Ad Placeholder Image

Ini Resep Kue Tradisional Indonesia yang Ternyata Mudah Dibuat

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

“Berbagai kue tradisional bisa menjadi pilihan camilan sehat. Misalnya saja kue putu ayu, kue lapis, dan onde-onde.”

Ini Resep Kue Tradisional Indonesia yang Ternyata Mudah DibuatIni Resep Kue Tradisional Indonesia yang Ternyata Mudah Dibuat

DAFTAR ISI


Kue tradisional Indonesia merupakan bagian dari warisan kuliner yang kaya akan cita rasa, tekstur, dan nilai budaya. Sejak zaman dahulu, berbagai jenis jajanan pasar ini selalu hadir mewarnai momen-momen penting, mulai dari acara keluarga, perayaan keagamaan, hingga sekadar menjadi teman minum teh di sore hari. Namun, di balik kelezatannya, banyak orang saat ini mulai membatasi konsumsi kue tradisional karena khawatir akan kandungan gula, karbohidrat sederhana, serta lemak jenuh dari santan yang sering digunakan dalam resep aslinya.

Kekhawatiran tersebut sangat beralasan, terutama mengingat tingginya angka penyakit metabolik di Indonesia. Konsumsi gula berlebih secara terus-menerus dapat memicu lonjakan glukosa darah, resistensi insulin, hingga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus tipe 2. Selain itu, asupan kalori tinggi yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dapat memperburuk profil lipid darah. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat kudapan manis ini agar kesehatan jangka panjang tetap terjaga.

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, pradiabetes, atau masalah metabolik lainnya dan ragu tentang batasan asupan harianmu, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter gizi klinik di Halodoc. Dokter dapat memberikan panduan diet yang tepat dan personal sesuai dengan kondisi medis yang sedang kamu jalani. Pemeriksaan secara dini adalah langkah preventif terbaik agar kamu tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa membahayakan kesehatan tubuh.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu sepenuhnya menghindari kue tradisional. Solusi terbaiknya adalah dengan membuat kue tradisional sendiri di rumah. Dengan memasak sendiri, kamu memiliki kontrol penuh atas komposisi bahan gizi. Kamu bisa mengganti gula pasir dengan pemanis rendah kalori, menggunakan tepung yang lebih tinggi serat, atau mengurangi porsi santan. Nah, mau tahu apa saja rekomendasi kue tradisional yang mudah dibuat sekaligus lebih ramah untuk kesehatan? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Kue Tradisional yang Mudah Dibuat dan Sehat

Membuat kue tradisional sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan beberapa modifikasi bahan dasar, kamu bisa menyajikan jajanan pasar yang tak hanya menggugah selera tetapi juga memberikan manfaat nutrisi yang lebih baik. Berikut adalah beberapa inspirasi resep yang bisa kamu coba di dapur kesayanganmu:

1. Klepon Ketan Rendah Gula

Klepon adalah primadona jajanan pasar yang terkenal dengan sensasi gula merah cair yang meletus di mulut. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan diwarnai hijau alami menggunakan daun pandan atau daun suji. Tepung ketan memang memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, namun kita bisa mengakalinya dengan teknik modifikasi bahan isi dan luaran kue.

Kandungan nutrisi utama dari klepon yang dimodifikasi terletak pada penggunaan daun pandan asli yang kaya akan antioksidan jenis flavonoid. Antioksidan ini berperan menangkal radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, kelapa parut kasar yang membalut klepon mengandung serat yang baik untuk pencernaan, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 200 gram tepung ketan putih.
  • 50 gram tepung beras.
  • Air perasan daun pandan dan suji secukupnya (untuk warna dan aroma).
  • Pemanis alternatif alami atau gula aren murni secukupnya (potong dadu sangat kecil untuk isian, kurangi porsinya hingga setengah dari resep biasa).
  • Kelapa parut kukus yang sudah diberi sedikit garam Himalaya.

Cara membuat: Campurkan tepung ketan, tepung beras, dan air pandan sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung. Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan potongan kecil gula aren atau pasta kurma sebagai alternatif yang lebih sehat, lalu bulatkan. Rebus dalam air mendidih hingga mengapung yang menandakan klepon sudah matang. Tiriskan dan gulingkan di atas kelapa parut. Klepon siap dinikmati.

2. Nagasari Pisang Kukus

Nagasari adalah kue tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, dan pisang, yang dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Metode memasak dengan cara dikukus (steaming) sangat direkomendasikan dari kacamata kesehatan medis karena tidak menambahkan lemak ekstra seperti proses menggoreng. Selain itu, nagasari mengandung buah pisang yang sangat bermanfaat.

