“Onde-onde merupakan camilan yang memiliki rasa manis dari isian dan krispi di bagian kulit luarnya. Kamu bisa menambahkan kacang hijau ke dalamnya untuk memperkaya rasa pada kudapan.”

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Lambung Ampuh
- Cara Alami Mengatasi Begah Setelah Makan Gorengan
- Studi Terkait Konsumsi Makanan Berlemak dan Pencernaan
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu sedang asyik berselancar di media sosial, lalu tiba-tiba melihat gambar onde onde yang menggugah selera? Jajanan pasar tradisional yang satu ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Bulatan adonan tepung ketan yang kenyal, baluran biji wijen yang gurih, serta isian kacang hijau yang manis dan lembut di dalamnya, membuat siapa saja mudah tergoda. Apalagi jika disajikan selagi hangat, onde-onde menjadi teman minum teh atau kopi yang sangat sempurna.
Namun, di balik kelezatan dari sekadar melihat gambar onde onde hingga menyantapnya secara langsung, ada hal penting terkait kesehatan pencernaan yang harus kamu perhatikan. Onde-onde terbuat dari tepung ketan yang sifatnya lengket dan sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, jajanan ini dimasak dengan cara deep frying atau digoreng dalam minyak yang sangat banyak. Kombinasi antara karbohidrat kompleks yang padat (ketan) dan lemak jenuh (minyak goreng) merupakan salah satu pemicu utama naiknya asam lambung dan melambatnya proses pengosongan lambung.
Mengonsumsi onde-onde dalam jumlah yang berlebihan, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat dispepsia atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), dapat memicu berbagai keluhan tidak nyaman. Gejala yang paling sering muncul antara lain perut terasa begah, kembung, sering bersendawa, mual, hingga sensasi panas di dada (heartburn). Ketika lemak dari makanan gorengan masuk ke lambung, katup esofagus bagian bawah dapat menjadi rileks, sehingga asam lambung mudah naik kembali ke kerongkongan.
Jika kamu terlanjur kalap menyantap jajanan manis dan gurih ini lalu mengalami gangguan pencernaan, kamu tidak perlu panik. Ada berbagai pilihan obat bebas yang aman dan efektif untuk meredakan gejala asam lambung dan perut kembung. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk mengatasi perut begah dan asam lambung? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat Lambung yang Ampuh
Ketika asam lambung naik atau perut terasa kembung akibat mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, obat golongan antasida dan antiflatulen adalah pertolongan pertama yang paling direkomendasikan. Berikut adalah beberapa pilihan produk yang bisa kamu gunakan:
1. Promag 10 Tablet
Promag merupakan salah satu obat maag dan perut kembung yang sangat populer dan terpercaya di Indonesia. Obat ini mengandung kombinasi bahan aktif Hydrotalcite 200 mg, Magnesium Milk 150 mg, dan Simethicone 50 mg. Hydrotalcite dan Magnesium bekerja sebagai antasida yang bertugas menetralkan asam lambung yang berlebih. Keduanya bekerja secara cepat untuk menaikkan pH lambung sehingga rasa perih dan panas di ulu hati dapat segera mereda.
Sementara itu, kandungan Simethicone bekerja sebagai zat antiflatulen. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di dalam lambung dan saluran cerna, sehingga gelembung-gelembung gas tersebut menjadi pecah dan lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh melalui sendawa atau buang angin (flatus). Hal ini sangat efektif untuk mengatasi keluhan perut kembung atau begah setelah makan gorengan seperti onde-onde.
Dosis dan aturan pakai yang dianjurkan:
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet kunyah, diminum 3-4 kali sehari.
- Anak-anak 6-12 tahun: 0.5-1 tablet kunyah, diminum 3-4 kali sehari.
