Ad Placeholder Image

Ini Resep dan Cara Membuat Spaghetti yang Mudah Dibuat di Rumah

2 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

“Spaghetti adalah hidangan utama yang biasanya dicampur dengan berbagai topping, salah satunya bakso sapi. Kamu bisa mengganti pastanya dari beras merah atau gandum supaya lebih menyehatkan.”

Ini Resep dan Cara Membuat Spaghetti yang Mudah Dibuat di RumahIni Resep dan Cara Membuat Spaghetti yang Mudah Dibuat di Rumah

DAFTAR ISI


Spaghetti adalah salah satu jenis hidangan pasta khas Italia yang sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Rasanya yang gurih, dipadukan dengan saus tomat segar, daging giling, dan taburan keju membuat hidangan ini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, bagi kamu yang sedang menjalani gaya hidup sehat, mungkin muncul kekhawatiran terkait kandungan karbohidrat olahan dan kalori yang ada dalam seporsi spaghetti.

Faktanya, kamu tetap bisa menikmati kelezatan spaghetti tanpa perlu khawatir akan dampaknya bagi kesehatan asalkan kamu tahu cara menyiasatinya. Kunci utamanya terletak pada pemilihan bahan-bahan pokok serta metode pengolahan yang tepat. Dengan memasak sendiri di rumah, kamu memiliki kendali penuh atas jumlah garam, jenis minyak, serta porsi protein dan sayuran yang dimasukkan ke dalam hidangan tersebut.

Menjadikan hidangan pasta lebih bernutrisi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Mengganti pasta biasa dengan pasta gandum utuh, memperbanyak porsi sayuran, serta menggunakan daging tanpa lemak dapat secara drastis meningkatkan nilai gizi dari satu piring spaghetti. Apalagi saus tomat asli yang digunakan sebagai bumbu dasar kaya akan antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Nah, mau tahu apa saja bahan-bahan dan bagaimana cara membuat spaghetti yang mudah, lezat, sekaligus tetap sehat untuk dinikmati bersama keluarga? Berikut ulasan lengkapnya!

Cara Membuat Spaghetti Sehat di Rumah

Membuat spaghetti yang bergizi tinggi dimulai dari dapurmu sendiri. Resep berikut ini dirancang khusus dengan memperhatikan keseimbangan makronutrien, yaitu memadukan karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, sehingga hidangan ini aman untuk dikonsumsi secara rutin.

1. Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai memasak, pastikan kamu telah menyiapkan bahan-bahan utama berikut ini:

  • 200 gram spaghetti gandum utuh (whole wheat) agar asupan serat lebih maksimal.
  • 250 gram dada ayam giling atau daging sapi tanpa lemak (lean beef).
  • 4 buah tomat merah besar segar, rebus sebentar dan kupas kulitnya, lalu cincang kasar.
  • 2 sendok makan pasta tomat murni (tanpa tambahan gula).
  • 1 buah bawang bombay, cincang halus.
  • 3 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus.
  • 1 buah wortel ukuran sedang, parut kasar untuk menambah serat dan rasa manis alami.
  • 1 batang seledri, potong dadu kecil.
  • 2 sendok makan minyak zaitun ekstra murni (extra virgin olive oil).
  • 1 sendok teh oregano kering dan 1 sendok teh basil kering.
  • Garam laut (sea salt) dan lada hitam bubuk secukupnya.
  • Air secukupnya untuk merebus pasta.

2. Cara Memasak Saus Bolognese Sehat

Saus adalah elemen terpenting dari hidangan ini. Memasak saus tomat perlahan akan membebaskan senyawa sehat di dalamnya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Panaskan wajan dengan api sedang, lalu tuangkan minyak zaitun.
  • Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu. Proses ini akan menjadi dasar rasa dari saus.
  • Masukkan potongan wortel dan seledri, aduk rata selama sekitar 3-5 menit agar sayuran sedikit melunak.
  • Tambahkan daging giling tanpa lemak. Aduk terus hingga daging berubah warna dan matang sempurna.
  • Masukkan tomat segar yang sudah dicincang dan pasta tomat. Aduk merata, lalu bumbui dengan oregano, basil, garam laut, dan lada hitam secukupnya.
  • Kecilkan api, tutup wajan, dan biarkan saus mendidih perlahan (simmer) selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Semakin lama dimasak dengan api kecil, rasa saus akan semakin menyatu.

3. Cara Merebus Spaghetti Al Dente

Merebus pasta juga memiliki aturan tersendiri agar teksturnya tidak terlalu lembek, yang juga berpengaruh pada indeks glikemik hidangan tersebut:

  • Didihkan air dalam panci yang cukup besar. Tambahkan sedikit garam ke dalam air rebusan agar pasta memiliki rasa gurih sejak awal.
  • Masukkan spaghetti gandum utuh. Pastikan semua bagian pasta terendam air.
  • Rebus pasta selama kurang lebih 8 hingga 10 menit, atau ikuti petunjuk kemasan hingga mencapai tekstur al dente (matang tapi masih ada sedikit gigitan saat dikunyah). Pasta yang al dente memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan pasta yang dimasak hingga sangat lembek.
  • Tiriskan spaghetti, namun simpan sekitar setengah cangkir air sisa rebusan pasta. Air ini kaya akan pati yang berguna untuk mengentalkan saus.