Pisang kaya akan kalium (potassium) yang sangat penting untuk mengatur tekanan darah dan menjaga fungsi saraf serta otot jantung. Karbohidrat dari pisang juga memberikan energi instan namun tetap stabil berkat serat pektin di dalamnya. Untuk membuat versi lebih sehat, santan kental bisa dicampur dengan air atau diganti sebagian dengan susu rendah lemak atau fiber creme.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 200 gram tepung beras dan 50 gram tepung tapioka.
  • Santan encer atau alternatif santan nabati rendah lemak.
  • Sedikit stevia atau pemanis rendah kalori untuk pengganti gula pasir.
  • Pisang kepok atau pisang raja yang sudah matang, potong serong.
  • Daun pisang segar untuk membungkus.

Cara membuat: Masak campuran santan, pemanis, dan daun pandan hingga hangat, lalu masukkan tepung perlahan sambil terus diaduk hingga menjadi adonan kental yang setengah matang. Ambil selembar daun pisang, beri satu sendok adonan, letakkan potongan pisang di tengahnya, lalu tutup lagi dengan adonan. Lipat rapi dan kukus selama kurang lebih 20-25 menit. Aromanya yang khas akan langsung menggugah selera.

Tips Mengelola Kadar Gula Darah Setelah Makan Manis
  1. Konsumsi makanan manis sebagai penutup makan (dessert) setelah perut terisi protein dan serat, bukan saat perut kosong, untuk mencegah lonjakan glukosa drastis.
  2. Pastikan kamu tetap terhidrasi dengan meminum air putih yang cukup.
  3. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 10-15 menit setelah makan untuk membantu otot menyerap glukosa dari aliran darah.

3. Getuk Lindri Singkong Alami

Getuk lindri berbahan dasar singkong rebus yang dihaluskan. Secara nutrisi, singkong adalah sumber karbohidrat kompleks yang sangat baik. Singkong rebus yang kemudian didinginkan (seperti proses pembuatan getuk) akan membentuk pati resisten (resistant starch). Pati resisten ini bertindak mirip seperti serat larut air di dalam usus, yang menjadi makanan bagi bakteri baik (mikrobioma) di usus dan membantu menstabilkan gula darah.

Selain manfaat pencernaan, getuk lindri sangat mudah dibuat. Pewarnaan alami sangat dianjurkan; misalnya warna merah muda dari sari buah naga, kuning dari kunyit atau labu, dan hijau dari pandan. Penggunaan pewarna alami ini menambah asupan fitonutrien ke dalam tubuh.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 500 gram singkong kualitas baik, kupas dan cuci bersih.
  • 2 sdm gula kelapa atau pemanis bebas kalori secukupnya.
  • Sedikit vanili ekstrak dan garam laut.
  • Pewarna makanan alami (sari buah naga/pandan).
  • Kelapa parut kukus untuk taburan.

Cara membuat: Kukus singkong hingga benar-benar empuk. Selagi masih panas, tumbuk singkong bersama pemanis, garam, dan vanili hingga sangat halus. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dan beri pewarna alami yang berbeda. Giling atau cetak adonan memanjang, lalu potong-potong sesuai selera. Sajikan dengan taburan kelapa parut. Serat dari singkong ini juga memberikan efek kenyang lebih lama.

4. Kue Putu Ayu Bebas Gluten

Bagi kamu yang sedang mengurangi gluten atau memiliki sensitivitas terhadap protein gandum (penyakit Celiac), putu ayu bisa dimodifikasi menjadi kue bebas gluten. Secara tradisional, kue ini menggunakan campuran tepung terigu, namun kita dapat menyubstitusinya dengan tepung beras murni atau campuran tepung almond dan tepung mocaf (modified cassava flour). Tepung mocaf memiliki karakteristik tekstur yang mirip terigu namun 100% gluten-free.

Putu ayu memiliki tekstur yang sangat ringan dan berongga karena proses pengocokan telur yang maksimal. Telur memberikan asupan protein hewani dan kolin yang penting untuk kesehatan membran sel dan fungsi otak.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 2 butir telur ayam suhu ruang.
  • Pengganti gula (erythritol/stevia blend) secukupnya.
  • 100 gram tepung mocaf dan 50 gram tepung beras.
  • 100 ml santan encer rebusan daun pandan.
  • Kelapa parut agak muda, kukus dengan sedikit garam.

Cara membuat: Pertama, padatkan kelapa parut di dasar cetakan putu ayu berukuran kecil. Kemudian, kocok telur dan pemanis menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga mengembang, kental, dan berjejak. Turunkan kecepatan mixer, masukkan tepung mocaf dan beras bergantian dengan cairan santan pandan. Aduk balik menggunakan spatula hingga merata. Tuang adonan ke dalam cetakan yang sudah berisi kelapa. Kukus dengan api sedang selama 15 menit. Kue bolu tradisional yang lembut dan bebas gluten siap disantap.

Untuk menyeimbangkan gizi dan memastikan organ pencernaan tetap bekerja optimal setelah menyantap berbagai kudapan, pastikan kamu selalu memenuhi asupan nutrisi esensial. Kamu bisa beli vitamin, suplemen serat, atau probiotik secara online melalui layanan Halodoc. Pesanan akan diantar langsung ke rumahmu dengan praktis dan aman.

