, berikut adalah perbandingan yang umum ditemukan secara klinis:

1. Benjolan Akibat Infeksi (Limfadenitis)

Biasanya disertai dengan tanda-tanda peradangan seperti kemerahan di kulit ketiak, rasa hangat saat disentuh, dan nyeri yang cukup tajam. Benjolan ini sering muncul secara mendadak, misalnya setelah kamu mengalami luka di tangan atau infeksi saluran pernapasan. Jika kondisinya ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk meredakan gejala infeksi sesuai saran apoteker atau dokter.

2. Kista atau Lipoma

Kista adalah kantong berisi cairan, sedangkan lipoma adalah gumpalan lemak. Keduanya bersifat jinak. Ciri khasnya adalah tekstur yang lebih lunak atau kenyal dan sangat mudah digerakkan (mobile) jika didorong dengan jari.

3. Hidradenitis Suppurativa

Ini adalah kondisi kronis yang menyebabkan benjolan menyakitkan di bawah kulit, biasanya di area ketiak atau selangkangan. Benjolan ini sering kali pecah dan mengeluarkan nanah, yang jelas berbeda dengan karakteristik benjolan kanker payudara yang cenderung padat dan kering.

Kapan Harus Waspada?

Kamu harus segera menemui dokter jika menemukan benjolan di ketiak yang disertai dengan gejala-gejala berikut pada payudara:

  • Puting payudara tertarik ke dalam (retraksi).
  • Keluar cairan aneh (bukan ASI) dari puting, terutama jika berdarah.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang asimetris secara mendadak.
  • Kulit payudara menebal, bersisik, atau berkerut.

Prosedur Diagnosis Medis

Dokter tidak hanya melihat “gambar” atau fisik luar saja untuk menentukan apakah benjolan tersebut kanker. Diperlukan rangkaian tes diagnostik yang meliputi:

1. Ultrasonografi (USG) Mammae

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk melihat apakah benjolan tersebut berisi cairan (kista) atau massa padat yang mencurigakan.

2. Mamografi

Prosedur rontgen khusus payudara untuk mendeteksi adanya kalsifikasi atau massa yang tidak teraba oleh tangan.

3. Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNAB)

Dokter akan mengambil sampel jaringan atau cairan dari benjolan di ketiak menggunakan jarum tipis untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi.

Studi Terkait

Journal of Clinical Oncology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa keterlibatan kelenjar getah bening aksila merupakan faktor prognostik terpenting dalam menentukan stadium kanker payudara. Studi ini menekankan bahwa deteksi dini pada kelenjar ketiak dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien secara signifikan karena intervensi medis dapat dilakukan sebelum sel kanker menyebar lebih jauh ke organ vital seperti paru-paru atau hati.

Kesimpulannya, setiap benjolan baru di ketiak harus dianggap serius hingga terbukti sebaliknya oleh diagnosa medis. Jangan menunda pemeriksaan karena rasa takut. Semakin dini terdeteksi, semakin banyak pilihan pengobatan yang tersedia dan efektif.

Selain melakukan pemeriksaan mandiri, pastikan kamu menjaga gaya hidup sehat dan rutin melakukan skrining medis secara berkala. Jika kamu merasa ragu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis ahli.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Axillary Lumps: Causes and Diagnosis.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. Breast Cancer Signs and Symptoms.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Lymph Nodes in the Armpit.
National Breast Cancer Foundation. Diakses pada 2026. Breast Self-Exam.

FAQ

1. Apakah benjolan di ketiak yang sakit selalu berarti bukan kanker?

Tidak selalu, meski benjolan kanker payudara di ketiak umumnya tidak sakit pada tahap awal. Namun, pada stadium lanjut atau jika benjolan menekan saraf, rasa sakit bisa muncul. Jadi, nyeri bukan satu-satunya indikator keamanan.

2. Apakah deodoran bisa menyebabkan benjolan di ketiak?

Ya, penggunaan deodoran atau antiperspiran dapat menyumbat kelenjar keringat dan memicu peradangan atau kista kecil yang terasa seperti benjolan. Namun, ini biasanya hilang jika penggunaan produk dihentikan.

3. Berapa lama benjolan ketiak harus dipantau sebelum ke dokter?

Jika benjolan menetap lebih dari dua minggu, tidak mengecil, atau justru membesar, kamu wajib segera memeriksakannya ke dokter tanpa menunda lebih lama lagi.

4. Apakah pria bisa mengalami benjolan ketiak akibat kanker payudara?

Ya, meskipun jarang, pria juga memiliki jaringan payudara dan bisa terkena kanker payudara yang menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak. Gejalanya serupa dengan wanita.


## Punya Keluhan Benjolan di Ketiak? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti munculnya benjolan yang tidak biasa, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.