- Obat ini sebaiknya dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan, dan menjelang tidur malam. Tablet harus dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan jangan digunakan terus-menerus lebih dari 2 minggu kecuali atas petunjuk dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Promag 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Begah Saat Menikmati Jajanan Tradisional
- Batasi porsi: Cukup konsumsi 1-2 buah onde-onde atau jajanan gorengan lainnya dalam satu waktu.
- Minum air hangat: Hindari minuman dingin atau es setelah makan makanan berminyak; pilihlah air hangat untuk membantu melarutkan lemak dan melancarkan pencernaan.
- Kunyah perlahan: Makanan berbahan dasar ketan harus dikunyah hingga benar-benar halus sebelum ditelan agar lambung tidak bekerja terlalu keras.
2. Mylanta Cair 50 ml
Mylanta Cair adalah obat sirup yang diformulasikan khusus untuk mengatasi gejala hiperasiditas lambung, tukak lambung, dan tukak usus dua belas jari yang disertai dengan gejala mual, nyeri lambung, dan perasaan penuh pada lambung. Tiap 5 ml (satu sendok takar) Mylanta Cair mengandung Aluminium Hidroksida kering 200 mg, Magnesium Hidroksida 200 mg, dan Simethicone 20 mg.
Sediaan cair ini memiliki keuntungan berupa onset kerja yang lebih cepat dibandingkan sediaan tablet, karena obat dalam bentuk suspensi langsung melapisi dinding lambung dan menetralkan asam seketika. Kombinasi Aluminium dan Magnesium dirancang agar saling menyeimbangkan efek samping; Aluminium cenderung menyebabkan sembelit, sedangkan Magnesium memiliki efek pencahar ringan. Simethicone di dalamnya juga membantu mengurangi penumpukan gas berlebih di lambung.
Dosis dan aturan pakai yang dianjurkan:
- Dewasa: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari.
- Anak-anak 6-12 tahun: 0.5-1 sendok takar (2.5-5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
- Sebaiknya diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan, serta menjelang tidur. Kocok botol terlebih dahulu sebelum diminum.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal parah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu karena risiko penumpukan magnesium.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Mylanta Cair 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc
3. Polysilane 8 Tablet Kunyah
Polysilane merupakan obat antasida dan antiflatulen dengan bentuk sediaan tablet kunyah yang praktis dibawa ke mana saja. Obat ini efektif mengatasi nyeri lambung, perut kembung, mual, dan dispepsia. Setiap tablet kunyah Polysilane mengandung Dimethicone (Simethicone) 80 mg, Aluminium Hidroksida 200 mg, dan Magnesium Hidroksida 200 mg.
Kandungan Dimethicone dalam Polysilane memiliki dosis yang sedikit lebih tinggi (80 mg) sehingga sangat efektif dan direkomendasikan bagi mereka yang keluhan utamanya adalah perut sangat kembung, begah, atau gas yang terperangkap (meteorismus) setelah mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi. Senyawa antasida di dalamnya dengan sigap menetralkan asam lambung yang naik ke esofagus, sehingga sensasi terbakar pada dada dapat segera hilang.
Dosis dan aturan pakai yang dianjurkan:
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet kunyah, diminum 3-4 kali sehari.
- Anak-anak 6-12 tahun: 0.5-1 tablet kunyah, diminum 3-4 kali sehari.
- Tablet harus dikunyah sampai halus sebelum ditelan. Konsumsi pada saat perut kosong (1-2 jam sebelum atau sesudah makan) dan sebelum tidur malam.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jika keluhan tidak membaik setelah beberapa hari, disarankan untuk menghentikan penggunaan dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Polysilane 8 Tablet Kunyah di Toko Kesehatan Halodoc
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Cara Alami Mengatasi Begah Setelah Makan Gorengan
1. Konsumsi Seduhan Jahe Hangat
Jahe mengandung senyawa fenolik (gingerol) yang terbukti secara klinis dapat meredakan iritasi saluran cerna dan menstimulasi produksi air liur serta enzim pencernaan. Meminum secangkir air rebusan jahe hangat setelah makan onde-onde atau gorengan lainnya dapat mempercepat laju pengosongan lambung, sehingga mengurangi rasa begah dan mencegah asam lambung naik.