Tips Sehat Membuat Kue Tradisional di Rumah

Agar jajanan pasar buatanmu tidak hanya lezat tapi juga ramah untuk kesehatan kardiovaskular dan metabolisme, pertimbangkan beberapa tips medis dan nutrisi berikut ini:

1. Gunakan Pemanis Alternatif dengan Cerdas

Gula pasir putih tinggi akan kalori kosong yang memicu inflamasi kronis jika dikonsumsi berlebihan. Beralihlah ke pemanis yang tidak meningkatkan gula darah secara drastis seperti Stevia, Erythritol, atau Xylitol. Jika tetap ingin menggunakan gula lokal, pilih gula aren atau gula kelapa organik yang memiliki indeks glikemik sedikit lebih rendah dibandingkan gula tebu rafinasi, namun tetap awasi porsi penggunaannya.

2. Modifikasi Penggunaan Santan Kental

Santan memang memberikan rasa gurih yang tak tergantikan. Namun, santan kelapa kental memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup padat. Triknya adalah dengan mengencerkan santan menggunakan air kaldu daun pandan, atau mencampurnya 50:50 dengan susu kedelai atau susu skim murni. Ini akan menekan jumlah kalori tanpa menghilangkan sensasi krimi khas kue Nusantara.

3. Perbanyak Asupan Serat Tambahan

Kamu bisa memasukkan unsur serat tambahan ke dalam adonan kue tradisional. Misalnya, menambahkan biji chia (chia seed) yang sudah direndam ke dalam adonan nagasari, atau menaburkan biji wijen panggang yang kaya kalsium pada getuk. Serat tambahan ini berfungsi untuk memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Studi Terkait Pengaruh Makanan Tradisional pada Metabolisme

Journal of Ethnic Foods pernah menerbitkan literatur yang menganalisis komposisi makronutrien dalam kue-kue tradisional Asia Tenggara. Studi tersebut menemukan bahwa sebagian besar jajanan tradisional berbasis beras ketan dan kelapa sangat padat kalori (energy-dense). Namun, studi juga menyoroti bahwa proses pendinginan bahan pati (seperti singkong kukus atau ubi) secara signifikan meningkatkan kandungan pati resisten (resistant starch) yang justru menguntungkan bagi mikrobiota usus.

Hal ini menegaskan bahwa metode persiapan dan pengolahan makanan sangat krusial. Memodifikasi bahan baku modern (seperti mengganti terigu olahan berlebihan dengan tepung singkong atau tepung umbi-umbian lokal) dapat mengembalikan profil gizi kue tradisional menjadi makanan sumber energi kompleks yang lebih sehat bagi masyarakat urban saat ini.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Artificial sweeteners and other sugar substitutes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. The Best Sugar Substitutes for Diabetes.
WHO. Diakses pada 2024. WHO calls on countries to reduce sugars intake among adults and children.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Health Benefits of Resistant Starch.
Journal of Ethnic Foods. Diakses pada 2024. Nutritional evaluation of traditional foods.

FAQ

1. Apakah kue tradisional aman dikonsumsi oleh penderita diabetes?

Kue tradisional pada resep aslinya umumnya mengandung gula dan karbohidrat tinggi yang bisa memicu lonjakan gula darah, sehingga kurang aman bagi penderita diabetes. Namun, jika dibuat sendiri dengan mengganti gula menggunakan stevia atau erythritol, serta menggunakan tepung kaya serat, kue tersebut menjadi jauh lebih aman dikonsumsi dalam porsi yang terkontrol.

2. Apa saja bahan pewarna alami yang bisa digunakan untuk membuat kue sehat?

Kamu bisa memanfaatkan kekayaan alam di sekitarmu. Gunakan daun pandan atau suji untuk warna hijau yang wangi, ekstrak buah naga merah atau stroberi untuk warna merah muda, bunga telang yang diseduh untuk menghasilkan warna biru atau ungu alami, serta kunyit bubuk murni untuk warna kuning cerah.

3. Bagaimana cara menyimpan kue tradisional agar tetap awet tanpa pengawet?

Kue tradisional basah yang mengandung santan dan kelapa parut umumnya mudah basi. Simpanlah di dalam wadah kedap udara dan masukkan ke dalam kulkas. Suhu dingin akan memperlambat pertumbuhan bakteri. Saat ingin disantap kembali, kamu bisa mengukusnya sebentar selama 5-10 menit agar teksturnya kembali empuk dan lembut.

4. Apakah mengganti santan dengan susu rendah lemak akan mengubah rasa kue?

Ada sedikit perbedaan profil rasa. Santan memberikan rasa gurih alami berkat kandungan minyak kelapanya, sementara susu rendah lemak memiliki tekstur yang lebih ringan (light). Namun, jika dicampur dengan sedikit daun pandan dan ekstrak vanila saat proses memasak, aroma dan rasanya tetap akan sangat sedap dan jauh lebih rendah kolesterol.