Ad Placeholder Image

Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion yang Bisa Menyerang Mata

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Bintitan terjadi karena infeksi bakteri, sementara kalazion disebabkan oleh kelenjar minyak tersumbat.

Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion yang Bisa Menyerang MataIni Perbedaan Bintitan dan Kalazion yang Bisa Menyerang Mata

DAFTAR ISI


Menemukan benjolan kecil di area kelopak mata tentu bisa membuat siapa saja merasa cemas dan tidak nyaman. Salah satu penyebab umum dari kondisi ini adalah kalazion. Berbeda dengan bintitan (hordeolum) yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan terasa menyakitkan, kalazion umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar meibom (kelenjar penghasil minyak di kelopak mata) mengalami penyumbatan, sehingga cairan minyak menumpuk dan membentuk benjolan keras.

Meski tidak selalu berbahaya, kehadiran benjolan ini sering kali mengganggu penampilan dan bisa menimbulkan rasa mengganjal saat berkedip. Banyak orang yang mengalaminya bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama kalazion sembuh total? Pengetahuan akan durasi penyembuhan ini sangat penting agar kamu tidak panik dan tahu kapan harus melakukan perawatan mandiri di rumah atau kapan harus mencari pertolongan medis.

Sebagai langkah awal, penting untuk dipahami bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk menyerap kembali cairan yang tersumbat tersebut. Namun, proses ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam menjaga kebersihan area mata. Jika kamu sedang berhadapan dengan masalah ini, wajar jika kamu ingin benjolan tersebut segera kempes.

Nah, mau tahu penjelasan medis lengkap mengenai berapa lama kalazion sembuh, cara perawatannya, hingga tindakan medis apa yang diperlukan jika benjolan tak kunjung hilang? Berikut ulasan lengkapnya!

Berapa Lama Kalazion Sembuh?

Durasi penyembuhan kalazion bisa sangat bervariasi pada setiap individu, tergantung pada ukuran benjolan dan seberapa disiplin kamu melakukan perawatan. Secara umum, kalazion dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 hingga 8 minggu (sekitar satu hingga dua bulan). Dalam beberapa kasus yang ringan, benjolan kecil bisa mengecil dan hilang hanya dalam hitungan minggu tanpa intervensi medis apa pun.

Namun, pada kasus kalazion yang ukurannya cukup besar atau jika penyumbatan kelenjar sangat padat, benjolan bisa menetap lebih lama hingga beberapa bulan. Tubuh secara perlahan akan memecah tumpukan lemak dan minyak di dalam kelenjar yang tersumbat tersebut. Hal ini menuntut kesabaran yang ekstra.

Perlu dicatat bahwa selama masa penyembuhan, benjolan mungkin akan mengalami perubahan ukuran. Terkadang, kalazion yang awalnya besar akan perlahan mengeras seperti kacang kecil di balik kulit kelopak mata sebelum akhirnya benar-benar rata. Jika benjolan tidak kunjung mengecil setelah melewati masa satu bulan, atau justru semakin membesar dan merah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara Mempercepat Penyembuhan Kalazion di Rumah

Meskipun kalazion membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh total, kamu tidak perlu hanya berdiam diri menunggunya hilang. Ada beberapa langkah perawatan konservatif di rumah yang terbukti secara medis sangat efektif dalam mempercepat proses pemecahan sumbatan minyak di kelenjar meibom. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Rutin Melakukan Kompres Hangat

Ini adalah pengobatan garis depan yang paling direkomendasikan oleh dokter mata dan apoteker. Suhu hangat berfungsi untuk mencairkan sekresi minyak yang mengeras dan menyumbat kelenjar. Caranya, celupkan kain bersih atau kapas ke dalam air hangat (pastikan tidak terlalu panas agar kulit kelopak mata tidak melepuh), peras airnya, lalu tempelkan pada kelopak mata yang tertutup selama 10 hingga 15 menit. Lakukan langkah ini 3 sampai 4 kali sehari. Konsistensi adalah kunci utama di sini.

2. Pijatan Lembut pada Kelopak Mata

Setelah melakukan kompres hangat dan minyak di dalam benjolan menjadi lebih lunak, langkah selanjutnya adalah memijat area tersebut. Gunakan ujung jari yang sudah dicuci bersih dengan sabun, atau gunakan cotton bud. Pijat perlahan dari arah kelopak mata menuju tepi bulu mata. Pijatan ini membantu mendorong minyak yang sudah mencair keluar dari saluran kelenjar. Ingat, pijat dengan sangat lembut, jangan ditekan terlalu keras.

3. Menjaga Kebersihan Area Mata (Eyelid Hygiene)

Selama kalazion belum sembuh, sangat penting untuk menjaga agar kelopak mata tetap bersih dari kotoran, debu, dan penumpukan minyak berlebih. Kamu bisa menggunakan sampo bayi yang tidak pedih di mata, dicampur dengan sedikit air hangat, lalu usapkan secara lembut pada pangkal bulu mata untuk membersihkan sisa-sisa sumbatan. Lakukan ini sekali sehari saat mandi.