2. Tetap Duduk Tegak atau Berjalan Kaki Ringan
Salah satu kesalahan terbesar setelah makan makanan berat adalah langsung berbaring atau tidur. Hal ini membuat asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan karena hilangnya pengaruh gravitasi. Cobalah untuk berjalan kaki santai selama 10-15 menit untuk merangsang pergerakan usus (peristaltik) dan membantu proses pencernaan.
Studi Terkait Konsumsi Makanan Berlemak dan Pencernaan
Journal of Neurogastroenterology and Motility menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang digoreng dan tinggi lemak jenuh secara signifikan berkaitan erat dengan peningkatan risiko dispepsia fungsional dan GERD. Lemak lambat dicerna, membuat lambung memproduksi lebih banyak asam dan menahan makanan lebih lama di dalamnya.
Studi ini relevan dengan keluhan yang sering dirasakan masyarakat Indonesia setelah mengonsumsi jajanan pasar yang digoreng. Karena waktu singgah makanan di lambung memanjang, tekanan di dalam lambung meningkat. Hal ini menyebabkan peregangan lambung yang mengirimkan sinyal rasa sakit dan begah ke otak. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup dan penggunaan antasida yang tepat menjadi kunci dalam penanganan keluhan pencernaan ini.
Jika gangguan asam lambung atau perut begah tidak kunjung membaik meski sudah minum antasida, jangan ragu karena kamu bisa langsung konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan yang cepat akan mencegah terjadinya iritasi lambung yang lebih parah.
Untuk melengkapi persediaan P3K di rumah, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis tanpa harus keluar rumah. Menjaga kesehatan pencernaan adalah kunci untuk tetap bisa menikmati berbagai kuliner lezat nusantara dengan nyaman.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penyakit Asam Lambung (GERD) – Penyebab, Gejala, dan Pencegahan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gastroesophageal reflux disease (GERD) – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Indigestion (Dyspepsia): Symptoms, Causes, Treatments.
NCBI. Diakses pada 2024. Role of Diet in the Development and Management of Gastroesophageal Reflux Disease.
WebMD. Diakses pada 2024. What to Know About Antacids: Benefits, Side Effects, and Uses.
FAQ
1. Kenapa melihat gambar onde onde bisa membuat perut terasa lapar?
Melihat gambar makanan yang menggiurkan memicu fase sefalik dari pencernaan. Otak merespons rangsangan visual ini dengan memberi sinyal pada lambung untuk memproduksi asam lambung dan air liur sebagai persiapan menerima makanan, yang kita rasakan sebagai sensasi lapar.
2. Apakah penderita asam lambung boleh makan makanan berketan?
Sebaiknya dibatasi. Ketan memiliki struktur amilopektin yang tinggi, membuatnya lengket dan sulit dicerna secara cepat oleh lambung. Hal ini membuat lambung memproduksi lebih banyak asam dan bekerja lebih keras, yang dapat memicu atau memperparah gejala maag.
3. Berapa lama jeda waktu minum obat antasida dengan obat lain?
Obat antasida dapat menghambat penyerapan beberapa jenis obat lain, seperti antibiotik, suplemen zat besi, atau obat tekanan darah. Berikan jeda waktu setidaknya 2 jam antara minum antasida dan obat medis lainnya agar efektivitasnya tidak terganggu.
4. Kapan harus ke dokter jika perut terus kembung setelah makan?
Kamu harus segera ke dokter jika perut kembung tidak mereda dalam beberapa hari meski sudah minum obat bebas, atau jika disertai dengan gejala serius seperti muntah terus-menerus, feses berwarna hitam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau rasa nyeri dada yang menjalar ke lengan atau rahang.