4. Penyajian Akhir

Setelah saus dan pasta matang, langkah terakhir adalah menyajikannya secara sempurna:

  • Campurkan spaghetti yang sudah ditiriskan langsung ke dalam wajan berisi saus.
  • Jika saus terasa terlalu kental, tambahkan sedikit demi sedikit air sisa rebusan pasta tadi sambil terus diaduk hingga saus membalut pasta dengan sempurna.
  • Angkat dan sajikan di piring. Kamu bisa menambahkan taburan sedikit keju parmesan parut dan daun peterseli segar di atasnya sebagai garnish.
Tips Tambahan untuk Mengurangi Kalori
  1. Hindari penggunaan saus tomat botolan komersial, karena sering kali mengandung gula tambahan dan natrium (garam) yang sangat tinggi.
  2. Ganti sebagian porsi pasta dengan zucchini noodles (zoodles) atau serutan buah labu kuning untuk menurunkan jumlah karbohidrat secara drastis.
  3. Gunakan sedikit minyak zaitun saja untuk menumis; hindari penggunaan margarin atau mentega karena mengandung lemak jenuh yang lebih tinggi.

Tips Memilih Bahan Alternatif yang Lebih Sehat

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi dan batasan medis yang berbeda-beda. Karena itu, sangat penting untuk menyesuaikan resep dasar spaghetti agar tetap aman untuk kondisi kesehatanmu.

1. Pilihan Pasta Bebas Gluten

Jika kamu mengidap penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten (protein yang ditemukan pada gandum), mengonsumsi spaghetti biasa dapat memicu peradangan pada saluran cerna. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan pasta yang terbuat dari tepung beras merah, tepung quinoa, atau pasta shirataki. Jika kamu mengalami gejala kembung kronis atau masalah pencernaan setelah mengonsumsi produk gandum, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan penanganan dan tes intoleransi makanan yang tepat.

2. Protein Nabati untuk Vegetarian

Bagi kamu yang menjalani diet plant-based atau sekadar ingin mengurangi konsumsi daging merah, daging sapi giling dapat diganti dengan bahan nabati berprotein tinggi. Tempe giling, tahu yang dihancurkan, atau lentil (kacang-kacangan) adalah alternatif cerdas yang teksturnya sangat mirip dengan daging cincang ketika dimasak dalam saus tomat. Bahan-bahan ini tidak mengandung kolesterol dan kaya akan serta tambahan. Untuk memastikan tubuhmu tetap fit saat menjalani diet tanpa daging, kamu bisa beli vitamin atau suplemen secara online di Halodoc, seperti suplemen vitamin B12 yang sering kali dibutuhkan oleh para vegetarian.

Studi Mengenai Kandungan Likopen pada Saus Tomat

Saus tomat, yang menjadi ciri khas hidangan spaghetti bolognese, bukan sekadar penambah rasa, melainkan sumber senyawa menyehatkan yang luar biasa.

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai studi yang menyoroti manfaat kesehtan dari likopen (lycopene), pigmen karotenoid yang memberikan warna merah pada tomat. Studi tersebut menjelaskan bahwa likopen memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat, yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Menariknya, proses pemanasan atau memasak tomat—seperti yang dilakukan saat membuat saus spaghetti—justru memecah dinding sel tanaman tomat, membuat likopen menjadi lebih mudah diserap (bioavailable) oleh tubuh dibandingkan saat makan tomat mentah.

Kombinasi antara tomat yang dimasak dengan lemak sehat (seperti minyak zaitun dalam resep spaghetti di atas) secara signifikan dapat meningkatkan penyerapan likopen dalam saluran pencernaan. Asupan likopen yang tinggi telah dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker, terutama kanker prostat pada pria.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami keluhan kesehatan yang disebutkan di artikel ini, seperti masalah pencernaan setelah mencoba resep diet atau membutuhkan panduan pola makan khusus, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nutrition and healthy eating: How to spot a healthy recipe.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet.
National Institutes of Health (NIH) – PubMed. Diakses pada 2024. Lycopene and Cardiovascular Diseases: An Update.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Is Pasta Healthy? Everything You Need to Know.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Gizi Seimbang.

FAQ

1. Apakah merebus spaghetti harus menggunakan minyak agar tidak lengket?

Sebenarnya tidak perlu. Menambahkan minyak ke dalam air rebusan justru dapat membuat permukaan pasta menjadi licin, sehingga saus nantinya sulit menempel pada spaghetti. Cukup tambahkan sedikit garam pada air rebusan, dan aduk sesekali saat pasta sedang direbus agar helaiannya tidak saling menempel.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak spaghetti menjadi al dente?

Waktu rebusan sangat bergantung pada ketebalan pasta dan merek yang digunakan, namun umumnya memakan waktu sekitar 8 hingga 12 menit. Untuk memastikannya, ikuti petunjuk yang tertera di kemasan dan cobalah mencicipi satu helai pasta 1-2 menit sebelum waktu rekomendasi berakhir.

3. Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi masakan spaghetti?

Penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi spaghetti asalkan porsinya diperhatikan dan dikontrol. Sangat disarankan untuk memilih pasta gandum utuh (whole wheat) yang memiliki indeks glikemik lebih rendah. Selain itu, seimbangkan hidangan dengan menambah porsi sayuran serta protein tanpa lemak, dan hindari saus yang mengandung gula tambahan.

4. Bagaimana cara menyimpan sisa saus spaghetti buatan rumah?

Jika kamu membuat saus dalam jumlah banyak, biarkan saus dingin di suhu ruang terlebih dahulu. Setelah itu, simpan di dalam wadah kedap udara dan masukkan ke dalam kulkas, saus ini akan bertahan hingga 3-4 hari. Jika ingin disimpan lebih lama, saus bisa dibekukan di dalam freezer dan dapat bertahan hingga 2 bulan.