Hal yang Pantang Dilakukan Saat Mengalami Kalazion
  1. Dilarang Memencet Benjolan: Jangan pernah mencoba memencet atau menusuk kalazion dengan jarum. Tindakan ini tidak akan mengeluarkan isinya, melainkan memicu infeksi parah dan merusak jaringan kelopak mata.
  2. Hindari Riasan Mata: Hentikan penggunaan eyeliner, maskara, atau eyeshadow hingga benjolan benar-benar hilang untuk mencegah penyumbatan kelenjar lebih lanjut.
  3. Jangan Memakai Lensa Kontak: Selama proses penyembuhan, beralihlah ke kacamata terlebih dahulu untuk mengurangi risiko iritasi dan masuknya bakteri.

Pilihan Perawatan Medis untuk Kalazion

Seperti yang telah dibahas, sebagian besar kasus kalazion akan sembuh dengan kompres hangat. Namun, bagaimana jika sudah berbulan-bulan benjolan tersebut tetap bertengger di mata? Dalam kasus ini, intervensi medis mungkin diperlukan. Berikut adalah beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata:

1. Suntikan Kortikosteroid

Jika kalazion sangat mengganggu penampilan atau cukup besar namun tidak terinfeksi, dokter mungkin akan merekomendasikan suntikan steroid langsung ke area benjolan. Kortikosteroid bekerja sebagai agen anti-inflamasi yang kuat, yang dapat membantu mengurangi pembengkakan secara drastis. Biasanya, benjolan akan menyusut dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah penyuntikan.

2. Operasi Kecil (Insisi dan Kuretase)

Apabila kalazion sangat keras, berlangsung lebih dari beberapa bulan, atau ukurannya menekan kornea hingga menyebabkan pandangan kabur (astigmatisme sementara), pembedahan minor adalah jalan keluarnya. Dokter akan memberikan bius lokal di area kelopak mata, membuat sayatan kecil dari bagian dalam kelopak (sehingga tidak meninggalkan bekas luka di luar), dan mengeluarkan isi benjolan tersebut. Prosedur ini sangat cepat dan memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan yang tinggi.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kalazion dikategorikan sebagai kondisi ringan, ada beberapa tanda bahaya atau *red flags* yang mengharuskan kamu untuk segera mencari pertolongan medis. Segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Benjolan kelopak mata menyebabkan rasa sakit yang berdenyut hebat.
  • Seluruh kelopak mata membengkak kemerahan dan terasa panas (tanda kemungkinan infeksi sekunder atau selulitis).
  • Pandangan menjadi kabur, ganda, atau mengalami gangguan penglihatan lainnya.
  • Kalazion sering kambuh di tempat yang sama secara berulang.
  • Benjolan tidak menunjukkan tanda-tanda mengecil setelah 4 minggu melakukan perawatan kompres hangat di rumah.

Studi Mengenai Penyembuhan Kalazion

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan literatur klinis yang menjelaskan bahwa kalazion adalah reaksi peradangan granulomatosa lipogranulomatosa kronis. Studi ini mencatat bahwa sekitar 25% hingga 50% kasus kalazion dapat sembuh dan mereda dengan sendirinya melalui tindakan konservatif (kompres hangat dan menjaga higiene) dalam kurun waktu 1 hingga 3 bulan.

Data klinis tersebut mengonfirmasi bahwa kesabaran dan kompres hangat adalah terapi lini pertama yang paling efektif. Tindakan bedah atau injeksi steroid umumnya hanya disisakan untuk kasus refrakter (tidak mempan pengobatan) atau kasus di mana benjolan menyebabkan komplikasi penglihatan sekunder.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Chalazion and Stye Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Stye (hordeolum). (Mencakup informasi diferensial tentang kalazion).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Chalazion: Causes, Symptoms & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Chalazion – StatPearls.

FAQ

1. Sebenarnya berapa lama kalazion sembuh dengan sendirinya?

Umumnya, kalazion membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 8 minggu untuk dapat terserap oleh tubuh dan hilang sepenuhnya. Namun, pada beberapa benjolan yang ukurannya lebih besar, proses ini bisa memakan waktu hingga beberapa bulan. Rutin melakukan kompres hangat setiap hari sangat membantu mempercepat proses tersebut.

2. Apakah kalazion boleh ditusuk atau dipencet sendiri agar cepat kempes?

Tidak boleh. Menusuk atau memencet kalazion secara paksa berisiko tinggi memasukkan bakteri ke dalam jaringan kelopak mata, yang dapat menyebabkan infeksi parah (selulitis preseptal). Selain itu, memencetnya tidak akan mengeluarkan cairan karena isi kalazion berupa jaringan granulomatosa yang padat, bukan nanah cair seperti jerawat.

3. Apa perbedaan utama antara kalazion dan bintitan (hordeolum)?

Perbedaan utamanya terletak pada penyebab dan gejalanya. Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri pada folikel bulu mata, yang biasanya tumbuh di tepi kelopak dan terasa sangat nyeri. Sementara itu, kalazion disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak murni tanpa adanya infeksi awal, posisinya lebih jauh dari tepi kelopak mata, dan umumnya tidak terasa sakit saat disentuh.

4. Apakah penggunaan obat tetes mata bisa menyembuhkan kalazion?

Obat tetes mata biasa atau tetes antibiotik tidak efektif untuk mengobati kalazion karena masalah utamanya adalah penyumbatan minyak di dalam kelenjar, bukan infeksi di permukaan mata. Dokter spesialis mata mungkin hanya akan meresepkan salep atau tetes mata antibiotik/steroid jika kalazion tersebut meradang parah atau dicurigai mengalami infeksi sekunder.